25 August 2013
Resensi Buku-233: MEMAHAMI NUBUATAN (Prof. Joel B. Green, Ph.D.)
Hari-hari ini, begitu banyak nubuatan yang beredar di dunia Kekristenan yang sering kali meramalkan kapan Tuhan Yesus datang kedua kali dengan mengutip berbagai ayat Alkitab. Apakah nubuatan yang beredar saat ini dengan kutipan berbagai ayat Alkitab itu benar? Apa itu nubuatan? Bagaimana kita mengerti nubuatan dalam Alkitab?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
MEMAHAMI NUBUATAN
oleh: Prof. Joel B. Green, Ph.D.
Penerbit: Persekutuan Pembaca Alkitab, Jakarta, 2005
Penerjemah: Ev. Hans Wuysang, M.Th. dan James Pantou
Di bagian awal bukunya, Dr. Joel B. Green mengisahkan pengalamannya dahulu di mana ia bertemu dengan teman Kristennya yang meyakinkannya tentang khotbah seorang pendeta yang membahas mengenai kapan Yesus akan datang kembali kedua kalinya. Pada waktu itu, Dr. Green skeptis terhadap nubuatan, karena begitu banyak nubuatan palsu yang beredar, namun ia sadar bahwa nubuatan itu memang merupakan bagian dari Alkitab, sehingga perlu dipelajari. Namun problematikanya adalah ketika kita memahami nubuatan, ada 4 perspektif pendekatan para penafsir Alkitab terhadap nubuatan, yaitu: cuek (kitab-kitab nubuatan hanya bagi kaum cendekiawan Alkitab saja), harfiah (semua kitab nubuatan dimengerti secara harfiah), liberal (meragukan otentisitas kitab-kitab nubuatan), dan gramatika-historis (memperhatikan teks dan konteks sejarahnya; pendekatan yang benar). Dari keempat perspektif ini, maka timbullah masalah-masalah dalam penafsirannya. Lalu, bagaimana solusinya? Di bab 4, Dr. Green menjelaskan pentingnya kita mengerti bahwa nubuat adalah salah satu bagian dari jenis literatur Alkitab. Oleh karena itu, kita perlu mengerti terlebih dahulu prinsip-prinsip menafsirkan Alkitab secara umum. Setelah itu, kita perlu mengerti nubuat sebagai jenis literatur khusus di dalam Alkitab baik dalam PL maupun PB. Di dalam nubuat, para nabi menaati yang difirmankan Allah yaitu dengan menjalankan sesuatu yang merupakan simbol dari konteks zamannya, lalu mengajak umat Allah bertobat. Itu sebabnya, kita perlu mengerti simbolisme dalam kitab-kitab nabi. Dari simbol-simbol, Dr. Green mengarahkan kita untuk mengerti nubuat-nubuat dalam kaitannya dengan Tuhan Yesus. Bagaimana kita mengerti nubuat-nubuat PL yang dikaitkan dengan Kristus? Lalu, apakah semua nubuat dalam Alkitab sudah digenapi? Bagaimana cara Allah menggenapi nubuat-nubuat tersebut? Dr. Green membawa kita untuk mengerti bagaimana banyak nubuat dalam Alkitab itu digenapi oleh Allah dengan cara yang di luar kendali manusia. Semuanya itu mengarahkan kita tentang maksud Allah di balik nubuat-nubuat. Akhirnya Dr. Green menutup pembahasan dalam bukunya ini dengan aplikasi praktis yaitu berita dari nubuatan.
Profil Prof. Dr. Joel B. Green:
Prof. Joel B. Green, Ph.D. adalah Associate Dean for the Center for Advanced Theological Studies dan Profesor Tafsir Perjanjian Baru di Fuller Theological Seminary, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Science (B.S.) di Texas Tech University; Master of Theology (M.Th.) di Perkins School of Theology; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di University of Aberdeen, U.K.
18 August 2013
Resensi Buku-232: THINK: The Life of the Mind and the Love of God (Rev. John S. Piper, D.Theol.)
Banyak orang Kristen hari-hari ini adalah orang-orang yang anti rasio/intelektual, karena mereka menganggap rasio adalah produk iblis yang bertentangan dengan iman. Benarkah demikian? Di mana letak rasio di dalam Kekristenan?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
THINK: The Life of the Mind and the Love of God
(PIKIRKAN: Eksistensi Akal Budi dan Kasih akan Allah)
oleh: Rev. John S. Piper, D.Theol.
Penerbit: Pionir Jaya, Bandung, 2012
Penerjemah: The Boen Giok
Rev. John S. Piper, D.Theol. mengemukakan ada dua kecenderungan ekstrem dari orang Kristen dewasa ini, yaitu anti intelektualitas dan over intelektualitas. Dr. Piper menunjukkan bahwa dua sikap ini bukanlah sikap yang benar dan Alkitabiah, lalu beliau menunjukkan bahwa orang Kristen harus menggunakan rasio seoptimal mungkin, namun sambil menyadari bahwa karena rasio itu terbatas, maka kita memerlukan pencerahan spiritual. Rasio diperlukan untuk berpikir dan berpikir diperlukan ketika kita membaca. Di saat membaca, kita mengoptimalkan pikiran, misalnya menarik kesimpulan, memperhatikan bahasa dengan teliti, dll. Ternyata berpikir pun perlu ada di dalam iman Kristen. Mengapa? Karena Injil sendiri adalah sesuatu yang melibatkan pemikiran dan sekaligus pencerahan/iluminasi spiritual. Rasio kita juga diperlukan untuk mendorong hati kita untuk makin mengasihi Allah. Itulah makna mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi yang ditafsirkan oleh Dr. John Piper. Lalu, bagaimana kita menghadapi tantangan relativisme dan anti-intelektualisme dewasa ini? Dalam Bagian 5, di bab 7 dan 8, Dr. John Piper membahas tentang tantangan relativisme dengan memberi contoh bagaimana Yesus bertemu dan menjawab kaum relativisme (Mat. 21:23-27) dan menunjukkan kelemahan-kelemahan relativisme. Di Bagian 6, mulai bab 9 s/d 11, Dr. Piper menjelaskan tantangan anti-intelektualisme dengan memaparkan sejarah singkatnya hingga mengeksegese teks-teks Alkitab dalam Perjanjian Baru yang sering kali dipakai untuk mendukung anti-intelektualisme. Pembahasan Dr. Piper ditutup pada Bagian 7 dengan tesis di mana orang Kristen tidak boleh anti-intelektual, namun sebaliknya juga tidak boleh over-intelektual, oleh karena itu kita harus menggunakan rasio kita dengan kritis, namun rendah hati, di mana rasio untuk berpikir dan belajar dipakai untuk mengasihi Allah dan manusia. Biarlah buku ini dapat mencerahkan hati dan pikiran kita agar kita dapat menempatkan rasio di tempat yang seharusnya dalam Kekristenan.
