12 October 2014

Resensi Buku-289: FINALLY ALIVE (Rev. John S. Piper, D.Theol.)

Orang Kristen sering mendengar istilah “lahir baru”, namun banyak orang Kristen tidak mengerti artinya. Apa sebenarnya makna di balik istilah tersebut? Mengapa perlu dilahirbarukan? Apa dampaknya?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
FINALLY ALIVE
(HIDUP SELAMANYA):
Apa yang Terjadi Saat Kita Dilahirkan Kembali?

oleh: Rev. John S. Piper, D.Theol.

Penerbit: Pionir Jaya, Bandung, 2013

Penerjemah: The Boen Giok



Di bagian pendahuluan, Rev. Dr. John S. Piper mengemukakan fakta bahwa di dalam Kekristenan dewasa ini ala George Barna, dll, orang Kristen lahir baru didefinisikan sebagai orang yang memiliki komitmen pribadi dengan Kristus karena mereka telah bertobat dan percaya kepada-Nya. Dengan kata lain, “lahir baru” dipandang sebagai hal superfisial (terlihat mata). Padahal menurut Dr. Piper, “lahir baru” bukan dimengerti secara dangkal demikian. Lalu, apa artinya? Di bagian I, Dr. Piper menjelaskan bahwa lahir baru dimengerti sebagai sebuah tindakan supranatural Allah yang menciptakan ulang manusia yang berdosa ini, supaya mereka memiliki kehidupan yang baru. Hal ini tidak meniadakan diri kita sekarang, tetapi memberi natur baru kepada kita. Kemudian, pertanyaan selanjutnya, mengapa harus dilahirbarukan? Dr. Piper menjelaskan bahwa kita harus dilahirkan kembali karena kita secara spiritual telah mati dan menjadi budak penuh rela atas dosa dan setan, sehingga kita tak mungkin dapat menanggapi anugerah Allah. Oleh karena itu, kita harus dilahirbarukan dengan cara Allah Anak menebus dosa manusia dan Roh Kudus mengefektifkan karya penebusan Kristus itu dengan membangkitkan kita yang mati dan memanggil kita untuk percaya kepada Kristus melalui Injil yang memberitakan kematian dan kebangkitan Kristus. Orang yang telah dilahirbarukan bukan sekadar bertobat dan percaya, namun memiliki dampak positif yaitu mengalahkan dunia, merdeka dari dosa, dan mengasihi sesama dengan kasih Allah. Jika kita telah dilahirbarukan, kita dituntut untuk membagikan Injil kepada orang lain agar sesama  kita juga boleh terlahir kembali melalui karya Roh Kudus. Sebagai penutup, Dr. Piper menantang para pembaca untuk datang kepada Kristus dan alami kelahiran baru yang Roh Kudus kerjakan.



Endorsement:
“Saya tak mungkin dapat menjadi terlalu bersukacita dalam merayakan terbitnya buku ini. Akibat selama beberapa dekade ini telah menjadi terlalu terfokus pada pertentangan mengenai justifikasi dan bagaimana seseorang dapat dibenarkan di hadapan Allah, maka kita pun menjadi cenderung mengabaikan komponen lain pertobatan yang tak kalah pentingnya. Istilah pertobatan dalam konteks kovenan baru adalah lebih daripada sekadar masalah posisi dan status di dalam Kristus, sekalipun tak pernah kurang dari itu. Pertobatan melibatkan suatu transformasi ilahi yang dikaruniakan oleh Roh Kudus, sesuatu yang mutlak melampaui resolusi manusia semata. Pertobatan merupakan sebuah kelahiran baru. Pertobatan menjadikan kita ciptaan baru. Pertobatan mendemonstrasikan fakta bahwa Injil merupakan kuasa Allah yang melahirkan keselamatan. Semua ajaran doktrinal di dunia di dunia takkan mampu menggantikannya. Alasan yang membuat doktrin “Kamu harus dilahirkan kembali” ini menjadi sedemikian penting adalah karena Anda memang harus dilahirkan kembali.”
Rev. Prof. D. A. Carson, Ph.D.
Profesor Riset bidang Perjanjian Baru di Trinity Evangelical Divinity School, Deerfield, Illinois yang meraih gelar Bachelor of Science (B.Sc.) in chemistry dari McGill University, Master of Divinity (M.Div.) dari Central Baptist Seminary di Toronto, dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Perjanjian Baru dari Cambridge University.

“… Dalam buku menakjubkan ini, Pendeta John Piper menyelamatkan istilah ‘dilahirkan kembali’ dari praktik pelecehan dan penyalahgunaan yang marak terjadi dalam kultur kita pada hari ini. Ini merupakan sebuah presentasi yang inovatif dari sebuah doktrin Injili bertemakan kelahiran baru, sebuah karya yang sarat dengan wawasan theologis sekaligus hikmat pastoral.”
Rev. Prof. Timothy George, Th.D.
Editor Eksekutif dari Christianity Today sekaligus Dekan dan Professor of Divinity di Beeson Divinity School, Samford University, Birmingham, Alabama yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts (A.B.) di University of Tennessee di Chattanooga; Master of Divinity (M.Div.) di Harvard Divinity School; dan Doctor of Theology (Th.D.) di Harvard University.

“Regenerasi, atau kelahiran baru, semata-mata berimplikasi keberadaan Anda yang baru melalui, bersama, di dalam, dan di bawah keberadaan Kristus, sebuah tema yang mengalami penolakan secara luas pada hari ini. Namun serangkaian pengajaran dalam buku bermutu ini, melalui sebuah analisis silang dengan akurasi tinggi terhadap sekumpulan data dari kitab Perjanjian Baru, justu secara total menjawab penolakan tersebut. Sangat direkomendasikan.”
Rev. Prof. J. I. Packer, D.Phil.
Board of Governors’ Professor of Theology di Regent College di Vancouver, Canada sekaligus kontributor dan editor eksekutif majalah Christianity Today, dan editor umum Alkitab English Standard Version (ESV) yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.); Master of Arts (M.A.); dan Doctor of Philosophy (D.Phil.) di Corpus Christi College, Oxford University, U.K.



Profil Rev. Dr. John Piper:
Rev. John Stephen Piper, B.A., B.D., D.Theol. adalah Pendeta Pengkhotbah dan Visi di Betlehem Baptist Church, Minneapolis, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) dari Wheaton College, U.S.A.; Bachelor of Divinity (B.D.) dari Fuller Theological Seminary, U.S.A.; dan Doctor of Theologie (D.Theol.) dari University of Munich, Munich, Jerman Barat. Disertasinya, Love Your Enemies, diterbitkan oleh Cambridge University Press dan Baker Book House.

05 October 2014

Resensi Buku-288: PREACHING WITH PURPOSE (Prof. Jay E. Adams, Ph.D.)

Seorang pendeta atau penginjil tidak bisa dilepaskan dari salah satu panggilan dan tugasnya sebagai pengkhotbah mimbar. Namun sayang, beberapa jemaat mengeluhkan khotbah-khotbah dari beberapa pengerja penuh waktu itu dikarenakan khotbah-khotbah mereka ada yang tidak menarik, dll. Lalu bagaimana solusinya?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
PREACHING WITH PURPOSE
(KHOTBAH YANG TERARAH)

oleh: Prof. Jay E. Adams, Ph.D.

Penerbit: Gandum Mas, Malang, 2004

Penerjemah: Erna Maria Kristanti Letik



Di bagian pendahuluan, Dr. Jay E. Adams mengajar kita bahwa khotbah itu harus memiliki tujuan baik secara dasar maupun isinya. Lalu, Dr. Adams menguraikan pengajaran Alkitab tentang definisi khotbah yang berkaitan dengan konsep pengajaran. Setelah itu, Dr. Adams menguraikan pentingnya tujuan khotbah Alkitabiah. Khotbah Alkitabiah ini dimulai dari menentukan bagian teks Alkitab untuk dikhotbahkan dan makna di balik teks. Khotbah bukan hanya soal penafsiran Alkitab, tetapi juga menyangkut diri pengkhotbah itu sendiri. Oleh karena itu, Dr. Adams menjabarkan pentingnya mengerti sikap mental pengkhotbah yang tidak sama dengan mental penceramah di mana pengkhotbah bukan hanya memberikan informasi tentang Alkitab, tetapi memberikan signifikansinya bagi jemaat yang mendengarkannya. Selain pengkhotbah, di dalam khotbah, pentingnya perencanaan isi khotbah mulai dari pendahuluan hingga penutup/kesimpulan. Kemudian, Dr. Adams menguraikan secara khusus tentang khotbah yang meliputi gaya bahasa di dalam khotbah dan kaitan khotbah dan konseling. Sebagai bagian terakhir, Dr. Adams mengajar kita tentang pentingnya penjelasan menerapkan kebenaran yang disampaikan di dalam khotbah agar jemaat bukan hanya tahu kebenaran itu bagi mereka, tetapi juga mengetahui dan berkomitmen menjalankan kebenaran itu di dalam hidupnya. Dr. Adams tidak lupa mengingatkan kita bahwa khotbah yang terpenting bukan bagaimana teknik yang tepat, tetapi pada Kristus dan karya-Nya dahulu, sekarang, dan akan datang. Dan di bab terakhir, Dr. Adams menjabarkan 5 ciri khotbah yang baik, yaitu: berkhotbah (bukan berceramah), Alkitabiah, menarik, tersusun dengan baik, dan praktis (mudah dilaksanakan). Biarlah melalui buku ini, para pelayan Tuhan penuh waktu dapat sungguh-sungguh mempersiapkan dirinya untuk berkhotbah dengan prinsip-prinsip yang telah dipaparkan Dr. Adams ini.



Profil penulis:
Prof. Jay Edward  Adams, Ph.D. yang lahir tanggal 30 Januari 1929 adalah pendiri gerakan konseling Alkitabiah modern yaitu konseling Biblical/Nouthetik. Beliau juga adalah pendiri dari: the Institute for Nouthetic Studies (INS), the National Association of Nouthetic Counselors (NANC), dan the Christian Counseling and Educational Foundation (CCEF). Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Divinity (B.D.) di Reformed Episcopal Seminary; Bachelor of Arts (B.A.) in Classics di  Johns Hopkins University; Master in Sacred Theology (S.T.M.) di Pittsburgh-Xenia Seminary, Temple University School of Theology; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) in Speech di University of Missouri. Beliau telah menulis lebih dari 100 buku, di antaranya:
•  The Biblical View of Self-Esteem, Self-Love, and Self-Image. Harvest House Publishers. 1986. •  The Big Umbrella. Calvary Press. 1972. 
•  The Christian Counselor's Manual, the practice of nouthetic counseling. Zondervan. 1988.
•  Christian Living in the Home. P & R Publishing. 1972.
•  Competent to Counsel. Zondervan. 1986.
•  Handbook of Church Discipline: A Right and Privilege of Every Church Member. Zondervan. 1986. •  Marriage, Divorce, and Remarriage in the Bible. Zondervan. 1986.
•  Preaching with Purpose: the urgent task of homiletics. Zondervan. 1998. 
•  Shepherding God's Flock: A Handbook on Pastoral Ministry, Counseling and Leadership. Zondervan. 1986. 
•  A Theology of Christian Counseling

28 September 2014

Resensi Buku-287: CARA PANDANG HOLLYWOOD: Menonton Film Dengan Hikmat dan Kepekaan (Brian Godawa)

Bolehkah orang Kristen menonton film-film Hollywood baik melalui bioskop, DVD, dan TV? Beberapa pemimpin gereja melarangnya dengan alasan-alasan bahwa film-film tersebut mengajarkan kekerasan, seks bebas, dll, namun beberapa orang Kristen tergila-gila dengan film-film tersebut. Bagaimana sikap Kristen bijaksana terhadap film-film Hollywood?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
CARA PANDANG HOLLYWOOD:
Menonton Film Dengan Hikmat dan Kepekaan

oleh: Brian Godawa

Penerbit: Pionir Jaya, Bandung, 2013

Penerjemah: Denny Pranolo



Di bagian pendahuluan, Brian Godawa mencerahkan pikiran kita bahwa Alkitab terdiri dari banyak hal mengenai cerita dan itu menjadi dasar bagi orang Kristen untuk tidak memusuhi atau paranoid terhadap cerita di dalam film-film Hollywood. Namun hal ini juga menjadi dasar bagi kita untuk selektif terhadap film-film tersebut. Di sini, Godawa mengajar kita bahwa orang Kristen tidak boleh anti terhadap film-film Hollywood namun juga tidak boleh sembarangan menonton film-film tersebut tanpa analisa. Sikap yang seimbang ini mengarahkan kita untuk menelusui berbagai topik yang ada di film-film ini, mulai dari topik isi cerita dalam film-film tersebut, cara pandang film tersebut, hingga spiritualitas di dalam film-film tersebut. Topik isi cerita meliputi seks, kekerasan, vulgar, kisah dan mitologi, dan mengarah ke penebusan. Cara pandang film yaitu perspektif pembuat naskah film di dalam memandang hidup misalnya paham eksistensialisme, postmodernisme, romantisme, mistisisme Yunani, dll. Selain itu, beberapa film-film Hollywood juga ada nuansa “religius” yaitu berisi tentang Yesus, Kekristenan, namun sayangnya beberapa film tersebut ada yang benar dan salah. Semua bagian dalam bab-bab di buku ini disertai dengan penjelasan Godawa akan beberapa film Hollywood beserta dengan analisa positif dan negatifnya. Melalui bagian ini, Brian Godawa mengajar kita untuk selektif memilih film-film yang bermutu tentang Kekristenan. Di bagian akhir, Godawa menuntun kita untuk menonton film-film tersebut dengan mata terbuka: bukan anti namun juga bukan sembarangan, lalu membandingkannya dengan prinsip-prinsip iman dan etika Kristen.



Testimoni:
“Provokatif dan menantang. Bahkan ketika saya tidak setuju dengan pembahasan Brian Godawa dalam beberapa film tertentu, cara pandang sinematik dan rumitnya menarik perhatian saya.”
Michael Medved
Kritikus film dan penulis Hollywood Versus America

“Akhirnya! Sebuah buku rohani tentang Hollywood yang ditulis oleh seorang Kristen Hollywood. Dengan pandangan Alkitabiah dan artistik yang seimbang, Brian Godawa memperingatkan kita akan bahaya legalisme anoreksia budaya dan kenaifan rakus budaya. Saya tidak akan lagi menonton suatu film dan mengatakan saya suka atau tidak dengan filmnya!”
Greg Johnson
Presiden Theologi di St. Louis Center for Christian Study dan penulis buku The World According to God

“Spesial efek terbesar dalam sebuah film adalah sebuah cerita yang luar biasa. Brian Godawa, seorang penulis cerita yang baik, mengerti hal ini dan mengerti kekuatan cerita yang baik dalam membangun suatu asumsi. Bukunya yang luar biasa ini adalah buku panduan yang sanga tmembantu bagi mereka yang pergi ke bioskop dan tidak mempertanyakan iman mereka.”
Paul Sailhamer
Instruktur Seminar dan penulis buku “Faith Goes to Movies”


Profil penulis:
Brian Godawa adalah penulis yang sudah memenangkan banyak penghargaan dan seorang dosen populer tentang film, iman, dan filosofi. Beliau juga penulis dari buku Word Pictures: Knowing God Through Story & Imagination.

21 September 2014

Book Description-286: BACK TO BASICS: Rediscovering the Richness of the Reformed Faith (ed. David G. Hagopian, J.D.)

Reformed faith is a Christian faith which is Biblical and consistent, but many Christians oppose this faith because they never understand what Reformed faith is. What is Reformed faith? What do Reformed theology believe?

Get the answer from:
Book
BACK TO BASICS:
Rediscovering the Richness of the Reformed Faith

edited by: David G. Hagopian, J.D.

Foreword: Rev. R. C. Sproul, Ph.D.

Publisher: 
Presbyterian and Reformed Publishing Co., Phillipsburg, New Jersey, 1996



In the introduction of this book, Dr. David G. Hagopian explains that Reformed faith is a faith is built on the sovereignty of God which are taught in the Bible. This sovereign God saves His people from sins and made covenant with them. The people who receive God’s covenant gather in one body of Christ, that is church. contributors explain 4 basic points in Reformed faith: conversion, covenant, church, and Christian life. Those basic points are explained clearly. In the first point, Douglas J. Wilson, M.A. explains about the Reformed concept of conversion include: the concept of election, atonement, and regeneration in Biblical perspective. In the second point, Douglas M. Jones III, M.A. explains about the Reformed concept of covenant in the Old and New Testament. The sovereign and gracious God made covenant with His people through Adam, Noah, Abraham, Moses, etc until Christ in order to redeem us and make covenantal relationship with us as His people. All covenant people are gathered in one body of Christ, that is church. In the third point, Rev. Roger Wagner, M.Div. explains that the church is “the assembly of those who have been called out of the world by the preaching of the gospel and called together to worship and serve God through faith and obedience to Jesus Christ.” In that same point, Roger Wagner explains about the sacraments in the church (holy communion and baptism) as signs and seals for the covenant community and he also explains about the church disipline. In the last point, Dr. David G. Hagopian explains about the Reformed concept of Christian life. According to Dr. Hagopian, Christian life is built on the concept of who Christians are: sinners who are justified by Christ (justified sinners). That concept affects us to understand our life’s purpose is not to glorify ourselves but to glorify God. As justified sinners, Christ has made us free, so that in Christianity, there is a freedom but also there is a regulation (balanced position between antinomianism and legalism). Furthermore, Dr. Hagopian explains about how we as justified sinners respond to the God’s vocation to us by searching our vocation, listening to others about our vocation, and do what God wants us to do. In conclusion, Dr. Hagopian as editor concludes what the contributors explain before and challenge the readers to know and apply the Reformed concept of doctrine and life.



