03 August 2015

Buku ke-35: "MENGAPA SAYA SEORANG REFORMED?: Panggilan Iman Reformed Di Indonesia Di Abad XXI" (Denny Teguh Sutandio)

Ketika orang Kristen mendengar kata “Reformed”, banyak dari mereka selalu mengidentikkannya dengan gereja yang berlabel “Reformed.” Benarkah “Reformed” selalu identik dengan gereja yang berlabel “Reformed”? Apa sebenarnya definisi “Reformed”? Bagaimana sejarah singkatnya? Apa saja keunikan ajaran iman Reformed? Bagaimana perspektif iman Reformed terhadap iman Kristen lainnya (non-Reformed)?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
"MENGAPA SAYA SEORANG REFORMED?:
Panggilan Iman Reformed Di Indonesia Di Abad XXI"

oleh: Denny Teguh Sutandio


Penerbit: Sola Scriptura

Harga: Rp 95.000, 00/buku
+ ongkos kirim (tergantung lokasi)



Berminat?
Segera dapatkan buku ini dengan membelinya di:
Denny Teguh Sutandio (0878-5187-3719)


NB:
Buku akan dikirimkan ke alamat pemesan setelah pemesan melakukan transfer biaya pesanannya paling lambat satu minggu setelah pemesan mendapat SMS balasan dari saya.



Apa kata mereka tentang buku ini?
“Buku ini memberikan pengertian dasar yang sangat jelas, demi pembedaan pemahaman praktis berdasar literatur, serta berusaha untuk memberikan jawab yang tepat, lugas, dan dapat dipercaya bagi pembacanya tentang Paham Reformed dan Mengapa Saya Seorang Reformed. Perlu dibaca untuk mendalami serta sungguh-sungguh memaknai hidup dengan Firman Tuhan yang tepat dan benar.”
Pdt. Henoch Soetopo, D.R.E., D.Min., D.Th. 
Gembala Sidang Gereja Beth’El Tabernakel - Jemaat “Aletheia”, Surabaya dan Ketua Sekolah Tinggi Theologi Tabernakel, Lawang.

“Deskriptif, Informatif, Reflektif dan Biblikal. Denny memaparkan dengan detail hal-hal berkaitan dengan iman Reformed. Pembaca awam akan mendapatkan informasi yang berguna dan yang ingin mendalami dapat merujuk ke referensi yang dipakai. Denny juga membahasnya secara reflektif, menggemakan apa yang ia yakini sebagai seorang beriman Reformed. Yang paling utama Alkitab digali bukan semata menjadi proof-text.”
Hans Wuysang, Th.M.
Coaching Clinic Coordinator of BeACh (Bahtera Indonesia Cerah)

Kita memasuki zaman pengelabuan yang paling canggih, tentang identitas  pengajaran theologi Reformed yang palsu atau asli, yang tepat atau yang melenceng dari garis ketat asas dasar pengajaran theologi Reformed. Hal ini bukan ditentukan oleh hanya salah satu bagian kecil, aspek atau perspektif theologi Reformed kemudian kita boleh menyebut diri seorang Reformed.” Kepercayaan dan pengakuan Reformed tidak sebatas aklamasi di mulut saja tetapi pengajaran agung ini memenuhi dan melingkupi seluruh aspek hidup secara utuh. Buku ini berusaha menyajikan suatu pembelaan iman Reformed dari sisi yang lebih luas tentang siapakah yang boleh mengklaim diri sebagai seorang bertheologi Reformed.” Bacalah buku ini Anda akan semakin dewasa melihat kebenaran identitas “Reformed yang sebenarnya.
Pdt. Drs. Agung Wibisana Surya, Th.M.
Gembala Sidang Gereja Kristen Immanuel (GKIm) Gloria, Bandung dan Yogyakarta dan Pendiri Pembina Pengajaran Theologi Puritan Reformed as Our Doctrine for LIFE yang menekankan visi “Christeleocentrism Church Ministry”

02 August 2015

Resensi Buku-330: JOHN CALVIN: Sebuah Hati Untuk Ketaatan, Doktrin, dan Puji-pujian (ed. Rev. Burk Parsons, M.Div.)

John Calvin adalah salah satu reformator gereja di abad XVI yang sering kali disalahmengerti oleh banyak orang. Di abad ini, beberapa pemimpin gereja dan orang Kristen sangat antipati dengan Calvin dan ajaran-ajarannya dengan cara mengkarikaturkan sosok dan ajaran Calvin yang sebenarnya tidak demikian. Bagaimana kita dapat memahami sosok dan ajaran John Calvin yang sesungguhnya?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
JOHN CALVIN:
Sebuah Hati Untuk Ketaatan, Doktrin, dan Puji-pujian

diedit oleh: Rev. Burk Parsons, M.Div.

Kata Pengantar: Iain H. Murray

Penerbit: Momentum Christian Literature, Surabaya, 2014

Penerjemah: Merry Debora



Buku yang ditulis oleh 20 orang ini merupakan suatu buku pegangan orang Kristen untuk memahami sosok dan ajaran-ajaran Calvin dengan tepat. Ke-20 penulis ini menyajikan sosok dan ajaran Calvin yang sangat beraneka ragam. Saya membagi penyajian ini di dalam dua bagian, yaitu bagian yang membahas profil John Calvin dan bagian kedua membahas ajaran-ajaran Calvin. Di bagian pertama ini, Burk Parsons, Derek W. H. Thomas, Sinclair B. Ferguson, D. G. Hart, Harry L. Reeder, Steven J. Lawson, W. Robert Godfrey, dan Phillip R. Johnson menjelaskan berbagai aspek tentang profil John Calvin, yaitu: kerendahan hati Calvin, profil kehidupan Calvin, status Calvin sebagai theolog, pendeta, pengkhotbah, penulis, dan penghibur mereka yang terluka. Selain itu, di bagian kedua, para penulis lainnya seperti: Eric J. Alexander, Thabiti Anyabwile, John F. MacArthur, Richard D. Phillips, Thomas K. Ascol, Keith A. Mathison, Jay E. Adams, Philip Graham Ryken, Michael Horton, Jerry Bridges, dan Joel R. Beeke menguraikan berbagai doktrin Calvin dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari yang meliputi: supremasi Kristus di dalam setiap pengajaran Calvin, pekerjaan Roh Kudus, pemilihan dan reprobasi di dalam doktrin keselamatan, konsep penebusan Kristus, anugerah Allah yang mengubahkan, jaminan yang pasti di dalam keselamatan di dalam Kristus, kesatuan mistik umat-Nya dengan Kristus, konsep pembenaran dan pengudusan di dalam keselamatan, kehidupan sehari-hari, dan doa. Dari buku ini, kita mendapat pemahaman seluruhnya tentang profil dan ajaran-ajaran Calvin dengan bertanggung jawab.



Endorsement:
“Jika Anda mengabaikan tulisan-tulisan Calvin karena takut bahwa berbagai tulisannya terlalu sulit atau terlalu suram, buku ini akan mengubah pikiran Anda. Buku ini adalah ringkasan dari hasil pemikiannya, sebagaimana yang mungkin kita harapkan dari para penulis ini, secara jelas, menawan hati, dan dengan kehangatan devosional yang mendorong kita untuk mengenal Allah yang kita sembah.”
Rev. Alistair Begg
Pendeta Senior di Parkside Church, Chagrin Falls, Ohio

“Dalam perayaan ulang tahun John Calvi yang kelima ratus, sangatlah tepat bila ada sebuah buku esai yang dirancang untuk orang Kristen kebanyakan dan bukan untuk para ahli. Para ahli tentu saja akan memiliki konferensi mereka sendiri, dan memang demikian, tetapi ini adalah kumpulan esai yang akan menginformasikan dan mendorong para pembaca awam untuk meraih sesuatu dari karunia yang sangat besar, yang Allah berikan kepada gereja dalam pribadi dan pelayanan – dan khususnya tulisan-tulisan – Calvin. Bacalah buku ini, kemudian dapatilah diri Anda tenggelam ke dalma jam-jam yang panjang dan membawa berkat dengan membaca Institutes Calvin dan beberapa tafsirannya.”
Rev. Prof D. A. Carson, Ph.D.
Profesor Riset Perjanjian Baru di Trinity Evangelical Divinity School, Deerfield, Illinois yang menyelesaikan studi Bachelor of Science (B.S.) dalam bidang kimia dari McGill University; Master of Divinity (M.Div.) dari Central Baptist Seminary, Toronto; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Perjanjian Baru dari Cambridge University

“Setahu saya, belum pernah ada sebuah buku yang berisi kumpulan tulisan sejumlah penulis, yang membahas mengenai pelayanan siapa pun, yang membuat saya ingin duduk membacanya lebih daripada buku ini. Yang melegakan adlah karena mereka adalah orang-orang yang rendah hati, orang-orang kudus Allah. Kebanyakan dari mereka sudah sangat tua – sangat kawakan – sehingga tidak berusaha menonjolkan diri. Kehidupan mereka menjadi saksi keberhargaan Kristus dan pentingnya kemurnian. Jangan mengharapkan pujian yang berlebihan. Harapkanlah kekaguman yang rendah hati dan dalam takaran yang cukup, serta aplikasi yang bijaksana. Ini adalah cara yang baik untuk bertemu dengan John Calvin: dalam hati yang kudus dari para hamba Kristus yang rendah hati. Satu-satunya cara lain yang lebih baik adalah memvbaca tentang tokoh itu sendiri.”
Rev. John S. Piper, D.Theol.
Pendeta untuk Pengajaran dan Visi di Betlehem Baptist Church, Minneapolis, Minnesota yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) dari Wheaton College, U.S.A.; Bachelor of Divinity (B.D.) di Fuller Theological Seminary, U.S.A.; dan Doctor of Theologie (D.Theol.) di University of Munich, Munich, Jerman Barat



Profil para penulis:
Rev. Prof. Jay E. Adams, Ph.D. adalah Pendiri Christian Counseling and Educational Foundation (CCEF) di Philadelphia, U.S.A., the National Association of Nouthetic Counselors, dan Timeless Texts; mantan direktur advanced studies dan Profesor Theologi Praktika di Westminster Theological Seminary, U.S.A.; mantan Direktur program Doktoral di Westminster Theological Seminary in California. Beliau menyelesaika studi Bachelor of Divinity (B.D.) dari Reformed Episcopal Seminary; Bachelor of Arts (B.A.) di Johns Hopkins University; Pittsburgh-Xenia Seminary; Master of Sacred Theology (M.S.T.) di Temple University School of Theology; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di University of Missouri, U.S.A.

Rev. Eric J. Alexander, M.A., B.D. adalah pensiunan pendeta di St. George’s-Tron Church di Glasgow, Skotlandia dan salah satu anggota konsili Alliance of Confessing Evangelicals. Beliau telah ditahbiskan menjadi pendeta di Church of Scotland selama lebih dari 50 tahun. Beliau menyelesaikan studi Master of Arts (M.A.) pada tahun 1954 dan Bachelor of Divinity (B.D.) pada tahun 1958 di University of Glasgow. Beliau telah melayani di Eropa, Timur Jauh, Afrika Selatan, Kanada, dan Amerika Serikat. Beliau juga telah berbicara kepada para mahasiswa di banyak seminari dan di General Assemblies of the Presbyterian Church di  Ireland dan Evangelical Presbyterian Church di Amerika.

Rev. Thabiti Anyabwile, B.A., M.S. adalah Pendeta senior di First Baptist Church di Grand Cayman, Cayman Islands. Beliau adalah seorang pembicara konferensi dan penulis dari beberapa buku, seperti “The Decline of African American Theology: From Biblical Faith to Cultural Captivity”, “The Faithful Preacher: Recapturing the Vision of Three Pioneering African-American Pastors”, dan “What Is a Healthy Church Member?” Beliau menyelesaikan studi B.A. dan Master of Science (M.S.) dalam bidang Psikologi di North Carolina State University.

Rev. Thomas Kennedy Ascol, B.S., M.Div., Ph.D. yang lahir pada tanggal 20 Januari 1957 di Beaumont, Texas adalah pendeta senior di Grace Baptist Church di Cape Foral, Florida, direktur eksekutif dari Founders Ministries dan editor dari Founders Journal. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Science (B.S.) dalam bidang Sosiologi di Texas A&M University dan Master of Divinity (M.Div.) dan Ph.D. di Southwestern Baptist Theological Seminary, Ft. Worth, Texas.

Prof. Joel R. Beeke, Ph.D. yang lahir pada tahun 1952 adalah Presiden dan Profesor Theologi Sistematika dan Homiletika di Puritan Reformed Theological Seminary di Grand Rapids, Michigan, Pendeta di Heritage Netherlands Reformed Congregation, editor dari “Banner of Sovereign Grace Truth”, direktur editorial dari Reformation Heritage Books, presiden Inheritance Pub¬lish¬ers, dan wakil presiden Dutch Reformed Translation Society. Beliau menyelesaikan studi Ph.D. dalam bidang Theologi Reformasi dan Post-Reformasi di Westminster Theological Seminary (Philadelphia). Beliau menikah dengan Mary dan dikaruniai 3 orang anak, yaitu: Calvin, Esther, dan Lydia.

Jerry Bridges, D.D. telah melayani bersama Navigator sejak tahun 1955 dan menjadi salah satu anggota konsili Alliance of Confessing Evangelicals. Beliau dianugerahi gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari Westminster Theological Seminary, U.S.A. Beliau telah menulis beberapa buku, seperti: “The Pursuit of Holiness”, “Trusting God”, “Transforming Grace”, dan “Respectable Sins.”

Rev. Prof. Sinclair B. Ferguson, Ph.D., D.D. yang lahir tahun 1948 adalah theolog Scottish terkenal di dalam lingkungan Kristen Reformed karena pengajaran, tulisan dan karya editorialnya. Beliau meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dari University of Aberdeen dan telah melayani di Church of Scotland pada tahun 1971-2005. Beliau juga mendapat gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari Erskine Seminary, U.S.A. Beliau telah melayani sebagai editor bersama the Banner of Truth Trust dan bekerja sebagai seorang pelayan Tuhan di St George's-Tron Church, Glasgow. Beliau adalah Pendeta Senior di First Presbyterian Church di Columbia, South Carolina. Beliau adalah Profesor Tamu Luar Biasa dalam bidang Theologi Sistematika di Westminster Theological Seminary, Dallas, kampus Texas. Beliau juga adalah anggota dewan dari Alliance of Confessing Evangelicals.
Ferguson adalah teman dari Dr. R. C. Sproul dan telah menjadi pembicara pada beberapa Sproul's Ligonier Conferences. Buku-buku yang telah ditulis, diedit atau disumbangkan oleh beliau antara lain:
John Owen: The Man and His Theology (2003), kontributor tentang John Owen
The Preacher's Commentary - Vol. 21 - Daniel (2002)
The Big Book of Questions & Answers about Jesus (2000)
The Grace of Repentance (Today's Issues) (2000)
Reformed Confessions Harmonized (1999), editor bersama Joel Beeke
Let's Study Mark (1999)
Let's Study Philippians (1998)
Big Book of Questions and Answers (1997)
The Holy Spirit (1997)
Heart for God (1996)
The Christian Life (1996)
Discovering God's Will (1996)
Sermon on the Mount (1996)
The Pundit's Folly (1996)
Grow in Grace (1989)
Children of the Living God (1989)
New Dictionary of Theology (Master Reference Collection) (1988), editor bersama David Wright and J. I. Packer
Daniel (Mastering the Old Testament, Vol 19) (1988)
John Owen on the Christian Life (1987)
Buku-buku beliau yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Momentum adalah: “Bertumbuh Dalam Anugerah”, “Khotbah Di Bukit”, “Menemukan Kehendak Allah”, “Hati yang Dipersembahkan Kepada Allah”, dan “Kehidupan Kristen.”

Prof. W. Robert Godfrey, A.B., M.Div., M.A., Ph.D. adalah Presiden dan Profesor Sejarah Gereja di Westminster Seminary, California dan anggota konsili Alliance of Confessing Evangelicals. Beliau meraih gelar Bachelor of Arts (A.B.) dari Stanford University; M.Div. dari Gordon-Conwell Theological Seminary; Master of Arts (M.A.) dan Ph.D. dari Stanford University.

Prof. Darryl G. Hart, B.A., M.A.R., M.T.S., M.A., Ph.D. adalah Adjunct Professor of Church History di Westminster Seminary, California, direktur dari berbagai program akademik di Intercollegiate Studies Institute di Philadelphia, dan tua-tua di Orthodox Presbyterian Church, U.S.A. Beliau meraih gelar B.A. dari Temple University; Master of Arts in Religion (M.A.R.) dari Westminster Theological Seminary; Master of Theological Studies (M.T.S.) dari Harvard University; M.A. dan Ph.D. dari Johns Hopkins University. Beliau menulis beberapa buku, seperti: “Deconstructing Evangelicalism”, “The Lost Soul of American Protestantism”, dan “That Old-Time Religion in Modern America.”

Rev. Prof. Michael S. Horton, B.A., M.A., Ph.D. adalah Pendeta di United Reformed Church di Amerika Utara, J. Gresham Machen Professor of Systematic Theology and Apologetics di Westminster Seminary, California, pendiri dari Christians United for Reformation (CURE), dan anggota dari: the Oxford University Union Society, the Royal Institute of Philosophy, the American Academy of Religion, the American Theological Society, and the Calvin Studies Society. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di Biola University; Master of Arts (M.A.) di Westminster Seminary California; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dari University of Coventry and Wycliffe Hall, Oxford, U.K.

Phillip R. Johnson yang lahir tanggal 11 Juni 1953 di Oklahoma City, Oklahoma adalah Direktur Eksekutif dari Grace to You di Panorama City, California dan pendeta di Grace Community Church. Beliau mengelola situs: “The Spurgeon Archive” dan “The Hall of Church History”. Beliau menyelesaikan studi Bachelor dalam bidang Theologi di Moody Bible Institute. Beliau menikah dengan Darlene dan dikaruniai: 3 orang anak dan 5 orang cucu.

Rev. Steven J. Lawson, B.B.A., Th.M., D.Min. adalah Pendeta Senior di Christ Fellowship Baptist Church di Mobile, Alabama, Presiden dari OnePassion Ministries, Professor Khotbah dalam program master dan doktoral di The Master’s Seminary, di mana beliau juga melayani sebagai Dewan Direktur di The Master’s Seminary and College di Sun Valley, California. Beliau juga melayani sebagai Teaching Fellow bersama Ligonier Ministries di Orlando, Florida di mana beliau mengajar sebagai Visiting Professor dalam program Doctor of Ministry di Ligonier Academy. Beliau juga melayani di dewan di Ligonier Ministries. Beliau juga termasuk anggota konsili the Alliance of Confessing Evangelicals. Beliau meraih gelar Bachelor of Business Administration (B.B.A.) dari Texas Tech University; Master of Theology (Th.M.) dari Dallas Theological Seminary; dan Doctor of Ministry (D.Min.) dari Reformed Theological Seminary. Beliau menikah dengan Anne dan memiliki 3 orang anak laki-laki (Andrew, James, dan John) dan seorang anak perempuan yang bernama Grace Anne. Beliau telah menulis beberapa buku, antara lain “Pillars of Grace: A Long Line of Godly Men” (Volume 2, bagian kedua dari seri 3 volume), “The Unwavering Resolve of Jonathan Edwards”, “The Expository Genius of John Calvin”, dan “Foundations of Grace: A Long Line of Godly Men” (Volume 1), dll.

Rev. John F. MacArthur, Jr., Litt.D., D.D. adalah Pendeta-Pengajar di Grace Comunity Church di Sun Valley, California hampir selama 40 tahun, Presiden dari The Master’s College and Seminary, dan mengudara di lebih dari 2.000 saluran radio di seluruh dunia pada program radio “Grace to You”. Beliau menyelesaikan studi B.A. di Los Angeles Pacific College; Master of Divinity (M.Div.) di Talbot Theological Seminary; dan dianugerahi gelar: Doctor of Letters (Litt.D.) dari Grace Graduate School dan D.D. dari Talbot Theological Seminary.

Keith A. Mathison, M.A., Ph.D. adalah Dekan Akademis dan Profesor Theologi Sistematika di Reformation Bible College, editor rekanan dari majalah Tabletalk di Orlando, Florida, dan editor rekanan dari The Reformation Study Bible (ESV). Beliau meraih gelar M.A. dari Reformed Theological Seminary di Orlando dan Ph.D. dari Whitefield Theological Seminary.

Rev. Iain Hamish Murray, M.A. yang lahir di Lancashire, Inggris pada tahun 1931 adalah salah satu pendiri Banner of Truth Trust di Edinburgh, Skotlandia dan pensiunan hamba Tuhan dari Australian Presbyterian Church. Beliau belajar di Wallasey Grammar School dan King William’s College in the Isle of Man (1945-49).

Rev. Burk Parsons, B.A., M.Div. melayani sebagai pendeta untuk kehidupan jemaat di Saint Andrew’s Chapel di Sanford, Florida dan editor Tabletalk (majalah pendalaman Alkitab bulanan Ligonier Ministries). Beliau menyelesaikan studi B.A. dalam bidang Studi Biblika di Trinity College dan M.Div. di Reformed Theological Seminary.

Rev. Richard Davis Phillips, B.A., M.Div., M.B.A., D.D. (HC) adalah pendeta senior kedua belas di Second Presbyterian Church, Greenville sekaligus editor bersama Dr. Philip Graham Ryken dalam seri Reformed Expository Commentary. Beliau juga melayani sebagai dewan di the Alliance of Confessing Evangelicals, the Gospel Coalition, dan dewan perwalian di Westminster Theological Seminary. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di University of Michigan; Master of Divinity (M.Div.) di Westminster Theological Seminary; dan Master of Business Administration (M.B.A.) di University of Pennsylvania. Beliau dianugerahi gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari Greenville Presbyterian Theological Seminary. Beliau menikah dengan Sharon Wilkey dan dikaruniai 5 orang anak, yaitu: Hannah, Matthew, Jonathan, Ellie, dan Lydia.

Rev. Harry L. Reeder III, M.Div., D.Min. adalah Pendeta Senior di Briarwood Presbyterian Church di Birmingham dan menyiarkan khotbanya melalui program radio “Embers to a Flame”. Beliau studi di Covenant College, kemudian meraih gelar M.Div. dari Westminster Seminary dan D.Min. dari Reformed Theological Seminary. Beliau menulis buku “From Embers to a Flame: How God can Revitalize Your Church” (P&R Publishing, 2004).

Rev. Philip Graham Ryken, B.A., M.Div., D.Phil. adalah Pendeta Senior di Tenth Presbyterian Church di Philadelphia, Pa dan pengajar di Alliance of Confessing Evangelicals. Beliau meraih gelar B.A. dari Wheaton College (IL); M.Div. dari Westminster Theological Seminary, PA; dan Doctor of Philosophy (D.Phil.) dari University of Oxford, UK

Rev. Prof. Derek W. H. Thomas, B.S., M.Div., Ph.D. adalah Profesor Theologi Praktika dan Sistematika John Richards di Reformed Theological Seminary, Jackson, Mississippi, Pengajar di First Presbyterian Church di Jackson, dan Direktur Editorial di Alliance of Confessing Evangelicals. Beliau meraih gelar Bachelor of Science (B.S.) dari University College of Wales; M.Div. dari Reformed Theological Seminary; dan Ph.D. dari University of Wales. Beliau telah menulis atau mengedit 15 buku dan telah berkontribusi dalam seri tafsiran oleh Banner of Truth and Evangelical Press. Beliau juga mengedit bersama buku “Give Praise to God: A Vision for Reforming Worship” (P & R) dengan Philip G. Ryken dan Ligon Duncan.

26 July 2015

Resensi Buku-329: "KRISTUS SANG KONTROVERSIALIS" (Rev. DR. JOHN R. W. STOTT, C.B.E.)

Kekristenan adalah Kristus, maka Kekristenan tidak dapat dilepaskan dari pengenalan akan Kristus. Namun banyak orang Kristen tidak memahami siapakah Kristus sesungguhnya. Alkitab mengajar kita tentang Pribadi Kristus yang unik yaitu Sang Kontroversialis. Apa maksudnya?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
CHRIST THE CONTROVERSIALIST
(KRISTUS SANG KONTROVERSIALIS):
Meneladani Pelayanan dan Pengajaran Yesus yang Radikal

oleh: Rev. DR. JOHN R. W. STOTT, C.B.E.

Penerbit: Literatur Perkantas Jatim, 2014

Penerjemah: Paksi Ekanto Putro



Buku ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian 1 yang terdiri dari 2 bab menjelaskan pendahuluan terhadap penjelasan Dr. John Stott tentang pelayanan dan pengajaran Yesus yang Alkitabiah. Di dalam pendahuluan ini, Dr. Stott menjelaskan bahwa untuk memahami Yesus yang Alkitabiah diperlukan pola pikir theologi Injili yang setia kepada Alkitab di tengah-tengah Kekristenan yang tidak mempedulikan doktrin dan lebih menginginkan persatuan gereja yang semu. Pola pikir Injili inilah yang mengakibatkan seorang Injili dapat memahami Kristus sesuai pengajaran Alkitab yaitu Kristus yang mengakibatkan kontroversi. Di bagian 2, Dr. Stott menjelaskan berbagai kontroversi yang Yesus bawa beserta aplikasi praktisnya, yaitu: Agama (apakah natural atau supranatural), otoritas (apakah tradisi atau Alkitab), Alkitab (apakah sebagai tujuan atau sarana kita mengenal Allah), keselamatan (apakah merupakan suatu jasa baik atau anugerah Allah), moralitas (apakah lahiriah atau batianiah), ibadah (apakah hanya berkisar tentang mulut atau masalah hati), tanggung jawab (apakah menarik diri dari dunia atau terlibat di dalamnya), dan ambisi (apakah untuk kemuliaan kita atau kemuliaan Allah). Kesemua kontroversi ini diuraikan satu per satu oleh Dr. Stott dari Alkitab khususnya Perjanjian Baru lengkap dengan penyelidikan sederhana dan aplikasi praktisnya dalam sejarah gereja maupun Kekristenan zaman ini. Di bagian akhir, Dr. Stott mengarahkan kita untuk meneladani Yesus Kristus sebagai Guru sekaligus Tuhan kita sebagai pedoman iman dan kehidupan kita sehari-hari.



Endorsement:
“Setiap orang Kristen yang bijak perlu membaca penjelasan klasik mengenai inti aliran Injili. Meskipun ditulis lebih dari empat puluh tahun yang lalu, pesan utamanya masih berlaku bahkan lebih dibutuhkan pada hari ini daripada di waktu yang sebelumnya. John Stott menjelaskan secara persuasif, murah hati, jelas, dan dengan pemahaman yang tajam mengenai apa artinya untuk setia bagi Yesus Kristus. Ini adalah buku yang luar biasa.”
Christopher Ash
Direktur Cornhill Training Course, Proclamation Trust

“Menurut saya, ini bukan hanya salah satu buku terbaik dari John Stott, tetapi salah satu buku yang paling penting dalam dekade terakhir. Dalam dunia yang semakin menolak konsep kebenaran dan gereja yang sering ditandai oleh ketidakpedulian terhadap doktrin, maka permohonan buku ini untuk tunduk pada pengajaran Kristus tentang keyakinan-keyakinan inti dan teladan-Nya dalam menyatakan keyakinan-keyakina tersebut sangatlah dibutuhkan.”
Rev. Vaughan Roberts
Rektor St. Ebbes, Oxford dan Direktur Proclamation Trust yang studi theologi di Wycliffe Hall, Oxford