Rekomendasi:
“Piper kembali melakukannya. Bukunya yang bagus sekali Think merekomendasikan penggembalaan sebuah generasi orang Kristen yang berkomitmen terhadap keberadaan pikiran. Dengan keberadaannya yang sangat biblikal sekaligus berimbang, Think telah menjadi realisasi dari filosofi yang direkomendasikannya sendiri; sebuah studi yang sarat dengan muatan intelektual sekaligus komprehensif, yang mengajak para pembacanya memperbarui kasih akan Allah dan sesama.”
Prof. James Porter (J. P.) Moreland, Ph.D.
Distinguished Professor of Philosophy di Talbot School of Theology di Biola University, La Mirada, California, U.S.A. dan penulis buku Kingdom Triangle (Segitiga Kerajaan) yang menyelesaikan studi: Bachelor of Science (B.S.) di University of Missouri, U.S.A; Master of Arts (M.A.) di University of California, Riverside, U.S.A.; Master of Theology (Th.M.) dari Dallas Theological Seminary, U.S.A.; dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam bidang Filsafat di University of Southern California, U.S.A.
“John Piper menawarkan serangkaian nasihat bijak mengenai pentingnya pola pikir Kristen sebagai jalan untuk mengasihi Allah dengan akal budi kita dan sebagai bagian dari cara kita menikmati Allah melebihi segala sesuatu.”
Prof. George M. Marsden, Ph.D.
Francis A. McAnaney Professor of History Emeritus di University of Notre Dame dan penulis buku Jonathan Edwards: A Life yang meraih gelar: Bachelor of Arts (B.A.) dari Haverford College; Bachelor of Divinity (B.D.) dari Westminster Theological Seminary; Master of Arts (M.A.) dan Ph.D. dari Yale University, U.S.A.
“Pernahkah Anda berharap dapat mengalami hal-halyang Anda pahami sebagai kebenaran secara lebih mendalam? Tidakkah itu terjadi sesaat setelah Anda dengan berurai air mata merenungkan kematian Kristus yang menebus dosa Anda? Ini bukan sesuatu yang mengherankan. Orang-orang yang secara mendalam merasakan Injil adalah mereka juga yang secara mendalam memikirkan Injil. Melalui buku ini, John Piper berupaya meyakinkan Anda bahwa berpikir merupakan fondasi yang teguh bagi kasih kita yang cenderung mudah dimanipulasi. Jika Anda ingin dapat merasakan secara intensif, maka belajarlah untuk memikirkannya secara sistematis. Dan mulailah dengan membaca buku ini!”
Rev. Charles Joseph (C. J.) Mahaney
Presiden dari Sovereign Grace Ministries
“Keberadaan pikiran kita merupakan sebuah dimensi esensial dari pemuridan Kristen, dan ini bisa jadi, merupakan kewajiban Kristen yang paling diabaikan pada zaman kita. Allah telah menciptakan kita sebagai makhluk intelektual, dan Ia telah mempercayakan kita suatu kapasitas intelektual, yang seharusnya memotivasi kita untuk berpikir sedemikian rupa, sehingga kita bisa mengembalikan segala kemuliaan hanya bagi-Nya. Dalam karya terbarunya ini, John Piper menawarkan analisis yang brilian, dukungan yang hangat, dan teladan yang setia, dari sebuah pola pikir Kristen. Buku ini penting bagi pembentukan pola pikir Kristen yang sangat krusial bagi zaman kita ini.”
Prof. R. Albert Mohler, Jr., Ph.D.
Rektor dan Profesor Theologi Kristen di The Southern Baptist Theological Seminary, Louisville, Kentucky, U.S.A., anggota dewan dari Focus on the Family dari James Dobson, dan anggota Board of Reference di Council on Biblical Manhood and Womanhood yang menyelesaikan studi: B.A. di Samford University; Master of Divinity (M.Div.) dan Ph.D. dalam bidang Theologi Sistematika dan Historika di The Southern Baptist Theological Seminary, U.S.A.; website beliau: www.AlbertMohler.com
“Buku ini memberikan sebuah fondasi biblikal yang kuat dan sempurna bagi kita yang mau berpikir bagi kemuliaan Kristus. Buku ini menantang manusia untuk bersikap, sekaligus memberikan respons yang tepat bagi suatu godaan untuk menyebut pemikiran yang dinamis tidak rohani, yang mengupayakan studi yang “netral”, ataupun yang menyombongkan kapasitas berpikir dan terjebak dalam kemandirian semu.”
Prof. Vern S. Poythress, Ph.D., D.Th.
Profesor Tafsir Perjanjian Baru di Westminster Theological Seminary, U.S.A. dan Editor dari Westminster Theological Journal yang meraih gelar: B.S. dari California Institute of Technology; Ph.D. dari Harvard University; M.Div. dan Th.M. dari Westminster Theological Seminary; Master of Letters (M.Litt.) dari University of Cambridge; dan Doctor of Theology (D.Th.) dari University of Stellenbosch.
“Berpikir—cara menggunakan pikiran yang cermat, akurat, kompleks, logis, dan kritis—dapat menjadi jalan menuju kesalehan atau justru sebaliknya, tergantung pada bagaimana cara menggunakannya. Dengan mengambil sosok Jonathan Edwards dalam hal ini, dengan tegas merancang jalan yang menuju kepada kebenaran. Karya Piper ini seharusnya, dan saya harap, dibaca oleh kalangan luas.”
Rev. Prof. James I. Packer, D.Phil.
Board of Governors Professor of Theology di Regent College, Canada yang menyelesaikan studi: Bachelor of Arts (B.A.); Master of Arts (M.A.); dan Doctor of Philosophy (D.Phil.) dari Corpus Christi College, Oxford University, U.K.
“Kita takkan mampu merasakan selayaknya seorang Kristen atau bertindak selayaknya seorang Kristen, jika kita tidak berpikir selayaknya orang Kristen. Sebagaimana dibuktikan oleh tulisan maupun khotbahnya, John Piper meyakini bahwa hati takkan mengimani apa yang tidak diamini oleh pikiran sebgai hal yang baik, benar, dan indah. Buku yang penuh hikmat ini bukan sekadar mengemukakannya dengan fasih, namun juga mengungkapkannya dengan cara dan gaya tersendiri, keindahan rencana ilahi. Buku ini bagaikan sepucuk surat yang tiba tepat waktu dari seorang pendeta yang telah kenyang makan asam garam.”
Rev. Prof. Michael S. Horton, Ph.D.
Pendeta di United Reformed Church di Amerika Utara, J. Gresham Machen Professor of Systematic Theology and Apologetics di Westminster Seminary, California, pendiri dari Christians United for Reformation—CURE, dan anggota dari: the Oxford University Union Society, the Royal Institute of Philosophy, the American Academy of Religion, the American Theological Society, and the Calvin Studies Society yang menyelesaikan studi: B.A. dari Biola University; M.A. dari Westminster Seminary California; dan Ph.D. dari University of Coventry and Wycliffe Hall, Oxford, U.K.
“Mereka yang senang dengan studi yang akurat, memikirkan hal-hal yang ‘dalam’, dan theologi yang tepat, berharap agar kita mempercayai bahwa masalaha kita bersumber pada pikiran, sementara masalah sesungguhnya adalah pada kedagingan kita. Masalahnya bukan pada pengetahuan, melainkan kesombongan. John Piper mengingatkan kita melalui karyanya yang brilian ini bahwa yang kita butuhkan bukanlah berhenti berpikir, melainkan berpikir dengan lebih jenih, lebih alkitabiah, dan lebih berorientasi pada Allah. Membaca dan merenungkan Think akan membuat Anda memperbarui akal budi yang oleh Alkitab disebut sebagai katalis bagi sukacita melimpah dan pertumbuhan dalam kesalehan. Saya sangat merekomendasikannya!”
Rev. Samuel Storms, Ph.D.
Presiden dari Enjoying God Ministries yang menyelesaikan studi: B.A. dalam bidang Sejarah di University of Oklahoma; Th.M. dalam bidang Theologi Historika dari Dallas Theological Seminary dan Ph.D. dalam bidang Sejarah Intelektual dari University of Texas, Dallas
“Sebagian orang Kristen cenderung kurang berpikir; sebagian lainnya cenderung keliru dalam berpikir. Saya merekomendasikan imbauan John Piper kepada semua orang percaya agar menggunakan pikiran kita dengan rajin dan melakukannya dengan kerendahan hati yang didasarkan pada hormat akan Allah, sekaligus antusiasme yang didasarkan pada kasih akan Kristus.”
Rev. Vaughan Roberts
Gembala di St. Ebbe’s Church, Oxford yang studi theologi di Wycliffe Hall, Oxford.
“Think bagaikan semprotan udara segar yang menyehatkan bagi sebuah ruangan yang pengap dan berbau tak sedap akibat tertutup rapat selama satu generasi atau lebih. Dalam buku ini, kasih akan Allah dan keberadaan pikiran direlasikan dengan baik sesuai perintah Kitab Suci, dan hasilnya adalah sebuah tantangan yang langsung menohok cara berpikir asal-asalan dan ketidaktaatan yang menjadi karakteristik utama zaman kita.”
Rev. Douglas James Wilson, M.A.
Gembala di Christ Church, Moscow, Idaho sekaligus pendiri dan Senior Fellow in Theology di New Saint Andrews College yang menyelesaikan studi: B.A. dalam bidang classical studies dan B.A. dan M.A. dalam bidang Filsafat di University of Idaho.
Profil Rev. Dr. John Piper:
Rev. John Stephen Piper, B.A., B.D., D.Theol. adalah Pendeta Pengkhotbah dan Visi di Betlehem Baptist Church, Minneapolis, U.S.A. Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) dari Wheaton College, U.S.A.; Bachelor of Divinity (B.D.) dari Fuller Theological Seminary, U.S.A.; dan Doctor of Theologie (D.Theol.) dari University of Munich, Munich, Jerman Barat. Disertasinya, Love Your Enemies, diterbitkan oleh Cambridge University Press dan Baker Book House.
15 August 2013
Book Description-231: THE MAKING OF THE NEW TESTAMENT (Prof. Arthur G. Patzia, Ph.D.)
As Christians, we believe of the inerrancy and infallibility of the Holy Bible as the Word of God. In the Bible, there are 39 Old Testament books and 27 New Testament books. Especially New Testament, we believe that New Testament books are not dropped from heaven. So, how can we know that our New Testament is true and appropriate with the original text (autograph)?
Get the answer in the:
Book
THE MAKING OF THE NEW TESTAMENT:
Origin, Collection, Text, and Canon
by: Prof. Arthur G. Patzia, Ph.D.
Foreword: Prof. George R. Beasley-Murray, Ph.D., D.D.
(former principal of Spurgeon's College, London and senior professor of New Testament interpretation at Southern Baptist Theological Seminary in Louisville, Kentucky, from 1980 until he retire who earned Bachelor of Divinity—B.D. from University of London; Master of Arts—M.A. from University of Cambridge; Doctor of Philosophy—Ph.D. from University of London. He was awarded Doctor of Divinity—D.D. from University of London.)
Publisher: InterVarsity Press, Downers Grove, Illinois, 1995
In the first chapter in this book, Dr. Arthur G. Patzia explains about the literary world of the New Testament, such as The Hebrew Scriptures, Apocrypha, Pseudepigrapha, The Dead Sea Scrolls, and Greco-Roman Literature. In the next 3 chapters, he explains about the Gospels, the Pauline literature, and other New Testament literature. In first two explanation, he tells us about the development of oral tradition until the written text. In other New Testament literature, he explains about the contents and various opinions about the acceptance of The Acts of the Apostles, The Catholic Letters (1 Peter, 2 Peter, and Jude), Hebrews, and The Johannine Literature (The Epistle of John and The Revelation to John/the Apocalypse). After that, he explains about the criteria of canonicity, such as the authority of Jesus, apostolicity, usage in the church (universal), orthodoxy, and inspiration. In this chapter, he also explains about the arrangement of the New Testament books in some codices. In chapter 6, he tells us about the process of writing, copying, and transmitting the New Testament manuscripts, such as materials for writing (papyrus, parchment, pens, and ink), the form of books (roll, codex), font forms of NT manuscripts (uncial and minuscule), some contraction from that Koine Greek font forms, and the process of transmitting the NT from the autograph to the modern NT texts in our languages. Then, how can we know that our NT texts nowadays is appropriate with the autograph? In the last chapter, Dr. Patzia tells us about the textual criticism which involves: many textual variants which are unintentional and intentional variants and how to evaluate the evidence to seek the original meaning of the text. After that, he inserts 5 appendices to explain: canon of the Old Testament, significant leaders of the Early Church, early and later canonical lists of the NT, and early manuscripts containing the NT. For layperson Christians, I recommend this book as the quite complete introductory studies of the New Testament.
Biography of Dr. Arthur G. Patzia:
Prof. Arthur G. Patzia, B.A., B.D., Th.M., Ph.D. is Senior Professor of New Testament at Fuller Theological Seminary, U.S.A. He retired from active teaching in 2007 and now resides in Pasadena, continuing to teach as an adjunct for Fuller in Pasadena and at other regional campuses. He earned Bachelor of Arts (B.A.) from University of Manitoba; Bachelor of Divinity (B.D.) from North American Baptist Seminary; Master of Theology (Th.M.) from Princeton Theological Seminary; and Doctor of Philosophy (Ph.D.) from McMaster University. He did Postgraduate Work at University of Göttingen, Germany. He is a distinguished scholar, having authored numerous publications in New Testament studies including the commentary Ephesians, Colossians, Philemon (1990); The Making of the New Testament (1995), also translated into Greek and Korean; The Emergence of the Church (2001); Pocket Dictionary of Biblical Terms (1998) with A. Petrotta, also translated into Portuguese, Dutch, Romanian, and Russian; and numerous articles in Biblical dictionaries. Patzia is currently working on a second revised edition of The Making of the New Testament, due for release in early 2011.
04 August 2013
Resensi Buku-230: SPIRITUALITAS YANG MEMBUMI (Rev. Prof. R. Paul Stevens, D.Min.)
Kehidupan manusia tidak lepas dari lahir, tumbuh menjadi pemuda dan dewasa, berkencan, menikah, dan akhirnya meninggal. Karena siklus hidup manusia terus berulang demikian, maka tidak heran, banyak manusia menjadi bosan. Bagaimana mengatasi kebosanan manusia?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
DOWN TO EARTH SPIRITUALITY
(SPIRITUALITAS YANG MEMBUMI)
Menjumpai Tuhan dalam Kehidupan yang Biasa dan Membosankan
oleh: Rev. Prof. R. Paul Stevens, D.Min.
Penerbit: Literatur SAAT, Malang, 2005
Penerjemah: Ellen Hanafi
Prof. R. Paul Stevens, D.Min. memberi jawaban atas kebosanan hidup manusia yaitu dengan mengaitkan hidup manusia ini dengan Allah yang berdaulat. Beliau mengambil contoh kisah Yakub dalam Kejadian 25 s/d 50 mulai dari kelahirannya hingga akhir hidupnya ketika ia bertemu dengan Yusuf dan anak-anak Yusuf di Mesir. Kisah-kisah tersebut dibagi menjadi 14 segmen kehidupan Yakub, yaitu: kelahiran, makan, keluarga, tidur, perkencanan, pernikahan, pekerjaan, pertobatan, seks, pulang, panggilan, pakaian, penyelesaian akhir, dan kematian. Ke-14 segmen tersebut didasarkan pada teks-teks di kitab Kejadian 25 s/d 50 disertai eksegese teks tersebut secara cermat dan aplikasi praktisnya bagi kehidupan Kristen masa kini. Gabungan antara eksegese teks dan aplikasi praktis ini mendorong kita untuk menghidupi kehidupan yang berpusat pada Allah, sehingga dalam kehidupan ini, kita menemukan makna hidup yang terkait dengan Allah sebagai Sumber Hidup. Biarlah buku sederhana menjadi refleksi bagi kita yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan mata tertuju kepada Allah.
Rekomendasi:
“Ini merupakan suatu penggalian yang mampu mempengaruhi pikiran dan menyelidiki hati terhadap paruh kedua kitab Kejadian. Fokus pada keluarga dan hikmat yang bersifat korektif dan mengarahkan disajikan dengan cara yang sangat mencolok.”
Rev. Prof. James I. Packer, D.Phil.
(Board of Governors Professor of Theology di Regent College, Canada; Bachelor of Arts—B.A.; Master of Arts—M.A.; dan Doctor of Philosophy—D.Phil. dari Corpus Christi College, Oxford University, U.K.)
“Perhatian besar Paul Stevens bagi patriark yang terluka, Yakub telah menemukan ekspresi seutuhnya dalam buku Spiritualitas Sederhana ini. Pendekatan Stevens yang unik dalam mencampur tema theologis dengan kisah naratif memberi buku ini relevansi yang kuat bagi pembaca modern. Setelah berpuluh-puluh tahun mempelajari dan berefleksi, Paul memberi kita buah bukan hanya dari perjalanan Yakub melainkan, sebagai seorang patriark dengan haknya, refleksi dari kebijaksanaan seumur hidup.”
Rev. Brian Morgan, B.A.
(Pendeta di Peninsula Bible Church, Cupertino, California dan adjunt faculty di Western Seminary, U.S.A.)
Profil Rev. Dr. R. Paul Stevens:
Rev. Prof. R. Paul Stevens, B.A., B.D., D.Min. adalah Professor emeritus bidang Marketplace Theology and Leadership di Regent College, Vancouver, Canada dan Adjunct Faculty di Biblical Graduate School of Theology, Singapore. Beliau telah menggembalakan gereja selama 20 tahun, konselor mahasiswa di InterVarsity Christian Fellowship, dan pebisnis (Habitat Woodcraft). Beliau menyelesaikan studi Bachelor of Arts (B.A.) di McMaster University; Bachelor of Divinity (B.D.) di McMaster Divinity College; dan Doctor of Ministry (D.Min.) di Fuller Theological Seminary, U.S.A. Beliau menikah dengan Gail dan telah dikaruniai 3 anak yang telah menikah dan 8 cucu. Beliau dan Gail tinggal di Vancouver sejak tahun 1969.
28 July 2013
Book Description-229: WHY I AM NOT ARMINIAN (Prof. Robert A. Peterson, Ph.D. and Prof. Michael D. Williams, Ph.D.)
The debate between Calvinism and Arminianism is one of theological issues since the 17th century. Many Calvinists say that Arminianism is a heresy and many Arminians say that Calvinism is a heresy. Which theology is more Biblical?
Get the answer in the:
Book
WHY I AM NOT AN ARMINIAN
by:
Prof. Robert A. Peterson, Ph.D.and
Prof. Michael D. Williams, Ph.D.
Publisher: InterVarsity Press, Downers Grove, Illinois, 2004
In the first chapter in this book, Dr. Robert A. Peterson and Dr. Michael D. Williams explains that the debate between Calvinism and Arminianism is one of theological issues until now. Many Christians who involve in this debate curse one another and blame others: “heretic”. Dr. Peterson and Dr. Williams try to solve that debate by saying that Calvinist and Arminians are brothers in Christ, but the issue of this debate is “which of two Christian perspectives better represents the biblical portrayal of the divine-human relationship in salvation and the contributions of both God and man in human history.” Also, in history, they explain who Arminian is in the history of Canon of Dort and Remonstrance. In order to explain what Calvinism believes, Dr. Peterson and Dr. Williams tell the reader about the history of the debate between Augustianism and Pelagianism in the 5th century. From that historical event, Dr. Peterson and Dr. Williams explain that Arminianism is not Pelagianism, but Semi-Augustianism, similar to what Synod of Orange embraced. From this historical background, Dr. Peterson and Dr. Williams explain 6 things about what Calvinism believes, such as: predestination, perseverance, freedom, inability, grace, and atonement. They explain each thing clearly and Biblically and they explain what Arminianism believes (opposing 6 things that Calvinism believes) is not Biblical. For Christians who want to study this topic deeply, I recommend this book, because this book is fair enough (about what Arminianism believes), historical, theological, and the most important: Biblical.
Endorsement:
“Peterson and Williams write with a grace which goes far deeper than their commendable style. The authors’ Arminian conversants are fairly represented from their best literature and answered with impeccable arguments which are scripturally compelling, philosophically and historically exacting, and gracefully irenic. Why I Am Not an Arminian is a book that you can get your head and your heart around--and be graced!”
Rev. R. Kent Hughes, D.Min., D.D.
(Senior Pastor Emeritus of College Church in Wheaton, Illinois, USA.; Bachelor of Arts—B.A. from Whittier College; Master of Divinity—M.Div. from Talbot School of Theology; Doctor of Ministry—D.Min. from Trinity Evangelical Divinity School; and Doctor of Divinity—D.D. from Biola University)
“Peterson and Williams have addressed the historic debate between Calvinism and Arminianism with an irenic spirit and a zeal for truth. This is Christian scholarship at its best, characterized by biblical rigor, philosophical acumen, charitable expression and a willingness to engage opponents only after giving them a fair hearing in their own words. Not only are opponents treated fairly, so are the Scriptures. Peterson and Williams refuse to push the Bible into a box of easy answers and formula defenses. There are aspects of God's sovereignty that will remain mystery until we are face to face with him. Peterson and Williams do not shy from the mystery but embrace it as an expression of the greatness of the God who makes us his own.”
Prof. Bryan Chapell, Ph.D.
(President and Professor of Practical Theology, Covenant Theological Seminary; B.S.J. in Journalism, English literature, American history from Northwestern University, Evanston, IL; M.Div. in Pastoral Studies from Covenant Theological Seminary, St. Louis, MO; Doctor of Philosophy—Ph.D. in Speech Communication from Southern Illinois University, Carbondale, IL)
“A quick glance at this volume’s title might give someone the impression that the book is a harsh, polemical attack on Arminianism. Nothing could be further from the truth. Though clearly written from a Reformed evangelical perspective, Why I Am Not an Arminian is an evenhanded and careful critique of the Arminian approach to sin and salvation. To their credit, Robert Peterson and Mike Williams refuse to stack the theological deck in their favor by fairly evaluating only first-rate cases for Arminianism. After thoroughly addressing the historical context, theological concerns and biblical issues in a readable manner, Peterson and Williams show that even the best Arminian positions come up short. Why I Am Not an Arminian is a solid, valuable and biblically centered contribution to this never-ending discussion.”
Prof. Chris Morgan, Ph.D.
(Dean, School of Christian Ministries and Professor of Theology at California Baptist University; Bachelor of Arts—B.A. in Political Science from Southeast Missouri State University; M.Div. and Ph.D. from Mid-America Baptist Theological Seminary)
“Those who have been unclear about the issues separating Calvinists and Arminians will find here a carefully reasoned, understandable exposition of Calvinist theology. The authors treat their dialogue partners fairly, even compassionately, asking hard questions while avoiding triumphalism or caricature. Why I Am Not an Arminian will be a genuine help to anyone wanting to better understand the nature and application of salvation in Christ.”
Get the answer in the:
Book
WHY I AM NOT AN ARMINIAN
by:
Prof. Robert A. Peterson, Ph.D.and
Prof. Michael D. Williams, Ph.D.
Publisher: InterVarsity Press, Downers Grove, Illinois, 2004
In the first chapter in this book, Dr. Robert A. Peterson and Dr. Michael D. Williams explains that the debate between Calvinism and Arminianism is one of theological issues until now. Many Christians who involve in this debate curse one another and blame others: “heretic”. Dr. Peterson and Dr. Williams try to solve that debate by saying that Calvinist and Arminians are brothers in Christ, but the issue of this debate is “which of two Christian perspectives better represents the biblical portrayal of the divine-human relationship in salvation and the contributions of both God and man in human history.” Also, in history, they explain who Arminian is in the history of Canon of Dort and Remonstrance. In order to explain what Calvinism believes, Dr. Peterson and Dr. Williams tell the reader about the history of the debate between Augustianism and Pelagianism in the 5th century. From that historical event, Dr. Peterson and Dr. Williams explain that Arminianism is not Pelagianism, but Semi-Augustianism, similar to what Synod of Orange embraced. From this historical background, Dr. Peterson and Dr. Williams explain 6 things about what Calvinism believes, such as: predestination, perseverance, freedom, inability, grace, and atonement. They explain each thing clearly and Biblically and they explain what Arminianism believes (opposing 6 things that Calvinism believes) is not Biblical. For Christians who want to study this topic deeply, I recommend this book, because this book is fair enough (about what Arminianism believes), historical, theological, and the most important: Biblical.
Endorsement:
“Peterson and Williams write with a grace which goes far deeper than their commendable style. The authors’ Arminian conversants are fairly represented from their best literature and answered with impeccable arguments which are scripturally compelling, philosophically and historically exacting, and gracefully irenic. Why I Am Not an Arminian is a book that you can get your head and your heart around--and be graced!”
Rev. R. Kent Hughes, D.Min., D.D.
(Senior Pastor Emeritus of College Church in Wheaton, Illinois, USA.; Bachelor of Arts—B.A. from Whittier College; Master of Divinity—M.Div. from Talbot School of Theology; Doctor of Ministry—D.Min. from Trinity Evangelical Divinity School; and Doctor of Divinity—D.D. from Biola University)
“Peterson and Williams have addressed the historic debate between Calvinism and Arminianism with an irenic spirit and a zeal for truth. This is Christian scholarship at its best, characterized by biblical rigor, philosophical acumen, charitable expression and a willingness to engage opponents only after giving them a fair hearing in their own words. Not only are opponents treated fairly, so are the Scriptures. Peterson and Williams refuse to push the Bible into a box of easy answers and formula defenses. There are aspects of God's sovereignty that will remain mystery until we are face to face with him. Peterson and Williams do not shy from the mystery but embrace it as an expression of the greatness of the God who makes us his own.”
Prof. Bryan Chapell, Ph.D.
(President and Professor of Practical Theology, Covenant Theological Seminary; B.S.J. in Journalism, English literature, American history from Northwestern University, Evanston, IL; M.Div. in Pastoral Studies from Covenant Theological Seminary, St. Louis, MO; Doctor of Philosophy—Ph.D. in Speech Communication from Southern Illinois University, Carbondale, IL)
“A quick glance at this volume’s title might give someone the impression that the book is a harsh, polemical attack on Arminianism. Nothing could be further from the truth. Though clearly written from a Reformed evangelical perspective, Why I Am Not an Arminian is an evenhanded and careful critique of the Arminian approach to sin and salvation. To their credit, Robert Peterson and Mike Williams refuse to stack the theological deck in their favor by fairly evaluating only first-rate cases for Arminianism. After thoroughly addressing the historical context, theological concerns and biblical issues in a readable manner, Peterson and Williams show that even the best Arminian positions come up short. Why I Am Not an Arminian is a solid, valuable and biblically centered contribution to this never-ending discussion.”