Endorsement:
“An excellent, concise presentation of the essence of Reformed faith. … a much needed wake-up call to the church.”
Rev. R. C. Sproul, Ph.D.

“Magnificent. … Great stuff.”
Jay E. Adams, Ph.D.

“… to the point … useful and intriguing … well suited to reach out to people in our age.”
Rev. James Montgomery Boice, Th.D.

“… indeed impressive. … would seem to have a place in the catechetical programs of Reformed churches. … an excellent source-book for pastoral study and for refreshment in the basics.”
Rev. D. James Kennedy, Ph.D.

“The writing is splendid, and the format (topic selection, organization, study questions, bibliography) seems excellent. …. I would recommend it.”
Prof. John M. Frame, D.D.

“… an outstanding  presentation of the main doctrines of the Reformed faith.”
Jerry Bridges, D.D.

“… addresses many of the urgent needs of our churches today.”
Rev. G. I. Williamson, B.D.



Biography of the contributors:
David G. Hagopian, B.A., J.D. is a business litigator for the Orange County law firm of Smith, Deverich, Ellison & Harraka and is a member of the California state Bar, the Orange County Bar Association, the Christian Legal Society, and the Federalist Society for Law and Public Policy. Also, he is a ruling elder in the Orthodox Presbyterian Church. He graduated from the University of California, Irivine with a Bachelor of Arts (B.A.) in history and a minor in classical Greek (magna cum laude; Phi Beta Kappa). Then, he earned his Juris Doctor (J.D.) degree from the University of Southern California, graduating Order of the Coif.

Douglas M. Jones III, B.A., M.A. is a Fellow of Philosophy at the New St. Andrews College and senior editor of Credenda/Agenda magazine and editor of Canon Press, Moscow, Idaho. He serves as a teaching elder at Christ Church, Moscow, Idaho. He received his B.A. in philosophy from the University of California, Irvine and Master of Arts (M.A.) in philosophy from the University of Southern California. Among Jones's many writing credits are three children's books, Huguenot Garden, Scottish Seas, and Dutch Color, and contributions to Back to Basics: Rediscovering the Richness of the Reformed Faith, Repairing the Ruins: The Classical and Christian Challenge to Modern Education, Bound Only Once: The Failure of Open Theism. He co-authored Angels in the Architecture with Douglas Wilson.

Rev. Roger Wagner, B.A., M.Div., D.Min. is a pastor of Bayview Orthodox Presbyterian Church in Chula Vista, California. Both as a pastor and as president of the Board of Directors of Covenant Christian School, he has considerable experience in peaching and training Christians for effective service for the Kingdom of God. He has written various articles on pastoral and ecclesiastical subjects for the Journal of Pastoral Practice and Antithesis. Rev. Wagner also serves as a board member of the Southern California Center for Christian Studies and teaches theology and church history for Bahnsen Theological Seminary. His own book has just been published: “Tongues Aflame: Could You Preach Like an Apostle?” He received B.A. from Westmont College; Master of Divinity (M.Div.) from Westmisnter Theological Seminary in Philadelphia, and and in 1998 was awarded a Doctorate of Ministry degree in preaching from Westminster Seminary in California. 

Rev. Douglas James Wilson, B.A., M.A. who was born on 18 June 1953 is pastor at Christ Church in Moscow, Idaho, the editor of Credenda/Agenda, a Fellow of Philosophy at the New St. Andrews College, and a founding school board member and instructor in ethics at Logos School. He is a frequent conference speaker. He received B.A. in philosophy, M.A. in philosophy, and B.A. in classical studies from the University of Idaho. Wilson has written on theological subjects in books such as Mother Kirk: Essays and Forays in Practical Ecclesiology, To a Thousand Generations  on infant baptism, and "Reformed" Is Not Enough: Recovering the Objectivity of the Covenant. He has also been a noted advocate for Van Tillian presuppositional apologetics and postmillennialism. Letter from a Christian Citizen is Wilson's response to atheist Sam Harris's Letter to a Christian Nation. In May 2007, Wilson debated another noted atheist, Christopher Hitchens, in a six-part series published by Christianity Today. In October of the following year, they debated in person in three separate venues on three consecutive days.

14 September 2014

Resensi Buku-285: DISIPLIN ROHANI: 10 Pilar Penopang Kehidupan Kristen (Rev. Prof. Donald S. Whitney, Th.D.)

Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang berpusat pada Allah dan kehendak-Nya. Namun sering kali banyak orang Kristen tidak menyadari hal ini dan bahkan terlena dengan hal-hal duniawi. Bagaimana kita dapat hidup berpusat pada Allah?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
DISIPLIN ROHANI:
10 Pilar Penopang Kehidupan Kristen

oleh: Rev. Prof. Donald S. Whitney, Th.D.

Prakata: Rev. Prof. James I. Packer, D.Phil.

Penerbit: Lembaga Literatur Baptis, Bandung, 2007

Penerjemah: Indri dan Yoel Prasetyo



Di dalam bukunya, Rev. Dr. Donald S. Whitney memaparkan bahwa orang Kristen ditebus untuk menjadi serupa dengan Kristus, sehingga kita seharusnya hidup makin serupa dengan-Nya. Oleh karena itu, diperlukan disiplin rohani agar tujuan itu terpenuhi. Dr. Whitney memaparkan 10 pilar disiplin rohani, yaitu: bergaul akrab dengan firman Tuhan, berdoa, beribadah, memberitakan Injil, melayani, tanggung jawab menggunakan waktu, berpuasa, bersaat teduh, menulis buku harian, dan belajar dari orang lain (melalui persekutuan maupun buku). Ke-10 disiplin rohani itu diuraikan Dr. Whitney dengan dasar Alkitab dan selalu ditutup dengan refleksi bagi para pembaca agar mereka bukan hanya mengerti konsep yang Dr. Whitney paparkan, namun juga berkomitmen menjalankannya. Buku ini ditutup dengan kesimpulan sekaligus tantangan Dr. Whitney agar kita sebagai orang Kristen pantang menyerah dalam berdisiplin demi memuliakan-Nya.



Profil penulis:
Rev. Prof. Donald S. Whitney, B.A., M.Div., D.Min., Th.D. adalah Associate Professor of Biblical Spirituality dan Pembantu Dekan Senior di The Southern Baptist Theological Seminary, Louisville, Kentucky, U.S.A. sejak tahun 2005. Beliau juga menjadi pendiri dan Presiden dari The Center for Biblical Spirituality. Beliau tumbuh besar di Osceola, Arkansas dan di tempat inilah, beliau mulai percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Selama duduk di bangku SMA dan kuliah, beliau aktif berkegiatan di bidang olahraga dan bekerja di stasiun radio yang dikelola ayahnya. Beliau menamatkan studi Bachelor of Arts (B.A.) di Arkansas State University; Master of Divinity (M.Div.) di Southwestern Baptist Theological Seminary in Fort Worth, Texas; Doctor of Ministry (D.Min.) di Trinity Evangelical Divinity School in Deerfield, Illinois; dan Doctor of Theology (Th.D.) dalam Spiritualitas Kristen di University of South Africa. Selama hampir 15 tahun, beliau pernah menggembalakan Glenfield Baptist Church di Glen Ellyn, Illinois. Beliau menulis beberapa buku, seperti: Spiritual Disciplines for the Christian Life, How Can I Be Sure I'm A Christian, Spiritual Disciplines Within the Church, Simplify Your Spiritual Life, dan Family Worship. Beliau menikah dengan Caffy, di mana istrinya ini melayani dari rumah mereka dekat Louisville sebagai pengajar kelompok pemahaman Alkitab bagi para wanita, pelukis, dan illustrator penuh waktu. Beliau dikaruniai seorang putrid, Laurelen Christiana. Anda dapat berlangganan newsletter Don secara gratis melalui e-mail dengan cara mendaftar di situsnya: www.BiblicalSpirituality.org.

07 September 2014

Resensi Buku-284: FOUR GOSPELS, ONE JESUS: YESUS DALAM EMPAT INJIL (Rev. Prof. Richard A. Burridge, Ph.D.)

