15 March 2015
Buku ke-34: "TUMBANG DALAM ROH: Perspektif Alkitabiah Vs Fenomena Zaman" (Denny Teguh Sutandio)
Sejak kira-kira akhir abad XX hingga saat ini (abad XXI), fenomena tumbang (jatuh ke belakang) dalam roh terus terjadi di berbagai gereja kontemporer yang pop. Para pendukungnya mempraktikkan fenomena ini dan mengidentikkannya sebagai tanda menerima Roh Kudus. Namun di sisi lain, ada beberapa orang yang menolak fenomena ini dengan dasar bahwa posisi jatuh dari orang yang dipenuhi Roh Kudus itu selalu ke depan, bukan ke belakang. Lalu, mana yang benar?
Temukan jawabannya dalam:
“TUMBANG DALAM ROH:
Perspektif Alkitabiah Vs Fenomena Zaman”
oleh: Denny Teguh Sutandio
Penerbit: Sola Scriptura
Harga: Rp 65.000, 00/buku
+ ongkos kirim (tergantung lokasi)
Berminat?
Segera dapatkan buku ini dengan membelinya di:
Denny Teguh Sutandio (0878-5187-3719)
NB:
Buku akan dikirimkan ke alamat pemesan setelah pemesan melakukan transfer biaya pesanannya paling lambat satu minggu setelah pemesan mendapat SMS balasan dari saya.
Apa kata mereka tentang buku ini?
“Perlu membedakan antara hidup yang dipimpin oleh Roh dan praktik spiritisme atau mistisisme yang lagi marak dalam nuansa Kristiani. ... Melalui buku Tumbang dalam Roh inilah, sahabat saya sedang mengulasnya demi memberikan pencerahan mulai dari sejarah, praktik dan fenomena perkembangannya, yang tentunya disoroti secara Alkitabiah. ...”
Pdt. Juanda, D.Th.
Pengkhotbah, Penulis Buku, dan Dosen di beberapa Sekolah Alkitab (STT) di Indonesia
“... Penulis buku ini menerima manifestasi tumbang dalam roh yang mungkin berasal dari Allah, namun mengujinya berdasarkan firman Allah. ... Saya juga hendak mengingatkan agar setiap orang Kristen (Karismatik maupun non Karismatik) seharusnya berani mengambil sikap tegas menguji setiap bentuk ajaran atau perilaku, khususnya yang menyangkut ajaran iman dan perilaku yang diklaim benar. Rasa takut untuk menguji segala sesuatu yang datang dengan memakai jubah Kekristenan dan mengatasnamakan Roh Kudus, tidaklah menunjukkan spiritualitas yang tinggi tetapi justru menunjukkan kelemahan. ... Miliki dan bacalah buku ini hingga selesai, dan Anda pasti mendapatkan manfaatnya”
Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th.
Theolog Protestan-Karismatik, Pendeta, dan Gembala di Gereja Bethel Apostolik Profetik (GBAP) Bintang Fajar Palangka Raya; Dosen Filsafat-Apologetika Kharismatik di STT AIMI, Solo; Pengajar di beberapa STT lainnya; dan Penulis buku “Apologetika Kharismatik: Kharismatik Yang Kukenal dan Kuyakini”
Resensi Buku-311: MAKING SENSE OF THE OLD TESTAMENT (Prof. Tremper Longman III, Ph.D.)
Sebagai orang Kristen, kita tentunya pernah membaca Alkitab khususnya Perjanjian Lama dan kita menemukan kesulitan mengerti Perjanjian Lama. Mengapa? Lalu, bagaimana kita dapat mengerti Perjanjian Lama dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan Kristen di zaman sekarang?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
MAKING SENSE OF THE OLD TESTAMENT:
MEMAHAMI PERJANJIAN LAMA:
Tiga Pertanyaan Penting
oleh: Prof. Tremper Longman III, Ph.D.
Penerbit: Literatur SAAT, Malang, 2012 (cetakan ke-2)
Penerjemah: Pdt. Cornelius Kuswanto, Th.D.
Di bab 1 di dalam bukunya, Prof. Tremper Longman III, Ph.D. menguraikan hal-hal yang menarik dalam PL dan rintangan dalam memahaminya, lalu perlunya prinsip-prinsip dasar menafsirkan Alkitab. Kemudian, di bab 2, Dr. Longman mengetengahkan problematika yang sering dihadapi oleh orang Kristen yaitu apakah Allah PL berbeda dengan Allah PB, di mana Allah PL seolah-olah kejam, sedangkan Allah PB itu penuh kasih. Untuk menjawab pertanyaan ini, Dr. Longman menjelaskan kaitan antara Allah PL dan PB dengan 3 metafora, yaitu: metafora Tuhan sebagai Raja dalam perjanjian; Tuhan sebagai pahlawan; dan Tuhan sebagai Immanuel. Lalu, bagaimana orang Kristen dapat mengaplikasikan PL di dalam kehidupan Kristen di zaman sekarang? Di bab 3, Dr. Longman menjelaskan ketidakseimbangan pandangan dalam Kekristenan: dispensasionalisme yang membedakan PL dan PB vs theonomi yang memandang PL dan PB secara berkesinambungan, lalu menyajikan jawaban yang Alkitabiah yaitu memandang PL dan PB secara berkesinambungan sekaligus tidak berkesinambungan. Untuk menjelaskan hal ini, Dr. Longman menjelaskan sifat hukum dalam PL, yaitu hukum apodiktik (hukum yang secara mutlak memisahkan mana yang benar dan salah) dan hukum kasus (hukum yang menjelaskan kasus-kasus secara spesifik). Berdasarkan pembedaan ini, Dr. Longman menjelaskan bahwa hukum apodiktik yang meliputi 10 perintah Allah tetap berlaku bagi orang Kristen di zaman sekarang (selama itu dijelaskan di PB) dan hukum kasus yang terdapat di dalam 5 kitab Musa tidak berlaku lagi karena poin dari hukum kasus itu sudah tercantum di dalam 10 perintah Allah itu. Kemudian, Dr. Longman menjelaskan bagaimana masing-masing jenis literatur dalam PL dapat menjadi teladan bagi orang Kristen di zaman sekarang.
Profil Dr. Tremper Longman:
Prof. Tremper Longman III, Ph.D. adalah Robert H. Gundry Professor of Biblical Studies di Westmont College, U.S.A. Beliau juga menjabat sebagai salah satu penerjemah utama bagi Alkitab terjemahan New Living Translation (NLT) dan konsultan bagi terjemahan-terjemahan Alkitab popular lainnya: the Message, the New Century Version (NCV), dan the Holman Standard Bible. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) dalam bidang Agama di Ohio Wesleyan University; Master of Divinity (M.Div.) di Westminster Theological Seminary, U.S.A.; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Studi Timur Dekat kuno di Yale University. Beliau menikah dengan Alice dan dikaruniai 3 anak laki-laki. Selain buku menganalisa kitab Mazmur ini, Dr. Longman juga menulis buku-buku analisa PL, yaitu: How to Read Proverbs dan How to Read Genesis. Beliau juga menulis beberapa buku tafsiran Alkitab PL, seperti: Song of Songs (Eerdmans), Ecclesiastes (Eerdmans), Daniel (Zondervan), dan Nahum (Baker). Selain itu, beliau juga menulis buku tentang sejarah: A Biblical History of Israel (ditulis bersama dengan Iain Provan and Phil Long; Westminster John Knox, 2003). Beliau juga menulis buku-buku lain, seperti: Literary Approaches to Biblical Interpretation (Zondervan, 1987); Complete Literary Guide to the Bible (kontributor dan editor bersama dengan Leland Ryken; Zondervan, 1993); dll.
08 March 2015
Resensi Buku-310: "YOU LOST ME" (David Kinnaman)
Mengapa banyak anak muda Kristen yang pada masa anak-anak aktif di dalam gereja, namun setelah menjadi pemuda, mereka meninggalkan gereja? Apa yang dapat gereja lakukan menanggulangi problematika ini?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
YOU LOST ME:
Mengapa Orang Kristen Muda Meninggalkan Gereja dan Memikirkan Ulangan tentang Iman Mereka?
oleh: David Kinnaman
Penerbit:
PT Visi Anugerah Indonesia, Bandung bekerja sama dengan
Sekolah Tinggi Theologi Bandung
Penerjemah: Denny Pranolo
Di dalam bukunya, David Kinnaman menjelaskan tentang problematika banyak anak muda Kristen di Amerika yang pada waktu anak-anak dan remaja aktif di dalam kegiatan gereja, tetapi setelah menjadi pemuda (usia 18-29 tahun), mereka meninggalkan gereja. Kinnaman menyebutnya Dropouts. Di Bagian I, mereka yang termasuk dropouts ini dibedakan menjadi 3, yaitu: nomads (pengelana) yaitu mereka yang tidak terlibat dalam gereja tetapi masih menganggap diri mereka orang Kristen; prodigals (anak yang hilang) yaitu mereka yang kehilangan iman dan menggambarkan diri mereka “bukan lagi orang Kristen”; dan exile (orang buangan) yaitu orang yang masih tertanam dalam iman Kristen mereka tapi merasa terjebak (atau tersesat) di antara gereja dan iman. Kemudian, di Bagian II, Kinnaman menjabarkan 6 alasan mengapa mereka meninggalkan gereja, yaitu: over protektif, dangkal, anti ilmu pengetahuan, represif, eksklusif, dan sempurna. Solusi bagi permasalahan di Bagian I dan II dijawab Kinnaman di bagian III di mana beliau menjelaskan tips-tips gereja mempengaruhi anak muda agar mereka memiliki iman Kristen yang teguh yang diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Di bagian akhir Bagian III, Kinnaman mengumpulkan 50 ide yang ditulis oleh orang-orang dari berbagai profesi untuk menjangkau generasi muda.
Profil David Kinnaman:
David Kinnaman adalah presiden dan pemilik mayoritas Barna Group, sebuah firma penelitian terkenal yang berfokus pada meneliti fenomena persimpangan antara iman dan budaya. Beliau bergabung dengan tim penelitian ini pada tahun 1995 ketika beliau masih menjadi mahasiswa magang. Sejak saat itu, beliau telah mendesain dan menganalisa ratusan proyek penelitian pasar untuk bermacam-macam klien, seperti: American Bible Society, the Billy Graham Evangelistic Association, CARE, Columbia House, Compassion, Easter Seals, Focus on the Family, Habitat for Humanity, the Humane Society, NBC-Universal, The ONE Campaign, the Salvation Army, SONY, Walden Media, World Vision, Zondervan (Harper Collins), dll. Selain itu, beliau juga mengawasi 86 perwakilan penelitian di seluruh Amerika yang melakukan penelitian terhadap orang dewasa, remaja, dan rohaniwan di area iman, kerohanian, opini publik, sikap politik, dan dinamika budaya. Hasil penelitian ini sering dikutip oleh media utama, seperti USA Today, The Wall Street Journal, Fox News, Chicago Tribune, The New York Times, dan The Los Angeles Times. Beliau juga adalah co-author dari buku best-seller “unchristian: What a New Generation Really Thinks about Christianity” yang mengeksplorasi sikap pemuda usia 16-29 tahun dalam hubungannya dengan iman.
01 March 2015
Resensi Buku-309: "7 MODEL KRISTOLOGI SOSIAL" (Pdt. Kalvin S. Budiman, Ph.D.)
Kekristenan zaman ini sering dicap sebagai anti sosial. Benarkah demikian?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
7 MODEL KRISTOLOGI SOSIAL:
Mengaplikasikan Spiritualitas Kristen dalam Etika Sosial
oleh: Pdt. Kalvin S. Budiman, Ph.D.
Penerbit: Literatur SAAT Malang, 2013
Melalui buku ini, Ev. Kalvin S. Budiman, Ph.D. menjelaskan bahwa Kekristenan tidak anti sosial, tetapi sangat memperhatikan hal-hal sosial dalam masyarakat dengan berfokus pada Kristus sebagai dasarnya. Ini berarti Kristologi (doktrin Kristus) bukan hanya dimengerti secara soteriologis-theologis yang berkaitan dengan keselamatan, tetapi juga secara sosial, yaitu bagaimana Kristus dan karya-Nya mempengaruhi bidang sosial, politik, dll Meskipun berlatar belakang theologi Reformed, Ev. Dr. Kalvin Budiman secara objektif menyoroti 7 model Kristologi sosial dari: Prof. Dr. Ds. Abraham Kuyper, Walter Rauschenbusch, Dr. Dietrich Bonhoeffer, Dr. H. Richard Niebuhr, Rev. Martin Luther King, Jr., Ph.D., Gustavo GutiƩrrez, dan Dr. John H. Yoder di mana ketujuh tokoh ini berasal dari berbagai denominasi Kristen berbeda: Reformed, Lutheran, Baptis, Katolik, dan Anabaptis. Masing-masing model dijelaskan oleh Dr. Kalvin Budiman mulai dari latar belakang pemikiran hingga isi pemikiran masing-masing tokoh secara objektif. Di bagian akhir buku ini, Dr. Kalvin Budiman menyimpulkan beberapa poin dari ketujuh model tersebut bagi orang Kristen di zaman sekarang. Biarlah buku ini dapat menjadi inspirasi bagi orang Kristen untuk mengaplikasikan konsep iman Kristen yang berpusat pada Kristus ke dalam hal-hal sosial dan politik.