Profil Rev. DR. JOHN R. W. STOTT:
(alm.) Rev. DR. JOHN ROBERT WALMSLEY STOTT, CBE adalah seorang pemimpin Kristen dari Inggris dan pendeta gereja Anglikan yang tercatat sebagai seorang pemimpin dari gerakan Injili di seluruh dunia. Beliau terkenal sebagai salah seorang penulis terpenting dari the Lausanne Covenant pada tahun 1974. Beliau lahir di London pada tahun 1921 dari Sir Arnold dan Lady Stott. Stott belajar modern languages di Trinity College, Cambridge di mana beliau lulus dengan dua gelar dalam bidang bahasa Prancis dan Theologi. Di universitas, beliau aktif di the Cambridge inter-collegiate Christian Union (CICCU).
Setelah ini, beliau berpindah ke Ridley Hall Theological College (juga the University of Cambridge) sehingga beliau dapat ditahbiskan menjadi pendeta Anglikan pada tahun 1945 dan menjadi pembantu pendeta di the Church of All Souls, Langham Place (1945-1950) (website: www.allsouls.org) kemudian Pendeta (1950-1975). Beliau dipilih menjadi Pendeta bagi Ratu Inggris Elizabeth II (1959-1991) dan Pendeta luar biasa pada tahun 1991. Beliau menerima CBE pada tahun 2006 dan menerima sejumlah gelar doktor kehormatan dari sekolah-sekolah di Amerika, Inggris dan Kanada. Salah satunya adalah Lambeth Doctorate of Divinity pada tahun 1983.

12 July 2015

Book Description-328: "ROMAN CATHOLICS AND EVANGELICALS: Agreements and Differences (Prof. Norman L. Geisler, Ph.D. & Ralph E. MacKenzie, M.A.)

Roman Catholics and Evangelicals are two different Christian people who always blame each other as a heresy. Is is true that they are so different that we suppose?

Get the answer in the:
Book
ROMAN CATHOLICS AND EVANGELICALS:
Agreements and Differences

by: 
Prof. Norman L. Geisler, Ph.D. and 
Ralph E. MacKenzie, M.A.

Publisher: Baker Books, Grand Rapids, 1995



In this book, Dr. Norman L. Geisler and Ralph E. MacKenzie analyze about the agreements and the differences between Roman Catholicism and Evangelical. This book consists 4 part: Part one, they explain about 8 areas of doctrinal agreement between Roman Catholicism and Evangelical, such as: Revelation, God, human beings, Christ, salvation, the church, ethics, and last things (eschatology). In part two, Dr. Geisler and MacKenzie tell us about 8 areas of doctrinal differences between Roman Catholicism and Evangelical. In this part, they explain Catholics’ doctrines and critiques of Evangelical and then, they analyze those critiques based on the Holy Bible and church tradition (that Catholic believes). Eventhough there are 8 differences between Catholicism and Evangelical, in the third part, Dr. Geisler and MacKenzie believe that Roman Catholics and Evangelical can cooperate to expand the kingdom of God, such as:  social action, educational goals, spiritual heritage, and evangelism. In the last part, appendixes, they add some explanation about: eastern church, counter-reformation and later developments, modern/liberal Catholicism, Vatican Council II and the current situation, baptismal regeneration, and the Colson-Neuhaus Declaration. I believe that this book is so important for Evangelicals and Roman Catholicisms to discuss each other based on the Holy Bible.



Endorsement:
“It is important for us to understand the foundational things that we have in common, as well as to identify the irreducible difficulties that remain. Geisler and MacKenzie have undertaken the monumental task of showing us how to do this.”
Prof. Harold O. J. Brown, Ph.D. (1933-2007)
Professor Emeritus of Biblical and Systematic Theology at Trinity Evangelical Divinity School in Deerfield, Illinois and Professor of Theology and Philosophy at Reformed Theological Seminary (Charlotte) who holds Bachelor of Arts (A.B.) from Harvard College; Bachelor of Divinity (B.D.) from Harvard Divnity School; Master of Theology (Th.M.) from Harvard Divinity School; and Doctor of Philosophy (Ph.D) from Harvard University

“I hope Catholic and evangelicals will read this book together, with the Catechism of the Catholic Church at hand for ready reference. Out of such prayerful study and honest argument will come, God willing, greater shared insight into the nature and mission of Christ and his church.”
Fr. Richard John Neuhaus, M.Div. (May 14, 1936 – January 8, 2009)
Ex Lutheran pastor who converted to Roman Catholics and became Roman Catholic priest holds Bachelor of Arts (B.A.) and Master of Divinity (M.Div.) from Concordia Seminary, St. Louis, Missouri. 

“The virtue of this book is clarity. It cuts through the fog of confusion and uncertainty like a searchlight. The real issues in Protestant/Catholic debate are laid bare with fairness and forthrightness. A book of this kind has long been needed.”
Prof. David Falconer Wells, Ph.D.
Andrew Mutch Distinguished Professor of historical and systematic theology at Gordon Conwell Theological Seminary, South Hamilton, Massachusetts who has B.D. from University of London; Th.M. from Trinity Evangelical Divinity School; Ph.D from the University of Manchester (1969); and post-doctoral Research Fellow from Yale Divinity School.

“This book goes far towards resolving apparent differences between the two faiths, while at the same time revealing the great distance which in some ways still separates them.”
Prof. James Hitchcok, Ph.D.
Professor of History at Saint Louis University who holds Bachelor of Arts (B.A.) from Saint Louis University; M.A. and Ph.D. from Princeton University.



Biography of the authors:
Prof. Norman L. Geisler, Ph.D. is distinguished professor of apologetics and theology at Veritas Evangelical Seminary in Murrieta, California. He is the author of more than seventy books, including the Baker Encyclopedia of Christian Apologetics. He holds Diploma from William Tyndale College (1950-1955), then he studied in University of Detroit (1956-1957). After that, in 1958, he holds Bachelor of Arts (B.A.) in Philosophy from Wheaton College; Master of Arts (M.A.) in Theology from Wheaton Graduate School in 1960; and Bachelor of Theology (Th.B.) from William Tyndale College in 1964. In 1964, he worked in philosophy in Wayne State University Graduate School, in 1965-1966, he works on M.A in Philosophy in University of Detroit Graduate School, and in 1968, he also work in philosophy in Northwestern University, Evanston. In 1970, he holds Doctor of Philosophy (Ph.D.) in Philosophy from Loyola University, Chicago. He has lectured in all 50 states and 26 countries on six continents. He is married to Barbara Jean (graduate of Fort Wayne Bible College {now: Taylor University}) and together they have six children, fifteen grandchildren, and three great grandchildren. His website: http://www.normgeisler.com

Ralph E. MacKenzie, M.A. graduated from Bethel Seminary, San Diego, in 1992, with a Master of Arts (M.A.) degree in Theological Studies and a concentration in Church History. In 1993, he spent three months at Odessa International Theological Seminary in the Ukraine as a visiting professor in Church History and Systematic Theology. He has also served as a visiting lecturer at BIOLA University's School of Apologetics in Los Angeles where he taught Church History and Historical Theology. While doing so, he addressed such topics as current religious trends and the interaction between science and the Christian faith. Ralph is married and delights in his eleven grandchildren and one great-granddaughter. Lastly, he and his wife Donna fellowship and serve at First Presbyterian Church in San Diego.

05 July 2015

Resensi Buku-327: SENI MERAYAKAN HIDUP YANG SULIT (Pdt. DR. JULIANTO SIMANJUNTAK)

Kehidupan yang penuh penderitaan sering kali membuat banyak orang Kristen frustasi dan akhirnya meninggalkan Tuhan. Namun beberapa pengajar Kristen bukan mengajar mereka untuk tangguh menghadapi penderitaan, malahan mengajar mereka bahwa penderitaan itu produk setan dan orang-orang Kristen tidak mungkin menderita. “Theologi” kemakmuran tidak memberikan solusi atas penderitaan umat Allah, lalu bagaimana solusinya?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
SENI MERAYAKAN HIDUP YANG SULIT:
Dilengkapi Kesaksian Manusia Biasa Dengan Kesulitan Luar Biasa

oleh: Pdt. Dr. Julianto Simanjuntak

Penerbit: Yayasan Pelikan Indonesia, Tangerang, 2004



Di dalam bukunya, salah satu tokoh koseling ternama di Indonesia mengajarkan bahwa penderitaan dan kesulitan hidup perlu dirayakan, bukan diratapi, namun bagaimana caranya? Pdt. Julianto Simanjuntak membagikan 7 poin seni merayakan kehidupan sulit yang dialami oleh anak-anak Tuhan, yaitu: masalah bukan untuk disimpan, tetapi untuk dibagikan kepada saudara seiman; masalah bukan untuk disesali, tetapi dirayakan; masalah bukan tanda kelemahan, tetapi kekuatan; masalah tidak menjauhkan, tetapi justru mendekatkan kita kepada Tuhan; masalah tidak untuk dihindari, tetapi dihadapi; masalah bukan kutuk, melainkan berkat; dan masalah bukan semata cobaan, melainkan terutama ujian untuk mendapatkan mahkota. Ketujuh poin ini diuraikan dengan bahasa yang sederhana dilengkapi dengan kesaksian anak-anak Tuhan yang mengalami penderitaan yang benar-benar berat bagi manusia namun memiliki kelegaan di dalam Allah, meskipun beberapa dari mereka tidak mengalami kelepasan dari penderitaan mereka. Di bagian akhir buku ini, Pdt. Julianto mengarahkan kita untuk melihat betapa besar cinta Allah kepada kita, meskipun kita pernah membenci bahkan meninggalkan-Nya. Biarlah melalui buku praktika yang sederhana ini menyadarkan kita untuk melihat dan bergantung pada Allah dalam setiap kesulitan hidup kita.



Rekomendasi:
“Sungguh suatu paradoks yang menggetarkan: Tuhan hadir justru ketika pencobaan hidup menimpa kita. Buku Julianto dan Roswitha berisi kisah nyata tentang akrabnya penderitaan dan kehadiran Tuhan.”
Dr. (HC) Jacob Oetama
Presiden Komisaris Kelompok Kompas-Gramedia yang dianugerahi gelar Doktor bidang komunikasi dari Universitas Gajah Mada.

“Buku ini memberikan kita inspirasi untuk selalu berpengharapan dalam mengarungi berbagai tantangan kehidupan.”
Dr. (HC) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc.
Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH) yang adalah alumni dari the University of Tasmania, Australia dan dianugerahi gelar doktor dari Ouachita Baptist University.

“Buku “Seni Merayakan Hidup yang Sulit” ini memberikan kita wawasan bagaimana kita menjalani penderitaan dari perspektif Tuhan.”
Dr. James Tjahaja Riady, M.A.
CEO Lippo-Group yang menyelesaikan studi Bachelor of Commerce dari the University of Melbourne



Profil Pdt. Julianto Simanjuntak:
Pdt. Julianto Simanjuntak, B.Th., S.Th., M.Div., M.Si., D.Th. yang lahir di Tanjung Balai Karimun, 25 Juli 1963 adalah Pemimpin dari Yayasan Peduli Konseling Indonesia (Pelikan) dan Institut Konseling Lembaga Konseling Keluarga dan Karier (LK3) sekaligus menjadi Direktur Pelaksana Magister Konseling Jaffray. Beliau menamatkan studi Bachelor of Theology (B.Th.) di Sekolah Tinggi Theologi I-3, Batu, Malang; Sarjana Theologi (S.Th.) bidang Konseling Pastoral di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga; Master of Divinity (M.Div.) bidang Konseling di Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) Jakarta; Magister Sains (M.Si.) dalam bidang Sosiologi Agama di UKSW, Salatiga; dan Doktor Theologi Bidang Konseling di Sekolah Tinggi Theologi Jaffray. Beliau menikah dengan Dra. Roswitha Ndraha, M.A. pada tanggal 8 November 1991 dan dikaruniai dua putra: Josephus Theo Nugraha Simanjuntak (lahir 20 Agustus 1993) dan Moze Flavi Prometheus Simanjuntak (lahir: 28 Juli 1997).

28 June 2015

Resensi Buku-326: "THE BIRTH OF CHRISTIANITY: The First Twenty Years" (Rt. Rev. Paul W. Barnett, Ph.D., Th.D.)

Apakah Kekristenan itu historis? Apakah Kristus itu pribadi yang historis? Bagaimana dengan Perjanjian Baru? Apakah kitab-kitab Injil ditulis sangat jauh dari kematian dan kenaikan Kristus ke Surga? Bagaimana kita membuktikan historisitas Kristus, Perjanjian Baru, dan Kekristenan?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
THE BIRTH OF CHRISTIANITY:
The First Twenty Years

oleh: Rt. Rev. Paul W. Barnett, Ph.D., Th.D.

Penerbit: Gandum Mas, Malang, 2012

Penerjemah: Yenny Agus Salim



Melalui buku “The Birth of Christianity”, Rev. Dr. Paul Barnett mengarahkan kita untuk memahami historisitas Kekristenan dan kepercayaan kepada Kristus sebagai Anak Allah hanya beberapa tahun setelah kematian-Nya di kayu salib. Hal ini dimulai dari laporan dan pengajaran Paulus tentang Kristus yang adalah Mesias, Anak Allah di suratnya yang pertama jemaat ke Tesalonika yang diklaim Dr. Barnett sebagai kitab terawal Perjanjian Baru yang ditulis sekitar tahun 50 M. Kemudian, ia juga mengajar Kristologi di dalam suratnya kepada jemaat Galatia. Dari mana Paulus mendapat pengajaran Kristologinya? Jelas, dari Petrus yang merupakan saksi mata kehidupan, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus ke Surga. Oleh karena itu, Dr. Barnett mengajak para pembaca menyelidiki pengaruh Petrus dan kondisi gereja mula-mula dari masuknya ke Israel hingga menyebarkan jemaat Kristen ke luar Israel. Selain itu, Dr. Barnett mengajak kita jarak yang dekat antara Yesus dan kitab-kitab Injil untuk memastikan bahwa keempat Injil tidak ditulis jauh setelah kenaikan Kristus ke Surga. Keempat Injil ini dipercaya oleh banyak pakar Biblika diperoleh dari Q, maka Dr. Barnett menjelaskan secara ringkas apa itu Q dan keterandalan Q dalam menunjukkan bahwa pada awalnya, Kristus memang sudah dipercaya sebagai Mesias, Anak Allah. Kemudian, Dr. Barnett mengajak para pembaca menyelidiki dua Injil Utama yaitu Markus dan Yohanes. Khusus Injil Yohanes, Dr. Barnett menyajikan fakta bahwa Injil Yohanes ditulis bukan setelah tahun 70 M, tetapi akhir dekade tahun 60 M. Buku ini ditutup dengan kesimpulan bahwa kesejarahan Kekristenan dan kaitannya dengan Kristus adalah peristiwa yang tidak dapat disangkal. Pada bagian terakhir buku ini, Dr. Barnett menambahkan 3 lampiran yang menjelaskan sejarah dan geografi di dalam Kisah Para Rasul, penanggalan Galatia, dan pemikiran dan analisis tentang Birth of Christianity dari J. D. Crossan.



Rekomendasi:
“Paul Barnett terkenal sepanjang kariernya sebagai sejarawan dan pemerhati sastra klasik/kuno, ilmuwan bidang alkitabiah, dengan spesialisasi mengenai kesejarahan dokumen-dokumen Perjanjian Baru, seorang pendeta, dan uskup yang setia. Dalam buku ini ia menyajikan semua latar belakang yang berkaitan dengan dua puluh tahun pertama sejarah Kristen, menunjukkan betapa kelirunya pernyataan-pernyataan orang-orang yang belakangan berpendapat bahwa kita nyaris tidak mengetahui apaapa mengenai periode paling mula-mula dari perkembangan gereja. ... The Birth of Christianity adalah bacaan wajib bagi semua yang tertarik akan topik ini.”
Prof. Craig L. Blomberg, Ph.D.
Distinguished Professor of New Testament di Denver Seminary yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) Summa Cum Laude di Augustana College; Master of Arts (M.A.) di Trinity Evangelical Divinity School, U.S.A.; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di University of Aberdeen, Scotland.

“Selama beberapa dasawarsa kritikus paling radikal telah berusaha membangun skeptisisme sistematik mengenai Kekristenan berdasarkan dua puluh tahun kesenjangan antara kematian serta kebangkitan Yesus dengan penulisan dokumen-dokumen Perjanjian Baru yang pertama. Paul Barnett menunjukkan bahwa pembacaan yang objektif mengenai bukti itu memberikan kepada kita lebih banyak informasi mengenai tahun-tahun itu daripada mengenai gagasan. Ini merupakan buku wajib bagi mahasiswa theologi, siapa saja yang terganggu oleh skeptisisme yang semakin populer dari sekelompok kecil orang radikal yang hiruk pikuk. Buku ini juga berguna bagi para pendeta yang perlu mengingat dan mengajarkan bahwa Kekristenan merupakan agama yang memiliki akar kesejarahan.”
Rev. Prof. D. A. Carson, Ph.D.
Profesor Riset Perjanjian Baru di Trinity Evangelical Divinity School, Deerfield, Illinois, U.S.A. yang menyelesaikan studi Bachelor of Science (B.S.) dalam bidang Kimia di McGill University; M.Div. di Central Baptist Seminary, Toronto; dan Ph.D. dalam bidang Perjanjian Baru di Cambridge University, U.K.

“Benar-benar kritis, mengandung pengertian sejarah, dan sangat menarik, karya ini memberikan bahasan yang ringkas mengenai tahun-tahun permulaan dari misi Kristen. ... Suatu bacan yang baik dan petunjuk yang memberikan pelajaran bagi para ahli dan mahasiswa maupun orang awam.”
Prof. E. Earle Ellis, Ph.D. (18 Maret 1926-2 Maret 2010)
Profesor Riset Emeritus Theologi di Southwestern Baptist Theological Seminary di Fort Worth, Texas dan Pendiri Institute for Biblical Research yang meyelesaikan M.A. dan Bachelor of Divinity (B.D.) di Wheaton College Graduate School; Ph.D. di the University of Edinburgh, U.K.; dan menyelesaikan studi post-doktoral di berbagai universitas utama di Eropa seperti: Tübingen, Göttingen, Marburg, dan Basel, dan menghabiskan setiap musim panas di Inggris untuk melakukan riset selama 20 tahun lebih terakhir. 



Profil Dr. Paul Barnett:
Rt. Rev. Paul William Barnett, Ph.D., Th.D. yang lahir tanggal 23 September 1935 adalah uskup gereja Anglikan, sejarawan purba, dan ahli Perjanjian Baru. Beliau menjadi Uskup di Sydney Utara pada tahun 1990-2001. Beliau saat ini menjabat sebagai visiting fellow dalam sejarah kuno di Macquarie University di Sydney, Australia, profesor riset di Regent College, Vancouver, Kanada, dan terakhir emeritus faculty di Moore Theological College. Beliau meraih gelar B.D. (Hons) dari University of London pada tahun 1964; Licentiate of Theology (Th.L) dari the Australian College of Theology pada tahun 1966; M.A. (Hons) dari University of Sydney pada tahun 1976; Ph.D. bidang Interaksi Antara Perjanjian Baru dan Sejarah Yahudi pada abad pertama dari University of London dengan disertasi berjudul, “The Jewish eschatalogical prophets A.D. 40-70 in their theological and political setting” pada tahun 1978; dan Doctor of Theology (Th.D. Hons) dari Australian College of Theology pada tahun 2009. Beliau ditahbiskan pada tahun 1965 dan menikah dengan Anita Barnett. Beliau menulis beberapa buku, yaitu:
Is the New Testament History?. Hodder & Stoughton, 1986. Revised Edition: Aquila, 2004. 
Bethlehem to Patmos. Hodder & Stoughton, 1989. Revised Edition: Paternoster, 2013.  
Apocalypse Now and Then: Reading Revelation Today (Reading the Bible Today Commentaries). 1989. Reprinted, Aquila Press, 2001. 
The Servant King: Reading Mark Today. 1991. 
The Truth about Jesus. First Edition 1994. Second Edition: Aquila, 2004. 
The Second Letter of Paul to the Corinthians NIC. 1997.
Jesus and the Logic of History. Leicester: IVP (UK). 1997.
Jesus and the Rise of Early Christianity. IVP Academic, 1999.  
The Shepherd King: reading John today. Aquila Press, 2005.  
Living Hope: Reading 1 Peter today. Aquila Press, 2006.  
The Birth of Christianity. Eerdmans, 2006.  
Paul, Missionary of Jesus. Eerdmans, 2006. 
Finding the Historical Christ. Eerdmans, 2009. 
Messiah. Intervarsity Press, 2009.  
The Corinthian Question. Apollos, 2011. 
1 Corinthians: Holiness and Hope of a Rescued People (Focus on the Bible). Christian Focus, 2011.

21 June 2015

Resensi Buku-325: "COLD CASE CHRISTIANITY" (J. Warner Wallace)

Sudah berpuluh-puluh tahun, Kekristenan telah diserang oleh berbagai filsafat, agama, sains, dll dengan berbagai tuduhan yang tidak berdasar dan tidak masuk akal. Bagaimana membuktikan keterandalan Alkitab dan ketidakmasukakalan tuduhan yang tak berdasar dari para penyerang Kekristenan?

Temukan jawabannya dalam:
Buku
COLD CASE CHRISTIANITY:
Investigasi Seorang Detektif Spesialis Kasus Pembunuhan Mengenai Klaim Injil

oleh: J. Warner Wallace

Penerbit: Literatur SAAT Malang, 2014

Penerjemah: Selviya Hanna



Melalui pengalamannya sebagai detektif kepolisian yang atheis selama 35 tahun yang kemudian percaya kepada Kristus, J. Warner Wallace mengungkapkan keterandalan Kekristenan khususnya tentang keberadaan Allah, Kristus, dan Injil melalui penyelidikan seksama dengan metode seorang detektif. Melalui metode detektif inilah, Wallace menjabarkan 10 prinsip yang dipelajari dan dilakukannya ketika menyelidiki kasus pembunuhan dahulu untuk menyelidiki keterandalan Kekristenan tersebut. Kesepuluh prinsip ini dijelaskan dengan menggunakan contoh-contoh kasus yang beliau tangani dahulu, lalu dikaitkan dengan penyelidikan tentang keberadaan Allah, historisitas Kristus, dan Injil. Kemudian, pada Bagian II, penulis membahas keterandalan kitab-kitab Perjanjian Baru mulai dari investigasi apakah keempat Injil ditulis oleh saksi mata pada abad I pada zaman Yesus, apakah kesaksian para penulis Injil itu ditegaskan oleh bukti-bukti di luar Kekristenan, apakah para penulis Injil itu akurat dalam menyampaikan kesaksiannya, dan apakah mereka memiliki motif tertentu ketika menulis Injil. Semua keraguan dan pertanyaan kritis yang diajukan oleh para skeptis dan penyerang Kekristenan dijawab oleh J. Warner Wallace dengan cukup memuaskan dan logis melalui kisah penyelidikan seorang detektif. Kiranya buku apologetika ini dapat menguatkan iman Kristen kita sekaligus menjawab dan menantang para skeptis untuk percaya kepada Kristus seperti yang dialami oleh J. Warner Wallace sendiri di dalam hidupnya.



Rekomendasi:
“Teman saya, J. Warner Wallace, merupakan salah satu ahli apologetika Injil paling bijak dan menarik yang saya kenal. Cold-Case Christianity telah mengemas semua wawasan yang dibutuhkan untuk membagikan Kabar Baik kepada orang skeptis di sekitar Anda. Buku ini akan memompa kepercayaan diri Anda untuk membagikan Injil!”
Rev. Richard Duane (Rick) Warren, D.Min.
Penulis buku The Purpose Driven Life dan Pendeta di Saddleback Church, U.S.A. yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di California Baptist University di Riverside, California; Master of Divinity (M.Div.) di Southwestern Baptist Theological Seminary di Fort Worth, Texas; dan Doctor of Ministry (D.Min.) di Fuller Theological Seminary di Pasadena, California

“Cold-Case Christianity adalah buku yang dahsyat. Seandainya dulu referensi ini ada di tangan saya saat pertama kali iman Kristen saya diuji, pasti banyak pertanyaan saya yang terjawab dan saya segera kembali ke jalan yang benar.”
Rev. Josh McDowell, M.Div., LL.D. (HC)
Pembicara dan penulis buku Evidence That Demands a Verdict yang menyelesaikan studi Master of Divinity (M.Div.) dari Talbot Theological Seminary, California, U.S.A. dan dianugerahi gelar Doctor of Laws (LL.D.) dari Simon Greenleaf School of Law

“Membaca Cold-Case Christianity bagaikan membaca drama tentang detektif lincah yang aktual. Buku ini sarat dengan petunjuk dan argumen menarik, tampil unik di antara bacaan-bacaan sejenis, serta menawarkan sudut pandang yang masuk akal dari sisi hukum terhadap bukti-bukti yang mendukung ataupun menentang nilai historis Kekristenan. Saya dengan antusias memuji buku ini dan berterima kasih kepada J. Warner Wallace atas karyanya yang luar biasa.”
Prof. James Porter (J. P.) Moreland, Ph.D.
Distinguished Professor of Philosophy di Talbot School of Theology dan penulis buku “The God Question” yang menyelesaikan studi Bachelor of Science (B.S.) dalam bidang Kimia (with honors) di University of Missouri; Master of Theology (Th.M.) (with honors) di Dallas Theological Seminary; Master of Arts (M.A.) Filsafat (with highest honors) di University of California, Riverside; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di University of Southern California. 

“Cold-Case Christianity karya J. Warner Wallace menawarkan perspektif ynag menawan terhadap bukti-bukti kebangkitan Yesus. Meskipun dulunya Wallace pernah menjadi ateis—suatu nilai lebih—ia memanfaatkan kepiawaiannya mengusut kasus lama untuk merunut aspek forensik dari kejadian-kejadian di seputar Paskah pertama. Buku ini merupakan sumbangsih yang unik bagi perkembangan literatur yang membahas kebangkitan Yesus.”
Prof. Paul Copan, Ph.D.
Professor and Pledger Family Chair of Philosophy and Ethics di Palm Beach Atlantic University, West Palm Beach, Florida, U.S.A. yang menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) dalam bidang Studi Biblika di Columbia International University, Columbia, South Carolina; Master of Arts (M.A.) bidang Filsafat Agama dan Master of Divinity (M.Div.) di Trinity International University, Deerfield, Illinois, U.S.A.; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) bidang Filsafat Agama di Marquette University, Milwaukee, Wisconsin



Profil J. Warner Wallace:
J. Warner Wallace adalah seorang detektif kasus pembunuhan lawas, seorang pemimpin misi, dan aktivis gereja. Sebagai hasil dari kinerjanya dalam menyelidiki kasus-kasus lawas, Wallace telah muncul dalam berbagai program televisi seperti Dateone, FOX News, dan Court TV. Penampilan Wallace di dalam ruang sidang telah merevolusi cara kerja pengadilan di wilayah Los Angeles dan juga Amerika secara keseluruhan. Sebagai mantan atheis yang vokal selama bertahun-tahun, kini Wallace adalah seorang penginjil Kristen dengan gelar Master dalam bidang Studi Theologi di Golden Gate Baptist Theological Seminary, U.S.A. Beliau juga pendiri situs dan siaran audio PleaseConvinceMe.com. Beliau dan istrinya, Susie dikaruniai 4 anak dan tinggal di California bagian Selatan.