Kita mengenal pribadi Yesus Kristus dari keempat Injil dalam Alkitab. Apa yang keempat Injil paparkan tentang pribadi Yesus Kristus?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
FOUR GOSPELS, ONE JESUS?:
YESUS DALAM EMPAT INJIL

oleh: Rev. Prof. Richard A. Burridge, Ph.D.

Penerjemah: Soerono, M.Div.

Penerbit: Gandum Mas, Malang, 2008



Di awal bukunya, Rev. Dr. Richard A. Burridge memaparkan tentang segala hal berkaitan dengan studi Injil, mulai dari apa itu kitab Injil, jenis literatur (genre)nya, bagaimana kitab-kitab Injil itu ditulis (kritik sumber), bentuk dalam Injil (kritik bentuk), bagaimana para penulis menyusun kitab Injilnya (kritik redaksi), dan pendekatan sastra terhadap keempat Injil. Masing-masing penjelasan ini dijelaskan oleh Dr. Burridge dengan menggunakan contoh praktis. Di bab 1 ini, Dr. Burridge juga memperkenalkan kepada kita 4 simbol sebagai alat peraga untuk mengerti keempat Injil, yaitu: singa dikaitkan dengan Injil Markus, manusia sebagai guru dikaitkan dengan Injil Matius, lembu dikaitkan dengan Injil Lukas, dan rajawali dikaitkan dengan Injil Yohanes. Keempat simbol ini dibahas Dr. Burridge mulai Bab 2 s/d 5. Di 4 bab ini, Dr. Burridge menjelaskan kaitan antara masing-masing simbol dengan Kristus di masing-masing kitab Injil mulai awal hingga akhir. Misalnya, singa adalah binatang yang ganas dan berjalan cepat, maka Kristus dipaparkan oleh Markus dengan singkat dan cepat tanpa awal (kelahiran-Nya), lalu langsung menuju ke penderitaan-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya. Keempat bab ini ditutup dengan kesimpulan di Bab 6 di mana kita harus melihat keempat Injil sebagai 4 gambaran berbeda dari Kristus, meskipun Kristusnya tetap 1 Pribadi. Sejak beberapa abad lalu hingga sekarang, muncul begitu banyak gambar Yesus Kristus, misalnya gambar Yesus menurut Hitler, dll, namun apakah gambar-gambar Yesus yang muncul tersebut dapat dibenarkan? Dr. Burridge menjelaskan bahwa harus ada batasannya yaitu gambaran-gambaran Yesus itu tidak melawan Alkitab dan doktrin Kristen orthodoks tentang dwi natur Kristus. Dan akhirnya pemaparan keempat Injil mengarahkan kita untuk menyembah Yesus Kristus sebagai Allah.



Endorsement:
“Ini sangat cemerlang dalam pengertian bahwa isinya segar, menarik, menantang dan memperluas pemikiran… Saya tidak menjumpai banyak buku seperti ini yang merupakan ilmu pengetahuan yang imajinatif, namun mudah dibaca!”
Christian Herald

“Buku ini … patut dibaca secara perlahan, dengan mengikuti rujukan-rujukannya dan dicerna. Orang-orang yang menggunakannya dengan cara ini akan memperoleh manfaat besar.”
Catholic Herald

“Suatu gabungan yang jarang antara ilmu pengetahuan Alkitab modern yang terbaik dengan cerita yang menarik serta patut dibaca tentang gambar-gambar Yesus dalam Injil yang khusus ditujukan kepada pendengar umum.”
Anglican Theological Review

“Sebuah pengantar yang bagus kepada gambar khas Yesus yang diberikan oleh masing-masing kitab Injil… Akan terbukti merupakan alat yang sangat berguna menuju pengetahuan tentang Injil bagi banyak pembaca.”
Reformed Theological Review



Profil Rev. Dr. Richard A. Burridge:
Rev. Prof. Richard A. Burridge, Ph.D. lahir pada tanggal 11 Juni 1955. Beliau adalah Dekan dan Profesor Biblical Interpretation di King’s College, London. Beliau menyelesaikan studi Master of Arts (M.A.) di University College, Oxford dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di the University of Nottingham. Tesis doktoralnya berkaitan dengan jenis literature Injil dengan judul: “What are the Gospels? A Comparison with Graeco-Roman Biography” (diterbitkan pada tahun 1992; direvisi tahun 2004). Pada tahun 1986, beliau ditahbiskan menjadi Pendeta Anglikan. Beliau juga menulis beberapa buku tafsiran, salah satunya tafsiran Injil Yohanes (dalam serial BRF People’s Bible Commentary) yang dipilih oleh Uskup Agung Canterbury sebagai buku yang direkomendasikan untuk memperlengkapi pendahuluan studi Alkitab bagi para uskup sebelum 2008 Lambeth Conference. Beliau juga menjadi Editor Umum bagi seri PBC. Pada tahun 2013, beliau memenangkan salah satu dari 2 Ratzinger Prizes dalam bidang Theologi.

31 August 2014

Resensi Buku-283: PARADOKS KASIH KARUNIA DAN KEBENARAN (Rev. DR. RANDY T. ALCORN)

Anugerah atau kasih karunia dan kebenaran sering kali menjadi dua hal yang dipisahkan dalam kehidupan banyak orang dunia termasuk orang Kristen. Banyak orang terlalu menekankan kasih karunia dan mengabaikan kebenaran, sebaliknya beberapa orang terlalu menekankan kebenaran dan mengabaikan kasih karunia. Bagaimana menyeimbangkan keduanya?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
PARADOKS KASIH KARUNIA DAN KEBENARAN

oleh: Rev. Dr. Randy T. Alcorn, M.A.


Penerjemah: Yorry Anderson Nathan

Penerbit: Nafiri Gabriel, Jakarta, 2012



Di awal bukunya, Rev. Dr. Randy T. Alcorn mengarahkan kita pentingnya kasih karunia dan kebenaran sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan karena kedua hal inilah yang ada di dalam pribadi Kristus (Yoh. 1:14). Mulai bab 3 s/d 8, Dr. Alcorn mengarahkan kita untuk mengerti apa itu karunia dan kebenaran beserta aplikasinya bagi kehidupan Kristen sehari-hari. Dan di bab 9, Dr. Alcorn mengarahkan kita kembali untuk menjalankan kasih karunia dan kebenaran secara simultan di dalam kehidupan Kristen sehari-hari di mana kita menunjukkan sikap kita yang tegas terhadap dosa, namun mengasihi orang-orang yang berdosa. Keunikan buku ini adalah pembahasan materi yang didasarkan pada Alkitab dan aplikasi praktis yang membumi yang disertai dengan pengalaman pribadi beliau.



Endorsement:
“Membaca buku karya Randy Alcorn sama halnya dengan membuka sebuah kotak harta karun. Di dalam halaman-halaman ini Anda akan menemukan kebenaran yang dibumbui dengan kasih karunia dan disajikan dengan sangat bermutu.”
Hank Hanegraaff
Pembawa acara program radio The Bible Answer Man

“Di dalam buku yang luar biasa dan sangat mudah dibaca ini, Randy Alcorn dengan jelas menggambarkan bagaimana kasih karunia dan kebenaran tidak bertentangan, tetapi sebaliknya sangat penting bagi kita untuk bisa mengasihi sesama.”
Dr. Bill Bright (19 Oktober 1921-19 Juli 2003) 
Pendiri Campus Crusade for Christ yang pernah menempuh studi theologi di Princeton Theological Seminary, U.S.A. dan Fuller Theological Seminary, U.S.A. dan menerima anugerah gelar: Doctor of Laws (LL.D.) dari Jeonbug National University of Korea dan Pepperdine University; Doctor of Divinity (D.D.) dari John Brown University dan Los Angeles Bible College and Seminary; dan Doctor of Letters (Litt.D.) dari Houghton Seminary

“Bagi kita semua yang rindu untuk memahami secara nyata dan sederhana tentang esensi menjadi seperti Kristus, buku ini adalah buku yang harus dibaca.”
Prof. Joseph M. Stowell, D.D.
Presiden Cornerstone University, U.S.A. yang menyelesaikan studi di Cedarville University dan Dallas Theological Seminary dan dianugerahi gelar D.D. dari The Master’s College dan dari Huntington University.




Profil Rev. Dr. Randy Alcorn:
Rev. Dr. (HC) Randy Alcorn, M.A. adalah pendiri Eternal Perspective Ministries (EPM). Beliau menyelesaikan studi Master of Arts (M.A.) dalam bidang Studi Biblika di Multnomah University dan mendapatkan gelar Doktor Kehormatan dari Western Seminary di Portland, Oregon. Beliau adalah penulis lebih dari 40 judul buku laris. Beberapa buku yang beliau tulis, yaitu: Heaven, If God is Good, dll. Bersama istrinya, Nanci, beliau menetap di Oregon.