02 December 2016

Theological Talk: "CHRISTMAS: Between Myths and Facts" di Bandung (Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.)



Are biblical stories about the birth of Jesus historically reliable and logically probable? Are traditional and popular Christmas arts biblical?





Find the answer in our theological talk:
“CHRISTMAS STORIES:
Between Myths and Facts”

oleh:
Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.


Senin, 5 Desember 2016;
Pkl. 19.00-21.00 WIB
(dinner: 18.15 WIB)
di Majapahit 2 Lantai 2,
Aston Pasteur (d/h Harper Hotel),
Jln. Dr. Djunjunan (Pasteur) 162, Bandung 40162


Fee: YOU decide!
Limited seats, registration is mandatory.

Information:
Yuliana: 081321585898 (WA/SMS)


Penyelenggara:
Reformed Exodus Community (REC)


Please forward this information.


12 November 2016

Seminar Apologetika: "WHO MADE GOD?" di GKI Bajem Wiyung, Surabaya

Jika Allah adalah Pencipta alam semesta, maka siapakah yang menciptakan Allah? Bukankah hipotesa Big Bang dan evolusi Darwinian telah menyingkirkan peran Allah sebagai Pencipta alam semesta dan manusia? Adakah dasar dan alasan rasional bagi manusia abad ke-21 untuk mempercayai keberadaan Allah yang tak terlihat?

Temukan jawabannya dalam

Seminar Apologetika:
“WHO MADE GOD?”

Pembicara:
Ø   Ev. Samuel Soegiarto, S.Th., M.Th.
Dosen Filsafat Agama dan Etika di UK Petra, Surabaya yang menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.) dan Magister Theologi (M.Th.) di STT-SAAT Malang dan mendapatkan sertifikat apologetika dari Ravi Zacharias International Ministries (RZIM) Academy of Apologetics, India.

Ø   Ev. Vincent Tanzil, S.Sn., M.Div.
Dosen Luar Biasa Bidang Agama di UK Petra dan Universitas Pelita Harapan, Surabaya yang menyelesaikan studi Sarjana Seni (S.Sn.) di UK Petra; Master of Divinity (M.Div.) di STT-SAAT, Malang; dan mendapatkan sertifikat apologetika dari Ravi Zacharias International Ministries (RZIM) Academy of Apologetics, India.

Kapan?
Kamis, 17 & 24 Nov. 2016;
Pkl. 19.00-21.00 WIB

di GKI Bakal Jemaat (Bajem) Wiyung,
Ruko Taman Pondok Indah A-38, Surabaya

Pendaftaran:
Putri: 031-7662-300


GRATIS!!

15 August 2016

Dapatkan segera! Buku: "MEMIKIRKAN ULANG HOMOSEKSUALITAS" (Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.)

Homoseksualitas adalah salah satu isu penting di dunia dewasa ini. Banyak orang Kristen menolaknya, namun beberapa kalangan yang masih menyebut diri mereka “Kristen” menerimanya. Apakah homoseksualitas disebabkan oleh faktor genetis/biologis? Apakah seks merupakan masalah pribadi yang tidak berhubungan dengan moralitas? Benarkah Alkitab selama ini telah disalahtafsirkan guna menentang homoseksualitas? Bagaimana menyikapi orang-orang Kristen yang bergumul dengan hasrat homoseksualitas?

Temukan jawabannya dalam

Buku:
“MEMIKIRKAN ULANG HOMOSEKSUALITAS”

Telaah kritis dan akademis dalam bahasa yang populer
200 halaman

oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.

Penerbit: CV Gratia Fide

Harga normal: Rp 75.000, 00
Beli minimal 5 @ Rp 60.000, 00
Beli minimal 50 @ Rp 50.000, 00
Khusus untuk transaksi selama 17 Agustus s/d 17 September 2016

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
WA: 081233922281
Facebook: Gratia Fide

BCA No. 4729231174 a/n CV Gratia Fide


Pdt. Yakub Tri Handoko, S.Th., M.A., Th.M. adalah gembala sidang senior Reformed Exodus Community (REC) Surabaya, Pendiri Sekolah Theologi Awam Reformed (STAR), pendiri Grace Alone Multimedia Ministry, dan dosen tamu di beberapa sekolah tinggi teologi dan universitas. Beliau menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.) di Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS); Master of Arts (M.A.) in Theological Studies di International Center for Theological Studies (ICTS), Pacet, Mojokerto; dan Master of Theology (Th.M.) di International Theological Seminary, Los Angeles, U.S.A. Beliau ditahbiskan menjadi pendeta di sinode Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI) tanggal 27 Maret 2011. Beliau menikah dengan Ev. Nike Pamela, M.Th. dan dikaruniai 2 orang anak yaitu Calvin Gratia Handoko dan Aurel Fide Handoko.





27 December 2015

Video Seminar: "HYPER GRACE" (Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.)

Hyper Grace Gospel adalah salah satu ajaran baru yang cukup marak di dalam Kekristenan dewasa ini. Ajaran ini mengklaim menekankan anugerah. Apakah ajaran ini sesuai dengan Alkitab?


Temukan jawabannya dalam

Seminar:
“HYPER GRACE”

Pembicara:
Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.


dengan mengklik dan mendownload link di bawah ini:
Bagian 1:

Bagian 2:



Tolong sebarkan informasi ini kepada sebanyak mungkin orang Kristen. Kiranya Tuhan Yesus memberkati. Soli Deo Gloria.

26 December 2015

BENARKAH ORANG KRISTEN ADALAH ANAK YESUS? (Denny Teguh Sutandio)

BENARKAH ORANG KRISTEN ADALAH ANAK YESUS?

oleh: Denny Teguh Sutandio


Belakangan ini saya menemukan ada dua orang Kristen yang mengatakan bahwa kita (orang Kristen) adalah anak Yesus. Saya tidak tahu dasar Alkitab mana yang mereka pakai untuk mengajarkan bahwa orang Kristen adalah anak Yesus. Benarkah orang Kristen adalah anak Yesus? Tentu tidak.

Alkitab PB tidak pernah mengajar bahwa kita adalah anak Yesus. Sebaliknya kita adalah anak-anak Allah. Paulus mengajarkan bahwa Roh Kudus bersaksi bersama roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah (Rm. 8:16). Paulus mengulangi hal ini di pasal 8 sebanyak 2x lagi yaitu di ayat 19 dan 21. Di surat Paulus lainnya, ia juga mengajarkan, “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.” (Gal. 3:26) Di 1 Yohanes, rasul Yohanes mengajarkan bahwa kita adalah anak-anak Allah sebanyak 4x yaitu: 3:1, 2, 10; 5:2. Kita adalah anak-anak Allah dalam arti kita diadopsi menjadi anak-anak-Nya melalui kuasa Roh Kudus yang melahirbarukan kita, sehingga kita dapat beriman kepada Kristus (bdk. 1Kor. 12:3b).

Jika orang Kristen masih bersikeras mengatakan bahwa Yesus adalah Allah, maka kita menjadi anak-anak Allah sama dengan kita menjadi anak-anak Yesus, maka saya akan menjawab:
Pertama, Yesus memang adalah Allah, namun permasalahannya kata “Allah” (Yun.: theos) bisa merujuk pada Allah Bapa (Mrk. 13:19; Luk. 20:37; Yoh. 17:3; dst) dan juga Tuhan Yesus (Yoh. 1:1, 18; 20:28; Ibr. 1:8; 2Ptr. 1:1). Bagaimana kita mengerti bahwa kata theos merujuk pada Bapa atau Yesus? Konteks yang menentukan. Saya akan menjelaskannya di jawaban kedua.
Kedua, meskipun Yesus adalah Allah, Alkitab PB dengan jelas mengajarkan bahwa Kristus adalah kakak sulung umat pilihan Allah. Mari kita berpikir secara menyeluruh dari kitab-kitab PB. Kita mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Sulung Allah (Ibr. 1:6) atau Anak Tunggal Allah (Yoh. 3:18) dan kita sebagai umat pilihan-Nya diadopsi menjadi anak-anak Allah (children of God). Di dalam bahasa Inggris, kita dapat membedakan: Kristus adalah Anak Allah (Son of God), sedangkan umat pilihan-Nya adalah anak-anak Allah (children of God atau sons of God). Ini berarti bahwa Kristus adalah Allah sekaligus Kakak Sulung bagi umat pilihan-Nya. Sekarang mari kita analisis konsep kita adalah anak-anak Yesus: jika kita adalah anak-anak Yesus, maka itu berarti kita adalah anak-anak dari Anak Sulung Allah. Jika demikian, bagi Bapa, kita bukan lagi anak-anak-Nya, tetapi “cucu-cucu”-Nya. Namun Alkitab tidak pernah mengajar hal demikian.
Namun mungkin ada orang Kristen yang bertanya bahwa di Yohanes 13:33, mengapa Tuhan Yesus menyebut para murid-Nya sebagai “Anak-anak-Ku”? Kata “anak” di ayat ini menggunakan kata Yunani teknía yang berasal dari kata tekníon yang merupakan kata benda berbentuk vokatif (panggilan) dan jamak. Kata ini jelas berbeda dengan kata-kata Yunani tekna di Roma 8:16-17 yang juga diterjemahkan “anak-anak” yang merupakan kata benda berbentuk nominatif (berfungsi sebagai subjek). Perbedaan ini menyadarkan kita bahwa ketika Yesus memanggil para murid-Nya sebagai anak-anak-Nya, maka itu tidak berarti para murid-Nya benar-benar adalah anak-anak Yesus. Lalu apa maksudnya? Panggilan “anak-anak” yang Yesus pakai merupakan panggilan umum seorang guru kepada murid rohaninya. Bukan hanya Tuhan Yesus yang menggunakan kata ini, rasul Yohanes pun menggunakannya (1Yoh. 2:12; 2:28; 3:7,18; 4:4; 5:21). (Theological Dictionary of the New Testament)
Ketiga, jika kita adalah anak-anak Yesus, mengapa Tuhan Yesus sendiri menyebut kita adalah anak-anak Bapa (Mat. 5:45)? Kata Yunani “anak-anak” adalah huioì yang berasal dari kata huis yang merupakan kata benda nominatif di mana kata Yunani ini juga muncul di Roma 8:14 (sudah dijelaskan di atas). Ini berarti Alkitab dengan jelas mengajar bahwa kita adalah anak-anak Bapa yang diadopsi-Nya karena Roh Kudus yang melahirbarukan kita untuk percaya kepada Kristus sekaligus menolak konsep bahwa kita adalah anak-anak Yesus.

Biarlah studi singkat ini menyadarkan kita tentang status kita yang termasuk umat pilihan-Nya adalah anak-anak Allah Bapa yang telah Bapa pilih sebelum dunia dijadikan, dilahirbarukan Roh Kudus untuk percaya dan taat kepada Kristus (1Kor. 12:3b; 1Ptr. 1:2). Selain itu, konsep ini juga menyadarkan kita agar kita tidak sembarangan mengucapkan satu konsep yang tidak memiliki dasar Alkitabiah yang dapat dipertanggung jawabkan. Amin. Soli Deo Gloria.


23 December 2015

Video Youtube Seminar: "BIBIT, BEBET, BOBOT, DAN BIBLIKA" (Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.)

Bibit, Bebet, Bobot merupakan kriteria penting mayoritas orang tua pada umumnya dalam memilihkan pasangan untuk anak-anaknya. Bahkan beberapa orang tua Kristen pun menggunakan standar ini. Apakah Bibit, Bebet, Bobot ini? Benarkah kriteria ini merupakan satu-satunya kriteria pasti bagi orang tua Kristen dalam memilihkan pasangan untuk anak-anak mereka? Apa kata Alkitab tentang hal ini?


Tonton dan dengarkan rekaman

Seminar Marriage Meeting (M2):
“BIBIT, BEBET, BOBOT, DAN BIBLIKA”

Pembicara:
Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.


dengan mendownload link di bawah ini:
Bagian 1:

Bagian 2:



Tolong bantu sebarluaskan informasi ini. Terima kasih. Kiranya Tuhan memberkati. Soli Deo Gloria.

03 August 2015

Buku ke-35: "MENGAPA SAYA SEORANG REFORMED?: Panggilan Iman Reformed Di Indonesia Di Abad XXI" (Denny Teguh Sutandio)

Ketika orang Kristen mendengar kata “Reformed”, banyak dari mereka selalu mengidentikkannya dengan gereja yang berlabel “Reformed.” Benarkah “Reformed” selalu identik dengan gereja yang berlabel “Reformed”? Apa sebenarnya definisi “Reformed”? Bagaimana sejarah singkatnya? Apa saja keunikan ajaran iman Reformed? Bagaimana perspektif iman Reformed terhadap iman Kristen lainnya (non-Reformed)?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
"MENGAPA SAYA SEORANG REFORMED?:
Panggilan Iman Reformed Di Indonesia Di Abad XXI"

oleh: Denny Teguh Sutandio


Penerbit: Sola Scriptura

Harga: Rp 95.000, 00/buku
+ ongkos kirim (tergantung lokasi)



Berminat?
Segera dapatkan buku ini dengan membelinya di:
Denny Teguh Sutandio (0878-5187-3719)


NB:
Buku akan dikirimkan ke alamat pemesan setelah pemesan melakukan transfer biaya pesanannya paling lambat satu minggu setelah pemesan mendapat SMS balasan dari saya.



Apa kata mereka tentang buku ini?
“Buku ini memberikan pengertian dasar yang sangat jelas, demi pembedaan pemahaman praktis berdasar literatur, serta berusaha untuk memberikan jawab yang tepat, lugas, dan dapat dipercaya bagi pembacanya tentang Paham Reformed dan Mengapa Saya Seorang Reformed. Perlu dibaca untuk mendalami serta sungguh-sungguh memaknai hidup dengan Firman Tuhan yang tepat dan benar.”
Pdt. Henoch Soetopo, D.R.E., D.Min., D.Th. 
Gembala Sidang Gereja Beth’El Tabernakel - Jemaat “Aletheia”, Surabaya dan Ketua Sekolah Tinggi Theologi Tabernakel, Lawang.

“Deskriptif, Informatif, Reflektif dan Biblikal. Denny memaparkan dengan detail hal-hal berkaitan dengan iman Reformed. Pembaca awam akan mendapatkan informasi yang berguna dan yang ingin mendalami dapat merujuk ke referensi yang dipakai. Denny juga membahasnya secara reflektif, menggemakan apa yang ia yakini sebagai seorang beriman Reformed. Yang paling utama Alkitab digali bukan semata menjadi proof-text.”
Hans Wuysang, Th.M.
Coaching Clinic Coordinator of BeACh (Bahtera Indonesia Cerah)

Kita memasuki zaman pengelabuan yang paling canggih, tentang identitas  pengajaran theologi Reformed yang palsu atau asli, yang tepat atau yang melenceng dari garis ketat asas dasar pengajaran theologi Reformed. Hal ini bukan ditentukan oleh hanya salah satu bagian kecil, aspek atau perspektif theologi Reformed kemudian kita boleh menyebut diri seorang Reformed.” Kepercayaan dan pengakuan Reformed tidak sebatas aklamasi di mulut saja tetapi pengajaran agung ini memenuhi dan melingkupi seluruh aspek hidup secara utuh. Buku ini berusaha menyajikan suatu pembelaan iman Reformed dari sisi yang lebih luas tentang siapakah yang boleh mengklaim diri sebagai seorang bertheologi Reformed.” Bacalah buku ini Anda akan semakin dewasa melihat kebenaran identitas “Reformed yang sebenarnya.
Pdt. Drs. Agung Wibisana Surya, Th.M.
Gembala Sidang Gereja Kristen Immanuel (GKIm) Gloria, Bandung dan Yogyakarta dan Pendiri Pembina Pengajaran Theologi Puritan Reformed as Our Doctrine for LIFE yang menekankan visi “Christeleocentrism Church Ministry”