03 March 2013

Resensi Buku-209: KEBAIKAN TUHAN YANG SESUNGGUHNYA TAK LAYAK BAGI KITA (Rev. Charles H. Spurgeon)

Agama Kristen adalah satu-satunya agama yang tidak menekankan pentingnya perbuatan baik agar dapat diselamatkan dari dosa, melainkan satu-satunya iman yang menekankan pentingnya anugerah Allah di atas segala-galanya. Apa arti anugerah tersebut? Seberapa signifikan anugerah Allah itu bagi hidup umat pilihan-Nya?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
KEBAIKAN TUHAN YANG SESUNGGUHNYA TAK LAYAK BAGI KITA
oleh: Rev. Charles Haddon Spurgeon

Penerbit: Light Publishing, Jakarta, 2010

Penerjemah: Michael Hartono Wong



Di dalam buku ini, Rev. Charles H. Spurgeon memaparkan segala hal tentang pengertian anugerah Allah di dalam Kristus bagi umat pilihan-Nya di mana anugerah Allah pertama-tama mencakup perjanjian/kovenan Allah bagi umat-Nya. Adalah suatu anugerah Allah yang tak terkira ketika Ia mau mengikat kovenan-Nya dengan umat pilihan-Nya yang masih berdosa. Kovenan itu berakibat pada karya penebusan Allah yang telah direncanakan Bapa, digenapi di dalam Kristus, dan disempurnakan oleh Roh Kudus. Karena keselamatan di dalam Kristus merupakan anugerah Allah di dalam iman kepada Kristus, hendaklah umat-Nya tidak membanggakan diri melalui perbuatan baik, karena perbuatan baik manusia tidak berarti apa-apa di hadapan Allah yang Mahakudus. Setelah kita diselamatkan oleh anugerah Allah di dalam iman kepada Kristus, sebagai umat-Nya, hendaklah kita meresponinya dengan melakukan apa yang dikehendaki-Nya demi memberitakan Injil, dll sambil menyadari bahwa apa yang kita kerjakan itu pun tetap adalah anugerah Allah. Biarlah buku sederhana ini dapat menyadarkan kita kembali akan pentingnya anugerah Allah di dalam keselamatan dan keseluruhan hidup Kristen kita.



Profil Rev. Charles H. Spurgeon:
Rev. Charles Haddon Spurgeon lahir pada tanggal 19 Juni 1834 di Kelvedon, Essex, Inggris sebagai anak sulung dari delapan bersaudara. Orangtuanya adalah orang Kristen yang setia dan ayahnya adalah seorang pengkhotbah. Spurgeon bertobat pada tahun 1850 pada usia 15 tahun dan ia mulai membantu orang miskin dan membagi-bagikan traktat dan dikenal sebagai “Pengkhotbah Cilik.” Pada usia 18 tahun, ia menjadi gembala Waterbeach Baptist Chapel, berkhotbah di sebuah gudang dan kemudian pada tahun 1854, ia telah terkenal dan diminta untuk menjadi gembala di New Park Street Chapel di London. Dua tahun kemudian, ia menikah dengan Susannah Thompson dan dikaruniai putra kembar di mana kedua putranya ini masuk dalam pelayanan. Metropolitan Tabernacle dibangun pada tahun 1861 untuk menampung 10.000 orang yang antusias mendengar khotbah Rev. Spurgeon. Ia meninggal di Mentone, Perancis pada tahun 1892.

No comments: