20 January 2013

Resensi Buku 203: CULTURE MAKING (Andy Crouch, M.Div.)

Sebagai makhluk berbudaya, setiap kita pasti bersentuhan dengan kebudayaan dan kita pasti berespons terhadap kebudayaan itu. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita khususnya orang Kristen meresponi kebudayaan? Apa dasar pikirnya?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
CULTURE MAKING
(MENCIPTAKAN KEBUDAYAAN):
Menemukan Kembali Panggilan Kreatif Kita


oleh: Andy Crouch, M.Div.

Penerbit: Literatur Perkantas, Jatim, 2011

Penerjemah: Paul Hidayat, M.Th.



Di dalam bagian awal bukunya, Andy Crouch menjelaskan berbagai sikap orang Kristen terhadap kebudayaan: mengutuk, mengkritik, memakai, dan meniru. Kemudian, beliau menjelaskan berbagai kelemahan dari keempat sikap tersebut dan mengusulkan sikap yang tepat orang Kristen terhadap kebudayaan yaitu menciptakan kebudayaan. Agar kita dapat mencipta kebudayaan, kita perlu memelihara dan mengembangkan kebudayaan yang kita miliki. Lalu, bagaimana cara kita menciptakan kebudayaan? Di bagian kedua bukunya, Crouch menjelaskan dasar pijak orang Kristen dalam menciptakan kebudayaan yaitu Alkitab PL dan PB mulai kisah di Taman Eden hingga kitab Wahyu yang menjelaskan kebudayaan mula-mula, kejatuhan kebudayaan, penebusan kebudayaan, dan pemulihan kebudayaan. Dan terakhir di bagian ketiga, Crouch memberi tantangan kepada kita bagaimana mengintegrasikan Alkitab dengan panggilan kita dalam menciptakan kebudayaan dengan menyadari bahwa panggilan tersebut merupakan anugerah Allah yang perlu diterapkan mulai dari komunitas kecil hingga nanti berdampak besar. Biarlah buku ini dapat menyadarkan kita akan panggilan Kekristenan terhadap kebudayaan dengan prinsip Alkitab yang tepat yang dilengkapi dengan contoh praktis.

Rekomendasi:
“Haruskah orang Kristen menentang budaya? Atau melindungi diri dari suatu budaya tertentu? Atau berada ‘dalam’ budaya tanpa menjadi bagian ‘dari budaya’? Dalam buku menyegarkan dan sangat cerdas ini, Andy Crouch mengganti dasar-dasar percakapan tadi, dengan mendorong orang Kristen untuk menciptakan kebudayaan. Saya terdorong untuk menyatakan bahwa buku ini perlu lebih banyak dibaca oleh orang Kristen abad dua puluh satu ini.”
Lauren Frances Winner, Ph.D.

asisten Profesor Spiritualitas Kristen di Duke Divinity School dan penulis buku Girl Meets God; Bachelor of Arts—B.A. dari Columbia University; Master of Philosophy—M.Phil. dari Clare College, Cambridge; Master of Divinity¬—M.Div. dari Duke Divinity School; dan Doctor of Philosophy—Ph.D. dari Columbia University

“Culture Making tulisan Andy Crouch memodelkan apa yang ia anjurkan bahwa imajinasi kerajaan Allah yang dengan kaya dan serius menerima hidup inkulturasi memerlihatkan bahwa anugerah itu riil, imanen, dan menarik adanya. Sungguh panggilan ini harus ada di pusat panggilan Allah!”
Prof. Mark Adkins Labberton, Ph.D.
Lloyd John Ogilvie Associate Professor of Preaching dan Director of the Lloyd John Ogilvie Institute of Preaching di Fuller Theological Seminary, U.S.A., mantan pendeta di First Presbyterian Church, Berkeley, dan penulis buku Bahaya Ibadah Sejati; B.A. dari Whitman College; M.Div. dari Fuller Theological Seminary; dan Ph.D. dari Cambridge University

“Dalam bukunya yang dahsyat ini Andy Crouch memberikan alasan untuk pemuridan secara budaya dengan memberikan kita suatu penelusuran menarik dari drama penciptaan, kejatuhan, dan pembaruan. Dan sepanjang penelusuran ini, ia menawarkan hikmat tentang realitas sangat riil yang kita hadapi sebagai orang Kristen abad dua puluh satu.”
Prof. Richard J. Mouw, Ph.D.
Presiden dan Profesor Filsafat Kristen di Fuller Theological Seminary, U.S.A.; B.A. dari Houghton College; M.Div. dari Western Theological Seminary; Master of Arts—M.A. dari University of Alberta; dan Ph.D. dalam bidang Filsafat dari University of Chicago

“Buku baik entah cemerlang atau bermanfaat, tetapi buku terbaik mengandung kedua sifat itu – dalam Culture Making, Andy Crouch telah mencapai kombinasi langka gabungan kedua sifat utama tadi. Sebagai seorang Kristen, ayah, dan pemimpin suatu organisasi, saya ingin membuat perubahan dalam dunia. Crouch tidak saja membuat saya mengerti dari mana dorongan itu berasal, tetapi bagaimana mengembangkannya dengan gairah, komitmen, kekuatan, dan kewarasan spiritual. Culture Making adalah suatu hadiah cerdas yang menyukakan dan rangsangan praktis untuk orang Kristen yang berpikir.”
Gary Haugen
Presiden International Justice Mission dan penulis buku Good News About Injustice dan Just Courage

“Dalam Culture Making, Andy Crouch memberikan kita suatu visi untuk kreativitas yang tidak diuntukkan hanya bagi para praktisi seni tinggi, tetapi yang memaparkan harkat di dalam kebanyakan ciptaan budaya yang biasa saja. Buku ini memberikan suatu visi transformatif yang menginspirasi tindakan dan – dalam kenyataan begitu banyakannya kegagalan yang tak terelakkan – ia juga mendorong ketekunan. Pada akhirnya, kreativitas budaya bukan suatu karunia yang kita miliki, lakukan, dan kembangkan, melainkan sesuatu yang kita terima dan kembangkan – dan melaluinya kita belajar mengenal anugerah.”
David Neff
editor dan wakil presiden Christianity Today Media Group

“Ini bukan buku bagus, sebab ia menantang dan menusuk, membakar dan menginspirasi. Buku ini menaruh Anda ke perjalanan tak nyaman, melawan status quo dan mempertanyakan perspektif yang berlaku. Ia menawarkan suara baru dengan pemikiran tajam, mendorong Anda untuk mengebaskan debu-debu yang menempel di pakaian kecenderungan kita. Ia bergema kuat di dalam Anda, bahkan tentang hal yang Anda pertanyakan. Ia berbicara ke inti tantangan masa kini. Bukan, buku ini bukan buku. Ini buku dahsyat.”
Rev. Prof. James Emery White, Ph.D.
Pendiri dan Pendeta senior di Mecklenburg Community Church in Charlotte, North Carolina; President of Serious Times, adjunct Professor of Theology and Culture di Gordon-Conwell Theological Seminary, dan penulis banyak buku; Bachelor of Science—B.S. dalam bidang public relation dan bisnis dari Appalachian State University; M.Div. dan Ph.D. dari The Southern Baptist Theological Seminary; dan studi bidang American religious history di Vanderbilt University dan di Oxford University, U.K.

“Orang Kristen selama beberapa ratus tahun silam terlalu mudah mengutuk, mengritik, meniru, dan menggunakan kebudayaan. Lebih sulit bagi mereka untuk secara aktif dan imajinatif menciptakan kebudayaan. Andy Crouch tampil untuk mengubahnya. Saya meragukan apakah orang Kristen akan menyambut tantangan ini. Tetapi saya terdorong oleh paparan yang Crouch buat bahwa panggilan Kristen memang menuntut hal ini. Inilah suara yang harus didengar dengan sangat serius.”
Prof. Christian Smith, Ph.D.
William R. Kenan, Jr. Professor of Sociology dan Direktur the Center for the Study of Religion and Society di University of Notre Dame; B.A. dari Gordon College; M.A. dan Ph.D dari Harvard University

“Culture Making adalah satu dari sedikit buku yang membuat diskusi tentang Kekristenan dan kebudayaan memasuki tahapan baru. Buku ini merupakan suatu gabungan langka antara teori dan praktik, batasannya bernuansa tetapi tidak abstrak, dan berbagai ayunan pukulannya sangat indah dan seimbang. Saya sangat merekomendasikan buku ini.”
Rev. Timothy J. Keller, D.Min.
Pendeta di Redeemer Presbyterian Church, New York City dan penulis buku The Reason for God; B.A. dari Bucknell University; M.Div. dari Gordon-Conwell Theological Seminary; dan Doctor of Ministry—D.Min. dari Westminster Theological Seminary, U.S.A.

“Mereka yang bergumul dengan dikotomi “sakral-sekular” akan mendapatkan buku ini menghidupkan; setiap orang Kristen yang tertarik untuk mengubah dunia harus membacanya.”
Publishers Weekly
resensi dengan penghargaan, 26 Mei 2008

“Andy dengan terampil membukakan kerumitan unsur pembentuk kebudayaan dan memberikan kita alat untuk mengembangkan serta menciptakan kebudayaan. Buku penting yang sekaligus merupakan model dari premisnya ini, pasti akan menjadi seruan untuk terbentuknya suatu generasi baru orang Kristen yang kreatif secara kultural.”
Staf Perkantas Amerika, Juli 2008



Profil Andy Crouch:
Andy Crouch, M.Div. adalah direktur editorial untuk The Christian Vision Project di Christianity Today International dan eksekutif produser dari film dokumenter: “Where Faith and Culture Meet and Round Trip”. Beliau juga adalah salah satu anggota dewan redaksi dari Books and Culture dan anggota senior dari International Justice Mission (IJM) Institute. Beliau belajar klasik di Cornell University dan menyelesaikan studi Master of Divinity (M.Div.) dengan predikat summa cum laude di Boston University, School of Theology, U.S.A. Beliau juga adalah seorang musisi klasik terlatih yang juga dapat memainkan berbagai jenis musik, seperti pop, folk, jazz, dan rock. Selama sepuluh tahun ia melayani di kampus dengan InterVarsity Christian Fellowship (Perkantas Amerika) di Universitas Harvard. Dia adalah salah satu anggota dewan redaksi dari Books & Culture dan anggota senior International Justice Mission IJM Institute. Tulisannya telah muncul dalam beberapa edisi The Best Christian Writing and The Best Spiritual Writing. Website: http://culture-making.com.

13 January 2013

Resensi Buku-202: MEMAHAMI PERJANJIAN BARU: Pengantar Historis-Theologis (Prof. John Drane, Ph.D.)

Alkitab orang Kristen terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Khususnya Perjanjian Baru, apa yang membedakannya dari Perjanjian Lama? Apa isi masing-masing kitabnya? Apa theologi di dalam Perjanjian Baru?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
MEMAHAMI PERJANJIAN BARU:
Pengantar Historis-Teologis


oleh: Prof. John Drane, Ph.D.

Penerbit: BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2011 (cetakan kesepuluh)

Penerjemah: P. G. Katoppo



Di dalam bukunya, Dr. John Drane memaparkan seluruh prinsip tentang Perjanjian Baru mulai dari latar belakang, theologi, penjelasan singkat para penulisnya, hingga pengantar masing-masing kitab di dalam Perjanjian Baru. Buku ini dibagi menjadi 7 bagian. Di bagian I, Dr. Drane menjelaskan latar belakang memahami Perjanjian Baru mulai dari permulaan Kekristenan, pengaruh Yunani dan Yahudi di dalam Perjanjian Baru, dunia Palestina dan rakyatnya, hingga aliran-aliran keagamaan dalam Yudaisme yang dipaparkan baik di dalam Perjanjian Baru. Di bagian akhir, beliau mencantumkan studi khusus tentang tulisan-tulisan apokaliptik. Kemudian, di bagian II, Dr. Drane menjelaskan tentang pribadi Yesus Kristus mulai dari kelahiran-Nya, gelar-Nya (Mesias, Anak Manusia, dll), kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya. Penjelasan Yesus mengarahkan kita untuk mengerti tentang Kerajaan Allah yang pertama kali diberitakan oleh Kristus, sehingga topik Kerajaan Allah menjadi fokus pembahasan Dr. Drane di bagian III. Di bagian ini, beliau menguraikan makna Kerajaan Allah, gambaran kerajaan tersebut melalui perumpamaan, kuasa kerajaan itu melalui mukjizat yang Yesus lakukan, dan dampak kerajaan yaitu melalui ajaran Kristus tentang etika. Mulai bagian IV, Dr. Drane mulai menjelaskan kitab-kitab di dalam PB, yaitu mulai dari kitab-kitab Injil. Di bagian ini, beliau menjelaskan tentang asal-usul keempat kitab Injil, penyusunannya, dan pengantar masing-masing keempat Injil mulai dari penulis, ciri khas, waktu penulisan, dan tujuannya. Dari pembahasan tentang keempat Injil, Dr. Drane mengarahkan kita untuk memahami bagian V tentang jemaat mula-mula dengan menjelaskan apa yang dikisahkan oleh dr. Lukas di kitab Kisah Para Rasul dan bagaimana memahami kitab ini. Pada bagian VI, Dr. Drane menjelaskan siapa Paulus dan perjalanan misionernya ditambah pengantar terhadap surat-surat Paulus selama perjalanannya tersebut. Dan di bagian terakhir, Dr. Drane menjelaskan perkembangan jemaat tentang konsep iman Kristen, jemaat, surat-surat terakhir kepada jemaat Kristen dengan unsur Yahudi, dan kitab Wahyu. Biarlah buku yang ditulis dengan penjelasan yang mudah dimengerti ini dapat menolong kita memahami PB dan mencintai PB, serta tidak lupa mengaplikasikannya.



Profil Dr. John Drane:
Prof. John William Drane, Ph.D. adalah adjunct professor dalam bidang Perjanjian Baru dan Theologi Praktika di Fuller Theological Seminary, California, Visiting Scholar di Spurgeon's College di London, dan Visiting Fellow of St John's College, Durham. Beliau belajar di the University of Aberdeen di mana beliau menjadi murid dari Prof. I. Howard Marshall, Ph.D. dan menyelesaikan studi Doctor of Philosophy (Ph.D.) di the University of Manchester, di mana mentor beliau adalah Prof. F. F. Bruce, D.D.  Beliau menikah dengan Olive Fleming Drane dan dikaruniai 3 orang anak.
Beliau menulis buku-buku dan artikel-artikel:
•  Introducing the Bible, 2nd edition (Minneapolis: Fortress Press 2011)
•  Introducing the Old Testament, 3rd edition (Oxford: Lion/Minneapolis: Fortress Press 2011).
•  ‘Resisting McDonaldization: will Fresh Expressions of church inevitably go stale?’, in Viggo Mortensen & Andreas Osterlund Nielsen (eds), Walk Humbly with the Lord: Church and Mission engaging Plurality (Grand Rapids: Eerdmans 2011), pp. 150-166.
•  Introducing the New Testament, 3rd edition (Oxford: Lion/Minneapolis: Fortress Press 2010).
•  The World of the Bible, Oxford: Lion, 2009.
•  After McDonaldization: Mission, Ministry and Christian Discipleship in an Age of Uncertainty, London: Darton, Longman & Todd, 2008.
•  “What does maturity in the emerging church look like?”, dalam Steven Croft (ed), Mission-shaped Questions: defining issues for today’s church (London: Church House Publishing 2008), hlm. 90–101.
•  co-authored with O M Fleming Drane, "Worship and Preaching", in Janet Wootton (ed), This is our Story: Free Church Women’s Ministry (Peterborough: Epworth Press 2007), hlm. 50–67.
•  “Alpha and Evangelism in Modern and Post-Modern Settings,” dalam The Alpha Phenomenon, Andrew Brookes ed., London: CTBI, 2007, hlm. 370–384.
•  Celebrity Culture, Edinburgh: Rutherford House, 2006.
•  “From Creeds to Burgers: religious control, spiritual search, and the future of the world”, in James R Beckford & John Walliss, Theorising Religion (London: Ashgate 2006), pp. 120–131. Also in abbreviated form in George Ritzer, McDonaldization: the Reader 2nd edition (Thousand Oaks: Pine Forge Press, 2006), hlm. 197–202.
• “Post-modernity, Truth, and the rise of the Documentary”, dalam Theology Notes and News 52/2 (2005), hlm. 16–21.
•  Do Christians Know How to be Spiritual? The Rise of New Spirituality and the Mission of the Church, London: Darton, Longman & Todd, 2005.
•  Introducing the Bible: with CD-ROM, Minneapolis: Fortress Press, 2005.
•  ditulis bersama O. M. Fleming Drane, Family Fortunes: Faith-full Caring for Today’s Families (London: Darton Longman and Todd 2004).
•  “Contemporary culture and the reinvention of sacramental spirituality”, dalam Geoffrey Rowell & Christine Hall (eds), The Gestures of God: explorations in sacramentality (London: Continuum 2004), hlm. 37–55.
•  “Community, mystery, and the future of the church", in Simon Holt & Gordon Preece (eds), The Bible and the Business of Life: essays in honour of Robert J Banks’s 65th birthday (Adelaide: ATF Press 2004), hlm. 87–100.
•  ditulis bersama Ross Clifford & Philip S. Johnson, Beyond Prediction: The Tarot and Your Spirituality, Oxford: Lion Publishing, 2001.
•  Introducing the New Testament, rev. ed., Minneapolis: Fortress Press, 2001.
•  Introducing the Old Testament, rev. ed., Minneapolis: Fortress Press, 2001.
•  Cultural Change and Biblical Faith: The Future of the Church. Biblical and Missiological Essays for the New Century. Carlise: Paternoster Press, 2000.
•  The McDonaldization of the Church: Spirituality, Creativity, and the Future of the Church, London: Darton, Longman & Todd, 2000.
•  What is the New Age Still Saying to the Church?, London: HarperCollins, 1999

06 January 2013

Resensi Buku-201: PENGINJILAN DAN KEDAULATAN ALLAH (Rev. Prof. James I. Packer, D.Phil.)

Banyak orang Kristen mendikotomikan antara kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia, sehingga mereka berpikir bahwa jika segala sesuatu sudah ada di dalam kedaulatan Allah (dipredestinasi), untuk apa memberitakan Injil? Benarkah demikian?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
PENGINJILAN DAN KEDAULATAN ALLAH
oleh: Prof. James Innell Packer, D.Phil.

Penerbit: Momentum Christian Literature, Surabaya, 2010

Penerjemah: Helda Siahaan



Di dalam bukunya, Dr. J. I. Packer menguraikan kaitan erat antara kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia khususnya penginjilan. Di bagian awal, beliau menjelaskan kedaulatan Allah, kemudian mengaitkan kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia. Kemudian, di bab 3, beliau menjelaskan apa itu penginjilan: definisi, isi, motif, dan metode. Dan di bab terakhir, beliau mengaitkan antara kedaulatan Allah dan penginjilan di mana kedaulatan Allah menjadi dasar kita dapat memberitakan Injil. Mengapa? Karena dengan kedaulatan Allah sebagai dasar, maka ketika kita memberitakan Injil, kita percaya bahwa Allah akan memimpin mereka yang merupakan umat-Nya agar dapat meresponi Injil. Jika Allah tidak mempredestinasikan seseorang, maka kita sia-sia memberitakan Injil, karena kita memberitakan Injil kepada orang yang berdosa yang mustahil bisa bertobat dengan sendirinya. Biarlah buku ini dapat membakar semangat kita memberitakan Injil dengan dasar kedaulatan Allah bahwa Allah telah memilih beberapa manusia menjadi umat-Nya dan menolak sisanya.



Profil Dr. J. I. Packer:
Rev. Prof. James Innell Packer, D.Phil. yang lahir di Gloucester, Inggris, 22 Juli 1926 adalah Board of Governors’ Professor of Theology di Regent College di Vancouver, Canada. Beliau juga adalah kontributor dan editor eksekutif majalah Christianity Today. Beliau juga terlibat sebagai salah satu yang menandatangani Chicago Statement on Biblical Inerrancy yang menegaskan ketidakbersalahan Alkitab. Selain itu, beliau juga melayani sebagai editor umum Alkitab English Standard Version (ESV). Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.); Master of Arts (M.A.); dan Doctor of Philosophy (D.Phil.) di Corpus Christi College, Oxford University, U.K. Buku-buku yang pernah beliau tulis, di antaranya:
•    Fundamentalism and the Word of God (1958; reprinted 1984)
•    Keep In Step With The Spirit: Finding Fullness In Our Walk With God (1984, dicetak ulang 2005)
•    Knowing God (1973, dicetak ulang 1993) ISBN 0-8308-1650-X
•    Evangelism and the Sovereignty of God (1961 by Inter-Varsity Fellowship) (dicetak ulang 1991)
•    A Quest for Godliness: The Puritan Vision of the Christian Life (1994)
•    Concise Theology: A Guide to Historic Christian Beliefs (2001)
•    One Faith: The Evangelical Consensus bersama Thomas Oden (2004)
•    Collected Shorter Writings in four volumes
•    The Redemption and Restoration of Man in the Thought of Richard Baxter (2003, berdasarkan disertasi beliau di Oxford pada tahun 1954)
Christianity: The True Humanism bersama Thomas Howard (1985)

30 December 2012

Resensi Buku-200: MENGGALI ISI ALKITAB-3: Matius s/d Kisah Para Rasul (Dr. J. Sidlow Baxter)

Alkitab kita terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Apa yang diajarkan oleh kedua perjanjian tersebut, khususnya keempat Injil dan kitab sejarah (Kisah Para Rasul)? Siapa penulisnya? Apa isinya? Mengapa ada empat Injil? Apa signifikansinya bagi kita?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
MENGGALI ISI ALKITAB-3:
Matius s/d Kisah Para Rasul


oleh: DR. J. SIDLOW BAXTER

Penerjemah: Sastro Soedirdjo

Penerbit: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, Jakarta, 2009 (cetakan kesepuluh)



Di dalam bukunya, Dr. J. Sidlow Baxter mengajak kita untuk mengerti dunia Perjanjian Baru khususnya keempat Injil dan Kisah Para Rasul. Oleh karena itu, di bagian awal, beliau menjelaskan hubungan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kesatuan Perjanjian Baru dan Injil, dan juga latar belakang zaman Tuhan Yesus (atau yang sering disebut: sejarah antar perjanjian/inter-testamental history). Bab-bab pendahuluan tersebut menuntun kita untuk mengerti mengapa di keempat Injil muncul berbagai golongan Yahudi: Farisi, Saduki, dll. Setelah menjelaskan hal-hal tersebut, beliau mulai menjabarkan kelima kitab tersebut dengan jelas, mulai dari kepenulisan, isi kitab, dan relevansinya bagi orang Kristen di zaman sekarang. Setiap bab yang membahas kelima kitab ini dibagi menjadi 3-4 pelajaran untuk memudahkan pembaca belajar secara bertahap. Biarlah buku ini dapat memimpin kita untuk memahami dunia Perjanjian Baru khususnya keempat Injil dan kitab Kisah Para Rasul.



Profil Dr. J. Sidlow Baxter:
Dr. J. Sidlow Baxter lahir di Australia, tahun 1903. Beliau dibesarkan di Lancashire, London dan menempuh pendidikan di Spurgeon's College, London sebelum menggembalakan di Inggris dan Skotlandia, di Northampton dan Sunderland. Beliau menulis kira-kira 30 buah buku, salah satunya buku Explore the Book yang menganalisis dan memberikan ringkasan atas setiap kitab dalam Alkitab. Buku “Menggali Isi Alkitab” ini merupakan terjemahan dari buku Explore the Book. Beliau meninggal tahun 1999.

23 December 2012

Resensi Buku-199: DOSA CIRI DIRI (Prof. Michael Mangis, Ph.D.)

Manusia yang telah diciptakan Allah sudah jatuh ke dalam dosa, sehingga setiap manusia tidak mungkin tidak berbuat dosa. Seperti apa kuasa dan racun dosa tersebut? Bagaimana menjinakkannya?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
DOSA CIRI DIRI:
Menjinakkan Kecenderungan Liar Hati Kita


oleh: Prof. Michael Mangis, Ph.D.

Penerjemah: Paul S. Hidayat, M.Th.

Penerbit: Waskita Publishing, 2011



Di dalam bukunya, Dr. Michael Mangis menjelaskan bahwa kita berdosa karena manusia pertama (Adam dan Hawa) yang berdosa, tetapi karena kita sendiri yang memilih dosa-dosa tersebut. Di bab 2 dan 3, beliau menjelaskan 8 dosa yang mematikan yang dipaparkan oleh bapa-bapa gereja dahulu: kesombongan, iri, kemarahan, kerakusan, hawa nafsu, keserakahan, kemalasan, dan ketakutan. Masing-masing poin dibahas dengan sederhana namun jelas disertai contoh-contoh praktisnya. Kemudian, kedelapan dosa ini mengarahkan kita untuk menamai satu atau beberapa jenis dosa yang ada pada kita, karena dosa setiap orang berbeda-beda (Dr. Mangis menyebutnya: dosa ciri diri). Dosa ciri diri bisa dipengaruhi oleh hal-hal seperti: temperamen (yang dibahasnya di bab 5), kebudayaan dan kesukuan (bab 6), gender dan keluarga (bab 7), dan biologi (bab 8). Sebagai solusinya, mulai bab 9 s/d 12, Dr. Mangis menawarkan jalan keluar dari problematika dosa ciri diri ini yaitu: disiplin-disiplin rohani, pentingnya komunitas dalam pertumbuhan rohani, mengerti kaitan dosa dan anugerah, pentingnya keseimbangan rohani antara persekutuan dengan Allah dengan sesama, dan taat dibentuk oleh Allah serupa Kristus. Biarlah buku praktis ini menyadarkan sekaligus mengintrospeksi diri kita tentang dosa-dosa yang merupakan ciri diri kita, lalu bertekad untuk bertobat dan memperbaikinya dengan disiplin-disiplin rohani yang memimpin kita terus berfokus kepada Kristus.



Rekomendasi:
“Sesudah merangkul kematian Kristus yang membayar hukuman untuk dosa-dosa kita, orang Kristen memasuki kehidupan kemuridan dan pertumbuhan yang melaluinya kita dapat mengalami kemerdekaan yang semakin nyata dari perbudakan dan kuasa dosa. Dosa Ciri Diri menyajikan untuk kita wawasan dari Alkitab, tradisi dan psikologi kontemporer yang akan mencerahkan jalan pertumbuhan kita, menolong kita melihat pola-pola kegagalan kita dan menawarkan kemungkinan-kemungkinan untuk memperkuat kemerdekaan kita.”
Prof. Stanton L. Jones, Ph.D.
(Provost di Wheaton College dan penulis buku Ex-Gays?; Bachelor of Science—B.S. dalam bidang Psikologi dari Texas A&M University; Master of Arts—M.A. dan Doctor of Philosophy—Ph.D. dalam bidang Psikologi Klinis dari Arizona State University; dan an internship di the University of Mississippi Medical Center and Veterans Administration Medical Center in Jackson, Mississippi)

“Michael Mangis adalah seorang nabi-hikmat yang arif, mempertantangkan dosa kita sambil dengan lembut memandu perjalanan kita di antara onggokan manajemen dosa yang bersifat legalistik dan pembuatan alasan secara psikologis. Bukunya ditandai oleh kontras-kontras indah: dalam namun sederhana, klasik nampun segar; sungguh suatu integrasi indah yang menerima Alkitab dengan serius. Penulis mencapai banyak dalam ruang yang singkat, menggabungkan arahan spiritual praktis dengan wawasan terapi Kristen yang dinamis. Buku ini akan sangat berguna bagi awam dan pastor, konselor dan konseli, pengarah dan sahabat rohani.”
Eric Johnson
(Direktur Society for Christian Psychology dan pengarang buku Foundations for Soul Care)

“Michael Mangis berkata bahwa ia ingin mengimbas keasyikan di perjalanan Kristen kita, bukan perasaan bersalah atau kemurungan. Hal ini sukar untuk dilakukan oleh buku yang bicara tentang dosa, tetapi ia berhasil dengan menolong kita menyadari bahwa dosa adalah hal jauh lebih rumit sedangkan anugerah jauh lebih dinamis daripada yang boleh kita pikirkan. Dengan terus-menerus mengingatkan kita bahwa masalah dan kebutuhan tiap orang tidak sama, Mangis menggali dari Alkitab dan tradisi Kristen, anekdot dari hidupnya sendiri dan praktik sebagai psiko terapis, dan tampungan analogi yang menolong untuk melibatkan pembaca dalam pemeriksaan diri yang sangat praktis dan penuh pemikiran tentang kewarasan rohani mereka disertai petunjuk jalan keluar untuk hati yang cenderung mengembara. Hal yang menguatkan untuk saya ialah kemampuannya untuk mengintegrasi wawasan-wawasan dari psikologi dengan kejujuran dan kerendahhatian yang menjaga diri dari sikap Kristen yang mendewakan ilmu-ilmu sosial.”
Prof. Dennis Okholm, Ph.D.
(Profesor Theologi di Azusa Pacific University dan penulis buku More Habits for Everyday People; B.A. dalam bidang Filsafat dari Wheaton College; M.A. dalam bidang Sejarah Gereja dan Master of Divinity—M.Div. dari Trinity Evangelical Divinity School; Master of Theology—Th.M. dalam bidang Theologi Doktrinal dan Ph.D. dalam bidang Theologi Sistematika dari Princeton Theological Seminary)

“Dengan menggali kearifan baik dari psikoterapi maupun arahan spiritual, tinjauan tentang disiplin-disiplin vital untuk kehidupan batiniah Kristen ini memberi paparan yang jelas, tegas, dan sangat membumi. Yang patut dipuji ialah tekanan Mangis pada menemukan dan memerangi dosa inti seseorang.”
Prof. James I. Packer, D.Phil.
(Profesor Theologi di Regent College dan penulis buku Knowing God; B.A., M.A., dan D.Phil. dari Oxford University, U.K.)

“Michael Mangis telah menyediakan suatu sumber istimewa untuk para profesional dalam pemeliharaan jiwa dan para awam. Dosa Ciri Diri bersifat jujur, komprehensif dan dapat dipahami. Hanya sedikit penulis dapat menyajikan suatu perpaduan keilmuan psikologis dan kerumitan theologis dalam gaya yang hangat dan mudah ditelusuri.”
Gary W. Moon
(Editor Eksekutif Conversations dan penulis buku Falling for God)

“Saya sering mendengar orang membedakan antara hikmat dan pengetahuan. Michael W. Mangis mempertemukan keduanya – dalam kehidupan pribadinya, dalam pengajarannya dan kini dalam buku istimewa, Dosa Ciri Diri. Bacalah buku ini, sangat informatif, menginspirasi secara spiritual, ditulis dengan kejelasan, penuh dengan pertanyaan-pertanyaan praktis untuk perenungan diri dan sarat dengan kesadaran akan anugerah Allah.”
Prof. Mark R. McMinn, Ph.D., ABPP/CL
(Profesor Psikologi dan Director of Integration di Graduate Department of Clinical Psychology di George Fox University dan penulis buku Sin and Grace in Christian Counseling; B.S. dalam bidang Kimia dan Psikologi dari Lewis and Clark College dan Ph.D. dalam bidang Psikologi Klinis (APA accredited) dengan studi minor: Biochemistry dari Vanderbilt University)



Profil Dr. Michael Mangis:
Prof. Michael W. Mangis, B.A., Ph.D. adalah Profesor Psikologi di Wheaton College, Wheaton, Illinois, U.S.A. Beliau juga menjadi co-founder dan Direktur Eksekutif the Center for Rural Psychology dan anggota pendiri the Chicago Area Christian Training Consortium. Beliau menyelesaikan studi B.A. dalam bidang Psikologi di Wheaton College, U.S.A.; mendapatkan Licensed Clinical Psychologist—Illinois license 071-004331; dan Ph.D. dalam bidang Psikologi Klinis di University of Wyoming.

21 December 2012

Buku ke-17: "NATAL: ANTARA TRADISI DAN SIGNIFIKANSI" (Denny Teguh Sutandio)



Semua manusia lahir di dunia pasti memiliki keunikan tersendiri. Ketika beberapa pemimpin agama lahir pun, juga ada beberapa peristiwa unik nan supernatural yang terjadi sebelum dan pada waktu kelahiran mereka. Lalu, apa signifikansi kelahiran Tuhan Yesus Kristus dibandingkan kelahiran para pemimpin agama lainnya? Bagaimana kita memaknai kelahiran Kristus tersebut bagi iman dan praktik hidup Kristen?
 


Temukan jawabannya dalam:
Buku
“NATAL: ANTARA TRADISI DAN SIGNIFIKANSI”

oleh: Denny Teguh Sutandio

Penerbit: Sola Scriptura

Harga: Rp 38.000, 00/buku + ongkos kirim






Berminat?
Segera SMSkan nama, alamat lengkap, dan jumlah buku yang ingin Anda pesan ke no HP:
0878-5187-3719



Apa kata mereka tentang buku ini?
“Sebuah buku yang bagus yang patut dibaca, yang akan menolong umat untuk memahami Natal secara kritis, baik dalam perspektif sosiologis historis dan theologis. Dari sudut sosiologis historis, mengungkap fakta sejarah, namun enak dibaca. Sementara dari sudut theologis, memaparkan pemahaman iman yang sehat, namun mendarat. Patut Anda miliki dan bagikan sebagai hadiah Natal yang penuh makna.”
Pdt. Bigman Sirait
Gembala Senior Gereja Reformasi Indonesia sekaligus Pendiri dan Pemimpin Umum Tabloid “Reformata”

“Tanpa pengetahuan, kerajinan pun tidak baik, demikian kata Pengamsal... Kebenaran ini seharusnya menemplak setiap orang Kristen yang rajin merayakan Natal, tetapi jauh dari pengertian yang benar tentang Natal. Setidaknya hal itu terlihat dari cara merayakan Natal yang Full entertain, money oriented, hedonis, dan tidak berfokus pada pertobatan sebagi bukti penerimaan terhadap Kristus Sang Putra Natal. Ini adalah perayaan Natal ala Herodes. Di tengah-tengah kondisi yang demikian, Buku “Natal: Antara Tradisi dan Signifikansi”, hadir sebagai alarm yang kuat untuk memperingatkan setiap orang Kristen untuk kembali merayakan Natal dengan pengertian yang benar, seperti yang dimengerti oleh para gembala, Maria, dan para Majus, sehingga damai dan sukacita Natal sungguh dialami oleh setiap orang yang merayakannya.....Soli Deo Gloria.”
Ev. Reyco F. Wattimury, S.Th.
Hamba Tuhan di Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI) Exodus, Surabaya dan dosen di Sekolah Theologi Awam Reformed (STAR)

“Buku yang menarik dari kedalaman theologis disederhanakan dalam panduan pemikiran bagi kaum awam memaknai otensitas Natal yang sudah absurd dikembalikan ke realitas original meaning apa yang Alkitab sudah gariskan dalam God’s blue print di dalam kekekalan yang dikomunikasikan di dunia ciptaan memampukan manusia kembali ke takhta Allah. Bagi saya, Denny seorang muda yang cerdas ada benih pemikiran theologi Reformed yang cukup kuat.”
Tumbur Tobing, M.B.A.
Pendiri dan ketua Areopagus Network Ministry (marketplace ministry), Consultant, dan trainer (inhouse training) di beberapa perusahaan swasta yang sedang menempuh pendidikan theologi program studi Master of Christian Studies (M.C.S.) di Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Internasional (d/h Institut Reformed), Jakarta.

16 December 2012

Resensi Buku-198: IVP INTRODUCTION TO THE BIBLE (editor: Philip Johnston, Ph.D.)



Sebagai orang Kristen, kita percaya bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber kebenaran bagi iman dan praktik hidup Kristen. Namun, seberapa kita mengenal Alkitab yang kita miliki tersebut? Apa yang diajarkan Alkitab baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru? Bagaimana kita mengerti Alkitab?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
IVP INTRODUCTION TO THE BIBLE:
Pengantar untuk Mengenal Alkitab

Diedit oleh: Philip Johnston, Ph.D.

Penerjemah: Dr. Christian Nugroho

Penerbit: Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 2011



Dalam buku ini, para penyumbang naskah menjelaskan segala hal berkaitan dengan Alkitab khususnya setiap kitab dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Di bagian awal, Dr. Mark Strauss memaparkan pentingnya orang Kristen mengenal Alkitab. Di bab ini, Dr. Strauss menjelaskan segala hal berkaitan dengan Alkitab: sifat, otoritas, ketidakbersalahan, kanonisasi, kritik teks, terjemahan, dll. Kemudian, di Bab 2, Dr. Desmond Alexander, Dr. Jamie Grant, Dr. Philip Johnston memaparkan pendahuluan memahami Perjanjian Lama mulai dari sejarah, latar belakang, theologi, dan cara menafsirkannya. Pendahuluan ini memimpin kita untuk mengerti 4 bab berikutnya tentang berbagai jenis kitab dalam setiap kitab dalam Perjanjian Lama: Pentateukh, Kitab-kitab Sejarah, Kitab-kitab Puisi, dan Nabi-nabi. Keempat jenis dan kitab-kitab yang termasuk di dalamnya ini diuraikan latar belakang masing-masing kitab, struktur, dan aplikasinya bagi orang Kristen di zaman sekarang. Kemudian, di bab 7, Dr. Carl Mosser menjelaskan periode antara Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru yang kerap kali disebut periode intertestamental. Periode ini menjadi pengantar kita memahami dunia Perjanjian Baru khususnya Injil, misalnya pembagian Farisi vs Saduki, dll. Setelah memahami periode ini, di bab 8, Dr. Ian Paul, Dr. Carl Mosser, Dr. Mark Strauss, dan Dr. Brian Rosner menjelaskan pendahuluan memahami Perjanjian Baru, meliputi: sejarah, latar belakang, theologi, dan cara menafsirkannya. Pendahuluan ini memimpin kita mengerti 4 jenis kitab di dalam Perjanjian Baru, yaitu: Kitab-kitab Injil, Kisah Para Rasul, Surat-surat Kiriman, dan Kitab Wahyu. Masing-masing jenis kitab dan kitab-kitab yang termasuk di dalam keempat jenis tersebut dijelaskan tentang latar belakang kitab, struktur, dan aplikasinya bagi orang Kristen di zaman sekarang.



Rekomendasi:
“Sekiranya saya hanya boleh mempunyai satu buku saja untuk menolong saya memahami Alkitab, inilah buku yang akan saya pilih. Dalam buku yang diredaksi dengan andal oleh Dr. Philip Johnston ini, sekelompok pakar orthodoks tidak saja memberikan tinjauan lengkap mengenai semua kitab dalam Alkitab, tetapi juga menyajikan empat pasal perkenalan mengenai Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Sejarah, Latar Belakang, Theologi, dan Penafsirannya) dengan disertai pula sebuah pasal penting “Di Antara Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru”. Gaya penulisannya jelas dan mudah dicerna, tidak membutuhkan pengetahuan seorang pakar, dan memadukan pengetahuan ilmiah yang sehat dengan kecintaan yang nyata terhadap Alkitab. Baik para siswa maupun anggota gereja akan mendapati bahwa buku ini sangat berharga. Saya dengan segenap hati merekomendasikan buku ini.”
Prof. E. Michael B. Green, D.D.
(mantan Pemimpin di St. John’s College, Nottingham, mantan Profesor untuk Bidang Penginjilan di Regent College, Vancouver, Canada, dan Penasihat Uskup Agung Canterbury dan York untuk Bidang Penginjilan; dan sejak 1997: Senior Research Fellow dan Kepala bidang Penginjilan dan Apologetika di Wycliffe Hall, Oxford Bachelor of Arts—B.A. di Clifton College dan Master of Arts—M.A. di Exeter College, Oxford; B.A., M.A., dan Bachelor of Divinity—B.D. di Queens’ College, Cambridge; dan dianugerahi gelar Doctor of Divinity—D.D. oleh the Archbishop of Canterbury (1996) dan dari University of Toronto (1992))

“Buku yang luar biasa ini memberikan tinjauan yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami mengenai seluruh Alkitab. Kehebatannya adalah dalam merangkum kualitas-kualitas yang bisa saja kelihatan tidak terkait dan tidak sinambung satu sama lain. Misalnya, buku ini memberikan sarana dan informasi penting untuk membuat pemahaman Alkitab menjadi gamblang dan bermanfaat, tetapi tanpa membuat para pembacanya merasa bahwa mereka sedang diajari berbagai isu sastra, sejarah, dan theologi yang luas. Tinjauan-tinjauan mengenai Alkitab yang sudah ada telah memberikan satu pola utama yang mengalir lancar dan cepat bagaikan melanju di jalan bebas hambatan, dimulai dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu. Namun, pola tersebut tidak menunjukkan kepada para pembaca bagaimana memanfaatkan jalan-jalan kecil dengan baik. Sebaliknya, karya ini, memberikan rincian yang cukup untuk melakukan penjelajahan, dan petunjuk yang memadai untuk tidak membuat orang tersesat. Akhirnya, dan barangkali yang paling penting, buku ini memadukan ketepatan logika akademis dengan kerendahan hati yang saleh—faktor yang penting untuk dapat mendengar firman Tuhan. Brian Rosner mengutarakan hal ini dengan baik (hlm. 293): “Hambatan terbesar untuk dapat membaca dan memahami Alkitab Perjanjian Baru dengan benar bukanlah pikiran yang tumpul atau kurangnya pengetahuan yang khusus, melainkan hati yang keras. Sebagaimana firman Tuhan ditujukan bagi dunia, berita Alkitab Perjanjian Baru pun ditujukan bagi mereka yang datang kepada-Nya dengan iman.” Saya sangat merekomendasikan buku ini.”
Richard Cunningham
(Direktur UCCF)

“Baik Alkitab itu sendiri maupun bidang studi tentang Alkitab sangatlah luas dan kompleks. Namun, keduanya juga sangat kaya dan bermanfaat. Buku ini merupakan sebuah pengantar yang jelas dari para pakar yang Injili, yang mengerti apa yang mereka tulis. Buku ini cukup berbobot untuk memenuhi janjinya tanpa harus memeras otak, dan buku ini juga tidak rumit. Sebuah pengantar yang baik bagi orang-orang bukan-pakar yang berminat mendalami Alkitab. Saya sungguh merekomendasikan buku ini.”
Barry Webb
(Rekan Peneliti untuk Bidang Perjanjian Lama di Moore College, Sydney, Australia)

“Setiap orang yang sungguh-sungguh berusaha membaca Alkitab akan segera menyadari bahwa itu tidak mudah. Buku ini dirancang untuk menolong dengan menyediakan baik keterangan yang spesifik maupun sudut pandang yang umum bagi pembaca masa kini. Buku ini tidak menuntut banyak pengetahuan pendahuluan dari pembacanya, tetapi juga tidak meremehkannya. Bersiaplah untuk membaca dengan serius, sementara para pakar terkenal menuangkan pengetahuan mereka ke dalam tulisan yang mudah dicerna ini. Bersiaplah juga untuk dibimbing dengan lembut, tetapi tegas, keluar dari ‘zona nyaman’ Anda: Alkitab bukanlah sebuah kitab yang nyaman, dan buku ini tidak menutup-nutupi fakta itu. Namun, jika Anda siap untuk memperluas pengetahuan Anda, selamat datang dalam perjalanan yang menyenangkan ini untuk menemukan sesuatu yang akan bertahan sepanjang hidup Anda.”
Prof. Richard Thomas (Dick) France, Ph.D.
(mantan Pemimpin di Wycliffe Hall, Oxford dan sekarang: Honorary Research Fellow di Bangor University; B.A. dan M.A. dari Balliol College, Oxford; B.D. dari Tyndale Hall, University of London; dan Doctor of Philosophy—Ph.D. dari Tyndale Hall, University of Bristol)



Profil Para Penyumbang Naskah:
Prof. T. Desmond Alexander, Ph.D. adalah Dosen Senior bidang Studi Biblika dan Direktur Postgraduate Studies di Union Theological College, Belfast, Irlandia Utara. Beliau juga menjabat sebagai tua-tua di Fitzroy Presbyterian Church. Beliau menulis buku: From Eden to the New Jerusalem.

Prof. Jamie Grant, LL.B., M.A., Ph.D. adalah Wakil Pimpinan dan Tutor dalam bidang Studi Alkitab di Highland Theological College, Dingwall, Skotlandia. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Laws (LL.B.) di University of Dundee; M.A. dalam bidang Studi Biblika di Reformed Theological Seminary; dan Ph.D. dalam Kitab Mazmur di University of Gloucestershire. Beliau menikah dengan Iwona dan dikaruniai 2 putri dan 1 putra.

Philip Johnston, Ph.D. adalah Direktur Studi dan Tutor dalam bidang Perjanjian Lama di Wycliffe Hall, Oxford, U.K.

Prof. Tremper Longman, III, B.A., M.Div., M.Phil., Ph.D. adalah Robert H. Gundry Professor of Biblical Studies dan Ketua Departemen Religious Studies di Westmont College, Santa Barbara, U.S.A. Beliau meraih gelar B.A. dari Ohio Wesleyan University; Master of Divinity (M.Div.) dari Westminster Theological Seminary; Master of Philosophy (M.Phil.) dan Ph.D. dari Yale University. Beliau menikah dengan Alice dan dikaruniai 3 orang putra. Beliau menulis beberapa buku, antara lain How to read the Psalms, The complete literary guide to the Bible - bersama Leland Ryken, The book of Ecclesiastes, Dictionary of biblical imagery - bersama Leland Ryken, dll.

Rev. Ernest Lucas, M.A., Ph.D., Ph.D. adalah Wakil Pimpinan dan Tutor dalam bidang Studi Biblika di Bristol Baptist College, U.K. Beliau menyelesaikan studi M.A. dalam bidang Kimia di Oxford University dan Ph.D. dalam bidang Kimia di the University of Kent; dan Ph.D. dalam bidang Perjanjian Lama di Oxford University. Beliau menulis buku: Can We Believe Genesis Today? Beliau menikah dengan Hazel dan dikaruniai 2 orang putra.

Prof. Ian Howard Marshall, B.A., M.A., B.D., Ph.D., D.D. adalah Profesor Emerius bidang Eksegesis Perjanjian Baru di University of Aberdeen, Skotlandia. Beliau menyelesaikan studi B.A. di University of Cambridge; M.A., B.D., dan Ph.D. di University of Aberdeen; dan D.D. dari Asbury Theological Seminary.

Carl Mosser, M.A., Th.M., Ph.D. adalah Asisten Profesor Studi Alkitab di Eastern University, St. Davids, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi M.A. dalam bidang Perjanjian Baru, Filsafat Agama, dan Theologi di Talbot School of Theology; Master of Theology (Th.M.) dalam bidang Filsafat Agama di Fuller Theological Seminary, U.S.A.; dan Ph.D. dalam bidang Studi Perjanjian Baru di the University of St. Andrew, Skotlandia. Beliau menjadi editor bersama untuk beberapa buku, salah satunya: The New Mormon Challenge.

Rev. Ian Paul, M.A. M.Sc., B.Th., Ph.D. adalah Dekan Studi dan Lektor dalam bidang Perjanjian Baru dan Hermeneutika di St. John’s College, Nottingham, U.K. Beliau juga anggota dari: British New Testament Society, Fulcrum Leadership Team, Church of England Evangelical Council, dan anggota dewan dari Scripture Union. Beliau menyelesaikan studi M.A. dalam bidang Matematika di Oxford University; Master of Science (M.Sc.) dalam bidang Riset Operasional di Southampton University; Bachelor of Theology (B.Th.) di University of Nottingham; dan Ph.D. dalam bidang Hermeneutika di Nottingham Trent University dengan tesis, “The Value of Paul Ricoeur’s Hermeneutic of Metaphor in the Interpretation of the Imagery of the Book of Revelation”. Beliau menikah dengan Maggie dan dikaruniai 3 orang anak: Lizi, Ben and Rebecca dan seorang anak angkat perempuan: Jo Jo dari Burma. Beliau menulis buku: Through the Eyes of Mark dan mengedit buku Building your Spiritual World.

Prof. Brian Rosner, B.A., Th.M., Ph.D. adalah Lektor Senior dalam bidang Perjanjian Baru dan Etika di Moore Theological College, Sydney, Australia. Sejak tahun 2001, beliau terpilih sebagai Honorary Senior Research Fellow dalam Departemen Ancient History di Macquarie University. Beliau menyelesaikan studi B.A. di Sydney University; Th.M. di Dallas Theological Seminary, U.S.A.; dan Ph.D. di University of Cambridge, U.K.

Prof. Mark L. Strauss, B.A., M.Div., Th.M., Ph.D. adalah Profesor Perjanjian Baru di Bethel Seminary, San Diego, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi B.A. dalam bidang Psikologi di Westmont College; M.Div. and Th.M. bidang Perjanjian Baru di Talbot School of Theology; dan Ph.D. dalam bidang Perjanjian Baru di University of Aberdeen, Skotlandia. Beliau menulis buku-buku antara lain:
·                The Gospel of Mark, bersama Walter Wessel, dalam Expositors’ Bible Commentary. Revised Edition Vol. 9 (gen. eds. Tremper Longman III & David E. Garland; Grand Rapids: Zondervan, 2010)
·                NLT Study Series: John. Meet God Face to Face, bersama Gary M. Burge; editor umum Sean A. Harrison (Carol Stream, IL: Tyndale House Publishers, 2009)
·                How to Choose A Translation for All Its Worth. A Guide to Understanding and Using Bible Versions, bersama Gordon D. Fee (Grand Rapids: Zondervan, 2007)
·                Four Portraits, One Jesus. An Introduction to Jesus and the Gospels (Grand Rapids: Zondervan 2007)
·                The Essential Bible Companion, bersama John H. Walton dan Ted Cooper Jr. (Grand Rapids: Zondervan, 2006)
·                Truth & Error in the Da Vinci Code. The Facts about Jesus and Christian Origins (San Diego: Alethinos Books, 2006)
·                “Luke,” in The Illustrated Bible Backgrounds Commentary, Vol. 1, hlm. 318-515 (editor umum, Clinton Arnold; Grand Rapids: Zondervan, 2002). Republished as stand alone volume, 2007
·                Distorting Scripture? The Challenge of Bible Translation and Gender Accuracy (Downers Grove, Ill.: InterVarsity, 1998)
·                The Davidic Messiah in Luke-Acts. The Promise and its Fulfillment in Lukan Christology (JSNTSup; Sheffield: Sheffield Academic Press, 1995).