20 February 2008

Bab 41: MENJADI SEORANG KRISTEN KELAS DUNIA?? (Analisa Terhadap Bab 38 Buku Rick Warren)

Bab 41

Menjadi Seorang Kristen Kelas Dunia ??

P

ada bab 41 (makalah) ini, kita akan mencoba menggali masing-masing pengajaran Rick Warren di dalam bab/hari ketigapuluhdelapan dalam renungan 40 harinya. Penggalian ini bisa bersifat positif maupun negatif dari kacamata kebenaran Firman Tuhan, Alkitab. Mari kita akan menelusurinya dengan teliti berdasarkan kebenaran Alkitab.

Pada bab 38 (buku) ini, Warren mengajarkan bagaimana menjadi seorang Kristen kelas dunia.

Pada awal bab ini, ia mengajarkan,

Amanat Agung merupakan pengutusan Anda.

Anda harus membuat sebuah pilihan. Entah Anda akan menjadi seorang Kristen kelas dunia atau seorang Kristen duniawi.

Orang-orang Kristen duniawi memandang Allah terutama untuk pemuasan pribadi... Mereka ingin memakai Allah untuk tujuan-tujuan mereka dan bukan dipakai untuk tujuan-tujuan-Nya.

Sebaliknya, orang-orang Kristen kelas dunia tahu bahwa mereka diselamatkan untuk melayani dan diciptakan untuk sebuah misi. Mereka rindu menerima sebuah tugas pribadi dan senang dengan hak istimewa yaitu dipakai oleh Allah. Hanya orang-orang Kristen kelas dunialah yang merupakan orang-orang yang sepenuhnya hidup di dunia...

Allah mengajak Anda untuk ambil bagian dalam hal yang paling besar, paling luas, paling beragam, dan paling penting dalam sejarah, yaitu kerajaan-Nya. Sejarah adalah kisah-Nya... Terlibat sebagai orang Kristen kelas dunia akan membuat Anda mengalami sedikit rasa surga terlebih dulu. (Warren, 2005, pp. 327-328)

Komentar saya :

Bagi saya, di titik pertama, meskipun Warren membagikan dua macam orang Kristen, yaitu duniawi dan kelas dunia, kedua prinsip ini tidak berbeda. Mari kita uji pemikirannya. Pertama, ia mengatakan bahwa orang Kristen duniawi hanya ingin memperalat Allah untuk kepentingannya sendiri. Lalu, kata Warren, orang Kristen kelas dunia menyadari bahwa mereka diselamatkan untuk melayani. Sekilas tampak berbeda, tetapi pemakaian istilah ini sesungguhnya hampir sama, karena mengandung unsur “dunia”. Saya tidak menjumpai sedikitpun penjelasan Alkitab mengenai status Kristen sebagai kelas dunia, yang ada hanyalah hamba-hamba Kristus. Tahukah Anda pemakaian frase “kelas dunia” hendak menunjukkan “keterkenalan, kemasyuran, dll” ? Pernahkah Anda mendengar istilah “bintang kelas dunia” atau “artis top kelas dunia” ? Bukankah ini menunjukkan keterkenalan, dll ? Apakah orang Kristen harus mengikuti mode orang-orang sekuler ? TIDAK ! Pdt. Billy Kristanto pernah mengajarkan bahwa orang Kristen itu tidak pernah show off atau dengan kata lain, orang Kristen tidak perlu terkenal, karena Kristus sendiri pada zamannya tidak terlalu terkenal dan show off. Sebagaimana Kristus rendah hati, hendaklah orang Kristen pun rendah hati dan tidak mau diri mereka terkenal menggantikan Kristus. Ketika orang Kristen mulai mencoba “kelas dunia”, ini menandakan bahwa mereka sudah mulai menggantikan kemuliaan Allah dengan kemuliaan diri.

Selanjutnya, ia memaparkan tentang bagaimana berpikir seperti seorang Kristen kelas dunia pertama dan kedua,

Berubahlah dari pola pikir yang berpusat pada diri sendiri menjadi pola pikir yang berpusat pada orang lain. Alkitab mengatakan, Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah … orang dewasa dalam pemikiranmu!” (1 Korintus 14:20 ; AITB) Inilah langkah pertama untuk menjadi seorang Kristen kelas dunia. Anak-anak hanya memikirkan diri mereka sendiri ; orang-orang dewasa memikirkan orang lain...

...

Mulailah meminta Roh Kudus untuk menolong Anda memikirkan kebutuhan rohani dari orang-orang yang belum percaya kapanpun Anda berbicara dengan mereka...

Berubahlah dari pola pikir lokal menjadi pola pikir global. Allah adalah Allah yang global. Dia selalu peduli dengan seluruh dunia... Dari mulanya Dia menginginkan anggota-anggota keluarga dari semua bangsa yang Dia ciptakan...

...

Cara pertama untuk mulai berpikir secara global ialah mulai berdoa untuk negara-negara tertentu. Orang-orang Kristen kelas dunia mendoakan dunia... Alkitab mengatakan, “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.” (Mazmur 2:8 ; AITB).

Doa adalah peralatan yang paling penting bagi misi Anda di dunia...

...

Anda juga perlu berdoa bagi para misionaris dan semua orang lainnya yang terlibat di dalam tuaian global...

Cara lain untuk mengembangkan pola pikir global adalah membaca dan mengamati berita-berita dengan “mata Amanat Agung.” Di manapun ada perubahan atau konflik, Anda bisa yakin bahwa Allah akan memakainya untuk membawa orang-orang kepada Dia...

