08 March 2012

Bagian 13: Karunia Administrasi (1Kor. 12:28)

MENGENAL KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS

Bagian 13: Karunia Administrasi (1Kor. 12:28)

oleh: Denny Teguh Sutandio

Selain karunia bantuan-bantuan, Paulus mendaftarkan karunia administrasi atau dalam terjemahan LAI: “karunia memimpin.” Teks Yunaninya adalah κυβερνσεις (kybernēseis) merupakan kata benda yang berfungsi sebagai objek langsung (akusatif), feminin, dan jamak dari kata κυβρνησις (kybernēsis) yang artinya guidance (pimpinan) atau leadership (kepemimpinan) atau administration (administrasi/pengelolaan).[1] Prof. Gordon D. Fee, Ph.D., D.D. mengaitkan kata ini dengan kata Yunani di Kisah Para Rasul 27:11[2] dan Wahyu 18:17[3] yang berarti pengemudi kapal atau pilot. Beliau juga mengatakan bahwa kata ini juga dipakai dalam LXX (Septuaginta), yaitu di: Amsal 1:5[4]; 11:14[5]; 24:6[6].[7]

Jika demikian, apa arti karunia administrasi? Sesuai dengan studi kata di atas, maka jelaslah karunia administrasi berarti karunia untuk memimpin jemaat. Hal ini dijelaskan oleh Prof. David E. Garland, Ph.D. sebagai, “the gift of setting the direction and guiding a community, not just employing “administrative skills.”[8] (karunia mengatur arah dan memimpin komunitas, bukan sekadar memakai “kemampuan administratif”.)



[1] Horst Balz dan Gerhard Schneider, ed., Exegetical Dictionary of the New Testament (Grand Rapids, Michigan: William B. Eerdmans, 1990), hlm. 326; bdk. James Swanson, A Dictionary of Biblical Languages: Greek New Testament, Logos Research Systems, Inc.

[2] Teks Yunaninya: κυβερντ (kybernētē); LAI: “jurumudi.”

[3] Teks Yunaninya: κυβερντης (kybernētēs); LAI: “nahkoda.”

[4] Teks Ibraninya: taHbūlôt yang berarti steering, shrewd guidance (kemudi, bimbingan yang tepat); YLT: “counsels” (nasihat-nasihat/saran/saran); LAI: “bahan pertimbangan.”

[5] Teks Ibrani dan YLT sama dengan teks Ibrani dan terjemahan YLT di Amsal 1:5, namun LAI menerjemahkan Amsal 11:14, “pimpinan.”

[6] Teks Ibrani dan YLT sama dengan teks Ibrani dan terjemahan YLT di Amsal 1:5 dan 11:14, namun LAI menerjemahkan Amsal 24:6, “perencanaan.”

[7] Ibid.

[8] David E. Garland, 1 Corinthians, hlm. 599.

04 March 2012

Resensi Buku-157: PANTAS IA DISEBUT SANG JURUSELAMAT (Rev. Max Lucado, M.A.)

…Dapatkan segera…



Buku
PANTAS IA DISEBUT SANG JURUSELAMAT

oleh: Rev. Max Lucado, M.A.

Penerbit: VISI Press, Jakarta, 2011



Deskripsi singkat dari Denny Teguh Sutandio:
Siapakah Yesus? Hanya sekadar guru yang baik dan pendiri agama? TIDAK. Kristus adalah Juruselamat. Dari mana kita mengetahui bahwa Kristus adalah Juruselamat? Dari Alkitab melalui salib. Ketika kita merenungkan Alkitab dan menghampiri kisah tentang salib Kristus, di situ kita mengerti Pribadi Kristus yang sesungguhnya. Di dalam salib, Rev. Max Lucado, M.A. di dalam bukunya Pantas Ia Disebut Sang Juruselamat memaparkan bahwa kita dapat merenungkan kata-kata-Nya di kayu salib yang berpengaruh. Di dalam salib pula, kita dapat melihat saksi-saksi di seputar penyaliban Kristus, mulai dari Petrus, Yohanes, dll. Dan akhirnya, melalui salib pula dan tentunya kebangkitan-Nya, kita dapat merenungkan hikmat-Nya yang tak terselami yang mampu menjawab permasalahan manusia, khususnya pengharapan. Biarlah melalui buku renungan menjelang Jumat Agung dan Paskah ini dapat membawa hati dan pikiran untuk merenungkan kematian dan kebangkitan-Nya.



Profil Rev. Max Lucado:
Rev. Max Lucado, B.A., M.A. yang lahir pada tahun 1955 di San Angelo, Texas sebagai anak bungsu dari empat orang anak dari Jack dan Thelma Lucado adalah Pendeta senior bidang literatur dan khotbah di The Oak Hills Church, San Antonio, Texas, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) dalam bidang Mass Communications di Abilene Christian University, Abilene, Texas, U.S.A. dan Master of Arts (M.A.) dalam bidang Biblical and Related Studies di Abilene Christian University, Abilene, Texas, U.S.A.

01 March 2012

Bagian 12: Karunia Bantuan (1Kor. 12:28)

MENGENAL KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS

Bagian 12: Karunia Bantuan (1Kor. 12:28)

oleh: Denny Teguh Sutandio

Setelah mendaftarkan karunia-karunia nubuat, bahasa lidah, dan penafsiran bahasa lidah, maka Paulus memunculkan karunia bantuan-bantuan. Kalau kita menyimak 1 Korintus 12:28, maka di teks LAI tidak dijumpai kata bantuan, tetapi melayani. Teks Yunani dari “melayani” adalah ντιλμψεις (antilēmpseis) yang merupakan kata benda berfungsi sebagai objek langsung (akusatif), feminin, dan jamak dari kata ντλημψις (antilēmpsis). Dari teks ini, berarti lebih tepat jika diterjemahkan sebagai karunia bantuan-bantuan. Young’s Literal Translation (YLT) menerjemahkan, “helpings” (pertolongan-pertolongan). New American Standard Bible (NASB) dan King James Version (KJV) menerjemahkannya, “helps” (pertolongan-pertolongan). New International Version (NIV) menerjemahkannya, “able to help others” (yang dapat menolong orang lain). Terjemahan NIV kurang sesuai dengan teks Yunaninya, karena terjemahan ini menggunakan kata kerja, sedangkan teks Yunaninya berbentuk kata benda.

Apa arti karunia bantuan-bantuan? Sesuai dengan konteksnya di 1 Korintus, maka tentu maksud Paulus adalah bantuan-bantuan di dalam pembangunan tubuh Kristus yaitu gereja, bisa berupa pertolongan kepada saudara seiman yang lemah iman, kekurangan biaya, sakit, dll. Hal ini mirip seperti yang dikatakan oleh Prof. Gordon D. Fee, Ph.D., D.D. yang mengaitkan bantuan-bantuan ini dengan kebutuhan fisik dan rohani dari orang lain di dalam komunitas.[1]



[1] Gordon D. Fee, God’s Empowering Presence, hlm. 193.

26 February 2012

Resensi Buku-156: DARI BUDHA HINGGA YESUS (Rev. Steve Cioccolanti, M.Ed.)

Budha adalah salah satu agama besar yang banyak mempengaruhi orang-orang Barat hari-hari ini. Mengapa demikian? Apa daya tariknya? Benarkah agama Budha yang dipahami orang-orang Barat sama seperti Budha yang asli? Apa saja yang Budha ajarkan? Apa kitab suci dan tradisinya?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
DARI BUDHA HINGGA YESUS:
Sebuah Pandangan Orang Dalam Tentang Ajaran Budha dan Kekristenan


oleh: Rev. Steve Cioccolanti, B.A., M.Ed.

Prakata: Dr. Wayne Cordeiro

Penerbit: Shofar Media Ministry, Jakarta, 2011



Dengan bahasa yang sederhana, ringkas, namun jelas, Rev. Steve Cioccolanti, M.Ed. sebagai seorang mantan penganut Budha di Thailand dalam bukunya Dari Budha Hingga Yesus menjelaskan dengan cukup detail namun sederhana dan ringkas seluk-beluk mengenai agama Budha, yaitu: bentuk patung Budha, siapa Budha, pengajaran Budha, lima perintah Budha, denominasi-denominasi Budha (Theravada/Hinayana, Mahayana, Vajrayana, Dalai Lama, Zen Budhisme), dll. Buku yang ditulisnya bukan hanya sebagai studi perbandingan agama, tetapi sebagai media orang Kristen memberitakan Injil kepada orang Budha dengan jalan dialog tanpa kompromi yaitu memahami seluk-beluk Budhisme dan membawa mereka kepada Injil Kristus sebagai satu-satunya solusi atas penderitaan yang tidak ditemukan dalam Budhisme. Meskipun dalam beberapa konsepnya di dalam Kekristenan kurang tepat, namun saya sangat mengapresiasi buku yang beliau tulis begitu mendetail, namun dengan bahasa sederhana dan enak dibaca.



Profil Rev. Steve Cioccolanti:
Rev. Steve Cioccolanti, B.A., M.Ed. adalah pendeta di Discover Church, Australia. Beliau dilahirkan di Thailand dari keluarga Katolik, Budha, Methodist, dan Islam. Hal inilah yang membuat Steve memiliki perspektif yang unik tentang penginjilan, misi, dan agama-agama dunia. Beliau adalah lulusan The Haggai Institute di Maui, Hawaii, menyelesaikan Leadership Practicum dengan Pastor Wayne Cordeiro di New Hope Oahu, Hawaii, lulusan RHEMA Bible Training Center di Tulsa, Oklahoma, dan menyelesaikan studi Master of Education (M.Ed.) di Monash University, Melbourne, Australia. Beliau dan istrinya, Fe tinggal di Melbourne, Australia.

23 February 2012

Bagian 11: Karunia Penafsiran Bahasa Lidah (1Kor. 12:10)

MENGENAL KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS

Bagian 11: Karunia Penafsiran Bahasa Lidah (1Kor. 12:10)

oleh: Denny Teguh Sutandio

Sebagaimana karunia nubuat harus disertai karunia pembedaan roh-roh, maka karunia bahasa lidah harus disertai karunia penafsiran bahasa lidah. Kata Yunani yang dipakai adalah ρμηνεα γλωσσν (hermēneia glōssōn). Kata ρμηνεα (hermēneia) yang berbentuk kata benda berarti penafsiran dan γλωσσν (glōssōn) berarti bahasa/lidah, sehingga artinya penafsiran bahasa/lidah. Kata ρμηνεα (hermēneia) sebagai kata benda hanya ditemukan di 1 Korintus 12:10 dan 1 Korintus 14:26[1] di mana semuanya berkaitan dengan karunia penafsiran bahasa. Kata kerjanya adalah ρμηνεω (hermeneuō) dipakai 3x di dalam Perjanjian Baru, yaitu di Yohanes 1:42[2]; 9:7[3]; Ibrani 7:2[4].[5]

Lalu, apa arti penafsiran bahasa lidah? Apakah ini berarti bahasa lidah itu diterjemahkan kata per kata? Tidak. Kalau kita memperhatikan kembali definisi bahasa lidah di mana bahasa lidah ini bukan bahasa manusia biasa, maka menafsirkan bahasa lidah tentu bukan menafsirkan kata per kata dalam bahasa tersebut. Oleh karena itu, sangat tepat jika kata ρμηνεα (hermēneia) diterjemahkan sebagai penafsiran (bukan penerjemahan). Prof. David E. Garland, Ph.D. mengungkapkan arti dari penafsiran bahasa lidah, “It is not a word-for-word translation but more likely an interpretation of the meaning of what was said, the “mysteries” spoken to God, or an explanation of the experience.[6] (Itu bukan penerjemahan kata per kata, tetapi lebih mungkin sebuah penafsiran arti dari apa yang dikatakan, “misteri” yang diucapkan kepada Allah, atau penjelasan pengalaman.) Prof. Anthony Thiselton, Ph.D., D.D. menafsirkan “penafsiran bahasa lidah” ini sebagai penguraian/pengungkapan dengan perkataan (to put into words).[7]

Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan karunia penafsiran bahasa lidah berarti seseorang diberikan karunia untuk menafsirkan bahasa lidah ke dalam beberapa kalimat penguraian di dalam bahasa yang dapat dimengerti.



[1] Hasan Sutanto, PBIK Jilid II: Konkordansi Perjanjian Baru, hlm. 316.

[2]LAI: “artinya.” YLT: “which is interpreted” (yang diartikan/diterjemahkan)

[3] LAI: “artinya”; YLT: “which is, interpreted” (yang diartikan)

[4] LAI: “Menurut arti namanya.” YLT: “being intepreted” (diartikan).

[5] Hasan Sutanto, Konkordansi Perjanjian Baru, hlm. 316. Khusus ρμηνεω (hermeneuō), sesuai konteksnya, kata kerja ini diterjemahkan sebagai “diartikan/diterjemahkan.”

[6] David E. Garland, 1 Corinthians, hlm. 586.

[7] David L. Baker, Roh dan Kerohanian Dalam Jemaat, hlm. 66.