Endorsement:
“Karya Dr. Kalvin Budiman ini adalah perangkaian yang sangat jenius antara Kristologi, etika sosial, dan motif-motif theologi modern. Membayangkan Kuyper, Rauschenbusch, Luther King, Bonhoeffer, Reinhord Neibuhr, Gutierrez, dan Yoder “diadu” dan “diaduk” di dalam satu buku saja sudah sangat menarik, apalagi bila buku itu adalah tentang Kristologi dan kaitannya dengan etika sosial. Orang-orang ini dibawa untuk berbicara dari perspektif masing-masing, dengan suatu kesamaan: mereka adalah orang-orang yang terinspirasi oleh pribadi dan karya Yesus Kristus dan berupaya mewujudkan pengalaman Kristologis tersebut dalam kehidupan sosial budaya. Hasilnya adalah sebuah buku yang sangat menantang pikiran Kristen (Injili) untuk tidak mengorting Kristus menjadi hanya Juruselamat pribadi yang tidak berdampak secara sosial-politik. Saya berharap lebih banyak lagi buku-buku seperti ini untuk menjadi konsumsi pemikiran theologis kaum Injili di Indonesia.”
Pdt. Andreas Himawan, Th.D.
Rektor Sekolah Tinggi Theologi Amanat Agung, Jakarta yang menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.) di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang dan Master of Theology (Th.M.) dan Doctor of Theology (Th.D.) di Trinity Theological College, Singapore.
“Buku ini merupakan buku yang tepat waktu dan isi. Tepat waktu karena inilah saatnya kaum Injili mewujudkan imannya dalam kehidupan sosialnya. Tepat isi karena mampu menguraikan etika sosial dari berbagai pandangan dengan lugas dan komprehensif. Dan inilah saat yang tepat bagi kita untuk membaca dan merenungkannya.”
Pdt. Joshua Lie, Ph.D. (Cand.)
Gembala Sidang Indonesian Reformed Evangelical Church, Toronto, Canada yang menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.) di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang dan Master of Philosophy (M.Phil.) di Institute for Christian Studies (ICS), Toronto, Canada. Saat ini beliau sedang studi Doctor of Philosophy (Ph.D.) di ICS, Toronto.
“Buku ini sangat baik karena membahas theologi sosial beberapa theolog Kristen dalam kaitannya dengan doktirn Kristus yang jarang dibahas oleh para theolog Injili. Para pemimpin Kristen yang ingin merumuskan suatu etika sosial akan memperoleh manfaat dari bacaan ini.
Pdt. Christian Sulistio, Th.D. (Cand.)
Dosen Theologi Kontemporer di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang yang menyelesaikan studi S.Th., Master of Divinity (M.Div.), dan M.Th. di SAAT. Beliau sedang menyelesaikan studi Doctor of Theology (Th.D.) di Trinity Theological College, Singapore.
Profil Dr. Kalvin S. Budiman:
Ev. Kalvin S. Budiman, S.Th., M.T.S., Th.M., Ph.D. menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.) di SAAT Malang; Master of Theological Studies (M.T.S.) dan Master of Theology (Th.M.) di Calvin Theological Seminary, U.S.A.; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang theologi dan etika di Fakultas Agama, Baylor University, U.S.A.
22 February 2015
Resensi Buku-308: "APAKAH PEMILIHAN DAN PREDESTINASI ITU?" (Rev. DR. RICHARD D. PHILLIPS)
Theologi Reformed sering diidentikkan dengan predestinasi. Apakah predestinasi itu? Apa kata Alkitab tentang ajaran ini?
Temukan jawabannya dalam:
Buku Seri Dasar-dasar Iman
APAKAH PEMILIHAN DAN PREDESTINASI ITU?
oleh: Rev. DR. RICHARD D. PHILLIPS
Penerbit: Momentum Christian Literature, Surabaya, 2013
Penerjemah: Soemitro Onggosandojo
Di dalam bukunya, Rev. Richard D. Phillips menjelaskan pengertian Alkitabiah tentang pemilihan dan predestinasi. Doktrin pemilihan bukanlah doktrin buatan manusia, tetapi pengajaran Alkitab sendiri (Kis. 13:48; dst). Meskipun demikian, doktrin ini seharusnya mengakibatkan orang-orang Kristen yang termasuk umat pilihan-Nya menjadi rendah hati, hidup kudus di hadapan-Nya, merupakan jaminan keselamatan yang pasti di dalam Kristus, dan terakhir bertujuan untuk memuliakan Allah. Kemudian, pemilihan ini mengarahkan kita untuk mengerti doktrin predestinasi di dalam keselamatan. Rev. Phillips menjawab berbagai keberatan seputar predestinasi misalnya predestinasi tidak meniadakan tanggung jawab untuk memberitakan Injil dan predestinasi membuktikan keadilan sekaligus kasih Allah. Terakhir, predestinasi berkaitan dengan konsep pengangkatan kita sebagai anak-anak (adopsi) Allah. Kita dipredestinasikan untuk menjadi anak-anak (adopsi) Allah yang memiliki hak dan tentunya kewajiban. Biarlah buklet sederhana ini dapat menjadi buklet pengenalan dasar akan konsep pemilihan dan predestinasi yang Alkitabiah.
Profil Rev. Dr. Richard D. Phillips:
Rev. Richard Davis Phillips, M.B.A., M.Div., D.D. (HC) adalah pendeta senior kedua belas di Second Presbyterian Church, Greenville sekaligus editor bersama Dr. Philip Graham Ryken dalam seri Reformed Expository Commentary. Beliau juga melayani sebagai dewan di the Alliance of Confessing Evangelicals, the Gospel Coalition, dan dewan perwalian di Westminster Theological Seminary. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di University of Michigan; Master of Divinity (M.Div.) di Westminster Theological Seminary; dan Master of Business Administration (M.B.A.) di University of Pennsylvania. Beliau dianugerahi gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari Greenville Presbyterian Theological Seminary. Beliau menikah dengan Sharon Wilkey dan dikaruniai 5 orang anak, yaitu: Hannah, Matthew, Jonathan, Ellie, dan Lydia.
15 February 2015
Sekilas tentang i-Move @ Surabaya
–Influenced
by the Word to Influence the World–
Latar Belakang:
Pemuda/i (Kristen) hidup
di tengah zaman yang begitu menekankan fun.
Tentu tidak salah dengan fun, namun
ada hal yang lebih penting dari sekadar fun,
yaitu tentang iman dan pembentukan kepribadian pemuda/i menjadi orang-orang
yang bersumbangsih bagi Allah, gereja, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, i-Move hadir sebagai wadah persekutuan pemuda dari Gereja Kristus
Rahmani Indonesia (GKRI) Exodus cabang Bavarian, Surabaya yang bersifat
interdenominasi. Kami menyebut diri “i-Move”,
di mana “i” kepanjangan dari “influence” (“pengaruh”) dan “Move” kepanjangan dari “Movement” (“Gerakan”). Melalui i-Move, kami berusaha menghadirkan wadah
persekutuan pemuda yang dipengaruhi oleh Firman Allah untuk mempengaruhi dunia
dengan cara mengarahkan para pemuda/i (Kristen) tentang kedalaman iman Kristen dan
menjalankan apa yang telah mereka ketahui tersebut dengan cara bersekutu
bersama baik antar sesama pemuda/i di dalam i-Move
maupun di luar i-Move dan sesama
manusia lainnya seperti dalam bakti sosial. Setelah mengenal iman Kristen dan
aplikasinya, kami berharap para pemuda/i Kristen dapat bertumbuh di dalam
seluruh aspek kehidupannya.
Visi dan Misi:
Visi: Menjadi wadah
pemuda/i Kristen bertumbuh dan berbuah baik secara kualitatif maupun
kuantitatif demi memperluas Kerajaan Allah.
Misi: learning, doing, growing
F
Learning: aspek pembelajaran
doktrinal sekaligus praktis tentang iman Kristen yang diwujudkan melalui: KTB,
seminar, talkshow, KKR, kamp.
F
Doing: aspek aplikasi
pembelajaran yang diwujudkan melalui: training, kerjasama dengan gereja dan
lembaga Kristen lain, bakti sosial, konseling.
F
Growing: aspek pertumbuhan iman
Kristen setiap pemuda/i Kristen yang diwujudkan melalui program penginjilan dan
pemberian perpuluhan.
i-Move Fellowship:
Every
Friday; 06.30 p.m.
@
GKRI Exodus Bavarian,
Ruko
Bavarian No. 1, Jln. Darmo Permai III, Surabaya
(sebelah
Pasar Modern dan seberang Apartemen Puncak Permai)
Pembina: Pdt. Reyco F. Wattimury, S.Th.
Info: Denny T. S.
(087851873719)
Follow us @iMove2015
Resensi Buku-307: APAKAH GEREJA REFORMED ITU? (Rev. Stephen E. Smallman, M.Div.)
Di Indonesia, orang Kristen mengerti ada gereja-gereja yang berplang nama “Reformed”, namun sayangnya banyak orang Kristen tidak mengerti sejarah dan kepercayaan gereja Reformed. Lalu, apa arti gereja Reformed?
Temukan jawabannya dalam:
Buku Seri Dasar-dasar Iman
APAKAH GEREJA REFORMED ITU?
oleh: Rev. Stephen E. Smallman, M.Div.
Penerbit: Momentum Christian Literature, Surabaya, 2013
Penerjemah: Jovita Desinta Djakaria
Di dalam bukunya, Rev. Stephen E. Smallman menguraikan gereja Reformed mulai dari akar sejarahnya sejak zaman reformasi Dr. Martin Luther, Dr. John Calvin, hingga masuknya Presbyterian ke Amerika Serikat. Kemudian, beliau juga menjelaskan 6 tema kunci yang dipercaya gereja Reformed yaitu Kitab Suci, kedaulatan Allah (termasuk di dalam keselamatan), kovenan, hukum Taurat, gereja, dan Kerajaan Allah. Keenam tema ini diuraikan secara singkat dengan aplikasi praktisnya. Biarlah buklet sederhana ini dapat menjadi buklet pengenalan dasar tentang gereja dan iman Reformed.
Endorsement:
“ Smallman melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam membahas begitu banyak bahan tanpa mengorbankan keakuratan atau kejelasan. Gayanya mudah dibaca dan seperti percakapan, namun kaya dengan isi. Ia menjelaskan dengan cara yang menangkis berbagai kritik yang umumnya dilontarkan terhadap kepercayaan Reformed.”
Rev. Barry Traver, Th.M.
Pendeta yang ditahbiskan di Orthodox Presbyterian Church yang sekarang menjadi Pengajar di Pilgrim Church (OPC), Philadelphia dan mengajar computer science paruh waktu di City Center Academy, pelayanan dari Tenth Presbyterian Church (PCA), Philadelphia yang menyelesaikan studi Master of Divinity (M.Div.) dan Master of Theology (Th.M.) dalam bidang Perjanjian Baru di Westminster Theological Seminary, Philadelphia.
“Buku sumber yang sangat baik … dengan penulisan yang sangat baik pula. Pendekatan Stephen Smallman yang hangat dan pastoral sangat terasa. … Saya tidak mengetahui adanya buku lain yang membahas hal yang sama.”
Rev. Prof. Philip Graham Ryken, D.Phil.
Presiden kedelapan dan Profesor Theologi di Wheaton Colllege, Wheaton, Illinois dan sejak 2000 menjadi pendeta senior di Tenth Presbyterian Church di Philadelphia serta anggota dari the Alliance of Confessing Evangelicals yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di Wheaton College pada tahun 1988 dalam bidang literatur Inggris dan filsafat; Master of Divinity (M.Div.) di Westminster Theological Seminary pada tahun 1992, dan Doctor of Philosophy (D.Phil.) dalam bidang theologi historika di University of Oxford pada tahun 1995
Profil Rev. Stephen E. Smallman:
Rev. Stephen E. Smallman, B.A., M.A., M.Div. adalah pendiri BirthLine Ministries yang juga melayani di CityNet Ministries of Philadelphia dan menjadi visiting adjunct faculty member di Seminari Covenant dan Westminster sekaligus sebagai Konsultan Senior bagi Churches Vitalized. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) dan Master of Arts (M.A.) di Bob Jones University, U.S.A. dan Master of Divinity (M.Div.) di Covenant Theological Seminary, U.S.A. Beliau menikah dengan Sandy dan dikaruniai 4 orang anak yang sudah menikah dan 9 orang cucu.
Subscribe to:
Posts (Atom)

.jpg)
