25 July 2014

Jadwal Kuliah SEKOLAH THEOLOGI AWAM REFORMED Agustus s/d Desember 2014

(untuk orang Kristen awam yang berhasrat ingin mendalami kebenaran firman Tuhan yang bertanggung jawab)

Pendiri:
Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.

Alamat:
Jln. Nginden Intan Timur II/5, Surabaya
Telp.: (031) 5998458

Informasi dan Pendaftaran:
Ibu Lusiana Budihardja: (031) 70633966; 08983901113
Ibu Christy Yulia Salim: 081319700813; 08175150817

Biaya kuliah bersifat sukarela sesuai kemampuan finansial dan komitmen masing-masing mahasiswa.
Pembayaran dapat dilakukan setiap bulan atau sekali dalam satu semester, bisa tunai maupun melalui bank (BCA Cab. Veteran No. 0101827827 a/n Irwan Lesmana)



Jadwal Kuliah Agustus-Desember 2014

Pembukaan Semester
(Untuk Umum):
APOLOGETIKA:
MEMBEDAKAN MITOS DAN FAKTA

Membedakan mitos dan fakta menjadi pekerjaan yang sulit. Di mata kita, antara mitos dan fakta seolah-olah serupa tetapi tak sama. Nampak asli tetapi palsu atau sebaliknya. Di sisi lain, iman harus berisi dan berdiri di atas kebenaran. Orang Kristen hari ini harus mampu mengidentifikasi dan memilah mitos di antara kebenaran. Selanjutnya jika kebenaran telah ditemukan, maka bagaimana kebenaran itu dipertahankan dari berbagai tantangan dan serangan baik dari dalam maupun dari luar Kekristenan. Menjawab pertanyaan itu, kali ini STAR menghadirkan sebuah seminar yang mengupas tentang bagaimana memisahkan mitos dari fakta dalam sudut pandang apologetika Kristen.

oleh: Ev. Bedjo Lie, Th.M.

Kamis, 14 Agustus 2014; Pkl. 18.30-21.00 WIB

Ev. Bedjo Lie, S.E., M.Div., Th.M. adalah Kepala Pusat Kerohanian dan dosen Christian Worldview dan Filsafat Agama di Universitas Kristen Petra, Surabaya. Beliau menyelesaikan studi Sarjana Ekonomi (S.E.) di UK Petra; Master of Divinity (M.Div.) di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang; dan Master of Theology (Th.M.) bidang Theologi Sistematika di Talbot School of Theology, Biola University, U.S.A. Beliau juga mendapat sertifikat dalam apologetika Kristen di Ravi Zacharias International Academy of Apologetics, India.




Kuliah Reguler:
EKSPOSISI KITAB ROMA
Dosen: Ev. Yohanes Dodik Iswanto, M.A.
Setiap Selasa, Pkl. 18.30-21.30 WIB
26 Agustus, 9 September, 23 September, 7 Oktober, 21 Oktober, 4 November, 18 November, dan 2 Desember 2014

Luther pernah mengatakan: “Saya merasakan seolah-olah lahir kembali dan masuk ke surga melalui pintu yang terbuka lebar. Tiba-tiba seluruh ayat nampak berbeda bagiku. Dulu aku begitu benci dengan ungkapan “kebenaran Allah”, tetapi sekarang aku menyukainya dan memujinya sebagai sebuah konsep yang sangat indah.” Dia adalah salah satu orang yang telah diubahkan melalui tulisan kitab Roma.
Kitab Roma dinilai sebagai karya tulis terbesar dalam duni Kekristenan yang memberikan penjelasan sangat luas dan mendalam tentang doktrin dasar Kekristenan khusunya konsep keselamatan adalah anugerah melalui iman. Meskipun demikian, kitab yang diyakini ditulis oleh Rasul Paulus ini masih menyimpan keagungan nilai doktrinal dan penerapan hidup Kekristenan di mana sekian banyak roagn Kristen kurang menggali lebih dalam.
Mata kuliah eksposisi kitab Roma akan mencoba menggali secara eksposisional ayat ayat demi ayat sehingga orang Kristen hari ini mengerti maksud penulis sesungguhnya dan mampu melaksanakan kehidupan beriman sesuai maksud Ilahi yang diinspirasikan melalui kitab ini.

Ev. Yohanes Dodik Iswanto, S.Th., M.A. yang lahir di Malang, 22 Juli 1978 adalah hamba Tuhan di Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI) Exodus, Surabaya. Beliau menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.) di Sekolah Tinggi Theologi Providensia, Malang dan Master of Arts (M.A.) di Sekolah Tinggi Theologi Aletheia, Lawang.



“PENGANTAR PERJANJIAN LAMA”
Dosen: Ev. Yohanes Dodik Iswanto, M.A.
Setiap Selasa, Pkl. 18.30-21.30 WIB
19 Agustus, 2 September, 16 September, 30 September, 14 Oktober, 28 Oktober, 11 November, dan 25 November 2014

Tidak semua orang percaya menyadari dan meyakini bahwa sejarah keselamatan manusia telah dirancang oleh Allah sedemikian rupa untuk kemuliaan-Nya sejak sebelum segala sesuatu dicipta. Dalam kerelaan-Nya, Allah telah menyatakannya melalui setiap karya maupun pemilihan orang aupun bangsa untuk menjadi kepunyaan-Nya. Gambaran kemuliaan Allah dalam rancangan keselamatan tersebut telah dinyatakan melalui kitab-kitab suci yang menceritakan penciptaan, pemilihan sekaligus pemeliharaan Allah atas umat pilihan-Nya sepanjang zaman dalam kitab suci.
Salah satu kesulitan orang percaya saat ini untuk mengerti dengan baik kitab-kitab Perjanjian Lama adalah kurangnya dukungan pengertian tentang latar belakang kepenulisan setiap kitab dan rentang waktu cakupan peristiwa yang sangat berbeda dengan zaman ini.
Oleh karena itu, mata kuliah Pengantar Perjanjian Lama akan menyajikan penggalian informasi yang dibutuhkan untuk menjadi dasar pengenalan kita tentang kitab-kitab Perjanjian Lama sehingga mampu menggali dan mengenali pernyataan Alkitab dengan benar.




20 July 2014

Resensi Buku-277: YESUS: BIOGRAFI LENGKAP TENTANG PRIBADI-NYA, NEGARA-NYA, DAN BANGSA-NYA (Rev. Leith Anderson, D.Min.)

Semua orang baik Kristen maupun non-Kristen pasti mengenal sosok Yesus Kristus, namun sayangnya banyak pengenalan tersebut didasarkan bukan pada fakta historis yang tepat, tetapi pada karikatur sejarah atau “wahyu” yang tak jelas sumber historisnya. Bagaimana kita dapat mengenal Pribadi Yesus Kristus lengkap dengan latar belakang budaya setempat di mana Ia hidup pada waktu itu?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
YESUS:
BIOGRAFI LENGKAP TENTANG PRIBADI-NYA, NEGARA-NYA, DAN BANGSA-NYA

oleh: Rev. Leith Anderson, D.Min.

Editor Ahli:
Prof. William W. Klein, Ph.D. (Profesor di Denver Seminary, Denver, Colorado yang menyelesaikan studi Doctor of Philosophy—Ph.D. bidang Eksegesis Perjanjian Baru di University of Aberdeen, Skotlandia)
Prof. Jeannine Brown, Ph.D. (Profesor di Bethel Seminary, St. Paul, Minnesota yang menyelesaikan studi Ph.D. Perjanjian Baru di Luther Seminary, St. Paul, Minnesota)
Prof. Scot McKnight, Ph.D. (Profesor di North Park University, Chicago, Illinois yang menyelesaikan studi Ph.D. Theologi di Notthingham University, Nottingham, Inggris)
Prof. Gary T. Meadors, Th.D. (Profesor di Grand Rapids Theological Seminary, Grand Rapids, Michigan yang menyelesaikan studi Doctor of Theology—Th.D. Perjanjian Baru di Grace Theological Seminary, Winona Lake, Indiana)

Penerbit: Gloria Graffa, Yogyakarta, 2009

Penerjemah: Ida Budipranoto dan Ony Suryaman



Di awal buku ini, Rev. Dr. Leith Anderson menjelaskan kepada kita tentang pribadi Yesus Kristus lengkap dengan negara dan bangsa beserta latar belakang budaya pada waktu itu. Di dalam 20 bab di buku ini, Dr. Anderson memaparkan biografi lengkap Yesus mulai dari kelahiran-Nya di Betlehem hingga kebangkitan-Nya. Semua bahan biografi ini diambil dari keempat Injil (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes). Keunikan buku ini adalah penjelasan biografi secara kronologis perjalanan Yesus selama Ia hidup hingga mati disalib dan bangkit. Di samping itu, Dr. Anderson memandu kita untuk mengenal latar belakang budaya, politik, ekonomi, dan agama di Palestina waktu Ia hidup sebagai pendahuluan kita dapat mengerti perumpamaan Yesus, dll. Beberapa perkataan-perkataan Yesus diparafrasekan supaya lebih jelas dan mudah dimengerti. Banyak perumpamaan Yesus dijelaskan artinya secara singkat dengan mengaitkannya dengan latar belakang waktu itu. Akhir kata, saya menyarankan setiap orang baik Kristen maupun non-Kristen dapat membaca buku yang menarik ini untuk memperkaya wawasan kita tentang Pribadi Yesus Kristus yang historis.



Profil Rev. Dr. Leith Anderson:
Rev. Leith Anderson, B.A., M.Div., D.Min. adalah Pendeta Senior di Wooddale Chuch, Minnesota, U.S.A. Beliau sering menjadi pembicara di banyak seminar, konferensi, dan menjadi pemimpin banyak organisasi Kristiani. Beliau juga pernah menjadi pemimpin National Association of Evangelicals. Beliau studi di Moody Bible Institute, Chicago, Illinois; menyelesaikan studi: Bachelor of Arts (B.A.) dalam bidang Sosiologi di Bradley University, Peoria, Illinois; Master of Divinity (M.Div.) di Denver Seminary, Denver, Colorado; dan Doctor of Ministry (D.Min.) di Fuller Theological Seminary, Pasadena, California.

13 July 2014

Resensi Buku-276: MELIHAT DAN MENIKMATI YESUS KRISTUS (Rev. John S. Piper, D.Theol.)

Yesus Kristus adalah satu-satunya sumber dan dasar iman Kristen, namun banyak orang Kristen tidak sepenuhnya mengenal Kristus. Hal ini disebabkan karena mereka tidak melihat Kristus secara iman dan menikmati-Nya. Lalu, bagaimana kita dapat melihat dan menikmati Kristus?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
MELIHAT DAN MENIKMATI YESUS KRISTUS

oleh: Rev. John S. Piper, D.Theol.

Penerbit: Pionir Jaya, Bandung, 2007

Penerjemah: Grace P. Christian



Di awal buku ini, Rev. Dr. John S. Piper menguraikan pentingnya melihat Kristus bukan dengan mata jasmani, tetapi dengan mata rohani yaitu iman, kemudian kita menikmati-Nya dengan menjadikan-Nya harta yang tak ternilai harganya. Konsep ini mengarahkan kita untuk mengerti tujuan ultimat Yesus adalah menggiring kita untuk melihat dan menikmati kemuliaan Allah. Kemudian, Dr. Piper mengajak para pembaca untuk melihat aspek keilahian Kristus, keunggulan-Nya, sukacita-Nya, kuasa-Nya, hikmat-Nya, penistaan terhadap-Nya (kemiskinan-Nya), penderitaan-Nya, pengorbanan-Nya yang menyelamatkan, kemurahan-Nya sekaligus keras-Nya, kebangkitan-Nya, dan terakhir kedatangan-Nya kedua kali. Semua hal ini dijelaskan Dr. Piper dengan berbagai kutipan ayat Alkitab untuk mengarahkan kita melihat dan menikmati Kristus dengan tepat. Lalu, setelah kita melihat dan menikmati-Nya, bagaimana kita yakin tentang Dia dan keberadaan-Nya? Meskipun tidak menolak bukti historis tentang keberadaan Kristus, Dr. Piper mengarahkan kita untuk membuktikan keberadaan Kristus dengan Alkitab melalui pencerahan dari Roh Kudus. Biarlah buku sederhana ini dapat mengarahkan kita untuk melihat dan menikmati Kristus dengan bersuka di dalam-Nya.



Profil Rev. Dr. John Piper:
Rev. John Stephen Piper, B.A., B.D., D.Theol. adalah Pendeta Pengkhotbah dan Visi di Betlehem Baptist Church, Minneapolis, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) dari Wheaton College, U.S.A.; Bachelor of Divinity (B.D.) dari Fuller Theological Seminary, U.S.A.; dan Doctor of Theologie (D.Theol.) dari University of Munich, Munich, Jerman Barat. Disertasinya, Love Your Enemies, diterbitkan oleh Cambridge University Press dan Baker Book House.

06 July 2014

Book Description-275: PALESTINE IN THE TIME OF JESUS (Prof. K. C. Hanson, Ph.D. and Prof. Douglas E. Oakman, Ph.D.)


When we read the Gospel, we often find some context that we don’t understand well. Why? Because we don’t understand the real context of Jesus’s life in Palestine. What is the situation of Palestine in the time of Jesus?

Get the answer in this  book:
PALESTINE IN THE TIME OF JESUS
Social Structures and Social Conflicts

by: 
Prof. K. C. Hanson, Ph.D.
and
Prof. Douglas E. Oakman, Ph.D.

Publisher: Fortress Press, Minneapolis

In this first chapter in this book, Dr. K. C. Hanson and Dr. Douglas E. Oakman explain the new method in interpreting the Bible, especially the Gospel, that is social-sciences method. This method emphasizes the research of the social structures and social conflicts in the Bible. By applying this methodology, these authors lead us to understand all situations in Palestine when Jesus lived: all about family (kinship), politics, political economy, and political religion. Those situations are explained well and clearly by using diagrams, tabels, pictures, etc. These explanations enrich and lead us to understand the background of Palestine when we read the Gospel, so that we can understand the real context of the live of Jesus in Palestine and apply it into our context in daily life.



Biography of the authors:
Prof. K. C. Hanson, Ph.D. is an Editor-in-Chief in Wipf and Stock Publishers
Eugene, Oregon (since 2005). He earned Bachelor of Arts (B.A.) in Religious Studies from Pacific Christian College, Fullerton, California; Master of Arts (M.A.) and Doctor of Philosophy (Ph.D.) in Religion: Old Testament and Ancient Near Eastern Studies from The Claremont Graduate School, Claremont, California, U.S.A. He has taught biblical studies at Episcopal Theological School and the School of Theology at Claremont, Creighton University, and St. Olaf College. He is members of:
* The Society of Biblical Literature
* The Catholic Biblical Association
* The Context Group: Project on the Bible in Its Cultural Environment
* The American Academy of Religion
Other books written by Dr. Hanson:
* Lent in New Proclamation Series B, 1999—2000: Advent to Holy Week. Minneapolis: Fortress Press, 1999.
* Proclamation 6: Pentecost 1. Aids for Interpreting the Lessons of the Church Year. Minneapolis: Fortress Press, 1996.
* Proclamation 4: Pentecost 3. Aids for Interpreting the Lessons of the Church  Year. Philadelphia: Fortress Press, 1991.

Prof. Douglas E. Oakman, Ph.D. is professor of New Testament at Pacific Lutheran University. He earned B.A. from University of Iowa; Master of Divinity (M.Div.) from Chist Seminary-Seminex; and Ph.D. from Graduate Theological Union, Berkeley. Oakman has published numerous articles applying the social sciences to biblical studies, is the author of Jesus and the Economic Questions of His Day (Edwin Mellen, 1986), with K. C. Hanson the award-winning Palestine in the Time of Jesus (Fortress Press, second edition 2008), Jesus and the Peasants (Cascade Books, 2008), and The Political Aims of Jesus (Fortress Press, 2012). During the 1990s, he participated in archaeological excavations at Jotapata and Cana in Galilee.

29 June 2014

Resensi Buku-274: MURID RADIKAL YANG MENGUBAH DUNIA (Rev. DR. JOHN R. W. STOTT, C.B.E.)


“Misi” adalah salah satu kata yang sering diperdebatkan dalam Kekristenan. Ada yang menafsirkannya sebagai misi penginjilan, sedangkan yang lain menafsirkannya sebagai misi sosial. Apa kata Alkitab berkaitan dengan misi?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
CHRISTIAN MISSION IN THE MODERN WORLD
(MURID RADIKAL YANG MENGUBAH DUNIA)

oleh: Rev. DR. JOHN R. W. STOTT, C.B.E.

Prakata: Ajith Fernando, D.D.

Penerbit: Literatur Perkantas Jatim, Surabaya, 2013

Penerjemah: Tim Literatur Perkantas Jatim



Di dalam buku ini, Rev. Dr. John Stott mengajar kita tentang prinsip-prinsip misi yang Alkitabiah di zaman modern ini. Prinsip-prinsip tersebut terbagi menjadi 5 poin utama yang akan beliau jelaskan, yaitu: misi, penginjilan, dialog, keselamatan, dan konversi. Di poin 1, Dr. Stott menjelaskan bahwa misi Alkitabiah mencakup misi penginjilan dan misi sosial. Tidak ada dikotomi di antara keduanya. Meskipun tidak ada dikotomi antara misi penginjilan dan misi sosial, Dr. Stott tetap mengingatkan kita bahwa panggilan Kekristenan yang terpenting tetap adalah memberitakan Injil, maka di bab 2, Dr. Stott menjelaskan pentingnya penginjilan di dalam Kekristenan yang meliputi 5 unsur: peristiwa-peristiwa Injil (peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus yang historis sekaligus menentukan dan mendatangkan keselamatan), saksi-saksi Injil (pembuktian keaslian para pemberita Injil mula-mula yaitu para rasul), penegasan-penegasan dari Injil (otoritas Injil), janji-janji Injil (apa yang Kristus tawarkan sekarang dan yang memang Ia janjikan kelak bagi mereka yang percaya kepada-Nya), dan tuntutan-tuntutan Injil (yaitu bertobat). Kemudian, Dr. Stott menjelaskan bahwa penginjilan adalah pemberitaan Injil yang membawa orang kembali kepada Kristus dan men-Tuhan-kan-Nya. Penginjilan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, termasuk salah satunya melalui dialog. Oleh karena itu, di bab 3, Dr. Stott menjelaskan natur dialog yang benar sesuai dengan Alkitab. Beliau mengajak kita kembali kepada pengajaran Alkitab tentang makna dialog yang sesungguhnya yaitu dialog yang menekankan berita Injil tanpa kompromi dan menolak metode dialog yang terlalu ekstrem yang mengompromikan Injil. Di bagian akhir bab ini, beliau memberi contoh dari beberapa misionaris tentang dialog dengan orang-orang non-Kristen: Hindu, Islam, dan sekuler. 
Di dalam dialog, kita mengajak orang-orang non-Kristen kembali kepada Kristus dan tunduk kepada-Nya. Itulah jalan keselamatan yang akan diuraikan oleh Dr. Stott di Bab 4. Keselamatan bukan hanya sekadar kesembuhan fisik atau pembebasan politik, tetapi yang terpenting adalah pembebasan manusia dari dosa. Itulah yang Alkitab ajarkan. Kemudian, Dr. Stott menjelaskan natur keselamatan yang merupakan proses yang terus berlanjut hingga kekekalan nantinya. Sebagaimana telah dibahas di bab 2, penginjilan bertujuan membawa sebanyak mungkin orang kembali kepada Kristus melalui konversi. Tema konversi ini dibahas Dr. Stott di bab 5. Meskipun banyak orang Kristen dan pemimpin gereja yang menolak konversi (yang diidentikkan dengan proselitisme—menarik masuk seorang yang telah beragama ke dalam agama lain), konversi tetap merupakan istilah yang penting di mana konversi dikaitkan dengan kelahiran baru. Ada 3 kaitan konversi dan kelahiran baru: regenerasi adalah tindakan Allah, sedangkan konversi adalah bagian manusia (kita bisa bertobat karena anugerah Allah); regenerasi adalah sesuatu yang terjadi tanpa kita sadari, sedangkan konversi umumnya disadari; dan regenerasi adalah karya Allah yang langsung jadi, sedangkan konversi adalah sebuah proses. Selain itu, inti dari konversi adalah mengajak orang-orang yang diinjili untuk menTuhankan Kristus dan bertobat, kemudian berpartisipasi di dalam keanggotaan gereja untuk bertumbuh, lalu bertanggung jawab di dalam hal-hal sosial dan budaya manusia, serta melihat karya Roh Kudus di dalam proses konversi. Biarlah buku ini dapat menjadi pedoman bagi kita untuk mengerti misi yang Alkitabiah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan Kristen kita sehari-hari.



Endorsement:
“Tidak ada penulis Injili yang dapat membuat upaya lebih cermat dengan jelas dan berimbang dibandingkan John Stott. Yang disampaikannya secara segar dan mencerahkan.”
World Vision



Profil Rev. DR. JOHN R. W. STOTT:
(alm.) Rev. DR. JOHN ROBERT WALMSLEY STOTT, CBE adalah seorang pemimpin Kristen dari Inggris dan pendeta gereja Anglikan yang tercatat sebagai seorang pemimpin dari gerakan Injili di seluruh dunia. Beliau terkenal sebagai salah seorang penulis terpenting dari the Lausanne Covenant pada tahun 1974. Beliau lahir di London pada tahun 1921 dari Sir Arnold dan Lady Stott. Stott belajar modern languages di Trinity College, Cambridge di mana beliau lulus dengan dua gelar dalam bidang bahasa Prancis dan Theologi. Di universitas, beliau aktif di the Cambridge inter-collegiate Christian Union (CICCU).
Setelah ini, beliau berpindah ke Ridley Hall Theological College (juga the University of Cambridge) sehingga beliau dapat ditahbiskan menjadi pendeta Anglikan pada tahun 1945 dan menjadi pembantu pendeta di the Church of All Souls, Langham Place (1945-1950) (website: www.allsouls.org) kemudian Pendeta (1950-1975). Beliau dipilih menjadi Pendeta bagi Ratu Inggris Elizabeth II (1959-1991) dan Pendeta luar biasa pada tahun 1991. Beliau menerima CBE pada tahun 2006 dan menerima sejumlah gelar doktor kehormatan dari sekolah-sekolah di Amerika, Inggris dan Kanada. Salah satunya adalah Lambeth Doctorate of Divinity pada tahun 1983.

22 June 2014

Resensi Buku-273: PELITA PERJANJIAN YANG TAK TERPADAMKAN (Pdt. Abraham Park, D.Min., D.D.)


Alkitab sebagai firman Allah merupakan satu-satunya kitab suci yang memiliki benang merah historis yang saling terkait. Perjanjian Lama menubuatkan Kristus dan karya keselamatan-Nya yang akan digenapi dalam Perjanjian Baru. Bagaimana kita mengerti benang merah tersebut?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
PELITA PERJANJIAN YANG TAK TERPADAMKAN:
Silsilah Yesus Kristus (I), Abraham-Daud

oleh: Pdt. Abraham Park, D.Min., D.D.

Penerbit:
Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo), Jakarta bekerja sama dengan
Yayasan Damai Sejahtera Utama, Jakarta, 2012

Penerjemah: Pdt. Youn Doo Hee



Dr. Abraham Park membagi buku yang ditulisnya menjadi 5 bagian. Di bagian 1, Dr. Park menjelaskan pentingnya kita mengenal Allah yang Mahakuasa dan Mahabesar itu mengikatkan kovenan dengan umat-Nya mulai dari Nuh hingga kovenan baru dengan Yeremia dan diakhiri dengan datangnya Yesus Kristus yang menggenapi kovenan kekal itu. Kemudian, di bagian 2, beliau menjelaskan tentang silsilah Yesus Kristus yang terdapat dalam Injil Matius dan Lukas yang merupakan rangkuman khusus silsilah dari Adam hingga lahirnya Kristus dalam 3 fase di mana masing-masing fase terdiri dari 14 generasi. Fase pertama dari 3 fase ini dijelaskan mulai dari bagian 3 s/d 5, di mana di bagian 3, Dr. Park menjelaskan garis besar tokoh-tokoh PL dari Abraham hingga Daud. Di bagian 4, Dr. Park menjelaskan tentang sejarah zaman hakim-hakim dengan menjelaskan latar belakang dan ciri-ciri khusus hakim-hakim yang muncul di Israel, kemudian sejarah para hakim, mulai dari Otniel hingga Simson. Setelah zaman hakim-hakim berakhir yaitu ketika nabi Samuel menjadi nabi, Israel beralih ke sistem pemerintahan kerajaan. Nah, di bagian 5, Dr. Park menjelaskan tentang silsilah 2 raja Israel yang paling berpengaruh yaitu Saul dan Daud. Khusus mulai bagian 3 s/d 5, Dr. Park mengaitkan seluruh sejarah PL kepada penggenapan penebusan dalam Tuhan Yesus Kristus. Fase 2 dan 3 silsilah Yesus Kristus akan dibahas Dr. Park di buku beliau edisi lain. Di bagian kesimpulan, dari seluruh penjelasannya di bagian 1 s/d 5, Dr. Park menyimpulkan bahwa Allah adalah Allah yang berdaulat yang mengikat kovenan dengan umat-Nya. Kovenan itu pasti digenapi dan tidak akan mungkin bisa diputuskan oleh siapa pun. Setelah melihat kaitan PL dan PB, kita melihat betapa dahsyatnya Allah kita yang merencanakan keselamatan dan menggenapinya di dalam Kristus. Tidak ada cacat cela di dalam kovenan-Nya. Biarlah buku best-seller ini dapat menginspirasi kita di dalam memahami karya penebusan Allah di dalam Kristus di dalam PL dan PB dan mendorong kita untuk makin bersyukur atas betapa agung dan dahsyat anugerah, kasih, dan kedaulatan-Nya bagi umat-Nya.



Rekomendasi:
“Buku “Pelita Perjanjian yang Tak Terpadamkan” menjelaskan bahwa penyelamatan umat manusia yang telah direncanakan oleh Allah yang Mahabesar sejak pada mulanya telah tampak di dalam silsilah Yesus Kristus. “Pelita Perjanjian yang Tak Terpadamkan” merupakan penelitian yang berharga yang menerangkan bahwa rencana penyelamatan dari Allah sekarang pun sedang digenapi tanpa berubah.”
Ki-Ho Sung
Mantan Presiden Sungkyul University

“Theologi Pendeta Abraham Park, dalam istilah sederhana, adalah perjanjian dan penebusan. Alkitab adalah sebuah buku perjanjian, dimulai dengan janji mengenai Benih perempuan setelah kejatuhan Adam dan Hawa dalam Kejadian 3:15 sampai pada pemenuhan perjanjian baru dalam Yesus Kristus. Penulis menjelaskan ini secara jelas dalam sejarah kehidupan (melalui silsilah) Yesus Kristus.”
Uskup Kwang-Young Jang
First President of the Bishops Association of the Methodist Church

“Sampai sekarang, tidak seorang ahli theologi maupun gembala-gembala yang pernah mencoba menelusuri ke belakang sejarah Perjanjian Lama melalui penyelenggaraan sejarah penebusan yang terkandung di dalam silsilah Yesus Kristus.”
Dr. Yeong-Su Ye
President of the International Council of Churches and Ministries



Profil Dr. Abraham Park:
Pdt. Abraham Park, D.Min., D.D. yang lahir tanggal 17 Mei 1928 di Sariwon, propinsi Hwang-he, Korea adalah mantan Ketua The General Assembly of the Presbyterian Church of Korea, Hap-dong  Conservative. Beliau menamatkan studi Bachelor of Arts (B.A.) in Biblical Studies di The Presbyterian Generasl Assembly Theological University; B.A. dalam bidang Bisnis dan Ekonomi di Kookmin University; Master of Divinity (M.Div.) di The Presbyterian General Assembly Theological Seminary; dan dianugerahi dua gelar: Doctor of Divinity (D.D.) dari Faith Theological Seminary dan Doctor of Ministry (D.Min.) dari Lael College and Graduate School.

15 June 2014

Resensi Buku-272: THE LIVING CHURCH (Rev. DR. JOHN R. W. STOTT)


Setiap orang Kristen pasti beribadah di gereja setiap hari Minggu. Pertanyaan selanjutnya, apa itu gereja? Bagaimana ciri gereja yang disebut gereja yang hidup?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
THE LIVING CHURCH:
Menanggapi Pesan Kitab Suci yang Bersifat Tetap dalam Budaya yang Berubah

oleh: Rev. DR. JOHN R. W. STOTT, C.B.E.

Penerbit: BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2010 (cetakan ke-3)

Penerjemah: Satriyo Widiatmoko



Di dalam buku ini, Rev. Dr. John Stott mengajar kita tentang ciri-ciri gereja yang hidup yang berdasarkan Alkitab. Hal ini dimulai dari visi Allah untuk gereja-Nya yang diambil dari ciri-ciri gereja mula-mula di Kisah Para Rasul 2:42-47, yaitu: gereja yang belajar, mengasihi, beribadah, dan mengabarkan Injil. Kemudian, Dr. Stott menjelaskan 7 poin utama yang seharusnya dimiliki oleh gereja yang hidup, yaitu: memuliakan Allah yang Kudus melalui ibadah (yang bersifat: Alkitabiah, jemaat—bersama-sama, spiritual, dan moral), misi melalui pemberitaan Injil maupun aksi sosial, pelayanan yang dikhususkan pastoral, persekutuan yang menjadi: warisan kita bersama, pelayanan kita bersama, dan tanggung jawab kita bersama, berkhotbah yang dicirikan 5 paradoks yang seimbang (yaitu: Alkitabiah sekaligus kontemporer, otoritatif sekaligus tentatif, profetis sekaligus pastoral, karunia sekaligus dipelajari, dan pemikiran sekaligus kegairahan), persembahan yang didasarkan pada 10 prinsip yang diambil dari 2 Korintus 8 dan 9, di antaranya didasarkan pada Allah Trinitas (ungkapan rahmat Allah, karunia Roh Kudus, dan diilhami oleh salib Kristus), dan terakhir dampak (pentingnya gereja menjadi garam dan terang bagi dunia sekitarnya, perlunya “senjata” untuk perubahan tersebut, dan pentingnya mempertahankan kekhasan Kristen dalam menjalankan perubahan yaitu Kristus memanggil kita pada: kebenaran yang lebih besar, kasih yang lebih luas, dan ambisi yang lebih mulia). Buku ini ditutup dengan kesimpulan kerinduan Dr. Stott mencari figur Timotius di abad ini yang muda, pemalu, dan rentan yang diajar Paulus dengan 3 seruan di 1 Timotius 6:11-12, yaitu: seruan etis (menjauhi kejahatan), seruan doktriner (berjuang demi kebenaran), dan seruan eksperiensial (membangun relasi pribadi dengan Allah). Pada bagian apendiks, Dr. Stott menyampaikan tiga bab, yaitu: alasan beliau menjadi anggota Church of England, impian beliau tentang gereja yang hidup, dan refleksi beliau di usia yang ke-80 tahun (27 April 2001). Biarlah buku ini dapat mencerahkan hati dan pikiran kita tentang pentingnya gereja yang hidup yang bersumber pada Alkitab, beribadah, memberitakan Injil, dan menjadi garam dan terang bagi dunia sekitar demi hormat dan kemuliaan nama Allah Trinitas yang Kudus.



Endorsement:
“Inilah penyegar yang memberi hidup bagi gereja masa kini. Sejak awal sampai akhir – termasuk catatan-catatan akhirnya yang mengesankan – John Stott menyajikan emas pada setiap halamannya. Buku ini patut dibaca dan didiskusikan – bahkan dikhotbahkan kembali – oleh para pendeta dan pekerja Kristen, baik yang ditahbiskan atau tidak, di setiap tingkat dan di setiap denominasi gereja. Buku ini harus menjadi bacaan wajib, tidak hanya di sekolah theologi atau seminari Alkitab seluruh dunia, tetapi juga – karena cara penyampaiannya yang sederhana – harus menjadi bacaan di setiap rumah tangga dan persekutuan di mana umat Tuhan dapat ditemukan.”
Richard Bewes
Mantan Rektor All Souls Church, Langham Palace

“Satu buku lagi dari John Stott yang dapat dianggap sebagai telaah baku untuk topik yang dibahasnya. Kelebihan dari buku-buku Stott adalah tidak hanya menyajikan pengajaran Alkitabiah mengenai suatu topik secara komprehensif, tetapi juga mempertimbangkan situasi nyata dewasa ini. Seperti biasa, buku Stott adalah bacaan yang penuh inspirasi dan menyegarkan.
Dewasa ini, ada banyak kebingungan di antara orang Kristen tentang bagaimana seharusnya mereka “bertindak sebagai gereja” dalam masyarakat postmodern ini. Saat bergumul dengan hal ini, kita selalu harus berangkat dari dasar-dasar Alkitabiah kehidupan gereja dan kemudian menerapkannya pada suatu kebudayaan. Buku ini menyajikan aspek-aspek pokok yang seharusnya tampak dalam gereja di setiap masa, dan menyajikannya sedemikian rupa sehingga mudah diterapkan dalam kebudayaan kita dewasa ini.”
Ajith Fernando, Th.M., D.D. (HC)
Direktur Nasional Youth for Christ, Sri Lanka, dosen di Colombo Theological Seminary dan Lanka Bible College, visiting lecturer di Tyndale Seminary (Canada) dan Trinity Evangelical Divinity School (US), dan wakil ketua dari South Asia Graduate School of Theology; alumni Asbury Theological Seminary dan Fuller Seminary.

“Inilah Stott yang klasik, dengan kualitasnya yang khas: telaah Alkitabiah yang setia dan tekun; kejernihan bak kristal; penerapan masa kini yang menantang dengan banyak pukulan; kebijaksanaan yang luar biasa – termasuk memelihara keseimbangan Alkitab tanpa harus menghindari ketajamannya.”
Vaughan Roberts
Rektor St. Ebbe’s Church, Oxford



Profil Rev. DR. JOHN R. W. STOTT:
(alm.) Rev. DR. JOHN ROBERT WALMSLEY STOTT, CBE adalah seorang pemimpin Kristen dari Inggris dan pendeta gereja Anglikan yang tercatat sebagai seorang pemimpin dari gerakan Injili di seluruh dunia. Beliau terkenal sebagai salah seorang penulis terpenting dari the Lausanne Covenant pada tahun 1974. Beliau lahir di London pada tahun 1921 dari Sir Arnold dan Lady Stott. Stott belajar modern languages di Trinity College, Cambridge di mana beliau lulus dengan dua gelar dalam bidang bahasa Prancis dan Theologi. Di universitas, beliau aktif di the Cambridge inter-collegiate Christian Union (CICCU).
Setelah ini, beliau berpindah ke Ridley Hall Theological College (juga the University of Cambridge) sehingga beliau dapat ditahbiskan menjadi pendeta Anglikan pada tahun 1945 dan menjadi pembantu pendeta di the Church of All Souls, Langham Place (1945-1950) (website: www.allsouls.org) kemudian Pendeta (1950-1975). Beliau dipilih menjadi Pendeta bagi Ratu Inggris Elizabeth II (1959-1991) dan Pendeta luar biasa pada tahun 1991. Beliau menerima CBE pada tahun 2006 dan menerima sejumlah gelar doktor kehormatan dari sekolah-sekolah di Amerika, Inggris dan Kanada. Salah satunya adalah Lambeth Doctorate of Divinity pada tahun 1983.