18 November 2007

Martir Kristus-3 : U MAUNG THAN (Martir di Myanmar tahun 2002)

Martir Kristus-3



U Maung Than
Martir di Myanmar tahun 2002




"Kita satu darah, dan jika kamu tidak kembali ke tradisi kita, aku akan mengambil nyawamu dengan tanganku sendiri!” kata pamannya U Maung Than sambil berteriak. Oleh karena itu Than menjadi sasaran untuk dibunuh oleh keluarganya sendiri di tanah kelahirannya - Myanmar.

Beberapa waktu kemudian, salah satu teman Than mengunjunginya untuk memberikan dorongan semangat kepadanya karena kesaksiannya di daerah Chin bagian selatan dimana daerah tersebut sering terjadi hujan, banjir, dan juga keadaan jalan-jalan yang sangat buruk.

Akhirnya, pada bulan Maret 2002, dua orang Kristen yang bernama Maung Maung dan seorang lagi bernama Kam Lian Ceu berhasil mencapai daerah dimana Than tinggal tetapi mereka mendapatkan bahwa dia telah ditahan dan dipenjarakan atas tuduhan-tuduhan palsu.

Maung dan Kam, mengetahui bahwa kasus serius yang menimpa Than adalah perwujudan dari kebencian yang begitu besar terhadap iman Than di dalam Kristus. Pemerintahan militer yang diktator menggunakan paman Than yang membenci Than untuk memberikan tuduhan-tuduhan yang memberatkan Than agar dia dijatuhi hukuman mati. Maung dan Kam bersimpati dan selama dua hari berturut-turut meminta izin untuk mengunjungi Than di penjara tetapi mereka tidak diijinkan.

Pada hari ketiga, polisi militer yang ada di daerah tersebut memberi kabar kepada Maung dan Kam bahwa jika mereka ingin bertemu dengan Than, mereka harus mengunjunginya pada hari itu juga. Mereka juga di perintahkan untuk tidak berbicara dengan Than.

Maung, Kam, dan juga Than di bawa oleh polisi ke daerah hutan terdekat dimana secara mengejutkan Maung dan Kam diberikan ijin untuk dapat berbicara dengan Than. Tetapi sebelum Maung dan Kam mengucapkan beberapa kata untuk memberikan semangat kepada Than, tiba-tiba Than mengucapkan kata-kata dengan suatu permohonan, “Aku sangat lega kalian bisa bersama denganku. Tolong kalian terus kunjungi daerahku dan kabarkan Injil di sana, ini adalah tanggung jawab kita, menyebarkan Injil ke seluruh daerah. Kamu harus tetap setia sampai mati.”

Tiba-tiba, salah satu polisi berteriak kepada Than, “Kamu berbicara terlalu banyak!” Dia menarik pistolnya lalu menembak Than tepat di kepala. Maung dan Kam diijinkan mengubur mayat Than.

Maung dan Kam yang ada di tempat pengeksekusian Than diberi peringatan keras oleh polisi untuk segera meninggalkan iman Kristen mereka, atau kejadian yang sama akan menimpa mereka.

Harapan Than kepada temannya sebelum dia di tembak mati adalah untuk tetap “setia sampai mati” (Wahyu 2:10).

Kita mungkin tidak pernah meyaksikan seorang teman kita yang mati sebagai martir karena imannya kepada Kristus, tetapi kita dapat merenungkan kata-kata terakhir Than dan membagikan kesaksian mengenai Seseorang yang memiliki “mahkota kehidupan” kepada orang lain yang belum diselamatkan.



Sumber : http://groups.yahoo.com/group/suaramartir/message/41

No comments: