18 November 2012

Resensi Buku 194: DUG DOWN DEEP (Rev. Joshua E. Harris)



Iman adalah satu-satunya aspek terpenting dalam hidup manusia. Tanpa iman, mustahil manusia bisa hidup. Pertanyaan selanjutnya, di atas dasar apakah iman itu dibangun? Bagaimana dengan iman Kristen? Dengan dasar apakah iman Kristen dibangun? Temukan jawabannya dalam:
Buku
DUG DOWN DEEP:
Menyingkap Apa yang Kupercayai dan Mengapa Semua Itu Penting

oleh: Rev. Joshua Eugene Harris

Penerjemah: James Pantou dan Denny Pranolo

Penerbit: Pionir Jaya, 2011



Di dalam bukunya, Rev. Joshua E. Harris menguraikan prinsip-prinsip iman Kristen yang bertanggung jawab dari perspektif Alkitab, mulai pentingnya doktrin Allah, mengenal Allah yang transenden sekaligus imanen, otoritas Alkitab, finalitas Kristus, doktrin keselamatan karena anugerah, doktrin penyucian terus-menerus, Roh Kudus, dan doktrin gereja. Semua prinsip tersebut dijelaskan dengan bahasa yang sederhana yang didahului dan disertai dengan ilustrasi sederhana setiap babnya. Di akhir pembahasannya, Rev. Harris menutup babnya dengan pentingnya membangun iman Kristen di atas dasar orthodoksi dengan menghidupi dan memberitakannya dengan kasih (istilahnya: humble orthodoxy atau orthodoksi yang rendah hati).



Rekomendasi:
“Lebih dari empat puluh tahun, quadriplegia yang saya derita telah membuat saya memahami nilai sebenarnya dari memahami – benar-benar memahami – doktrin iman Kristen. Dug Down Deep menyingkapkan bagaimana doktrin Alkitab memberikan jalan untuk mengerti hati dan pikiran Allah. Kalau Allah mencari ‘satu buku’ yang akan mendorong Anda berjalan dalam iman yang lebih dalam lagi, Dug Down Deep adalah jawabannya. Saya sangat merekomendasikannya!”
Joni Eareckson Tada
(Penulis dan Pendiri dan CEO International Disability Center, Augora Hills, CA)

“Dalam Dug Down Deep teman lama saya, Joshua Harris, menjelaskan dasar-dasar theologi Kristen dengan cara yang bisa dimengerti oleh kita semua. Dia adalah orang yang rendah hati yang mengajar dengan rendah hati pula. Kalau Anda lelah dengan ‘janji-janji sorga’ dan ingin kebenaran yang sejati, buku ini untuk Anda. Saat yang agamawi datang dan pergi, kebenaran dalam buku ini akan bertahan.”
Donald Miller
(Penulis Blue Like Jazz, Searching for God Knows What, dll dan the Founding Director dari The Burnside Writers Collective—sebuah grup penulis rohani yang berkontribusi pada majalah online)

“Ketika rasul Petrus berkata, ‘rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat… Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,’ yang dia maksud adalah orang yang rendah hati tidak kenal takut. Mereka punya keberanian untuk berdiri bagi kebenaran dengan rendah hati. Saya suka istilah ‘orthodoksi yang rendah hati’. Dan saya suka Josh Harris. Ketika mereka bersatu (Josh Harris dan orthodoksi yang rendah hati), seperti yang mereka lakukan di buku ini, hasilnya adalah kesaksian yang rendah hati, membantu, berani tentang kebenaran Injil. Terima kasih, Josh, karena sudah mengikuti dengan sungguh-sungguh pembicaraan di ruang belajar Al Mohler”
Rev. John S. Piper, D.Theol.
(Penulis buku Desiring God, pendeta bagian khotbah dan visi di Betlehem Baptist Chuch, Minneapolis, U.S.A., dan Pendiri sekaligus Presiden dari Desiring God Ministries {website: www.desiringgod.org}; Bachelor of Arts—B.A. dari Wheaton College, U.S.A.; Bachelor of Divinity—B.D. dari Fuller Theological Seminary, Pasadena, California, U.S.A.; dan Doctor of Theologie—D.Theol. dari University of Munich, Munich, Jerman Barat)

“Lewat autobiografi yang jelas sekali, Pastor Harris membawa pembacanya kepada perjalanan pribadi kepada theologi Alkitab yang pada akhirnya dia sadari tidak bisa lepas dari hidupnya. Buku yang rendah hati, bagus, dan memberi semangat untuk dibaca.”
Prof. J. I. Packer, D.Phil.
(Penulis Knowing God dan Emerius Professor of Theology di Regent College, Canada; B.A.; Master of Arts—M.A. dan Doctor of Philosophy—D.Phil. dari Corpus Christi College, University of Oxford, U.K.)

“Josh mengatakan kalau bukunya ini adalah ‘menyatakan theologi dengan caranya yang sederhana’. Setelah membacanya, saya berpendapat kalau buku ini adalah sebuah buku tentang pentingnya theologi dan pada saat yang sama sebuah pendahuluan kepada theologi. Saya menikmati membaca buku ini. Dan pikiran saya segera berpikir bagaimana saya bisa memanfaatkan buku ini. Josh telah memberi saya alat baru! Menarik, bagus, dan diilustrasikan dengan baik. Joshlagi-lagi telah sukses memberi kita buku yang bagus, tajam, padat, mudah dibaca, berpusat pada Allah, seimbang dan humoris – bahkan ada gambarnya!”
Rev. Mark E. Dever, Ph.D.
(Pendeta senior di Capitol Hill Baptist Church, Washington, D.C., Direktur Eksekutif dari 9Marks Ministries {dahulu dikenal sebagai the Center for Church Reform}, anggota dari Alliance of Confessing Evangelicals, dan memimpin the Alliance Forum; B.A. magna cum laude dari Duke University; M.Div. summa cum laude dari Gordon-Conwell Theological Seminary; Master of Theology—Th.M. dari The Southern Baptist Theological Seminary; dan Doctor of Philosophy—Ph.D. dalam bidang Sejarah Gereja dari Cambridge University, U.K.)

Dug Down Deep adalah buku yang luar biasa! Ini adalah inkarnasi dari theologi yang bisa disentuh. Saya ingin memberikannya pada orang Kristen yang masih baru supaya mereka mengerti iman mereka.”
Lecrae
(artis hip-hop)

“Sebagai dua orang anak muda yang diberkati dan dipengaruhi oleh buku-buku Josh dan teladan hidupnya, kami sangat gembira membaca Dug Down Deep dan bagaimana Tuhan menggunakannya untuk mengubah satu generasi. Buku ini sangat jujur dan enak dibaca. Di dalamnya kami mempelajari masa dua puluh satu tahun yang kakak kami alami, yang tidak pernah diceritakan sebelumnya! Tapi yang lebih penting lagi, kami belajar tentang Juruselamat kami yang membuat kami semakin jatuh cinta kepada-Nya dan kepada firman-Nya. Dapatkan buku ini. Bacalah. Dan bergabunglah dengan kami dalam perjalanan menemukan kembali kebenaran.”
Alex dan Brett Harris
(Penulis Do Hard Things)

“Di Boundless, kami senang melihat bagaimana orang-orang dewasa muda menjaga kerinduan mereka yang bernyala-nyala untuk ‘lebih lagi dan lagi’ menjadi pengikut Kristus. Hanya beberapa penulis yang bisa membuat keinginan itu lebih bernyala-nyala lagi. Dan salah satunya adalah Joshua Harris. Dengan kerendahan hati, humor, dan kejujuran, Dug Down Deep menunjukkan perbedaan apakah yang bisa dibuat sebagai dasar – bagaimana bahayanya Anda kalau Anda lemah dan bagaimana berubahnya Anda ketika Anda mau menggali lebih dalam.”
Ted Slater
(editor: www.Boundless.org dan staf di Focus on Family)



Profil Rev. Joshua E. Harris:
Rev. Joshua Eugene Harris lahir pada tahun 1974 di Dayton, Ohio, U.S.A. dari orangtua: Gregg dan Sono Harris. Sejak tahun 2004, beliau menjadi Senior Pastor di Covenant Life Church (www.covlife.org), Gaithersburg, Maryland, U.S.A. Beliau juga adalah anggota dari Council on Biblical Manhood and Womanhood (CBMW) bersama Rev. John S. Piper, D.Theol., dkk. Beliau juga anggota dari the council of The Gospel Coalition. Pada tahun 1998, beliau menikah dengan Shannon dan dikaruniai 3 orang anak. Untuk memperoleh informasi tentang pekerjaan pelayanan Joshua, khotbah online, dan kisah-kisah dari para pembaca, kunjungilah website: www.joshharris.com.

11 November 2012

Resensi Buku 193: NEW TESTAMENT EXEGESIS (Rev. Prof. Gordon D. Fee, Ph.D., D.D.)



Bagaimana kita mengetahui sejarah tentang Tuhan Yesus Kristus dan para rasul-Nya? Jelas, sumber yang terpenting adalah Perjanjian Baru yang kita miliki. Namun, pertanyaannya, bagaimana kita dapat memahami Perjanjian Baru secara tepat dan menerapkannya dalam aspek-aspek praktis, misalnya: berkhotbah?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
NEW TESTAMENT EXEGESIS
(Eksegesis Perjanjian Baru: Sebuah Buku Pegangan bagi Mahasiswa dan Pelayan Gerejawi)

oleh: Prof. Gordon D. Fee, Ph.D., D.D.

Penerjemah: Ev. Andreas Hauw, M.Th.

Penerbit:
Literatur Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang, 2011 (cetakan kedua)



Di dalam bukunya ini, salah satu pakar Perjanjian Baru yang ahli dalam bidang kritik teks, Dr. Gordon D. Fee menjelaskan cara-cara mengeksegesis Perjanjian Baru dengan berbagai jenis literatur sastranya. Buku ini dibagi menjadi 4 bagian, di mana bagian I, Dr. Fee menjelaskan pedoman-pedoman dasar tentang mengeksegesis Perjanjian Baru dengan 4 jenis literatur: Surat-surat, Injil, Kisah Para Rasul, dan Kitab Wahyu. Kemudian, di bagian II, Dr. Fee menguraikan tuntas tentang pedoman-pedoman yang telah dijelaskannya di Bagian I yaitu: analisa susunan kalimat, membangun teks, analisa tata bahasa, analisa kata-kata, latar belakang sejarah-budaya, dan analisa sebuah perikop. Kedua bagian ini nantinya dapat diaplikasikan di bagian III yaitu mengintegrasikan eksegese Alkitab yang teliti dengan teknik berkhotbah (homiletika) di mana menurut Dr. Fee, si pengkhotbah perlu mengeksegese Perjanjian Baru yang akan dikhotbahkan, namun juga “menyapa” jemaat dengan berusaha menghilangkan istilah-istilah sulit dalam eksegese tersebut. Di bagian terakhir, Dr. Fee mendaftarkan berbagai alat bantu dan sumber-sumber untuk langkah-langkah di Bagian II entah itu berupa buku-buku studi Perjanjian Baru yang bermutu maupun software PC tentang studi Perjanjian Baru yang bisa didownload dari internet. Di baigan Lampiran, Dr. Fee mengemukakan kendala zaman postmodern terhadap eksegese Perjanjian Baru yaitu penyelidikan-penyelidikan respons pembaca yang berusaha menekankan pentingnya pembaca Alkitab untuk mengerti Alkitab sendiri tanpa melihat maksud asli penulis Alkitab. Bagi Dr. Fee, konsep ini jelas melawan dirinya sendiri dan sangat berbahaya bagi eksegese Perjanjian Baru. Biarlah buku yang cukup sulit namun sangat bermutu ini dapat memberkati orang Kristen awam (yang mengenal dasar-dasar bahasa Yunani) maupun mahasiswa dan pelayan gerejawi dalam mengeksegese Perjanjian Baru demi pertumbuhan kerohanian pribadi maupun jemaat yang dilayaninya.



Rekomendasi:
“Dengan munculnya edisi ketiga ini, saya dengan gembira mengatakan dalam tulisan ini mengenai apa yang telah saya katakan kepada para mahasiswa saya bertahun-tahun: ‘Milikilah buku-buku Fee!’ Buku ini adalah pengantar utama langkah demi langkah yang handal bagi proses menafsir sejak awal hingga akhir. Jika Anda hanya bisa mendapatkan satu buku praktis mengenai hermeneutika, inilah buku itu. Apa yang telah diperbaharui di sini membuat semuanya menjadi semakin sesuai dengan permasalahannya, seteman baik antara teori dan praktis yang selaras dengan keyakinan bahwa pergumulan untuk memastikan yang asli dari pengarang, yang menyuarakan keinginan, adalah tujuan eksegesis yang benar dan mulia.”
Prof. Scott J. Hafemann, D.Theol.
(Reader in New Testament Studies di School of Divinity, University of St. Andrews, U.K.; Master of Arts—M.A. dari Fuller Theological Seminary, U.S.A. dan Doctor of Theologie—D.Theol. dari Eberhard-Karls-Universität Tübingen, Jerman)

“Sebuah perevisian dari buku standar lama yang amat bermanfaat dan diperkenalkan kepada para mahasiswa baik buku-buku baru maupun sumber-sumber internet yang tersedia bagi eksegesis Perjanjian Baru.”
Prof. Robert H. Stein
(Senior Professor of the New Testament di Southern Baptist Theological Seminary, U.S.A.)

“Eksegesis Perjanjian Baru Gordon Fee telah amat dikenal sebagai sumber bagi metodologi eksegesis selama bertahun-tahun. Edisi ketiga ini membuatnya bahkan lebih baik dan lebih bermanfaat. Ketika saat mengajar eksegesis menjadi cukup berat, adalah senang mendengar sebuah teks yang padat seperti ini sudah hadir.”
Prof. Darrell L. Bock, Ph.D.

(Research Professor of New Testament Studies dan Professor of Spiritual Development and Culture (CCL) di Dallas Theological Seminary, U.S.A.; Bachelor of Arts—B.A. dari University of Texas; Master of Theology—Th.M. dari Dallas Theological Seminary; Doctor of Philosophy—Ph.D. dari University of Aberdeen; dan menjalani studi post-doktoral di Tübingen University)




Profil Penulis:
Prof. Gordon Donald Fee, Ph.D., D.D.  yang lahir pada tahun 1934 di Ashland, Oregon, dari ayah, Donald Horace Fee (1907–1999) dan ibu, Gracy Irene Jacobson (1906–1973) adalah theolog Kristen Amerika-Kanada dan pendeta yang ditahbiskan di Gereja Sidang Jemaat Allah, Amerika Serikat. Sekarang, beliau menjabat sebagai Profesor Emeritus bidang Studi Perjanjian Baru di Regent College, Vancouver, Kanada. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) dan Master of Arts (M.A.) di Seattle Pacific University dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di the University of Southern California. Pada tanggal 21 April 2010, beliau dianugerahi gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari Northwest University, Kirkland, Washington, di mana Fee pernah mengajar di sana. Beliau disebut sebagai ahli terkemuka di bidang pneumatologi (doktrin Roh Kudus) dan kritik teks Perjanjian Baru. Beliau adalah anggota dari CBT (Committee on Bible Translation) yang menerjemahkan the New International Version (NIV) dan revisinya the Today's New International Version (TNIV). Beliau juga melayani sebagai dewan penasihat di the International Institute for Christian Studies.

04 November 2012

Resensi Buku 192: KEHIDUPAN KRISTEN YANG SEHAT (Frank Minirth, Paul Meier, Richard Meier, dan Don Hawkins)

Iman Kristen bukanlah iman yang mati, tetapi iman yang hidup yang terintegrasi antara apa yang dipercayai dengan seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Bagaimana kita mengintegrasikan hal itu?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
KEHIDUPAN KRISTEN YANG SEHAT

oleh:
Frank Minirth, M.D., Paul Meier, Richard Meier, dan Don Hawkins

Penerjemah: Nicholas Kurniawan dan Esther Tjahja, M.K.

Penerbit: Seminari Alkitab Asia Tenggara, 2003.



Di dalam buku ini, keempat penulis memaparkan pentingnya integrasi iman Kristen dengan seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Hal ini dimulai dengan menjelaskan prinsip-prinsip dasar iman Kristen tentang siapakah Allah, jaminan keselamatan, makna hidup, Alkitab, ibadah keluarga, Allah Tritunggal, iman, pencobaan, hidup bergumul, dan kasih karunia. Dasar iman Kristen ini nantinya mempengaruhi pertumbuhan emosional orang Kristen di mana iman Kristen mengatasi masalah-masalah seperti: kegagalan, kepahitan hidup, amarah, perasaan bersalah, perasaal rendah diri, depresi, kecemasan, dukacita, kecenderungan bunuh diri, kecanduan kerja, dan kelelahan. Dari pertumbuhan emosional, kita diarahkan untuk memiliki kepribadian Kristen yang utuh melalui mengenal perasaan-perasaan kita, kebutuhan-kebutuhan yang mendasar, pengambilan keputusan, dan mengembangkan konsep diri yang sehat. Menjadi pribadi yang utuh mengakibatkan seseorang mampu berinteraksi dengan sesamanya di dalam suatu hubungan yang berdasarkan kasih. Oleh karena itu, di bagian 4, mereka menguraikan bagaimana orang Kristen dapat bertumbuh di dalam hubungan yang sehat baik antar suami-istri dan orangtua-anak. Kehidupan pribadi dan berinteraksi dengan sesama juga pasti mengalami berbagai kelemahan. Untuk itulah, di bagian 5, para penulis memaparkan 21 gangguan-gangguan mental, emosional, dan perilaku yang ada di dalam diri manusia yang mungkin berakibat kepada orang lain disertai solusinya. Di setiap bab di dalam 63 bab buku ini diuraikan secara singkat dan diakhiri ayat-ayat Alkitab untuk dipelajari dan pelajaran tambahan untuk perenungan. Biarlah buku ini dapat menolong kita dalam menghidupi iman Kristen dengan berdasarkan Alkitab.




Profil Penulis:
Frank Minirth, M.D. adalah adjunct professor di Dallas Theological Seminary, U.S.A. dan Presiden dari the Minirth Clinic di Richardson, Texas. Beliau mendapatkan sertifikat dari The American Society of Clinical Psychopharmacology. Beliau menulis lebih dari 90 buku. Beliau menikah dengan Mary Alice selama lebih dari 40 tahun dan dikaruniai: 5 anak wanita dan 2 cucu wanita.
Paul Meier, M.D. adalah Pendiri dari the Meier Clinics. Beliau menyelesaikan studi Doctor of Medicine (M.D.) di the University of Arkansas College of Medicine. Beliau menulis beberapa buah buku, seperti: Love Is a Choice, Happiness Is a Choice, Mood Swings, and Love Hunger.
Richard Meier adalah konselor pernikahan.
Don Hawkins adalah seorang pembicara dan asisten penulis terkenal dari beberapa buku.

28 October 2012

Resensi Buku-191: DOKUMEN-DOKUMEN PERJANJIAN BARU (Prof. F. F. Bruce, D.D., F.B.A.)

Buku-buku sekuler seperti The Da Vinci Code, Misquoting Jesus, dll mencoba mendongkel Kristus dan kitab-kitab Perjanjian Baru dari fakta sejarah dengan mencoba mengarang sesuatu yang tidak berdasarkan data sejarah apa pun. Benarkah Kristus itu ada di dalam sejarah? Apakah Perjanjian Baru bisa diandalkan keakuratannya?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
DOKUMEN-DOKUMEN PERJANJIAN BARU

oleh: Prof. F. F. Bruce, D.D., F.B.A.

Penerjemah: Dr. R. Soedarmo

Penerbit: BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2006 (cetakan keenam)



Di dalam buku ini, Dr. F. F. Bruce memaparkan bahwa Perjanjian Baru yang dimiliki orang Kristen hari ini bisa diandalkan keakuratannya. Pembahasan beliau dimulai dari penjelasan tentang dokumen-dokumen Perjanjian Baru, waktu, dan kesaksian tentang dokumen-dokumen tersebut. Kemudian, beliau menjelaskan perihal kanon Perjanjian Baru secara historis. Tiga bab selanjutnya merupakan penjelasan beliau tentang dapat dipercayanya kitab-kitab Injil, mujizat-mujizat di dalamnya, dan pengakuan Paulus akan Injil. Setelah itu, Dr. Bruce memaparkan dapat dipercayanya catatan seorang sejarawan yang bernama dr. Lukas yang menulis Injil Lukas dan kitab Kisah Para Rasul. Tiga bab terakhir menjelaskan bukti arkeologi tentang dapat dipercayanya Perjanjian Baru baik dari penemuan para arkeolog, penulis Yahudi kuno (seperti Josephus), dan para penulis non-Yahudi (seperti: Tacitus, dll). Biarlah buku kecil dapat menguatkan iman kita bahwa Perjanjian Baru dapat diandalkan keakuratannya, meskipun harus menghadapi serangan dari orang-orang non-Kristen dewasa ini.



Profil Penulis:
Prof. Frederick Fyvie (F. F.) Bruce, D.D., F.B.A. dilahirkan tanggal 12 October 1910 di Elgin, Skotlandia, Inggris. Beliau menempuh studi dalam bidang Classics di University of Aberdeen dan Cambridge University, kemudian pindah ke University of Vienna untuk menempuh studi Doctor of Philosophy (Ph.D.). Namun di tengah studinya, beliau dipanggil menjadi asisten pengajar di Edinburgh University (1935-1938). Beliau menikah dengan Betty Davidson. Kemudian, beliau mengajar bahasa Yunani di Leeds University (1938-1947). Setelah itu, beliau dipilih menjadi ketua dalam bidang studi Biblika di Sheffield University (1947-1959) dan kemudian Rylands Professor of Biblical Criticism and Exegesis di Manchester (1959-1978). Pada tahun 1957, beliau menerima gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari the University of Aberdeen. Beliau menulis beberapa buku, antara lain: Paul: Apostle of the Heart Set Free (terbitan Amerika), The Books and the Parchments, Biblical Exegesis in the Qumran Texts, Israel and the Nations, Paul and his Converts, Biblical Exegesis in the Qumran Texts, dll. Beliau juga melayani sebagai editor pada The Evangelical Quarterly dan the Palestine Exploration Quarterly. Beliau terpilih sebagai: Fellow of the British Academy (F.B.A.) dan juga menjabat Presiden dari the Society for Old Testament Study dan juga Presiden dari the Society for New Testament Study. Beliau juga menulis beberapa buku tafsiran atas surat: Roma, Kisah Para Rasul, 1 & 2 Korintus, Galatia, Injil dan Surat Yohanes, dan Surat Ibrani. Beliau meninggal tanggal 11 September 1990.

25 October 2012

Buku ke-15: GOD, LOVE, AND RELATIONSHIP: Membangun Hubungan Cinta yang Sehat Di Dalam Tuhan (Denny Teguh Sutandio)



Cinta dan pacaran bikin anak muda galau abiz. Jadian, putus, jadian, putus, dst. It’s so complicated. Kenapa bisa gitu? Karena banyak anak muda membangun konsep cinta dan pacaran dari prinsip dunia, ya pantez aja. So, gimana solusinya?

Temukan jawabannya dalam
Buku
GOD, LOVE, AND RELATIONSHIP:
Membangun Hubungan Cinta yang Sehat Di Dalam Tuhan

oleh: Denny Teguh Sutandio

Penerbit: Sola Scriptura

Harga: Rp 50.000, 00/buku + ongkos kirim (tergantung lokasi)

Berminat?
Segera dapatkan buku ini dengan membelinya di:
Denny Teguh Sutandio (0878-5187-3719)



Apa kata mereka tentang buku ini?
“… Firman Tuhanlah yang seharusnya menjadi referensi wajib bagi setiap anak muda yang sedang jatuh cinta dan buku ini akan membantu pembacanya untuk bisa menemukan, mengerti, dan menghidupi cinta yang benar sesuai dengan yang Tuhan mau.”
Ev. Davy Edwin Hartanto, M.Div.
Pembimbing Komisi Muda GKA Elyon Satelit, Surabaya

“… kaum muda perlu diperlengkapi dengan Firman Tuhan agar kehidupan mereka boleh diberkati dan menjadi berkat. Salah satu area yang penting untuk kaum muda adalah masalah relasi dan pacaran. Denny Teguh Sutandio memberikan sebuah penjelasan yang baik, terutama dengan bahasa yang cocok dengan anak muda kontemporer, untuk masalah yang penting ini. … Kiranya buku ini dapat memperlengkapi para pelayan Tuhan dan sobat muda untuk memahami seluk beluk sebuah relasi dan membangun hubungan dengan Allah dan sesama secara benar.”
Pdt. David Santoso Kosasih, M.Div.
Gembala Sidang Gereja Kristen Kalam Kudus Jemaat Kemayoran Baru – Surabaya

God, Love and Relationship adalah upaya penulis untuk mengeksplorasi relasi dari tiga hal: Allah, Cinta, dan Relasi yang sering kali terabaikan oleh kaum muda.  …   Saya menghargai keberanian penulis, yang juga masih berusia muda, untuk melakukan eksplorasi relasi ini.  …”
Pdt. Wahyu Pramudya, M.Th.
Pendeta jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Ngagel, penulis, dan pengkhotbah

“Berpacaran menggunakan standar firman Tuhan memang tidak mudah. Namun, bila berpacaran dilakukan di luar prinsip kebenaran, pasti akan menuju kehancuran. … Buku ini hadir untuk mengingatkan Anda agar hidup dalam kekudusan tanpa harus menjadi jadul. Bagi saya, buku ini sangat bagus!”
Pdt. Manati I. Zega, S.Th.
Pendeta Jemaat Gereja Injili Agape (GRIA) Jemaat Sola Fide, Surakarta dan Redaktur Pelaksana (Redpel) Majalah Rohani Populer BAHANA