Cara terbaik untuk berubah kepada pola pikir global adalah bangkit dan ikutilah proyek misi jangka pendek ke negara lain !... (Warren, 2005, pp. 329-332)

Komentar saya :

Saya menjumpai dua pemakaian ayat Alkitab yang di luar konteks yang sengaja dikutip oleh Warren untuk mendukung pengajarannya.

Pertama, untuk mengajarkan bahwa kita harus mengganti pola pikir yang berpusat kepada diri dengan berpusat kepada orang lain, Warren sengaja mengutip 1 Korintus 14:20. Perhatikan, ayat ini berada di dalam seluruh perikop dan konteks 1 Korintus 14 tentang karunia bahasa lidah, dan sama sekali tidak berada di dalam sebuah penjelasan mengenai penggantian pola pikir. Meskipun ayat ini bisa diimplikasikan seperti yang Warren ajarkan, hendaknya Warren menjelaskan konteks yang ada sehingga pembaca tidak kehilangan makna aslinya. Masalah Warren di sini adalah kekurangmengertian Warren di dalam menafsirkan Alkitab, di mana salah satu prinsipnya adalah what it meant (arti asli/sesuai konteks penulisan kitab di dalam Alkitab) dan what it means (implikasi ke dalam kehidupan sehari-hari/arti bagi kita yang hidup di zaman sekarang). Tanpa memperhatikan what it meant, niscaya, penafsiran Alkitab kita dapat dikatakan sembrono dan tidak bertanggungjawab, sebalikya tanpa memperhatikan what it means, kita sedang mengajarkan bahwa semua ayat Alkitab tidak memiliki relevansinya bagi kita yang hidup di zaman sekarang. Kedua-duanya harus seimbang. What it meant di dalam 1 Korintus 14:20 adalah berbicara tentang karunia bahasa lidah, dan what it meansnya bisa diimplikasikan bahwa sebagai orang Kristen, kita tidak boleh berpikiran seperti anak-anak.

Kedua, kalau di dalam hal penafsiran 1 Korintus 14:20, Warren kurang memperhatikan konteks aslinya (hanya memperhatikan implikasi praktisnya), maka di dalam penafsiran kedua, yaitu Mazmur 2:8, Warren tidak memperhatikan konteks aslinya, lalu mengajarkan bahwa orang Kristen harus mendoakan dunia. Benarkah tafsiran ini ? Mengutip tulisan dari Richard M. Bennett, ayat ini adalah ayat yang berhubungan dengan janji Mesianik, sehingga Mazmur ini disebut Mazmur Mesianik, yang menubuatkan kedatangan Mesias, dan tidak ada hubungannya dengan orang Kristen yang harus mendoakan dunia ! Mengapa ? Karena ayat 8 ini tidak bisa dilepaskan dari ayat 7 yang menyatakan, “Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.” Anak Allah jelas menunjuk kepada Kristus, bukan yang lain ! Apakah what it means bisa diimplikasikan kepada pribadi orang-orang Kristen sebagai anak-anak Allah ? TIDAK! Perikop dan konteks ini hanya menunjukkan Pribadi Kristus yang mulia dan bukan orang-orang Kristen. Di dalam hal ini, Warren terlalu memaksakan suatu ayat Alkitab tanpa melihat konteks dan perikopnya hanya untuk mendukung teori yang sedang diajarkannya.

Kemudian, ia menjelaskan tentang bagaimana berpikir seperti seorang Kristen kelas dunia ketiga dan keempat,

Berubahlah dari pola pikir “waktu sekarang” ke pola pikir kekal. Untuk menggunakan sebaik-baiknya waktu Anda di dunia, Anda harus membangun sebuah perspektif kekal...

Banyak hal yang untuknya kita memboroskan tenaga kita tidak akan bernilai bahkan setahun dari sekarang, apalagi untuk kekekalan. Jangan menukar kehidupan Anda dengan hal-hal sementara...

...

... Yesus berkata, “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” (Lukas 16:9 ; AITB)... Apa yang Yesus maksudkan adalah bahwa Anda perlu memakai uang yang Allah berikan kepada Anda untuk membawa orang kepada Kristus...

Berubahlah dari pola pikir mencari-cari alasan ke pola pikir mencari cara-cara kreatif untuk melaksanakan misi Anda. Jika Anda bersedia, selalu ada jalan untuk melakukannya, dan ada agen-agen yang akan membantu Anda...

...

... Kita semua dipanggil untuk memenuhi kelima tujuan Allah untuk kehidupan kita yaitu : untuk menyembah, untuk bersekutu, untuk bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus, untuk melayani, untuk terlibat dalam misi bersama Allah di dunia. Allah tidak ingin memakai hanya beberapa orang-Nya ; Dia ingin memakai seluruh umat-Nya...

...

Jika Anda ingin menjadi seperti Yesus, Anda harus memiliki hati untuk seluruh dunia. Anda tidak bisa puas hanya dengan keluarga dan teman-teman Anda yang datang kepada Kristus... Amanat Agung adalah pengutusan Anda, dan mengerjakan bagian Anda ialah rahasia untuk menjalani sebuah kehidupan yang bermakna. (Warren, 2005, pp. 332-334)

Komentar saya :

Bagi saya, prinsip ketiga dan keempat ini benar, karena secara implisit, ia hendak mengajarkan bahwa yang terpenting bukan fenomena (pola pikir “waktu sekarang”), tetapi esensi (pola pikir kekal), tetapi sayangnya, ia hanya sedikit benar di dalam konsep ini, dan bukan pada konsep lain.

No comments: