07 June 2015
Resensi Buku-323: "PEMBUKTIAN ATAS KEBENARAN KRISTUS" (Rev. Lee Patrick Strobel, D.D.-HC)
Siapakah Kristus? Apakah Dia hanya sekadar nabi biasa atau guru moral? Alkitab menyatakan-Nya sebagai Allah. Apakah ada buktinya?
Temukan jawabannya dalam
Buku:
PEMBUKTIAN ATAS KEBENARAN KRISTUS:
Investigasi Pribadi Seorang Jurnalis atas Bukti tentang Yesus
oleh: Rev. Lee Patrick Strobel, D.D. (HC)
Penerbit: Gospel Press, Batam, 2013
Penerjemah: Jennifer E. Silas, S.T.
Di bagian pertama buku ini, Rev. Lee Strobel menganalisis tentang bukti-bukti tentang Yesus historis. Benarkah Yesus Kristus adalah sosok historis? Benarkah Ia mati disalib dan bangkit? Kisah historis tentang Kristus dapat ditemui di dalam keempat Injil dan kitab-kitab dalam Perjanjian Baru. Namun masalahnya, apakah kitab-kitab PB tersebut dapat dipercayai? Adakah bukti-bukti di luar Alkitab yang menyebutkan tentang Kristus? Apakah bukti tersebut dapat dipercaya? Apakah arkeologi menegaskan atau menentang biografi tentang Kristus? Lalu, apakah Yesus historis sama dengan Yesus yang diimani? Di bagian kedua, Rev. Lee Strobel ingin memeriksa khusus tentang pribadi Kristus itu sendiri.. Apakah Ia benar-benar yakin bahwa Ia adalah Anak Allah? Apakah Yesus gila ketika Ia menyatakan diri sebagai Anak Allah? Apakah Ia memiliki sifat-sifat Tuhan? Bagaimana membuktikan bahwa Ia benar-benar sesuai dengan identitas Sang Mesias? Di bagian ketiga, Rev. Lee Strobel ingin memeriksa peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus. Benarkah Ia mati disalib? Apakah ada bukti medis tentang hal tersebut? Apakah Ia benar-benar bangkit? Apa buktinya? Apakah ada bukti tidak langsung yang meneguhkan kebangkitan Kristus? Ke-14 bab yang memuat 3 bagian di atas dianalisis oleh Rev. Lee Strobel melalui wawancara interaktif yang kritis dengan 13 tokoh intelektual baik dalam bidang studi Biblika Perjanjian Baru, theologi, filsafat, psikologi, dan medis:
1. Prof. Craig L. Blomberg, Ph.D. (Distinguished Professor of the New Testament di Denver Seminary, U.S.A. yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts—B.A. dengan predikat summa cum laude di Augustana College; Master of Arts—M.A. di Trinity Evangelical Divinity School, Deerfield, Illinois, U.S.A.; dan Doctor of Philosophy—Ph.D. dalam bidang Perjanjian Baru khusus tentang perumpamaan dan kepenulisan Lukas-Kisah Para Rasul di University of Aberdeen, Skotlandia)
2. (alm.) Prof. Bruce M. Metzger, Ph.D. (George L. Collord Professor Emeritus Bahasa dan Literatur Perjanjian Baru di Princeton Theological Seminary, U.S.A. yang menyelesaikan studi: B.A. di Lebanon Valley College; Bachelor of Theology—Th.B. di Princeton Theological Seminary; M.A. dan Ph.D. di Princeton University, U.S.A.)
3. Prof. Edwin Masao Yamauchi, Ph.D. (Profesor Emeritus Sejarah di Miami University, U.S.A. yang menyelesaikan studi: B.A. dalam bidang bahasa-bahasa Alkitab di Shelton College, Ringwood, New Jersey; M.A. bidang Studi Mediterania di Brandeis University; dan Ph.D. bidang Teks-teks Mandaean Gnostic di Brandeis University)
4. Prof. John Robert McRay, Ph.D. (Profesor Emeritus Perjanjian Baru dan Arkeologi di Wheaton College yang menyelesaikan studi: B.A. di David Lipscomb College; M.A. di Harding Graduate School of Religion; dan Ph.D. di University of Chicago. Beliau juga studi di: Oklahoma State University, Vanderbilt University Divinity School, University of the South, Hebrew University, Jerusalem, Israel, dan Ecole Biblique, Jerusalem, Israel.)
5. Rev. Prof. Gregory A. Boyd, Ph.D. (Pendeta Senior di Woodland Hills Church in St. Paul, Minnesota dan President of Reknew.org yang menyelesaikan studi: B.A. di University of Minnesota; M.Div. di Yale Divinity School dengan predikat cum laude; dan Ph.D. dengan predika magna cum laude di Princeton Theological Seminary, U.S.A.)
6. Prof. Ben Witherington III, Ph.D. (Amos Professor of New Testament for Doctoral Studies di Asbury Theological Seminary dan pada fakultas doktoral di St. Andrews University di Skotlandia yang menyelesaikan studi M.Div. di Gordon-Conwell Theological Seminary dan Ph.D. di University of Durham, Inggris.)
7. Prof. Gary R. Collins, Ph.D. (Ph.D. dalam bidang Psikologi Klinis di Purdue University)
8. Rev. Prof. D. A. Carson, Ph.D. (Profesor Riset Perjanjian Baru di Trinity Evangelical Divinity School, Deerfield, Illinois yang meraih gelar Bachelor of Science—B.S. dalam bidang kimia dari McGill University, Master of Divinity—M.Div. dari Central Baptist Seminary in Toronto; dan Doctor of Philosophy—Ph.D. dalam bidang Perjanjian Baru dari Cambridge University)
9. Rev. Louis S. Lapides, M.Div., Th.M. (Pendeta Senior dan Pendiri Beth Ariel Fellowship, Sherman Oaks, California dan pengajar Sejarah Perjanjian Lama dan Theologi Perjanjian Baru di Biola University, U.S.A. yang menyelesaikan studi B.A. dari Dallas Baptist University dan M.Div. dan Th.M. dalam Perjanjian Lama dan Semitik dari Talbot Theological Seminary)
10. Alexander Metherell, M.D., Ph.D. (mantan ilmuwan riset yang mengajar di University of Califonia yang meraih gelar Doctor of Medicine—M.D. dari University of Miami, Florida dan Ph.D. dalam bidang teknik dari University of Bristol, Inggris).
11. Prof. William Lane Craig, Ph.D., D.Theol. (Profesor Riset Filsafat di Talbot School of Theology, Biola University, U.S.A. yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts—B.A. dalam bidang Komunikasi di Wheaton College, Illinois, U.S.A.; M.A. dalam bidang Filsafat Agama dan Sejarah Gereja di Trinity Evangelical Divinity School, Deerfield, Illinois, U.S.A.; Ph.D. di University of Birmingham, England; dan Doctor of Theologie—D.Theol. di University of Munich)
12. Prof. Gary Robert Habermas, Ph.D., D.D. (Distinguished Professor of Apologetics and Philosophy dan Ketua Departemen Filsafat dan Theologi di Liberty University, Lynchburg, Virginia yang menyelesaikan studi M.A. dalam Philosophical Theology di University of Detroit; Ph.D. dalam bidang Sejarah dan Filsafat Agama di Michigan State University; dan dianugerahi gelar D.D. dari Emmanuel College, Oxford, Inggris).
13. Prof. James Porter (J. P.) Moreland, Ph.D. (Distinguished Professor of Philosophy di Talbot School of Theology, Biola University di La Mirada, California, U.S.A. yang menyelesaikan studi Bachelor of Science—B.S. dalam bidang Kimia di University of Missouri, U.S.A.; Master of Theology—Th.M. di Dallas Theological Seminary, U.S.A.; M.A. dalam bidang Filsafat di University of California-Riverside; dan Ph.D. dalam bidang Filsafat di University of Southern California, U.S.A.)
Setelah mengadakan interview ini, di akhir bukunya, Rev. Lee Strobel meringkaskan ke-13 hasil wawancara tersebut dan menantang para pembaca untuk mempercayai Yesus Kristus sebagai Anak Allah.
Rekomendasi:
“Penulis Pembuktian atas Kebenaran Kristus, seorang jurnalis investigatif dengan suatu latar belakang hukum, menyelidiki bukti bagi kebenaran Kekristenan Alkitabiah dengan kegigihan yang tak kenal menyerah. Orang-orang percaya dan para agnostik sama-sama akan belajar dari buku beralur cepat ini.”
Prof. Bruce M. Metzger, Ph.D.
(Profesor Emeritus Perjanjian Baru di Princeton Theological Seminary, U.S.A.)
“Lee Strobel mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan oleh seorang skeptis yang kaku dan menyediakan jawaban-jawaban yang meyakinkan kepada semua pertanyaan itu. Bukunya begitu bagus sampai saya membacakannya keras-keras kepada istri saya setiap kali selesai makan malam. Setiap orang yang mempertanyakan kebenaran Kristus harus memiliki buku ini.”
Prof. Phillip E. Johnson, J.D.
Penulis Laris dan Profesor Hukum di University of California at Berkeley yang menyelesaikan studi Juris Doctor (J.D.) di University of Chicago.
“Suatu perlakuan yang amat sangat memukau kepada subyeknya. Ini benar-benar sebuah buku unik yang saya rekomendasikan dengan segenap hati.”
Ravi Zacharias, D.D., LL.D.
(Presiden dari Ravi Zacharias International Ministries dan Distinguished Visiting Professor of Religion and Culture di Southern Evangelical Seminary, U.S.A.; B.A. dari University of New Delhi; Bachelor of Theology—B.Th. dari Ontario Bible College; M.Div. dari Trinity Evangelical Divinity School; Doctor of Divinity—D.D. honorary dari Houghton College; dan Doctor of Laws—LL.D. honorary dari Asbury College)
“Jurnalisme brilian Lee Strobel yang investigatif dan dipenuhi fakta dengan cerdas menyusun bukti luar biasa akan pernyataan-pernyataan Kristus. Buku ini adalah suatu keharusan untuk referensi dan perpustakaan Kristen, dan harus dibagikan kepada yang lainnya.”
Dr. Bill Bright
(Pendiri dan Presiden dari Campus Crusade for Christ International)
“Lee Strobe telah menulis sebuah buku yang pasti akan menjadi salah satu karya yang paling banyak dibaca dalam apologetika populer. Lee menggunakan latar belakangnya dalam hukum dan jurnalisme untuk menarasikan diskusinya dengan lebih dari selusin sarjana penginjilan terkemuka. Seseorang yang dulunya atheis tahu bagaimana mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat. Bukti dalam Pembuktian atas Kebenaran Kristus memang meyakinkan.”
Prof. Thom S. Rainer, Ph.D.
Dekan The Billy Graham School of Mission, Evangelism, and Church Growth di Southern Baptist Theological Seminary, Louisville, Kentucky, U.S.A. yang menyelesaikan studi Master of Divinity (M.Div.) dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di Southern Baptist Theological Seminary
Profil Rev. Lee Strobel:
Rev. Lee Patrick Strobel, B.J., M.S., D.D. (HC) lahir pada tanggal 25 Januari 1952 di Arlington Heights, Illinois. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Jurnalism (B.J.) di University of Missouri, U.S.A. dan Master of Studies (M.S.) dalam bidang hukum di Yale Law School, U.S.A. Pada tahun 2007, beliau dianugerahi gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari Southern Evangelical Seminary. Beliau pernah menjadi editor bidang hukum dalam harian The Chicago Tribune. Perhargaan-penghargaan yang pernah diterimanya di antaranya: Illinois’ highest honors untuk pelaporan investigatif dan jurnalisme untuk layanan masyarakat dari United Press International. Perjalanannya dari atheisme pada Kekristenan terdokumentasi dalam buku-bukunya yang memenangkan penghargaan Gold Medallion dan berhasil menjadi best-seller, yaitu Pembuktian Atas Kebenaran Kristus. Saat ini beliau menjadi pendeta pengajar di Saddleback Valley Community Church, Lake Forest, California, U.S.A. dan juga menjadi anggota dewan dari Willow Creek Association. Buku-bukunya yang lain yang menjadi best-seller, yaitu: Inside the Mind of Unchurched Harry and Mary yang juga memenangkan Gold Medallion, What Jesus Would Say, dan God’s Outrageous Claims yang semuanya diterbitkan oleh Zondervan Publishing House. Beliau telah menikah dengan Leslie dan dikaruniai 2 orang anak: Alison (lulusan dari University of Illinois bidang pendidikan dasar) dan Kyle yang sedang mengambil program studi magister di Talbot School of Theology.
31 May 2015
Resensi Buku-322: "TEOLOGI KUCING DAN ANJING" (Bob Sjongren dan Rev. Gerald Robison, D.Min.)
Ada dua tipe orang Kristen yaitu orang Kristen yang hidupnya berpusat pada Allah vs diri. Keduanya mungkin menunjukkan tindakan religius yang sama, namun ada yang memisahkan mereka yaitu pusat hidup mereka. Termasuk orang Kristen manakah kita? Lalu apa bedanya?
Temukan jawabannya dalam
Buku
TEOLOGI KUCING DAN ANJING:
Mengintrospeksi Hubungan Kita Dengan Allah dan Hidup Dengan Kerinduan Untuk Kemulian Allah
oleh:
Bob Sjogren dan Rev. Gerald Robison, D.Min.
Penerjemah: Ganda Wargasetia, Grace Emilia, dan Marchnie Tirta
Penerbit: Unveilin GLORY, Indonesia, Bandung, 2005 (cet. ke-3)
Perbedaan antara orang Kristen yang memuliakan Allah vs diri digambarkan oleh Bob Sjogren dan Dr. Gerald Robison sebagai orang Kristen anjing vs kucing. Orang Kristen anjing adalah orang Kristen yang memuliakan Allah di dalam setiap aspek kehidupannya, sedangkan orang Kristen kucing adalah orang Kristen yang memuliakan diri. Perbedaan ini terletak pada perbedaan pusat hidup mereka, meskipun secara fenomena, keduanya nampak melakukan tindakan religius seperti berdoa, memuji Tuhan, memberitakan Injil. Kemudian, mereka menjelaskan bahaya-bahaya orang Kristen kucing yaitu orang Kristen kucing lebih suka membaca dan mendengar sesuatu yang menyenangkan mereka, memandang kehidupan harusnya adil (dosa seseorang tidak boleh ditimpakan kepada orang lain), orang Kristen pasti menang, prioritas hidup dan pelayanan yang salah (yaitu berfokus pada diri dan gereja sendiri), egois, seolah-olah berpusat pada memenangkan jiwa (padahal tidak atau hanya alibi untuk melepaskan diri dari tanggung jawab keluarga, dll; disebut: humanisme Kristen Injili), merampas kemuliaan Allah di masa sulit, dan pertumbuhan kucing terhambat karena menyangka bahwa pertumbuhan hanya berkaitan dengan jasa baik orang Kristen tipe kucing saja. Lalu, bagaimana dengan orang Kristen anjing? Orang Kristen anjing menyadari bahwa hidup manusia terpenting adalah untuk memuliakan Allah dan itu mendatangkan kepuasan terbesar bagi manusia. Prinsip ini bukan hanya berlaku secara teori, tetapi juga di dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari kita karena ibadah adalah sesuatu yang hidup dan menghidupkan. Pada akhirnya, semua yang kita lakukan harus membawa kemuliaan Allah yang terbesar. Biarlah melalui buku sederhana ini, kita disadarkan akan pentingnya hidup memuliakan Allah.
Profil Para Penulis:
Bob Sjogren adalah Ketua Unveilin GLORY. Beliau mengarang buku Unveiled At Last dan bersama-sama mengarang buku Run With The Vision dengan Bill dan Amy Steams. Beliau juga termasuk pendukung dalam perintisan pelayanan Caleb Project dan Frontiers. Beliau menikah dengan istrinya, Debby dan mereka bersama-sama dengan keempat anaknya dan ibunya tinggal di Richmond, Virginia.
Rev. Gerald Robison, D.Min. melayani sebagai Wakil Ketua Unveilin GLORY. Kerinduannya adalah untuk melihat orang-orang menjadi tertarik dan berkomitmen untuk memuliakan Allah dan membawa Injil kepada semua orang. Beliau adalah seorang guru dan pelatih dari Walk Thru the Bible Ministries dan dalam 30 tahun dengan WTB telah mengadakan seminar di lebih dari 15 negara. Sebagai International Training Manager, dia telah mengatur perekrutan, pelatihan, dan penempatan guru-guru WTB ke seluruh dunia. Beliau juga mengajar di Luther Rice Seminary, U.S.A. dan Word of Life Bible College di Australia. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di Mercer University; Master of Theology (Th.M.) di Luther Rice Seminary; Master of Education (M.Ed.) di Georgia State University; dan Doctor of Ministry (D.Min.) di Luther Rice Seminary. Beliau juga menyelesaikan studi lain di University of North Florida, Simon Greenleaf School of Law, the International Institute of Theology and Law, dan the International Institute of Human Rights (University of Strasbourg, France). Beliau telah menikah dengan Sharon selama 39 tahun dan telah memiliki 2 anak perempuan dan 7 cucu. Mereka semua tinggal di Jacksonville, Florida.
24 May 2015
Book Description-321: "BUDDHISM: A Christian Exploration and Appraisal" (Prof. Keith E. Yandell, Ph.D. & Prof. Harold Netland, Ph.D.)
Buddhism is a missionary religion which influences Western world today. Some Christians in Western world convert to Buddhism. What is Buddhism? What did Buddha teach? How does Christian view this religion?
Get the answer in the:
Book
BUDDHISM:
A Christian Exploration and Appraisal
by:
Prof. Keith E. Yandell, Ph.D. and
Prof. Harold Netland, Ph.D.
Publisher: InterVarsity Press, Downers Groove, 2009
In his book, Dr. Keith E. Yandell and Dr. Harold Netland explains all of Buddhism based on the first source. In the first chapter, they explain the history of early Buddhism which is started on Gautama and his teachings. In this chapter, they explain about the growth of Buddhism and the origin of Theravada Buddhism.In the next chapter, they explain the expanding growth of Buddhism in eastern world by the influence of Mahayana an Vajrayana Buddhism in China, Japan, etc. In the third chapter, they explain that Buddhism comes to Western world. In the next chapter, they explain aspects of Buddhist doctrine, such as truth, rebirth, karma, and so on. After that, they explain some Buddhist schools and issues in Buddhism. In the final chapter, they differ Buddhism and Christianity and then they lead the readers to accept the Gospel which is higher than the Dharma.
Endorsement:
“This is interfaith dialogue at its best. Netland and Yandell provide a thoughtful undestanding of Buddhism, followed by a careful pressing of internal problems within Buddhism, followed by a constructive summary of real differences between Christianity and Buddhism. They also succeed in establishing the plausibility of Christianity in the light of various possible Buddhist critiques. No reader, Christian or Buddhist, will be left unchallenged by this lucid exposition, critique, and proclamation.”
Prof. Gavin D’Costa, Ph.D.
Professor in Catholic Theology at Bristol University, England who holds Bachelor of Arts (B.A.) in English and Theology from Birmingham University and Doctor of Philosophy (Ph.D.) from Cambridge University, U.K.
“At last we have a book that moves beyond the inaccurate, rather imprecise and sentimental level of so many books about Buddhism and the Christian-Buddhist encounter, and focuses on a serious consideration of Buddhist truth claims. The opening chapters give an acceptable first survey of Buddhism, and include material on dimensions of Buddhism, such as the personalist school and the historical context for the introduction of some rather idiosyncratic forms of Japanese Zen into the West, that are often neglected in popular introductions. It gives enough detail on Buddhist doctrines for one new to the subject to understand what the issues are and engage in a critical yet respectful manner with them. At many points this clearly written and readable book corrects, from the point of view of Buddhism as it has existed in history and in its Asian context, common Western misperceptions of Buddhism. But the really exciting section of this book is the philosophical analysis of key Buddhist doctrines such as not-self and momentariness. Netland and Yandell take Buddhist truth claims seriously, as Buddhists ask us to do, and in their analysis of those claims they make a truly original contribution, pitched at an accessible yet refined level of philosophical sophistication and knowledge of Buddhist doctrines and debates. The book throws down a challenge to Buddhists to clarify what they mean when they make their claims, and to enter into debate in defense of their truth. This philosophical analysis is followed by an outline of some absolutely fundamental differences between Christianity and Buddhism, and Christ and the Buddha. Here we see the basis of a critical Christian theological engagement with Buddhism as a religion. The book challenges Christians to move beyond polite small talk or minimalizing of essential differences that demand choice and commitment, and engage with Buddhists in debating their mutually incompatible claims to (as the Buddhists put it) 'see things the way they really are' regarding God, Jesus Christ, personhood, and our meaning, purpose and destiny. This book shows us (to use another Buddhist expression) 'analytical meditation' at its finest. It is an exciting book that I shall certainly use and recommend to my students. For those Christians and Buddhists who take truth seriously, and understand the significance of reasoning in making crucial choices, Netland and Yandell's book will contribute significantly to setting the agenda for serious dialogue between Christianity and Buddhism for some time to come.”
Prof. Paul Williams, D.Phil.
Emeritus Professor of Indian and Tibetan Philosophy at the University of Bristol, U.K. who earned B.A. from University of Sussex's School of African & Asian Studies and Doctor of Philosophy (D.Phil.) in Buddhist Philosophy from Wadham College, University of Oxford.
“Yandell and Netland have produced a brilliant, clear, engaging introduction to Buddhism that is both sympathetic and critical, highlighting points of convergence with and divergence from Christianity. Their book would be excellent in university courses in philosophy of religion or religious studies, but it would also reward general readers interested in finding both a reliable philosophical guide to Buddhism as well an exploration of Buddhist teaching in relation to Christian faith.”
Prof. Charles Taliaferro, Ph.D.
Department Chair at St. Olaf College, Northfield, MN who earned B.A. from Goddard College; Master of Arts (M.A.) from University of Rhode Island; Master of Theological Studies (M.T.S.) from Harvard University; M.A. and Ph.D. from Brown University.
Biography of the authors:
Prof. Keith E. Yandell, B.A., M.A., Ph.D. is Affiliate Professor of Philosophy at Trinity Evangelical Divinity School, Deerfield, Illinois, U.S.A. He earned B.A. and M.A. from Wayne State University and Ph.D. from Ohio State University, U.S.A. He wrote many books, such as: The Epistemology of Religious Experience (Cambridge University Press, 1994); Philosophy of Religion: A Contemporary Introduction (Routledge, 1999); Basic Issues in the Philosophy of Religion (Allyn and Bacon, 1971); and edited book “Faith and Narrative” (Oxford University Press, 2001.
Prof. Harold A. Netland, B.A., M.A., Ph.D. is Director of the Ph.D. (Intercultural Studies) and Professor of Philosophy of Religion and Intercultural Studies at Trinity Evangelical Divinity School, Deerfield, Illinois, U.S.A. He earned B.A. from Biola University; M.A. and Ph.D. from Claremont Graduate University, U.S.A. Prior to coming to Trinity, Dr. Netland was a missionary educator for nine years in Japan with the Evangelical Free Church of America. Dr. Netland was involved in ministries among university students, assisting in church planting, and teaching at Tokyo Christian University. Dr. Netland’s areas of expertise include religious pluralism, epistemology of religion, apologetics, and missions in East Asia. He and his wife, Ruth, live in Vernon Hills, IL. He wrote many books, such as:
• Dissonant Voices: Religious Pluralism and the Question of Truth (Eerdmans, 1991).
• The Evangelical Dictionary of World Religions (Baker, 2000), associate editor.
• Encountering Religious Pluralism (InterVarsity Press, 2001)
• Globalizing Theology: Belief and Practice in an Era of World Christianity, ed. Craig Ott and Harold Netland (Baker, 2006).
17 May 2015
Book Description-320: "HOLY AVAILABLE: What If Holiness Is about More Than We Don't Do?" (Rev. Gary L. Thomas, D.D.)
Many Christians think that to be a child of God, we should be holy by avoiding bad things. Is it true?
Get the answer in the:
Book
HOLY AVAILABLE:
What If Holiness Is about More Than We Don’t Do?
by: Rev. Gary L. Thomas, D.D.
Publisher: Zondervan, Grand Rapids, 2009
In his book, Dr. Gary Thomas explains that to be holy is not same with avoiding many bad things. To be holy means that we do what God wants us to do. This is the message of the gospel of transformation. It is applied in our daily life through our body: our eyes, mouths, ears, minds, hands and feet, and hearts that we present to God alone. That concept is called by Dr. Thomas as “Holy Available”. We can be holy not by our own merit, but also by the grace of God who empowers us to live holiness in His presence. Let this inspiring book teaches us to live holiness based on God wants us to do.
Endorsement:
“This wide-ranging survey looks shrewdly and realistically at the incarnational life whereby Christ is formed in Christians. It confirms Thomas’s well-deserved reputation for authenticity, acuteness, and indeed authority on transformational Christian living.”
Rev. Prof. J. I. Packer, D.Phil., D.D.
Emeritus Professor of Theology di Regent College, Canada who earns Master of Arts (M.A.) and Doctor of Philosophy (D.Phil.) from University of Oxford, U.K.
“The first chapter alone is worth reading many times. This is beauty and struggle. This is the death that leads to life.”
Rev. John Ortberg, Ph.D.
Pastor at Menlo Park Presbyterian Church Menlo Park, California who holds Bachelor of Science (B.S.) in Psychology from Wheaton College; Master of Divinity and Doctor of Philosophy in Clinical Psychology from Fuller Seminary. He took post-graduate studies at the University of Aberdeen, Scotland.
“Once again, Gary Thomas challenges me to live passionately for God and to apply his transforming power to my daily decisions.”
Kay Warren
Executive Director of HIV/AIDS Initiative at Saddleback Church and author of “Dangerous Surrender”
Biography of Dr. Gary L. Thomas:
Rev. Gary Lee Thomas, M.C.S., D.D. is a bestselling author and international speaker whose ministry brings people closer to Christ and closer to others. He unites the study of Scripture, church history, and the Christian classics to foster spiritual growth and deeper relationships within the Christian community. He is also a Writer in Residence at Second Baptist Church, Texas, U.S.A. His formal education includes graduating cum laude with a Bachelor of Arts degree in English literature from Western Washington University. In addition, he holds Master of Christian Studies (M.C.S.) with a concentration in systematic theology from Regent College in Vancouver, B.C., where he studied under Dr. J. I. Packer. In 2006, he was awarded an honorary Doctor of Divinity (D.D.) degree from Western Seminary in Portland, Oregon. He wrote many books, such as:
• Pure Pleasure (Latest release)
• Holy Available
• Sacred Influence
• Devotions for a Sacred Marriage (Gold Medallion Award finalist)
• Devotions for Sacred Parenting
• Sacred Parenting
• Authentic Faith (Winner of the 2003 Gold Medallion Award)
• Sacred Marriage (Over 350,000 copies sold)
• The Glorious Pursuit
• Sacred Pathways (World Magazine’s Top 10 book of 1996)
• Seeking the Face of God
10 May 2015
Resensi Buku-319: "JESUS OF THE GOSPELS: Kronologi Kisah Yesus Menurut Empat Injil" (Rev. DR. MICHAEL EATON)
Tuhan Yesus Kristus adalah sosok Pribadi yang kontroversial. Banyak orang memandang Yesus dari perspektif mereka sendiri tanpa memperhatikan sisi historisitas Yesus Kristus. Bagaimana kita dapat mengenal-Nya secara historis?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
JESUS OF THE GOSPELS:
Kronologi Kisah Yesus Menurut Empat Injil
oleh: Rev. DR. MICHAEL EATON
Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta, 2008
Penerjemah: Johny The
Di dalam buku ini, Dr. Michael Eaton menguraikan Yesus di keempat Injil. Hal ini dimulai dari penjelasan penting bahwa Kekristenan adalah Kristus, sehingga sebagai orang Kristen, kita harus berpusat pada Kristus dan karya-Nya yang tercatat di dalam Injil. Namun banyak orang mulai meragukan historisitas Injil. Dr. Eaton mengatakan bahwa keraguan itu didasarkan pad keraguan maksimal terhadap iman. Untuk menyelesaikan masalah itu, Dr. Eaton mengatakan bahwa penyelidikan tentang kesejarahan Yesus di dalam Injil harus dimulai dari iman maksimal. Dengan dasar inilah, maka Dr. Eaton mengarahkan para pembaca untuk memahami kehidupan Kristus mulai dari kelahiran hingga kebangkitan-Nya di keempat Injil. Biarlah buku ini dapat mengarahkan kita untuk makin memahami Kristus yang historis.
Rekomendasi:
“Buku yang istimewa dan luar biasa .... Saya merekomendasikannya.”
Rev. R. T. Kendall, D.Phil., D.D.
Pendeta Senior di Westminster Chapel, London yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts (A.B.) di Trevecca Nazarene University of Nashville, Tennessee pada tahun 1970; Master of Divinity (M.Div.) di Southern Baptist Theological Seminary, Louisville, Kentucky, U.S.A. pada tahun 1972; Master of Arts (M.A.) di University of Louisville, Louisville, Kentucky, U.S.A. pada tahun 1973; Doctor of Philosophy (D.Phil.) di Oxford University, U.K. pada tahun 1977; dan Doctor of Divinity (D.D.) di Trevecca Nazarene University
Profil Dr. Michael Eaton:
Rev. Dr. Michael Eaton lahir di Inggris dan sekarang tinggal di Kenya. Beliau menyelesaikan studinya di beberapa universitas di London, Zambia, dan Afrika Selatan. Beliau menyelesaikan karya Perjanjian Lama di Tyndale House, Cambridge, yang dipublikasikan sebagai karya Tyndale Commentary untuk kitab Pengkhotbah. Riset doktoralnya adalah di bidang Kristen dan Hukum Musa (diterbitkan dalam Theology of Encouragement or No Condemnation; dalam 1,2,3 Yohanes, dan dalam Yakobus). Beliau memiliki hubungan dekat dengan Westminster Chapel di London dan telah menulis karya ilmiah tentang Puritan dan theologi Dr. Martyn Lloyd-Jones. Saat ini beliau menggembalakan dua gereja terkenal yaitu Lusaka Baptist Church dan Nairobi Baptist Church. Sejak 1986, beliau menjadi salah satu pemimpin di the Chrisco Fellowship of Churches. Michael dan temannya, Jeremiah Mugala juga adalah dua pendeta di Chrisco Central Church di Nairobi. Beliau belajar di bawah para pemimpin Kristen terkenal, seperti J. I. Packer, J. A. Motyer, dan Professor Adrio König, theolog Injili terkenal dari Afrika Selatan, dan belajar banyak dari Dr. Martyn Lloyd-Jones dan Dr. R.T. Kendall yang melayani di Westminster Chapel, London.
Beliau menikah dengan Jenny dan mereka dikaruniai 4 orang anak, yaitu: Tina (yang menikah dengan Roger dan tinggal di Switzerland), Calvin dan Carey yang sekarang tinggal di Kenya bersama dengan ayah dan ibunya, danTrevecca (yang menikah dengan Jason Tiro pada tahun 2005 dan mereka tinggal di Sydney, Australia).
03 May 2015
Resensi Buku-318: "MENGASIHI ALLAH" (Charles W. Colson, J.D.)
Alkitab mengajar umat-Nya agar kita mengasihi Allah dan sesama (Mat. 22:37-39), namun pertanyaannya bagaimana kita mengasihi Allah?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
LOVING GOD
(MENGASIHI ALLAH)
oleh: Charles W. Colson, J.D.
Penerbit: Pionir Jaya, Bandung, 2008
Penerjemah: Samuel Tumanggor
Di dalam buku ini, Charles Colson mengajak para pembaca untuk mengasihi Allah dengan beberapa cara. Cara pertama yaitu taat. Ketaatan ditunjukkan tatkala kita menghadapi kesusahan hidup. Hal ini dijelaskan Colson melalui beberapa kisah. Selain taat, Colson menjelaskan bahwa cara kedua mengasihi Allah adalah dengan menaati firman-Nya yaitu Alkitab. Apa alasannya? Karena Alkitab adalah firman Allah dan Allah sendiri dapat dipercayai. Ketaatan dan firman Allah ini mengarahkan kita untuk memahami akan dosa dan pentingnya pertobatan. Pertobatan dimulai dengan percaya pada Kristus yang mati disalib dan bangkit dari kematian. Setelah bertobat, wujud kita mengasihi Allah dengan lapar akan kekudusan. Kekudusan dimengerti bukan tentang berbagai peraturan yang membelenggu, tetapi melalui sikap hidup yang menempatkan Allah di pusat hidup kita di setiap bidang kehidupan kita dan sikap hidup yang berbeda dari dunia ini disebut Colson sebagai sikap hidup radikal. Sikap hidup ini mengarahkan kita untuk menjadi bangsa yang kudus yang menjadi saksi Kristus di tengah dunia. Kesemuanya ini mengarahkan kita untuk benar-benar mengasihi Allah hingga saat kita meninggal. Biarlah buku ini bukan hanya mengisi otak kita dengan tips-tips mengasihi Allah, tetapi juga mendorong kita untuk makin giat mengasihi-Nya di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Rekomendasi:
Loving God mempertunjukkan pemahaman Alkitab dan konsep-konsep theologi yang matang .. sumber yang berharga bagi setiap orang Kristen yang ingin turut menikmati contoh-contoh kasih karunia dan rahmat Allah dalam mengubah kehidupan.”
Pentecostal Evangel
“Memecah pola yang sering ditemukan dalam kepustakaan Injili … sebuah buku panduan kepada ketaatan yang mengorbankan diri dan kepada pemuridan.”
Presbyterian Journal
“Loving God, dalam caranya sendiri, merupakan penginjilan theologis, dengan sokongan doktrin yang patut dipuji … mengingatkan kita betapa perencanaan gereja tetap bergantung kepada Kristus, Sang Kepala Gereja yang Bangkit.”
Prof. Carl Ferdinand Howard Henry, Th.D., Ph.D. (22 Januari 1913–7 Desember 2003)
Dewan Pendiri Institute on Religion and Democracy, editor-in-chief pertama majalah Christianity Today, dan pengajar di Prison Fellowship Ministries sejak tahun 1990 yang menyelesaikan studi Doctor of Theology (Th.D.) di Northern Baptist Theological Seminary dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di Boston University, U.S.A.
“Loving God telah menjadi salah satu buku penunjuk jalan yang hebat dalam gerakan Injili di tahun-tahun belakangan ini. Buku ini memberi kita wawasan yang kaya dan dorongan serta membuat kita memandang ke arah surga dengan fokus yang jauh lebih besar dalam hal ibadah dan bakti.”
Rev. Gordon MacDonald, D.D. (HC)
Pendeta Emeritus di Grace Chapel yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di University of Colorado dan Master of Divinity (M.Div.) di Denver Seminary. Beliau dianugerahi gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari Denver Seminary dan Barrington College (yang sekarang bergabung dengan Gordon College).
Profil Charles W. Colson:
Charles “Chuck” Wendell Colson, J.D. yang lahir pada tanggal 16 Oktober 1931 adalah seorang pemimpin dalam gerakan hak asasi Kristen, komentator budaya, dan penulis paling sedikit 20 buku, termasuk beberapa di antaranya diakui oleh ECPA Christian Book Awards. Beliau pernah menjadi penasihat khusus dari Presiden U.S.A. Richard Nixon dari 1969 sampai 1973. Beliau juga mendirikan pelayanan penjara yang dinamakan: Prison Fellowship dan mendirikan dan mengetuai: Wilberforce Forum. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di Brown University dan Juris Doctor (J.D.) di George Washington University in 1959. Beliau dianugerahi 15 gelar doktor dan pada tahun 1993 dianugerahi Templeton Prize.
27 April 2015
Resensi Buku-317: "SEJARAH GEREJA UMUM" (Prof. Jonathan E. Culver, Ph.D.)
Ketika kita mendengar nama “sejarah”, banyak dari kita merasa alergi dengannya, karena kita “trauma” dengan pelajaran sejarah pada waktu kita berada di bangku sekolah di mana kita menghafal tanggal, bulan, tahun suatu peristiwa yang tentu saja sulit. Namun sejarah tetap perlu dipelajari karena tanpa sejarah, kita tidak dapat mempelajari hikmat orang-orang terdahulu dan kita belajar untuk tidak mengulangi apa yang telah terjadi di dalam sejarah. Berkenaan dengan sejarah gereja, bagaimana orang Kristen dapat mempelajarinya? Apa yang penting dalam sejarah gereja?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
SEJARAH GEREJA UMUM
oleh: Prof. Jonathan E. Culver, Ph.D.
Penerbit: Biji Sesawi, Bandung, 2013
Di bagian pendahuluan, Dr. Jonathan E. Culver mengajak kita merenungkan signifikansi belajar sejarah gereja. Kemudian pada 28 bab selanjutnya, Dr. Culver menjelaskan 3 bagian sejarah, yaitu: Bagian I tentang gereja permulaan dan pergumulannya yang dimulai dari gereja mula-mula paska kebangkitan Kristus, bapa-bapa rasuli, para apologet, timbulnya kanon dan kredo, perluasan gereja, pemerintahan Romawi, perdebatan seputar Trinitas dan Kristologi (doktrin Kristus), hingga Augustinus; Bagian II tentang gereja di abad pertengahan yan dimulai dari pemahaman tentang gereja (ekklesiologi) dan keselamatan (soteriologi) pada masa transisi antara masa gereja mula-mula menuju abad pertengahan, perluasan gereja di abad pertengahan, perang salib, tokoh-tokoh pra reformasi, hingga munculnya para tokoh reformasi seperti Dr. Martin Luther, Dr. John Calvin, dll; Bagian III membahas perluasan gereja di abad modern mulai dari perluasan dan kelanjutan perkembangan reformasi, timbulnya gerakan pembaharuan seperti Moravian, Pietisme, Puritanisme, dll, hubungan gereja Katolik dan Orthodoks di dunia modern hingga munculnya theologi modern/liberal dan oikumene yang menekankan dialog antar agama. Semua lingkup sejarah gereja ini dibahas Dr. Culver dengan begitu sederhana dan menarik, sehingga para pembaca disadarkan akan pentingnya sejarah gereja.
Profil Dr. Jonathan E. Culver:
Jonathan E. Culver, B.A., M.A., M.Div., Th.M., Ph.D. lahir di Kentucky, U.S.A. pada tahun 1943. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) dalam bidang sejarah di Asbury College, Kentucky, U.S.A. pada tahun 1967. Pada waktu kuliah, beliau bertemu Judith Hoover yang menjadi istrinya pada tahun 1967. Kemudian beliau menyelesaikan studi Master of Arts (M.A.) dalam bidang sejarah di University of Kentucky pada tahun 1971 dan pada tahun 1978 beliau menyelesaikan studi Master of Divinity (M.Div.) di Western Conservative Baptist Seminary, Portland, Oregon, U.S.A. Setelah itu, pada tahun 1990, beliau menyelesaikan studi Master of Theology (Th.M.) dalam bidang Sejarah Gereja di Talbot Theological Seminary, California dan pada tahun 2001, beliau menamatkan studi Doctor of Philosophy (Ph.D.) bidang Lintas Budaya di Fuller Theological Seminary, U.S.A. Sejak 2007, beliau bergabung dengan OC International, sebuah badan misi yang berpusat di Colorado Springs, Colorado, U.S.A. Beliau bersama istri pernah melayani di Pulau Mindanao di negara Filipina pada tahun 1980-1981, kemudian di Indonesia pada tahun 1981-2011. Saat ini mereka melayani di kawasan Asia Tenggara dalam bidang pengajaran dan pelatihan para pelayan Tuhan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
