01 March 2014
Resensi Buku-257: PENDERITAAN DAN KEDAULATAN ALLAH (diedit oleh Rev. Dr. John S. Piper dan Justin Taylor)
Setiap manusia, termasuk orang Kristen, pasti mengalami penderitaan, misalnya pasangan atau orangtua kita mengalami sakit keras dan/atau meninggal, bencana alam, dll. Sebagai reaksi terhadap penderitaan, banyak orang termasuk beberapa orang Kristen tidak tahan menghadapinya, lalu mengutuki Allah. Orang-orang non-Kristen terus mempertanyakan: jika Allah Mahakuasa, mengapa Ia membiarkan penderitaan dan kejahatan? Bagaimana kita sebagai orang percaya dapat mengerti kaitan erat antara kedaulatan Allah dengan penderitaan?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
PENDERITAAN DAN KEDAULATAN ALLAH
diedit oleh:
Rev. John S. Piper, D.Theol. dan Justin Taylor
Penerbit: Momentum Christian Literature, Surabaya, 2012
Penerjemah: Soemitro Onggosandojo
Di dalam buku ini, para penulis membahas kaitan kedaulatan Allah dan penderitaan dari berbagai macam segi. Tesis utamanya adalah Allah itu berdaulat di dalam setiap penderitaan. Buku ini dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama membahas kedaulatan Allah dalam penderitaan. Dr. John Piper membahas 10 aspek kedaulatan Allah atas penderitaan dan tangan iblis di dalamnya, kemudian Dr. Mark R. Talbot membahas kemurahan tangan Alah di tengah luka yang disebabkan orang lain. Lalu, apa maksud Allah di dalam penderitaan itu? Di bagian 2, di bab 3 dan 4, Dr. John Piper membahas secara khusus penderitaan Kristus dan kedaulatan Allah dilanjutkan dengan alasan Allah menentukan penderitaan bagi para hamba-Nya. Selanjutnya, Stephen F. Saint membahas bahwa penderitaan itu juga dimaksudkan Allah untuk meningkatkan pekerjaan misi-Nya. Penderitaan juga dimaksudkan Allah agar kita sebagai orang percaya mengentaskan konflik etnis yang dapat mengakibatkan penderitaan. Itulah yang dibahas oleh Dr. Carl F. Ellis, Jr. di bab 6. Setelah membahas maksud Allah dalam penderitaan, maka di Bagian 3, kita dituntun untuk mempelajari dan merenungkan anugerah Allah di dalam penderitan. Di bagian ini, Dr. David Powlison mengarahkan kita melihat dan merenungkan kaitan antara anugerah Allah dan penderitaan kita melalui perenungan sebuah syair lagu pujian “Teguhlah Dasarmu”. Kemudian, dua bab terakhir, Dustin Shramek dan Joni Eareckson Tada membahas ada pengharapan di balik penderitaan kita. Di bagian apendiks, Dr. John Piper dan Dr. David Powlison menyumbangkan tulisan-tulisan ketika mereka hendak menjalani operasi kanker prostat disusul dengan wawancara Justin Taylor dengan Dr. John S. Piper. Keunikan buku ini adalah para penulisnya pernah mengalami penderitaan baik kanker maupun penyakit tertentu, dll, sehingga mereka layak menuliskan topik penderitaan yang dikaitkan dengan kedaulatan Allah baik secara theologi maupun praktis.
Rekomendasi:
“Pengalaman penderitaan manusia telah membingungkan pikiran sejak kejatuhan. Bagi orang-orang Kristen, pertanyaan mengenai penderitaan naik ke satu tingkat kepentingan yang baru karena kepercayaan kita atas kedaulatan Allah kita yang penuh kasih dan rahmat. Dalam buku Penderitaan dan Kedaulatan Allah, John Piper dan kawan-kawan menangani beberapa dari isu keprihatinan orang Kristen yang paling sulit dan paling signifikan, dan menghasilkan salah satu jilid yang paling tulus, paling setia, dan paling menolong yang pernah dibuat untuk orang-orang Kristen yang berpikir. Buku ini penuh dengan kebijaksanaan penggembalaan, wawasan yang Alkitabiah, dan nasihat rohani. Buku ini menjawab salah satu kebutuhan yang terbesar dalam zaman kita – untuk menegaskan kedaulatan Allah dan untuk merenungkan makna penderitaan manusia. Kita memerlukan buku ini.”
Prof. R. Albert Mohler, Ph.D.
Presiden kesembilan dan Profesor Theologi Kristen dari The Southern Baptist Theological Seminary, Louisville, Kentucky, U.S.A. dan anggota dewan dari: Focus on the Family dari James Dobson dan Council on Biblical Manhood and Womanhood yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di Samford University; Master of Divinity (M.Div.) dan Doctor of Philosophy—Ph.D. dalam bidang Theologi Sistematika dan Historika di The Southern Baptist Theological Seminary, U.S.A.
“Bagi semua orang yang merasa hidupnya kurang bahagia, bagi semua orang yang telah membiarkan diri sampai ke titik kelelahan, bagi semua orang yang telah dikhianati oleh pemfitnah-pemfitnah yang saleh, bagi semua orang yang bertanya-tanya apakah mereka dapat berjalan terus, buku Penderitaan dan Kedaulatan Allah akan menjadi padang yang berumput hijau dan air yang dalam dan tenang. Kebijaksanaan buku ini muncul seperti seorang sahabat baik, yang menunjukkan kepada kita Dia yang tersalib dan menang, yang mengatakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.””
Rev. Raymond C. Ortlund, Jr., Ph.D.
Pendeta Senior di Immanuel Church, Nashville, Tennessee, U.S.A., Presiden Renewal Ministries, Direktur Regional di the Acts 29 Network, dan Anggota Dewan dari The Gospel Coalition yang menyelesaikan studi B.A. di Wheaton College; Master of Theology (Th.M.) di Dallas Theological Seminary, U.S.A.; Master of Arts (M.A.) di the University of California, Berkeley; dan Ph.D. di The University of Aberdeen, Skotlandia.
Profil para penulis:
Carl F. Ellis, Jr., B.A., M.A.R., D.Phil. adalah Presiden Project Joseph di Chattanooga, Tennessee, U.S.A. sekaligus Dekan Intercultural Studies di Westminster Theological Seminary, Philadelphia, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di Hampton Institute; Master of Arts in Religion (M.A.R.) di Westminster Theological Seminary, U.S.A.; dan Doctor of Philosophy (D.Phil.) di Oxford Graduate School, U.K.
Rev. John Stephen Piper, B.A., B.D., D.Theol. adalah Pendeta Senior bidang Khotbah dan Visi di Bethlehem Baptist Church. Beliau menyelesaikan studi B.A. di Wheaton College, U.S.A.; Bachelor of Divinity (B.D.) di Fuller Theological Seminary, Pasadena, California; dan Doctor of Theology (D.Theol.) di dalam bidang Perjanjian Baru di University of Munich, Munich, Jerman Barat. Disertasinya “Love Your Enemies” diterbitkan oleh Cambridge University Press dan Baker Book House.
David Arthur Powlison, A.B., M.Div., M.A., Ph.D. adalah Konselor dan guru di Christian Counseling and Educational Foundation (CCEF) di Glenside, Pennsylvania, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (A.B.) di Harvard College; Master of Divinity (M.Div.) di Westminster Theological Seminary, U.S.A.; Master of Arts (M.A.) dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Sejarah dan Ilmu Pengobatan di the University of Pennsylvania, U.S.A.
Stephen Farris Saint, B.A. yang lahir pada tanggal 30 Januari 1951 di Quito, Ecuador adalah pendiri Indigenous People’s Technology and Education Center (I-TEC) di Dunnellon, Florida, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi B.A. dalam bidang Ekonomi di Wheaton College, U.S.A. Beliau menikah dengan Ginny dan dikaruniai 4 orang anak, yaitu: Shaun, Jaime, Jesse, dan Stephenie.
Dustin Shramek adalah Pencipta perdamaian lintas budaya, Timur Tengah dan Minnesota.
Dr. (HC) Joni Eareckson Tada, D.D. (HC), L.H.D. (HC) adalah pendiri dan CEO Joni and Friends, sebuah organisasi Kristen yang melayani komunitas penyandang cacat di Agoura Hills, California. Beliau dianugerahi beberapa gelar kehormatan: Bachelor of Letters (B.Litt.) dari Western Maryland College; Doctor of Humanities (D.Hum.) dari Gordon College; Doctor of Humane Letters (L.H.D.) dari Columbia International University; Doctor of Divinity (D.D.) dari Westminster Theological Seminary; D.D. dari Lancaster Bible College; Doctor of Humanitarian Services dari California Baptist University; dan L.H.D. dari Indiana Wesleyan University
Prof. Mark R. Talbot, B.A., Ph.D. adalah Guru Besar Pembantu Jurusan Filsafat di Wheaton College, Wheaton, Illinois, U.S.A. dan anggota dari: Society of Christian Philosophers, Evangelical Philosophical Society, dan Society for Christian Psychology. Beliau menyelesaikan studi B.A. (major: English literature) di Seattle Pacific College; graduate study dalam bidang Filsafat di Saint Louis University; dan Ph.D. di University of Pennsylvania.
Justin Taylor adalah Manajer Proyek Alkitab English Standard Version (ESV) dan rekan penerbit Crossway Books, Wheaton, Illinois.
23 February 2014
Resensi Buku-256: KETIKA ALLAH MELAKUKAN SESUATU YANG TIDAK MASUK AKAL (Prof. James C. Dobson, Ph.D.)
Setiap manusia, termasuk orang Kristen, pasti mengalami penderitaan, misalnya pasangan atau orangtua kita mengalami sakit keras dan/atau meninggal, bencana alam, dll. Sebagai reaksi terhadap penderitaan, banyak orang termasuk beberapa orang Kristen tidak tahan menghadapinya, lalu mengutuki Allah. Benarkah sikap demikian? Bagaimana sikap orang percaya menghadapi penderitaan khususnya memahami Allah yang berdaulat di balik penderitaan?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
KETIKA ALLAH MELAKUKAN SESUATU YANG TIDAK MASUK AKAL
oleh: Prof. James Dobson, Ph.D.
Penerbit: Gospel Press, Batam, 2006
Penerjemah: Luciana S. Wihardja, S.S.
Di dalam buku ini, konselor keluarga terkenal abad ini, Dr. James Dobson mengajar kita bahwa di tengah penderitaan, kita harus percaya pada Allah yang tetap masuk akal, meskipun Ia melakukan sesuatu yang tidak masuk akal bagi kita, misalnya dari antara 2 orang anak yang sama-sama sakit, Ia menyembuhkan anak yang satu, sedangkan Ia membiarkan anak lainnya sakit dan akhirnya meninggal. Di sini, Dr. Dobson mengajar kita tentang kedaulatan Allah di balik penderitaan. Allah bukan masa bodoh dengan penderitaan, meskipun kita sering menganggapnya demikian. Allah adalah Allah yang berdaulat sekaligus peka terhadap penderitaan yang kita alami, tetapi Ia tidak selalu memberi penjelasan akan penderitaan yang menimpa kita. Ia memiliki rencana tersendiri yang indah bagi umat-Nya, meskipun Ia tidak perlu selalu menjelaskan makna penderitaan itu. Oleh karena itu, sebagai umat-Nya, reaksi yang tepat terhadap penderitaan bukanlah putus asa, lalu mengutuki Tuhan, tetapi menerima penderitaan itu dengan tetap beriman kepada-Nya sambil menyadari bahwa salah satu penyebab penderitaan adalah dosa. Biarlah buku yang disertai dengan berbagai kesaksian baik dari Dr. Dobson sendiri maupun dari orang percaya lain dapat menguatkan iman kita di dalam menghadapi penderitaan hidup sambil tetap percaya pada Allah yang sangat masuk akal, meski terlihat tidak masuk akal bagi kita.
Rekomendasi:
“Ini merupakan sebuah karya yang sangat luar biasa dalam menjawab pertanyaan tentang penderitaan. Dr. Dobson mengemukakan berbagai pergumulan emosional yang sangat dalam antara kita dengan Allah ketika luka dan penderitaan menerpa.”
Rev. R. C. Sproul, Ph.D.
Pendiri dan Ketua dari Ligonier Ministries, pendeta yang melayani di siaran radio Renewing Your Mind baik di Amerika Serikat maupun secara internasional, Pendeta Senior bidang Preaching and Teaching di Saint Andrews Chapel, Sanford, Florida, dan anggota dewan dari the Alliance of Confessing Evangelicals yang meraih gelar Bachelor of Arts—B.A. dari Westminster College, Pennsylvania; Master of Divinity—M.Div. dari Pittsburgh-Xenia Theological Seminary; Doktorandus—Drs. dari the Free University of Amsterdam; dan Doctor of Philosophy—Ph.D. dari Whitefield Theological Seminary
“Realistis dan agung … ini adalah sebuah buku yang sangat saya rekomendasikan di dalam perusahaan mana pun.”
Rev. Prof. J. I. Packer, D.Phil.
Emerius Professor of Theology di Regent College, Canada yang meraih gelar Master of Arts—M.A. dan Doctor of Philosophy—D.Phil. dari University of Oxford, U.K.
Profil Dr. James Dobson:
Prof. James Clayton (Jim) Dobson, Ph.D. adalah Pendiri dan Ketua Focus on the Family. Beliau menyelesaikan studi Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang child development di University of Southern California, U.S.A. Beliau mendapat anugerah gelar: Doctor of Laws (LL.D.) dari Pepperdine University; Doctor of Humanities (D.Hum.) dari Franciscan University of Steubenville, Ohio; Doctor of Humane Letters (L.H.D.) dari Seattle Pacific University; L.H.D. dari Asbury Theological Seminary; L.H.D. dari MidAmerica Nazarene College; Doctor of Letters (Litt.D.) dari Liberty University; L.H.D. dari Campbell University; L.H.D. dari Point Loma Nazarene College; Doctor of Literature dari Biola University; D.Hum. dari Abilene Christian University; L.H.D. dari Huntington College; Doctor of Public Service dari Greenville College; L.H.D. dari William Tyndale College; Doctor of Humanities dari Harding University; Doctor of Humanities dari Olivet Nazarene University; L.H.D. dari Indiana Wesleyan University; dan D.D. dari Southern Evangelical Seminary.
16 February 2014
Resensi Buku-255: MEMBENTUK KEROHANIAN ANAK MUDA DI ZAMAN POSTMODERN (Rev. Richard R. Dunn, Ph.D.)
Anak muda di zaman postmodern merupakan generasi muda yang makin lama makin rusak. Lalu, bagaimana kita dapat membentuk kerohanian mereka dengan cara yang tepat?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
MEMBENTUK KEROHANIAN ANAK MUDA DI ZAMAN POSTMODERN
oleh: Rev. Richard R. Dunn, Ph.D.
Prakata: Doug Fields
(Penulis Buku “Purpose Driven Youth Ministry”
Penerbit: Literatur Perkantas Jatim, 2012
Penerjemah: Tim Literatur Perkantas Jatim
Di awal buku ini, Rev. Dr. Richard R. Dunn mengajar kita bahwa membentuk kerohanian bagi anak muda di zaman postmodern dengan cara melangkah bersama mereka (memahami mereka) dan membimbing mereka kepada Kebenaran. Setelah menjelaskan hal ini, Dr. Dunn menggambarkan situasi tentang kaum muda di zaman postmodern melalui contoh-contoh. Dari situasi ini, Dr. Dunn mulai mengaplikasikan konsep melangkah bersama, kemudian membimbing ini dengan menjelaskan theologinya, kemudian praktik-praktiknya mulai dengan mendengar/menyimak sebelum membimbing, mengatakan kebenaran di dalam kasih, menghadapi dan mengatasi konflik, memupuk moral dalam diri anak muda, dan menciptakan ruang bagi perjalanan rohani mereka. Dan terakhir, bagi pemimbing rohani sendiri, mereka harus menjaga kesehatan rohani pribadi mereka sendiri, agar mereka terus menjadi saksi bagi anak-anak muda yang dibimbingnya.
Rekomendasi:
“Richard Dunn adalah seorang yang tangguh, dengan mengamati isi dari buku ini, setiap pembaca ditarik untuk melihat pengalamannya dalam menangani pelayanan anak muda selama puluhan tahun, baik sebagai praktisi maupun pengajar. Para pelayanan anak muda dan orang tua akan menemukan banyak wawasan praktis yang dia berikan secara menantang dan mendorong. Saya khususnya sangat menyukai bagian “Merenungkan Perjalanan Anda” yang berada di setiap akhir bab. Sebuah sumber bacaan yang sangat berharga bagi setiap kita yang mencintai anak muda dan berharap agar mereka mencintai Yesus lebih lagi.”
Prof. Duffy Robbins, D.Min.
Profesor Pelayanan Anda Muda di Eastern University dan penulis buku The Ministry of Nurture yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di University of North Carolina; Master of Divinity (M.Div.) di Gordon Conwell Theological Seminary; dan Doctor of Ministry (D.Min.) di Fuller Theological Seminary, U.S.A.
“Membentuk Kerohanian Anak Muda memberikan berbagai wawasan penting untuk menuntun para pembimbing rohani agar dapat sukses menangani gelombang perubahan yang terjadi pada anak-anak muda di zaman postmodern. Richard Dunn melibatkan pembaca dengan berbagai kisah yang akan mencerahkan kita. Ia juga memberikan pemahaman dan pengertian praktis yang akan memancing berbagai pertanyaan melalui sudut pandangnya yang akan menantang kita dalam menolong anak muda abad ke-21 hingga mencapai kedewasaan rohani. Semua pertanyaan dan saran di setiap akhir bab akan menolong dan menantang Anda. Membentuk Kerohanian Andak Muda akan menjadi bacaan wajib bagi pelayan anak muda dan siapa saja yang serius melayani anak muda.”
Jana Sundene, M.A.
Associate Professor of Christian Ministries di Trinity International University yang menyelesaikan studi B.A. di Wheaton College dan M.A. di Northern Illinois University dan Trinity Evangelical Divinity School, U.S.A.
Profil Rev. Dr. Richard R. Runn:
Rev. Richard R. Dunn, Ph.D. adalah gembala sidang Fellowship Evangelical Free Church di Knoxville, Tennessee, sebagian besar jemaatnya adalah anak-anak muda. Beliau juga adalah mantan ketua dari pelayanan pendidikan di Trinity Evangelical Divinity School, Illinois, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi Doctor of Philosophy (Ph.D.) di Trinity Evangelical Divinity School, Deerfield, Illinois, U.S.A.
09 February 2014
Resensi Buku-254: MEMAHAMI INJIL-INJIL DAN KISAH PARA RASUL (Prof. Joel B. Green, Ph.D.)
Pada zaman sekarang, beberapa orang Kristen mulai bingung ketika mereka membaca halaman-halaman dalam keempat Injil. Kebingungan mereka disebabkan karena ketidakmengertian mereka yang disebabkan oleh perbedaan budaya antara budaya mereka dengan budaya masyarakat di sekitar Tuhan Yesus dan di zaman para penulis Injil. Bagaimana kita dapat mengerti Injil dan Kisah Para Rasul?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
MEMAHAMI INJIL-INJIL DAN KISAH PARA RASUL
oleh: Prof. Joel B. Green, Ph.D.
Penerbit: Persekutuan Pembaca Alkitab, Jakarta, 2005
Penerjemah: James C. Pantou
Di bagian awal bukunya, Dr. Joel B. Green menjelaskan beberapa problematika dalam memahami Injil dan Kisah Para Rasul, salah satunya karena adanya perbedaan budaya antara budaya pembaca modern dengan budaya sekitar Tuhan Yesus dan budaya di sekitar para penulis Injil. Problematika itu dapat diatasi dengan pertama, mengerti Injil sebagai satu berita Injil yaitu pribadi, perkataan, dan tindakan Tuhan Yesus di dalam 4 cara penceritaan dan kedua, mengerti sejarah di mana Tuhan Yesus hidup waktu itu, yaitu konteks sejarah Israel pada waktu Kristus hidup, 4 macam golongan Yahudi, dll. Dari pengantar ini, Dr. Green membawa kita untuk mengerti hakikat dari Injil, yaitu: Injil sebagai Kabar Baik, Sejarah, dan Theologi. Dari ketiga bagian ini, beliau menggabungkan jenis literatur dan isi dari keempat Injil sebagai berita, sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan, dan theologi yang berpusat pada Kristus. Hakikat Injil mengarahkan kita untuk memahami berita Injil di mana Injil sebagai suatu cerita. Bagaimana memahami Injil sebagai cerita? Di bab 8, Dr. Green menjelaskan beberapa prinsip memahami cerita dalam Injil, salah satunya dengan memperlakukannya sebagai narasi dan jangan dialegorikan. Selain cerita, Injil juga berisi perkataan-perkataan Kristus berupa perumpamaan, hiperbola, ironi, dll. Khusus tentang perumpamaan, di bab 10, Dr. Green menjelaskan tentang perumpamaan-perumpamaan dalam pengajaran Kristus dan cara kita menafsirkan perumpamaan tersebut bagi pembaca modern. Akhirnya, Dr. Green menutup pembahasan seluruhnya dengan menghadirkan inti berita Injil yaitu Kerajaan Allah yang dimengerti suatu kondisi di mana Allah bertakhta dan itu diwujudkan melalui umat-Nya yaitu gereja-Nya. Biarlah buku ini dapat menolong kita mengerti Injil dan Kisah Para Rasul, lalu menafsirkannya dengan tepat.
Profil Prof. Dr. Joel B. Green:
Prof. Joel B. Green, Ph.D. adalah Associate Dean for the Center for Advanced Theological Studies dan Profesor Tafsir Perjanjian Baru di Fuller Theological Seminary, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Science (B.S.) di Texas Tech University; Master of Theology (M.Th.) di Perkins School of Theology; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di University of Aberdeen, U.K.
02 February 2014
SEKOLAH THEOLOGI AWAM REFORMED (STAR) Periode: Februari-Juni 2014
SEKOLAH THEOLOGI AWAM REFORMED (STAR)
(untuk orang Kristen awam yang berhasrat ingin mendalami kebenaran firman Tuhan yang bertanggung jawab)
Pendiri: Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.
Alamat:
Jln. Nginden Intan Timur II/5, Surabaya
Telp.: (031) 5998458
Website: www.star-exodus.org
E-mail: star_exodus@yahoo.com
Biaya kuliah bersifat sukarela sesuai kemampuan finansial dan komitmen masing-masing mahasiswa.
Pembayaran dapat dilakukan setiap bulan atau sekali dalam satu semester, bisa tunai maupun melalui bank (BCA Cab. Veteran No. 0101827827 a/n Irwan Lesmana)
Jadwal Kuliah Februari-Juni 2014
(Untuk Umum):
“HUMOR DI DALAM ALKITAB”
Sebagian orang memandang Alkitab sebagai sebuah buku yang sangat serius, tanpa humor di dalamnya sama sekali. Kesalahpahaman populer ini mengaburkan keindahan sastra dan dinamika Alkitab. Walaupun topik yang dikupas Alkitab adalah serius (tentang kehidupan dan kematian), hal itu bukan berarti bahwa cara penyampaiannya juga kering dan monoton. Mari bersukacita bersama, bukan hanya karena isi Alkitab yang indah, melainkan juga cara komunikasinya yang kreatif.
oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.
Selasa, 11 Februari 2014; Pkl. 19.00-21.15 WIB
Kuliah Reguler:
“DOKTRIN KESELAMATAN: T.U.L.I.P”
Dosen: Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.
Setiap Selasa, Pkl. 18.30-21.30 WIB
18 Februari, 4 Maret, 18 Maret, 8 April, 22 April, 6 Mei, 20 Mei, 10 Juni 2014
Hampir semua orang Kristen mungkin mengetahui bahwa keselamatan adalah anugerah. Persoalannya, tidak semua orang memahami cakupan dari anugerah ini. Mata kuliah Doktrin Keselamatan (TULIP) menganalisa lima pilar keselamatan berdasarkan anugerah:
Keberdosaan semua manusia, pilihan kekal Allah yang tanpa syarat, penebusan Kristus yang efektif bagi orang-orang pilihan, kekuatan anugerah Roh Kudus yang tak tertolakkan, dan kesetiaan Allah dalam memampukan orang percaya untuk bertahan dalam keselamatan.
Argumen filosofis dan biblical, pro dan kontra, akan dipaparkan dan dikritisi secara mendalam dalam kelas ini.
Pdt. Yakub Tri Handoko, S.Th., M.A., Th.M. adalah gembala sidang Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI) Exodus, Surabaya dan dosen di Sekolah Tinggi Theologi Injili Abdi Allah (STT IAA). Beliau menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.) di Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS); Master of Arts (M.A.) in Theological Studies di International Center for Theological Studies (ICTS), Pacet; dan Master of Theology (Th.M.) di International Theological Seminary, Los Angeles, U.S.A. Sejak tahun 2007, beliau sedang menyelesaikan studi Doctor of Philosophy (Ph.D.) secara paruh waktu di Evangelische Theologische Faculteit (ETF), Leuven, Belgia.
EKSPOSISI 1 KORINTUS 1-5
Dosen: Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.
Setiap Selasa, Pkl. 18.30-21.30 WIB
25 Februari, 11 Maret, 1 April, 15 April, 29 April, 13 Mei, 3 Juni, dan 17 Juni 2014
Salah satu keunikan surat 1 Korintus terletak pada keragaman isu pastoral yang dibahas oleh Paulus. Apa yang terjadi pada jemaat Korintus adalah cerminan dari sebagian besar situasi gereja modern sekarang.
Bagaimana Paulus menyikapi persoalan seputar perselisihan horizontal antar jemaat, konflik vertikal antara jemaat dan pemimpin mereka, dan dosa seksual yang begitu memprihatinkan dalam jemaat Korintus? Apakah artinya “selamat tetapi seperti dari dalam api” (3:15), “menjadi tontonan bagi dunia, malaikat-malaikat, dan manusia” (4:9), dan “diserahkan kepada iblis sebagai bentuk disiplin gereja” (5:5)?
Mata kuliah Eksposisi 1 Korintus 1-5 bukan hanya memberikan jawaban atas isu-isu ini, tetapi sekaligus membimbing mahasiswa untuk mengaplikasikan prinsip hermeneutika secara detail dan mendalam.
Kuliah Intensif:
“PENGANTAR PERJANJIAN BARU I”
Slogan “Sola Scriptura” (hanya Alkitab saja) tidak meniadakan nilai penting dari pengetahuan seputar latar belakang Alkitab. Penafsir tetap perlu memahami situasi politis, kultural, sosial, dan religius di sekitar Alkitab, karena Alkitab tidak ditulis dalam kevakuman. Semua ini akan diuraikan secara komprehensif dalam kelas ini. Di samping itu, kelas ini juga akan membahas tujuan penulisan, karakteristik sastra, struktur kitab, dan theologi dari lima kitab pertama dalam Perjanjian Baru (Injil Matius s/d Kisah Para Rasul) sehingga mahasiswa mengalami keunikan masing-masing kitab sesuai dengan maksud Roh Kudus dalam pengilhaman.
oleh: Pdt. Hendry Ongkowidjojo, Th.M.
Senin-Jumat, 24-28 Maret 2014; Pkl. 18.30-21.15 WIB
Profil Pembicara:
Pdt. Hendry Ongkowidjojo, S.E., M.Div., Th.M. lahir di Surabaya pada tahun 1975. Beliau menyelesaikan studi Sarjana Ekonomi (S.E.) di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya; Master of Divinity (M.Div.) di Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Internasional (d/h Institut Reformed), Jakarta; dan Master of Theology (Th.M.) bidang Perjanjian Baru di Trinity Evangelical Divinity School, Deerfield, Illinois, U.S.A. Saat ini beliau melayani sebagai pendeta di Gereja Kristen Abdiel (GKA) Elyon Pregolan, Surabaya. Beliau menikah dengan Shirley Liz M. T. M. dan telah dikaruniai seorang putra yang bernama Lincoln Abraham.
Resensi Buku-253: INJIL BAGI KEHIDUPAN (DR. JERRY BRIDGES)
Setiap orang Kristen pasti mengetahui simbol salib dan mendengar kata “Injil”, namun pertanyaan selanjutnya, apakah mereka mengerti signifikansi salib Kristus dan Injil sejati khususnya bagi kehidupan Kristen mereka? Bagaimana cara kita mengerti signifikansi salib Kristus dan Injil bagi kehidupan Kristen?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
THE GOSPEL FOR REAL LIFE
(INJIL BAGI KEHIDUPAN)
oleh: DR. JERRY BRIDGES
Penerbit: Pionir Jaya, Bandung, 2012
Penerjemah: Yakob Riskihadi
Di dalam buku ini, Dr. Jerry Bridges mengajar kita tentang pentingnya salib Kristus dan Injil bagi kehidupan Kristen kita, sehingga beliau terus menekankan di beberapa bukunya, selain buku ini, pentingnya kita mengkhotbahkan Injil kepada diri kita sendiri. Mengapa salib Kristus dan Injil begitu penting? Melalui 16 bab dalam buku ini, Dr. Bridges menjelaskan secara terstruktur dan terkait satu sama lain mulai dari kekayaan yang tak terduga yang kita temukan di dalam salib Kristus hingga panggilan kita untuk memberitakan Injil yang berisi kematian dan kebangkitan Kristus. Di bab awal, beliau menjelaskan realitas banyak orang Kristen tidak benar-benar mengerti Injil dengan cara menggemari kebaktian gereja yang tidak benar-benar mengabarkan Injil (hanya sekadar pemuasan psikologis) atau mengerti Injil hanya sebatas tiket untuk masuk Sorga. Kemudian, beliau menjelaskan pentingnya mengerti Injil bukan dengan pengertian rasional, tetapi dengan membuka hati kita. Dasar ini mengarahkan kita untuk mengerti signifikansi salib Kristus yang dibahas beliau di bab 2. Mengapa Ia rela mati disalib? Melalui penjelasan Alkitab, di Bab 3, Dr. Bridges memimpin kita untuk memahami akan kasih Allah melalui kerelaan Kristus yang mati disalib. Kemudian, mulai bab 4 s/d 8, beliau menguraikan makna penting salib Kristus: keadilan Allah ditegakkan, murka Allah diredakan, dosa kita ditimpakan kepada-Nya, kita ditebus dari kuasa dosa bagi Allah, dan hubungan kita dengan Allah dipulihkan. Lima bab tentang signifikansi salib Kristus mengarahkan kita untuk menghidupi hidup Kristen yang baru dan berkemenangan, yaitu mempunyai hubungan baik dengan Allah, menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru, beriman (yang merupakan anugerah Allah), menjadi anak-anak Allah, memiliki kepastian keselamatan, menjadi serupa dengan Kristus, mengalami pengudusan definitif (pada waktu kita percaya kepada Kristus) dan progresif (terus-menerus setelah kita percaya), dan mengobarkan semangat kita untuk mengabarkan Injil. Biarlah buku ini dapat mencerahkan hati dan pikiran kita untuk makin menghidupi salib Kristus dan Injil di dalam kehidupan Kristen kita, sehingga nama Tuhan dipermuliakan.
Rekomendasi:
“‘Mengenal Kristus berarti mengenal kebaikan-Nya’ – demikian kata para reformator besar abad 16. Jerry Bridges menganut pandangan ini saat menggabungkan kebenaran-kebenaran yang paling mendalam dari iman Kristen dengan hasil-hasil praktis dalam kehidupan Kristen. Fokusnya selalu pada Yesus Kristus, satu-satunya Penebus dan Tuhan kita. Dia harus menjadi yang terutama bagi setiap orang percaya!”
Rev. Prof. Timothy George, Th.D.
Dekan dan Professor of Divinity di Beeson Divinity School of Samford University, editor eksekutif Christianity Today, dan Dewan Direktur Lifeway Christian Resources of the Southern Baptist Convention yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts (A.B.) di University of Tennessee at Chattanooga; Master of Divinity (M.Div.) di Harvard Divinity School; dan Doctor of Theology (Th.D.) di Harvard University, U.S.A.
“Dengan bahasa yang jelas dan ringkas, buku ini menguraikan keseluruhan Injil dengan cara yang bukan hanya memberikan informasi kepada pikiran, melainkan juga menguatkan jiwa untuk memuji Allah. Tubuh Kristus patut berterima kasih kepada Jerry Bridges atas pemaparan rencana keselamatan yang sangat penting ini.”
Rev. Robert M. Norris, Ph.D.
Pendeta senior di Fourth Presbyterian Church, Bethesda, Maryland yang menyelesaikan studi B.A. di Kings College, London dan Master of Theology (M.Th.) dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di University of St. Andrews, Skotlandia.
“Jerry Bridges mempunyai kemampuan luar biasa untuk memasukkan Injil ke pikiran kita – dengan cara yang tak mudah kita lupakan. Seperti John Bunyan, pendahulunya, ia melihat kita bergelimang lumpur padahal ada mahkota emas di kepala kita. Masalah kita sebagai orang Kristen sederhana saja: kita tidak percaya dan tidak mengerti Injil dengan baik. Hanya itu. Dibutuhkan tindakan yang radikal. Bacalah buku ini baik-baik. Anda akan melihat hasilnya!”
Rev. Prof. Sinclair B. Ferguson, Ph.D., D.D.
Pendeta di St. George’s-Tron Church, Glasgow, Skotlandia, anggota dewan dari Alliance of Confessing Evangelicals, dan Distinguished Visiting Professor of Systematic Theology di Westminster Theological Seminary, Dallas, Texas, U.S.A. yang menyelesaikan studi Ph.D. di University of Aberdeen dan dianugerahi gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari Erskine University.
“Gereja Kristen mendapat manfaat setiap kali Jerry Bridges mengambil bolpennya dan menulis buku, The Gospel for Real Life tidak terkecuali karena ia menguraikan dengan jelas apa yang dilakukan Kristus untuk kita. Ia membuat pembaca bersyukur dan rindu melayani lebih lagi di Kerajaan-Nya.”
Rev. R. C. Sproul, Ph.D.
Direktur dan Kepala Ligonier Ministries yang menyelesaikan studi B.A. di Westminster College, Pennsylvania; M.Div. di Pittsburgh-Xenia Theological Seminary; Doktorandus (Drs.) dari the Free University of Amsterdam; dan Ph.D. di Whitefield Theological Seminary.
Profil Dr. Jerry Bridges:
Jerry Bridges, D.D. (HC) adalah anggota staf dari The Navigators. Beliau adalah penulis banyak buku laris, di antaranya: the Pursuit of Holiness (sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia juga oleh Penerbit Pionir Jaya), the Gospel for Real Life, Trusting God, Transforming Grace, The Joy of Fearing God, dan the Discipline of Grace (sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia juga oleh Penerbit Pionir Jaya). Pada tahun 2005, beliau menerima gelar kehormatan Doctor of Divinity (D.D.) dari Westminster Theological Seminary, U.S.A. Beliau dan istrinya, Jane tinggal di Colorado Springs, Colorado, U.S.A. dan mereka dikaruniai 2 orang anak yang sudah dewasa dan 5 orang cucu.
29 January 2014
Buku ke-29: "JANGAN MENGHAKIMI!" Perspektif Alkitabiah (Denny Teguh Sutandio)
Di dalam Kekristenan dewasa ini, kita sering kali
mendengar bahkan mungkin sekali mengatakan, “Jangan menghakimi!” ketika ada
orang Kristen yang menegur theologi dari orang Kristen lainnya. Mengapa mereka
berkata demikian? Benarkah konsep “Jangan menghakimi!” ini Alkitabiah? Apa yang
Alkitab ajarkan tentang konsep menghakimi yang benar?
Temukan jawabannya dalam
Buku
“JANGAN MENGHAKIMI!”:
Perspektif Alkitabiah
oleh:
Denny Teguh
Sutandio
Penerbit: Sola
Scriptura
Harga: Rp 40.000, 00/buku
+ ongkos kirim (tergantung lokasi)
Berminat?
Segera
dapatkan buku ini dengan membelinya di:
Denny Teguh Sutandio (0878-5187-3719)
NB:
Buku akan dikirimkan ke alamat pemesan setelah pemesan melakukan transfer biaya
pesanannya paling lambat satu minggu setelah pemesan mendapat SMS balasan dari
saya.
Apa kata mereka
tentang buku ini?
“Banyak orang
percaya masa kini yang belum memahami benar dengan Injil dan Sikap Menghakimi.
Buku Denny Teguh Sutandio menjelaskan dengan gamblang dan Alkitabiah serta
memberikan saran praktis untuk melaksanakannya. Saya sarankan agar setiap orang
percaya membaca buku ini.”
Pdt. Lo Djin Tih, M.Th.
Gembala Sidang
Gereja Kristus Tuhan (GKT) Anugerah, Surabaya
“Menyampaikan
kebenaran dengan standar Firman Tuhan adalah wajib, namun bukan dengan
kesombongan atau menganggap diri yang lebih baik. Denny Teguh Sutandio
menulis buku ini sangat baik, lugas, dan Alkitabiah dan wajib dibaca oleh semua
orang yang mengakui dirinya Kristen, agar tidak tersesat dalam pemakaian
istilah “Jangan Menghakimi!””
Pdt. Sucianto Nugroho, S.Th.
Pendeta di Gereja Kebangunan
Kalam Allah Indonesia (GKKAI) Tenggilis Mejoyo, Surabaya
“Buku yang sangat aplikatif dan
kontekstual berkaitan dengan kebiasaan lokal di Indonesia. Sebuah tinjauan
theologis yang kritis, sekaligus logis serta obyektif. Sangat penting untuk
menambah wawasan pemikiran Kristen.”
Ev. David Koesbianto, S.Th.
Spiritual Growth Manager di Universitas Pelita Harapan, Surabaya
Subscribe to:
Posts (Atom)


