26 February 2008

Resensi Buku-44: TIDAKKAH KAMI MEMPUNYAI HAK? (Mabel Williamson)

...Dapatkan segera...




Buku

HAVE WE NO RIGHTS ?

(TIDAKKAH KAMI MEMPUNYAI HAK ?)

oleh : Mabel Williamson

Penerbit : Momentum Christian Literature, 2007

Penerjemah : Lana Asali Sidharta

Prakata :

Ø Pdt. DR. STEPHEN TONG

Ø Rev. James Montgomery Boice, Th.D., D.D.

Deskripsi singkat dari Denny Teguh Sutandio :

Di zaman postmodern, banyak orang suka meneriakkan Hak Asasi Manusia (HAM) ketimbang lebih memperhatikan kewajiban asasi manusia. Beberapa pemimpin gereja pun (dan orang-orang Kristen) juga diajar untuk lebih memperjuangkan haknya. Benarkah kita harus memperjuangkan hak ? Ataukah kita harus membuang hak kita ? Selama pelayananya bertahun-tahun di China, Mabel Williamson belajar bahwa dirinya bukan miliknya sendiri. Dalam arti, ia tidak bisa terus mempertahankan hak-haknya sendiri, tetapi ia harus belajar mengorbankan hak-haknya atas kenyamanan hidup sehari-hari, kesehatan, keselamatan jasmani, privasi dalam pekerjaan, waktu, teman-teman, asmara, keluarga, dan rumah tangga. Itulah yang sedang dituturkan olehnya di dalam buku ini dengan sebuah kisah pengalaman di China baik pengalamannya sendiri maupun pengalaman orang lain. Pdt. Dr. Stephen Tong sebagai rekan kerja Mabel Williamson ketika mengajar di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang di dalam Prakatanya menuturkan bahwa Mabel Williamson meneladani semangat Paulus, yaitu “hak terbesar seorang yang melayani Tuhan ialah melepaskan haknya.” di dalam 1 Korintus 9:12,15. Di lain pihak, Rev. Dr. James M. Boice di dalam Prakatanya juga mengatakan, “...identitas... sesuatu yang dibentuk melalui pilihan-pilihan yang sulit, pekerjaan, dan komitmen pada orang lain.” Bahkan bagi Dr. Boice, buku ini adalah satu dari sepuluh buku yang paling berpengaruh bagi hidupnya. Saya pun juga diberkati melalui buku ringan dan singkat ini mengenai bagaimana kita mengorbankan hak-hak kita demi melayani Tuhan. Mungkin hal ini agak sulit, tetapi biarlah kiranya Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan hal ini dalam melayani dan memuliakan nama Allah.

Profil Mabel Williamson :

Mabel Williamson telah melayani di Indonesia sejak tahun 1960 sebagai pengajar Alkitab. Ia pernah mengajar selama sepuluh tahun di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang dan juga di Singapore Theological Seminary. Ia mengawali pelayanannya dengan China Inland Mission, yang kini dinamakan Overseas Missionary Fellowship (OMF), pada tahun 1934.

No comments: