07 April 2013
Resensi Buku-214: DISIPLIN ANUGERAH: Dari Rutinitas Rohani ke Pembaruan Rohani (Rev. T. M. Moore, M.Div., M.C.E.)
Rutinitas
menjadi sesuatu yang membosankan. Bagaimana jika sesuatu yang rohani menjadi
rutinitas? Bagaimana kita mengembalikan rutinitas rohani menjadi pembaruan
rohani?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
DISIPLIN ANUGERAH:
Dari Rutinitas Rohani ke Pembaruan Rohani
oleh: Rev. T. M. Moore, M.Div., M.C.E.
Penerbit: Literatur SAAT Malang, 2004
Penerjemah: Satya Hedipuspita
Rev.
T. M. Moore membagi bukunya menjadi 2 bagian. Bagian pertama berisi pendahuluan
terhadap disiplin rohani dan tujuannya. Apa bedanya disiplin rohani dengan
rutinitas rohani? Apa akibat rutinitas rohani? Bagaimana membedakan kedua hal
tersebut? Di bagian ini, beliau mengarahkan kita untuk melihat bahwa disiplin
rohani bertujuan selain meningkatkan hubungan kita dengan Allah sekaligus
mengubah pribadi kita agar serupa dengan Kristus. Kemudian di bagian 2, Rev. T.
M. Moore memimpin kita untuk meninggalkan rutinitas rohani menuju kepada
disiplin anugerah yang Allah inginkan. Di bagian ini, beliau mulai menjabarkan
tentang pentingnya kita menempatkan prioritas dalam menjalankan disiplin rohani
kita, kemudian mengatur waktu kita untuk membangun relasi dengan Allah baik
melalui pembacaan dan perenungan Alkitab, doa, berpuasa, mengasihi sesama, dll.
Kemudian, kita juga perlu menemukan rekan sejiwa kita di dalam pertumbuhan
rohani kita agar kita sama-sama bertumbuh. Setelah itu, disiplin rohani ini
mengarahkan kita untuk memulihkan rutinitas yang biasa kita hadapi bersama
dengan berfokus kepada Allah, misalnya bagaimana kita mengaitkan antara makan
dan Tuhan, berkendaraan dengan Tuhan, dll. Dan terakhir, beliau mengarahkan
kita untuk berlomba dalam disiplin anugerah dengan sabar dengan cara melatih
disiplin pertobatan, iman dan kepatuhan, dan mengucap syukur.
Testimoni:
“Ini adalah buku yang
mengagumkan tentang hikmat rohani. T. M. Moore menarik kita ke dalam suatu
kehidupan yang mengabdi pada Kristus dengan menggunakan sumber-sumber dari
semua tradisi Kristen, mulai dari Tertullian kepada Jonathan Edwards, dari
Kristen Celtic sampai kepada pemikir Injili terkini. Tetapi dia selalu tetap
menjaga fokus kita pada tempat yang seharusnya, pada Tuhan Yesus Kristus yang
hidup dan wahyu sempurna Allah dalam Kitab Suci.”
Rev. Prof. Timothy
George, Th.D.
(Dekan di Beeson Divinity
School, Samford University; Bachelor of
Arts—B.A./A.B. dari University
of Tennessee at Chattanooga; Master of
Divinity—M.Div. dari Harvard Divinity School; dan Doctor of Theology—Th.D. dari Harvard University)
“Di sini Anda akan
diarahkan kepada praktik-praktik disiplin yang telah mengubah para pengikut
Kristus sepanjang abad-abad yang lalu. Sebuah buku praktikal, bijaksana, dan
berguna, khususnya bagi kelompok dan kelas pemuridan.”
John H.
Armstrong, D.Min.
“Jika Anda ingin bertumbuh
secara rohani, buku ini bagaikan penuntun yang akan menolong Anda. Ikuti
petunjuk-petunjuknya dan tuailah berkatnya. Buatlah buku Disiplin Anugerah sebagai dasar dari pembaruan rohani pribadi Anda.”
Luder G.
Whitlock, Jr., Ph.D.
(Senior
Fellow dari the Trinity Forum dan Presiden Excelsis; alumni: University of Florida,
Westminster Theological Seminary, dan Vanderbilt University)
“Setiap pengikut Kristus
mengalami saat kekeringan rohani. Itulah sebabnya mengapa buku T. M. Moore
sangat menolong; dia menunjukkan pada kita bagaimana cara untuk menemukan
sukacita dalam bertemu Tuhan tiap hati. Ini adalah buku penuntun praktikal
untuk menemukan suatu angin sejuk dalam perjalanan Anda bersama Tuhan.”
Whitney T.
Kuniholm
Profil Rev. T. M. Moore:
Rev. T. M. Moore, M.Div., M.C.E. adalah
Ketua The
Fellowship of Ailbe,
persekutuan rohani di dalam tradisi Kristen Celtic dan dekan dari the Centurions Program.
Beliau juga melayani sebagai Content
Manager bagi The
Chuck Colson Center for Christian Worldview dan Editor Umum bagi The Worldview Church.
Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di the University of Missouri dan Master of Divinity (M.Div.) dan Master of Christian Education (M.C.E.) di
Reformed Theological Seminary, U.S.A. Beliau mengambil studi tambahan di the
University of Pretoria, the University of Miami, dan the University of Wales. Beliau
dan istrinya, Susie, memiliki 4 orang anak dan 11 cucu dan mereka semua tinggal
di Hamilton, Virginia.
31 March 2013
Resensi Buku-213: REINVENTING JESUS (J. Ed Komoszewski, Th.M., dkk)
Dapatkah
Perjanjian Baru dipercaya? Apa yang dikatakan Perjanjian Baru khususnya Injil
tentang Tuhan Yesus itu benar? Bagaimana dengan film dan novel laris The Da Vinci Code, dkk? Benarkah budaya
populer yang sekarang menyerang Kekristenan itu dapat dipercaya?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
REINVENTING JESUS:
Bagaimana Para Pemikir Skeptis Keliru Memahami
Yesus dan Menyesatkan Budaya Populer
oleh:
J. Ed Komoszewski, Th.M.
Prof. M. James Sawyer, Ph.D.
Prof. Daniel B. Wallace, Ph.D.
Penerbit: Literatur Perkantas, Jakarta, 2011
Penerjemah: Pdt. Anwar Tjen, Ph.D. dan Pericles G. Katoppo
Di dalam
bukunya, ketiga penulis yang mendalami studi Biblika Perjanjian Baru mengajar
kita tentang pentingnya orang Kristen mengerti sejarah dengan tepat dan
bertanggung jawab. Dengan motivasi inilah, mereka menjelaskan perihal
pentingnya kita percaya bahwa Perjanjian Baru khususnya Injil merupakan kitab
yang dapat dipercaya secara historis. Hal ini dipaparkan oleh mereka di bagian
1 yang terdiri dari 3 bab yang menjelaskan tentang dapat dipercayanya keempat
Injil yang berkaitan dengan Pribadi Tuhan Yesus. Matius, Markus, Lukas, dan
Yohanes adalah penulis kitab Injil sejati yang mencatat apa yang dikatakan dan
dilakukan Tuhan Yesus selama Ia ada di dunia. Meskipun Markus dan Lukas bukan
murid Tuhan Yesus langsung, tetapi mereka mencatat detail peristiwa Tuhan Yesus
dari sumber pertama yaitu murid Tuhan Yesus (Markus mencatat dari rasul Petrus,
sedangkan Lukas mencatat dari rasul Paulus). Mereka juga mengacu kepada tradisi
lisan yang beredar pada zaman tersebut tentang apa saja yang dikatakan dan
dilakukan oleh Tuhan Yesus. Tradisi lisan tersebut dapat dipercaya keakuratannya,
karena budaya mengingat orang Israel zaman dahulu berbeda dari kita yang hidup
di zaman sekarang. Dapat dipercayanya kitab-kitab Injil mengakibatkan kita
percaya bahwa kitab-kitab lain dalam Perjanjian Baru juga dapat dipercaya.
Mengapa? Karena bukti sejarah mengatakan bahwa terdapat ribuan bahkan puluhan
ribu manuskrip-manuskrip Yunani yang disalin dari teks asli, naskah-naskah
terjemahan, dan kutipan para bapa gereja untuk kepentingan liturgi. Dari
bukti-bukti tersebut, kita dapat merekonstruksi mana yang sesuai dengan teks
asli Yunaninya yaitu dengan menggunakan kritik teks. Hal ini dibahas di bagian
2 yang terdiri dari 5 bab. Karena Perjanjian Baru dapat dipercaya, maka
bagaimana kitab-kitab PB tersebut dapat dijadikan standar bagi orang Kristen?
Bagaimana gereja ikut berperan di dalam proses kanonisasi tersebut? Hal ini
dibahas di bagian 3 yang terdiri dari 3 bab. Jika Perjanjian Baru dapat
dipercaya dan gereja memiliki batas kanon yang tepat, pertanyaan selanjutnya,
bagaimana kita mengetahui bahwa inti Perjanjian Baru yaitu Tuhan Yesus dapat
dipercaya keakuratannya? Kalau kita hanya mengandalkan Perjanjian Baru untuk
mengetahui Tuhan Yesus itu wajar, namun apakah ada data di luar Perjanjian Baru
yang bisa dipercaya yang mengisahkan Tuhan Yesus di dunia? Kesemuanya ini
dibahas di bagian 4 yang terdiri dari 4 bab. Dan terakhir, jika isi PB dan data
di luar PB itu sudah benar mengisahkan Tuhan Yesus, bagaimana kita mengetahui
bahwa semuanya itu asli dan bukan jiplakan dari agama-agama misteri Timur seperti
yang dituduhkan oleh para pemikir skeptis di zaman ini? Hal ini dibahas tuntas
di bagian terakhir yang terdiri dari 3 bab dengan kesimpulan bahwa meskipun ada
kemiripan antara kisah Tuhan Yesus dengan agama-agama misteri Timur, fakta
mengatakan bahwa bukan agama-agama misteri yang mempengaruhi Kekristenan,
tetapi Kekristenan yang mempengaruhi agama-agama Timur dan juga Kekristenan
jauh lebih tinggi dari agama-agama misteri. Sebagai kesimpulan terakhir, ketiga
penulis buku ini menyatakan bahwa mempercayai Tuhan Yesus di dalam Alkitab
merupakan tindakan iman, namun tentu saja tindakan iman perlu disertai dengan
bukti-bukti historis yang dapat dipercaya, meskipun iman tidak didasarkan pada
bukti-bukti historis. Biarlah buku apologetika dan studi Biblika ini menguatkan
iman Kristen kita bahwa Alkitab khususnya Perjanjian Baru dapat diandalkan
keakuratan historisnya.
Testimoni:
“Dalam suatu
horizon media yang sekarang ini dipenuhi oleh karikatur-karikatur Kristus dan
gereja yang didirikan-Nya, Reinventing
Jesus bagaikan angin segar yang membawa kejujuran tentang asal-usul
Kekristenan. Orang perlu tahu bahwa Injil dan catatan-catatan awal tentang
gereja sangat bisa diandalkan, tetapi mereka telah disesatkan oleh membanjirnya
buku-buku, film-film, dan acara-acara khusus di televisi yang menawarkan
pemutarbalikan fakta ketimbang kebenaran, sensasi ketimbang akal sehat, dan
hal-hal radikal ketimbang kenyataan. Tidak seperti para penulis dan penerbit
yang telah menjual jiwa mereka demi uang, para penulis buku ini tidak
memalsukan satu suku kata pun dengan mengorbankan kebenaran, dan saya tidak
bisa memikirkan satu buku lain pun yang lebih pas “pada masa seperti ini.”
Walaupun ditujukan bagi masyarakat secara umum, para profesional juga bisa
membaca buku ini dan memperoleh manfaat yang besar. Saya mengalaminya!
Prof.
Paul L. Maier, Ph.D.
(Penulis buku In the Fullness of Time, Russell H. Seibert Professor of
Ancient History di Western Michigan University, U.S.A., dan Wakil Presiden
kedua dari Gereja Lutheran—Sinode Missouri; Master
of Arts—M.A. dari Harvard University; Master
of Divinity—M.Div. dari Concordia Seminary, St. Louis; dan Doctor of Philosophy—Ph.D. summa
cum laude dari University of Basel, Switzerland)
“Dalam budaya
kita yang postmodern dan sekuler, agama diperlakukan bagaikan iman buta yang
diprivatisasi dan direlatifkan yang nilainya hanya bermakna bagi mereka yang
sudah tercebur ke sana. Untuk menyesuaikan diri dengan keadaan ini, Yesus telah
dibentuk dan direka ulang agar cocok dengan hampir semua ideologi yang ada.
Ketika ini dilakukan oleh para ahli, orang percaya pada umumnya mungkin
memperoleh kesan bahwa sesuatu telah ditemukan oleh mereka yang lebih tahu, dan
menyebabkan pandangan yang ortodoks tentang Yesus menjadi naif dan tidak
beralasan. Reinventing Jesus
mengoreksi kesan ini dan menyajikan suatu pembelaan yang teliti dan enak dibaca
tentang pemahaman ortodoks akan Yesus. Walaupun kebanyakan buku dari jenis ini
secaera eksklusif memfokuskan diri pada historisitas umum naskah-naskah
Perjanjian Baru, Reinventing Jesus secara
unik mencakup sekaligus melampaui hal ini dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan
tentang akurasi bahan-bahan tekstual Perjanjian Baru, kredibilitas kanon PB,
dan relasi antara Yesus dan gerakan Kristologi evolusioner yang berakar dalam
mitos-mitos agama kafir. Buku ini adalah sumber bacaan yang berharga.”
Prof.
James Porter (J. P.) Moreland, Ph.D.
(Distinguished Professor of Philosophy di Talbot School of Theology, Biola University dan Direktur dari Eidos Christian Center; Bachelor of Science—B.S. dari University of Missouri; Master of Theology—Th.M. dari Dallas Theological Seminary; Master of Arts—M.A. dalam bidang Filsafat dari University of California, Riverside; dan Ph.D. dari University of Southern California)
“Melalui
pembahasan yang sehat, dokumentasi yang kuat, dan gaya yang bagus, buku ini mengungkap
kebohongan dalam banyak klaim populer tetapi menyesatkan tentang Yesus dan
Kekristenan mula-mula yang mengingkari kebenaran obyektif dan kekuatan Injil.
Ini adalah suatu obat yang menarik, tepat waktu, dan dibutuhkan bagi pembusukan
kebenaran yang menginfeksi persepsi budaya kita tentang Kekristenan.”
Prof.
Douglas Groothuis, Ph.D.
(Penulis buku On Jesus dan Profesor Filsafat di Denver
Seminary; B.S. dari University
of Oregon; M.A. dalam bidang Filsafat dari University of Wisconsin–Madison; dan
Ph.D. dari University of Oregon)
“Kita hidup
dalam suatu era yang membanjiri kita dengan buku-buku yang menyajikan berbagai
jenis klaim tentang Yesus. Mereka mencoba melemahkan pemikiran bahwa kita
memiliki suatu potret yang bisa dipercaya tentang Dia. Jadi sungguh menyegarkan
melihat suatu buku yang bisa menjernihkan apa yang tampak bagaikan kabut. Reinventing Jesus secara efektif
menyajikan sisi lain dari debat publik tentang Yesus, di mana spekulasi yang
gemerlap terlihat lebih mirip realitas yang nyata ketimbang sejarah yang sering
diklaimnya.”
Prof.
Darrell L. Bock, Ph.D.
(Penulis buku Breaking the Da Vinci Code dan The Missing Gospels dan Profesor Riset Studi Perjanjian Baru dan Profesor Spiritual Development and Culture (CCL) di Dallas Theological Seminary, U.S.A.; Bachelor of Arts—B.A. dari University of Texas; Th.M. dari Dallas Theological Seminary; Ph.D. dari University of Aberdeen; dan studi post-doktoral di Tübingen University)
“Reinventing Jesus menempatkan kajian
kelas tinggi ke tempat yang lebih populer. Komoszewski, Sawyer, dan Wallace
telah mengukir suatu buku yang dikaji secara seksama, memuat banyak sekali
dokumen-dokumen, dan ditulis dengan jelas. Buku ini akan sangat memuaskan upaya
pembaca serius mana pun yang mencari bukti-bukti nyata di balik keyakinan
historis tentang keilahian Kristus.”
Rev.
Joslin (Josh) McDowell, M.Div., LL.D. (HC)
(Penulis,
pendiri Josh McDowell Ministries, dan
pembicara internasional; B.A. dari Wheaton College, Illinois; Master of Divinity—M.Div. magna cum laude dari Talbot School of
Theology, Biola University, U.S.A.; dan dianugerahi gelar Doctor of Laws—LL.D. dari Simon Greenleaf School of Law {sekarang: Trinity Law School})
Profil
para
penulis:
J. Ed
Komoszweski, Th.M. adalah pendiri dan direktur dari Christus Nexus, sebuah organisasi non-profit yang didedikasikan
untuk menyatakan realitas, kekayaan, dan relevansi dari Inkarnasi. Beliau juga
mengajar studi Biblika dan theologi di Northwestern College sekaligus menjabat
sebagai direktur riset untuk Josh McDowell Ministry. Beliau menyelesaikan studi
Master of Theology (Th.M.) dengan
predikat summa cum laude di Dallas
Theological Seminary, U.S.A. dan sedang menyelesaikan studi Doctor of Ministry (D.Min.) di tempat
yang sama.
Prof. M. James Sawyer,
Ph.D. adalah Professor
di A.W. Tozer Seminary dan Direktur Sacred
Saga Ministries. Beliau menyelesaikan studi Master of Theology (Th.M.) dan Doctor
of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Theologi Historika di Dallas Theological
Seminary, U.S.A. Beliau menikah dengan Kay Fuqua pada Desember 1973 dan
dikaruniai 4 anak laki-laki.
Prof. Daniel Baird
Wallace, Ph.D. yang
lahir pada tanggal 5 Juni 1952 di California adalah Profesor Perjanjian Baru di
Dallas Theological Seminary, U.S.A. dan pendiri sekaligus Direktur Eksekutif the Center for the Study of New Testament Manuscripts. Beliau juga adalah anggota
dari: the Society of New Testament
Studies, the Institute for Biblical
Research, the Society of Biblical
Literature, dan the Evangelical Theological
Society. Selain itu, beliau juga menjadi editor Perjanjian Baru senior bagi
the NET Bible dan editor bersama dari
the NET-Nestle Greek-English. Beliau
menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.)
di Biola University, U.S.A.; Th.M. dan Ph.D. di Dallas Theological Seminary.
Beliau menyelesaikan studi post-doktoral dalam bidang tata bahasa Yunani di
Tyndale House di Cambridge, studi kritik teks di the Institut für
neutestamentliche Textforschung di Münster, dan di the Universität Tübingen,
Jerman. Beliau menikah dengan Pali dan dikaruniai 4 anak laki-laki, 3 menantu
perempuan, dan satu cucu perempuan.
24 March 2013
Resensi Buku-212: KESELAMATAN MILIK ALLAH KAMI (Rev. Christopher J. H. Wright, Ph.D.)
Setiap orang
Kristen yang sungguh-sungguh adalah mereka yang telah diselamatkan oleh
anugerah Allah di dalam Kristus. Pertanyaan selanjutnya, apa makna keselamatan
tersebut?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
KESELAMATAN MILIK ALLAH KAMI:
Merayakan Kisah Utama Alkitab
oleh: Rev. Christopher J. H. Wright, Ph.D.
Penerbit: Literatur Perkantas Jatim, 2011
Penerjemah: Christine Ike dan The Boen Giok
Mengawali
pembahasannya, Rev. Christopher J. H. Wright, Ph.D. mengambil nats di Wahyu
7:10, “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas
takhta dan bagi Anak Domba!” sebagai dasar untuk menjelaskan keselamatan
secara Alkitabiah. Satu ayat ini diuraikan oleh Dr. Wright ke dalam 7 bab, di
mana di bab awal, beliau menjelaskan bahwa keselamatan itu diperuntukkan bagi
manusia. Oleh karena itu, untuk memperjelaskan bab 1 ini, beliau menguraikan
makna keselamatan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kemudian, di bab
2, Dr. Wright menjelaskan bagian pertama dari Wahyu 7:10 ini yaitu “Keselamatan
bagi Allah kami” dengan menguraikan
bahwa keselamatan berkaitan erat dengan identitas unik Allah yang mengadakan
perjanjian. Prinsip perjanjian atau kovenan Allah ini dijelaskan lebih detail
baik secara berkat perjanjian maupun kisah perjanjian di bab 3 dan 4. Namun
perlu diperhatikan bahwa keselamatan bukan hanya sekumpulan doktrin yang
diimani, tetapi juga perlu dialami, oleh karena itu di bab 5, Dr. Wright
menjelaskan bagaimana orang Kristen dapat mengalami keselamatan tersebut dan
mengalami jaminan keselamatan. Keselamatan bukan hanya sekadar pengalaman,
tetapi berkaitan erat juga dengan Allah yang berdaulat yang menyelamatkan
tersebut. Dengan mengacu pada bagian kedua di Wahyu 7:10, “yang duduk di atas
takhta” dan penyelidikan PL dan PB, Dr. Wright menjelaskan prinsip keselamatan
di dalam kedaulatan Allah dan beliau juga menguraikan bagaimana dengan mereka
yang belum menerima Kristus. Dan terakhir, Dr. Wright menjelaskan bagian
terakhir dari Wahyu 7:10, “bagi Anak Domba” dengan mengaitkan keselamatan yang
berpusat pada Kristus yang memiliki signifikansi bagi penginjilan dan misi
sosial kita. Biarlah buku ini dapat mencerahkan hati dan pikiran kita tentang
betapa dahsyatnya karya keselamatan yang Allah kerjakan di dalam hidup umat-Nya
sekaligus kita bersyukur atas karya-Nya itu.
Profil Dr. Christopher J. H. Wright:
Rev. Christopher J. H. Wright, Ph.D. yang
lahir di Belfast,
Irlandia Utara pada tahun 1947 adalah Direktur
Internasional dari Langham Partnership
International, induk organisasi dari John Stott Ministries, sebuah lembaga
yang menyediakan literatur, beasiswa, dan pelatihan khotbah untuk para pendeta
dan seminari di negara berkembang. Beliau juga menjabat sebagai anggota
kehormatan di All Souls Church, Langham Place, London, Inggris dan ketua dari: Lausanne Movement’s Theology Working Group
dan the Theological Resource Panel of
TEAR Fund. Beliau menyelesaikan studi Doctor of Philosophy (Ph.D.) bidang Old Testament economic ethics di Cambridge University. Beliau ditahbiskan di Anglican
Church of England pada tahun 1977. Beliau
menikah dengan Liz dan dikaruniai: 4 orang anak dan 6 orang cucu. Beliau juga
menulis banyak buku:
·
User’s Guide to the
Bible
(Lion Manuals), Chariot Victor, 1984
·
God’s People in God’s
Land: Family, Land and Property in the Old Testament. Grand Rapids:
Eerdmans; Exeter, U.K.: Paternoster, 1990
·
Knowing Jesus through
the Old Testament,
Harpercollins, 1990
·
Walking in the Ways
of the Lord: The Ethical Authority of the Old Testament, Intervarsity Press,
1995
·
Deuteronomy (New International
Biblical Commentary), Hendrickson, 1996
·
The Uniqueness of
Jesus. Thinking Clearly Series.
Mill Hill, London and Grand Rapids: Monarch. Reprint 2001. Available in the
United States through Kregel Publications, P.O. Box 2607, Grand Rapids, MI
49501), 1997
·
The Message of
Ezekiel
(The Bible Speaks Today), Intervarsity Press, 2001
·
Old Testament Ethics
for the People of God.
Leicester, England, and Downers Grove, Ill.: Inter-Varsity Press. Revised,
updated and expanded version of Living as the People of God and An Eye for an
Eye, 2004
·
The Mission of God:
Unlocking the Bible's Grand Narrative,
IVP Academic, 2006
·
Life Through God’s
Word: Psalm 119,
Milton Keynes, Authentic and Keswick Ministries, 2006
·
Knowing the Holy
Spirit through the Old Testament,
Oxford: Monarch Press; Downers Grove: IVP, 2006
·
Knowing God the
Father Through the Old Testament,
IVP Academic, 2007
·
Salvation Belongs to
Our God: Celebrating the Bible’s Central Story, Global Christian
Library, Nottingham: IVP; Christian Doctrine in Global Perspective, Downers
Grove: IVP, 2008
·
The God I Don’t
Understand: Reflections on Tough Questions of Faith, Grand Rapids: Zondervan,
2009
Mission of God’s
People The (Biblical Theology for Life), Grand Rapids: Zondervan, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)