Prof. Chris Morgan, Ph.D.
(Dean, School of Christian Ministries and Professor of Theology at California Baptist University; Bachelor of Arts—B.A. in Political Science from Southeast Missouri State University; M.Div. and Ph.D. from Mid-America Baptist Theological Seminary)
“Those who have been unclear about the issues separating Calvinists and Arminians will find here a carefully reasoned, understandable exposition of Calvinist theology. The authors treat their dialogue partners fairly, even compassionately, asking hard questions while avoiding triumphalism or caricature. Why I Am Not an Arminian will be a genuine help to anyone wanting to better understand the nature and application of salvation in Christ.”
Prof. Robert A. Pyne, Th.D.
(former Professor of Theological Studies, Dallas Theological Seminary, U.S.A.; B.A. from Arizona State University, 1980; Master of Theology—Th.M. and Doctor of Theology—Th.D. from Dallas Theological Seminary)
“Peterson and Williams do not fall prey to a rant against Arminianism. Their work displays an irenicism and charity that serves as a model for other authors. Even Calvinists may disagree with some of their arguments, but at the end of the day Peterson and Williams demonstrate that Calvinism is biblically grounded and Arminianism is not. This book is ideal for those who wonder what the debate between Calvinists and Arminians is all about.”
(former Professor of Theological Studies, Dallas Theological Seminary, U.S.A.; B.A. from Arizona State University, 1980; Master of Theology—Th.M. and Doctor of Theology—Th.D. from Dallas Theological Seminary)
“Peterson and Williams do not fall prey to a rant against Arminianism. Their work displays an irenicism and charity that serves as a model for other authors. Even Calvinists may disagree with some of their arguments, but at the end of the day Peterson and Williams demonstrate that Calvinism is biblically grounded and Arminianism is not. This book is ideal for those who wonder what the debate between Calvinists and Arminians is all about.”
Prof. Thomas R. Schreiner, Ph.D.
(James Buchanan Harrison Professor of New Testament Interpretation at The Southern Baptist Theological Seminary, U.S.A.; Bachelor of Science—B.S. from Western Oregon University; M.Div. and Th.M. from Western Conservative Baptist Seminary; and Ph.D. from Fuller Theological Seminary)
“I can hardly say enough in praise of this book. It is not flashy, but it is attractive. It models both clarity and charity. It does not fixate on pet Bible verses but covers seminal discussions in church history. At the same time it is Bible-centered in its presentation; it does not simply rehearse partisan opinions. In a new millennium, the church is looking for new direction. I believe Peterson and Williams offer it with this corrective but positive exposition of the faith. They promote church unity, aid clear thinking and set forth divine teaching in constructive dialogue with human preference. Arminians, Calvinists and everyone in between are in the authors' debt.”
Prof. Robert W. Yarbrough, Ph.D.
(chair of the New Testament Department and Associate Professor of New Testament and New Testament Department Chair, Trinity Evangelical Divinity School; B.A. (major: English and Religion) from Southwest Baptist College in Bolivar, Missouri; Master of Arts—M.A. in theological studies (New Testament) from Wheaton College Graduate School; Ph.D. in New Testament from the University of Aberdeen, Scotland)
Biography of Dr. Robert A. Peterson and Dr. Michael D. Williams:
Prof. Robert A. Peterson, B.S., M.Div., M.Phil., Ph.D. is Professor of Systematic Theology at Covenant Theological Seminary, St. Louis, Missouri, U.S.A. He earned Bachelor of Science (B.S.) from Philadelphia College of Bible, Langhorne, PA; Master of Divinity (M.Div.) from Biblical Theological Seminary, Hatfield, PA; Master of Philosophy (M.Phil.) and Doctor of Philosophy (Ph.D.) in Historical Theology from Drew University, Madison, NJ.
Prof. Michael D. Williams, B.A., M.T.S., M.Div., Ph.D. is Professor of Systematic Theology at Covenant Theological Seminary, St. Louis, Missouri, U.S.A. He earned Diploma in Bible and Theology from Moody Bible Institute, Chicago, IL; Bachelor of Arts (B.A.) in Theology (minor: Greek) from Calvin College, Grand Rapids, MI; Master of Theological Studies (M.T.S.) in Systematic and Historical Theology from Harvard Divinity School, Cambridge, MA; M.Div. from Grand Rapids Baptist Seminary, Grand Rapids, MI; and Ph.D. from St. Michael’s College, University of Toronto, Toronto, Canada.
(James Buchanan Harrison Professor of New Testament Interpretation at The Southern Baptist Theological Seminary, U.S.A.; Bachelor of Science—B.S. from Western Oregon University; M.Div. and Th.M. from Western Conservative Baptist Seminary; and Ph.D. from Fuller Theological Seminary)
“I can hardly say enough in praise of this book. It is not flashy, but it is attractive. It models both clarity and charity. It does not fixate on pet Bible verses but covers seminal discussions in church history. At the same time it is Bible-centered in its presentation; it does not simply rehearse partisan opinions. In a new millennium, the church is looking for new direction. I believe Peterson and Williams offer it with this corrective but positive exposition of the faith. They promote church unity, aid clear thinking and set forth divine teaching in constructive dialogue with human preference. Arminians, Calvinists and everyone in between are in the authors' debt.”
Prof. Robert W. Yarbrough, Ph.D.
(chair of the New Testament Department and Associate Professor of New Testament and New Testament Department Chair, Trinity Evangelical Divinity School; B.A. (major: English and Religion) from Southwest Baptist College in Bolivar, Missouri; Master of Arts—M.A. in theological studies (New Testament) from Wheaton College Graduate School; Ph.D. in New Testament from the University of Aberdeen, Scotland)
Biography of Dr. Robert A. Peterson and Dr. Michael D. Williams:
Prof. Robert A. Peterson, B.S., M.Div., M.Phil., Ph.D. is Professor of Systematic Theology at Covenant Theological Seminary, St. Louis, Missouri, U.S.A. He earned Bachelor of Science (B.S.) from Philadelphia College of Bible, Langhorne, PA; Master of Divinity (M.Div.) from Biblical Theological Seminary, Hatfield, PA; Master of Philosophy (M.Phil.) and Doctor of Philosophy (Ph.D.) in Historical Theology from Drew University, Madison, NJ.
Prof. Michael D. Williams, B.A., M.T.S., M.Div., Ph.D. is Professor of Systematic Theology at Covenant Theological Seminary, St. Louis, Missouri, U.S.A. He earned Diploma in Bible and Theology from Moody Bible Institute, Chicago, IL; Bachelor of Arts (B.A.) in Theology (minor: Greek) from Calvin College, Grand Rapids, MI; Master of Theological Studies (M.T.S.) in Systematic and Historical Theology from Harvard Divinity School, Cambridge, MA; M.Div. from Grand Rapids Baptist Seminary, Grand Rapids, MI; and Ph.D. from St. Michael’s College, University of Toronto, Toronto, Canada.
26 July 2013
SEKOLAH THEOLOGI AWAM REFORMED (STAR) Agustus-Desember 2013
Pendiri:
Pdt.
Yakub Tri Handoko, Th.M., Ph.D. (Cand.)
Alamat:
Jln.
Nginden Intan Timur II/5, Surabaya
Telp.:
(031) 5998458
E-mail:
star_exodus@yahoo.com
Jadwal Kuliah Agustus-Desember
2013
Kuliah Reguler:
SPIRITUAL FORMATION 2
Dosen:
Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.
Setiap
Selasa, Pkl. 19.00-21.15 WIB
Sesuai dengan namanya, kelas ini merupakan pembinaan kerohanian.
Pembinaan yang dimaksud bukan kesalehan pribadi yang humanis atau mistisisme
yang emosional, tetapi kesalehan holistik yang didasarkan pada doktrin yang
benar. Topik-topik populer yang sering menjadi pergumulan orang-orang Kristen
akan ditinjau ulang secara theologis, filosofis, dan praktis. Fokus pada Spiritual Formation 2 adalah “Me and Myself”.
Kuliah
ini akan diadakan pada tanggal: 20 Agustus, 3 September, 1 Oktober, 29 Oktober,
12 November, 26 November, dan 10 Desember
Pdt. Yakub Tri Handoko, S.Th., M.A., Th.M. adalah gembala sidang Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI)
Exodus, Surabaya dan dosen di Sekolah Tinggi Theologi Injili Abdi Allah (STT
IAA). Beliau menyelesaikan studi Sarjana
Theologi (S.Th.) di Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS); Master of Arts (M.A.) in Theological Studies di International
Center for Theological Studies (ICTS), Pacet; dan Master of Theology (Th.M.) di International Theological Seminary,
Los Angeles, U.S.A. Sejak tahun 2007, beliau sedang menyelesaikan studi Doctor of Philosophy (Ph.D.) secara
paruh waktu di Evangelische Theologische Faculteit (ETF), Leuven, Belgia.
EKSPOSISI
MALEAKHI
Dosen:
Ev. Nike Pamela, M.A.
Setiap
Selasa, Pkl. 18.30-21.15 WIB
Kelas ini berisi pembahasan setiap ayat secara detail dan mendalam,
tetapi tanpa melupakan aplikasi maupun relevansi dari Kitab Maleakhi bagi
orang-orang Kristen modern. Di samping pembahasan detail tersebut, latar
belakang historis kitab, beberapa persoalan tekstual yang penting, dan
tema-tema theologis yang ditekankan dalam kitab ini juga akan mendapat
perhatian. Walaupun penguasaan bahasa Ibrani secara memadai akan menunjang
optimalisasi proses belajar-mengajar, mahasiswa yang tidak memiliki kemampuan
bahasa Ibrani juga – dengan upaya yang lebih besar dan serius – akan tetap
mampu mengikuti kelas ini.
Kuliah
ini akan diadakan pada tanggal: 13 Agustus, 27 Agustus, 10 September, 24
September, 8 Oktober, 22 Oktober, 19 November, dan 3 Desember
Ev. Nike Pamela, M.A. yang merupakan istri Pdt. Yakub Tri Handoko ini melayani di
GKRI Exodus, Surabaya. Beliau menyelesaikan studi M.A. di International
Theological Seminary, U.S.A.
BIDAT-BIDAT
KRISTEN
Dosen:
Andhika Gunawan, B.Sc., M.A.
Setiap
Rabu, Pkl. 18.30-21.15 WIB
Dalam kelas ini, mahasiswa akan dibimbing untuk mengenali sejarah
kemunculan, ajaran-ajaran penting, kesalahan-kesalahan doktrinal dalam berbagai
ajaran, dan pedoman praktis untuk menjangkau mereka yang sudah melenceng dari
kebenaran. Bidat yang dikupas dalam kelas ini antara lain Saksi Yehuwah,
Unitarianisme, Mormonisme, Yahwehisme, dan fenomena invasi Gerakan Zaman Baru
ke dalam gereja.
Kuliah
ini akan diadakan pada tanggal: 31 Juli, 21 Agustus, 4 September, 18 September,
2 Oktober, 16 Oktober, 30 Oktober, dan 13 November.
Andhika Gunawan, B.Sc., M.A. menyelesaikan studi M.A. di International Theological Seminary,
U.S.A.
PERBANDINGAN
AGAMA-AGAMA 2
Dosen:
Ev. Bedjo Lie, Th.M.
Setiap
Rabu, Pkl. 18.00-21.15 WIB
Pluralitas keagamaan di Indonesia bukan alasan untuk berkonflik.
Sebaliknya, pluralitas merupakan ajakan untuk mengenal dan memikirkan
ajaran-ajaran lain secara lebih kritis, sehingga orang-orang Kristen memahami
keunikan ajaran Kekristenan dan peka terhadap pemikiran para penganut agama
yang lain. Walaupun dalam taraf tertentu, kelas ini merupakan kelanjutan dari
kelas sebelumnya, tetapi beragam topik independen akan dikupas dalam kelas ini,
sehingga semua mahasiswa yang serius tetap dapat mengikuti dengan baik.
Kuliah
ini akan diadakan pada tanggal: 14 Agustus, 28 Agustus, 11 September, 25
September, 9 Oktober, 23 Oktober, 6 November, dan 20 November.
Ev. Bedjo Lie, S.E., M.Div., Th.M. adalah Kepala Pusat Kerohanian dan dosen Christian Worldview di Universitas Kristen Petra, Surabaya. Beliau menyelesaikan
studi Sarjana Ekonomi (S.E.) di UK
Petra; Master of Divinity (M.Div.) di
Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang; dan Master of Theology (Th.M.) bidang Theologi Sistematika di Talbot
School of Theology, Biola University, U.S.A. Beliau juga
mendapat sertifikat dalam apologetika Kristen di Ravi Zacharias International
Academy of Apologetics, India.
21 July 2013
Resensi Buku-228: BECOMING A CONTAGIOUS CHRISTIAN (Rev. Bill Hybels dan Mark Mittelberg)
Sebutan “Kristen” berarti pengikut Kristus dan kita diperintahkan Kristus untuk menjadi garam dan terang dunia. Namun fakta mengatakan bahwa banyak orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh mengikut Kristus, sehingga mereka pun tidak menggarami dan menerangi dunia sekitarnya. Lalu, bagaimana kita dapat menjadi para pengikut Kristus yang mempengaruhi dunia sekitar?
Temukan jawabannya dalam:
Buku
BECOMING A CONTAGIOUS CHRISTIAN
(Menjadi Orang Kristen yang Menular)
oleh:
Rev. William (Bill) Hybels, D.D. (HC)
dan
Mark Mittelberg, D.D. (HC)
Penerbit: Literatur Perkantas Jatim, Surabaya, 2012
Penerjemah: Slamat P. Sinambela dan Tim Literatur Perkantas Jawa Timur
Di dalam bagian 1 bukunya, Rev. Bill Hybels mengajar kita signifikansi kita menjadi orang Kristen yang menular. Lalu, beliau mengajar sebuah rumus untuk menjalankannya yaitu potensi tinggi (memperbaiki diri kita) + kedekatan hubungan (membina persahabatan) + komunikasi yang jelas (memberitakan Injil dengan benar dan tepat) = pengaruh yang maksimal. Keempat elemen dalam rumus ini dijelaskan satu per satu dalam 4 bagian selanjutnya di dalam bukunya. Potensi tinggi artinya kita harus memperbaiki diri kita sendiri sebelum kita dapat menjadi orang Kristen menular yaitu dengan menjadi orang Kristen yang menjadi diri sendiri baik dalam kepribadian maupun dalam batin, jujur mengakui kesalahan, sungguh-sungguh, mengasihi orang lain, dan berkorban. Membenahi diri tidaklah cukup harus disertai dengan membina persahabatan dengan orang lain. Setiap kita perlu mengetahui bagaimana berelasi dengan orang lain entah itu orang yang sudah kita kenal, orang yang sudah lama kita kenal, ataupun orang yang belum kita kenal sama sekali. Setelah itu, kita perlu mengetahui pendekatan persahabatan yang cocok dengan kita di mana Rev. Bill Hybels mengemukakan ada 6 pendekatan membina relasi dari Alkitab khususnya Perjanjian Baru, yaitu: pendekatan langsung ala Petrus, pendekatan intelektual ala Paulus, pendekatan kesaksian ala orang buta di Yohanes 9, pendekatan antar pribadi ala Matius, pendekatan undangan ala perempuan Samaria di Yohanes 4, dan pendekatan pelayanan ala Tabita di Kisah Para Rasul 9:36. Setelah membina relasi dengan orang lain, kita juga perlu memberitakan Injil dengan jelas kepada orang-orang tersebut. Sebelumnya, Rev. Bill Hybels menjelaskan dasar-dasar Injil untuk menguatkan kita dan orang lain yang kita injili. Kemudian, beliau mengajar kita tentang tips-tips mengomunikasikan Injil dengan jelas dan tepat bagi orang lain khususnya para pencari iman yang baru, salah satunya dengan tidak menggurui atau membuat orang lain terus memperhatikan kita yang berbicara. Dan terakhir, di dalam proses mengomunikasikan Injil tersebut, kita juga perlu mengetahui halangan apa saja yang membuat orang lain meragukan Injil, misalnya halangan intelektual atau moral, dll. Kita perlu mengetahui halangan-halangan tersebut dan mengatasinya, tetapi tentu saja dengan pimpinan Roh Kudus. Setelah mengikuti 3 elemen dalam rumus tersebut, maka hasilnya adalah pengaruh yang maksimal di mana kita bukan hanya belajar teori-teorinya, tetapi kita menjalankannya sendiri dan berusaha menginvestasikan hidup kita untuk menjadi orang Kristen yang menular. Meskipun ada sedikit prinsip dari Rev. Bill Hybels yang kurang saya setujui, namun saya tetap menghargai buku karya Rev. Bill Hybels ini menyadarkan saya agar menjadi orang Kristen yang menular di tengah-tengah dunia.
Rekomendasi:
“Apakah kasih Anda kepada Yesus menular? Itu bisa! Dalam buku ini, Bill Hybels menjelaskan bagaimana Anda bisa mengalami kesenangan hidup terbesar, dengan embawa teman atau orang yang Anda kasihi kepada Juruselamat.”
Dr. Luis Palau
(Penginjil Internasional)
Profil Rev. Bill Hybels dan Mark Mittelberg:
Rev. William (Bill) Hybels, D.D. (HC) adalah pendiri dan pendeta senior di Willow Creek Community Church di South Barrington, Illinois. Beliau juga pendiri dan ketua yayasan dari Willow Creek Association dan juga pencipta dari Global Leadership Summit. Beliau menamatkan studi Bachelor dalam bidang Studi Biblika di Trinity International University (TIU), dekat Chicago dan dianugerahi gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari TIU’s Trinity Evangelical Divinity School, U.S.A.
Mark Mittelberg, M.A., D.D. (HC) adalah penulis, pembicara, dan ahli strategi penginjilan. Beliau menyelesaikan studi Master of Arts (M.A.) bidang Filsafat Agama di Trinity Evangelical Divinity School di Deerfield, Illinois dan dianugerahi gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari Southern Evangelical Seminary di Charlotte, North Carolina. Beliau dan istrinya, Heidi dikaruniai 2 anak-anak remaja dan mereka tinggal dekat Denver, Colorado. Beliau adalah penulis buku “Building a Contagious Church”, “Choosing Your Faith ... In a World of Spiritual Options”, dll. Buku terbaru yang beliau tulis: “The Questions Christians Hope No One Will Ask”.
Temukan jawabannya dalam:
Buku
BECOMING A CONTAGIOUS CHRISTIAN
(Menjadi Orang Kristen yang Menular)
oleh:
Rev. William (Bill) Hybels, D.D. (HC)
dan
Mark Mittelberg, D.D. (HC)
Penerbit: Literatur Perkantas Jatim, Surabaya, 2012
Penerjemah: Slamat P. Sinambela dan Tim Literatur Perkantas Jawa Timur
Di dalam bagian 1 bukunya, Rev. Bill Hybels mengajar kita signifikansi kita menjadi orang Kristen yang menular. Lalu, beliau mengajar sebuah rumus untuk menjalankannya yaitu potensi tinggi (memperbaiki diri kita) + kedekatan hubungan (membina persahabatan) + komunikasi yang jelas (memberitakan Injil dengan benar dan tepat) = pengaruh yang maksimal. Keempat elemen dalam rumus ini dijelaskan satu per satu dalam 4 bagian selanjutnya di dalam bukunya. Potensi tinggi artinya kita harus memperbaiki diri kita sendiri sebelum kita dapat menjadi orang Kristen menular yaitu dengan menjadi orang Kristen yang menjadi diri sendiri baik dalam kepribadian maupun dalam batin, jujur mengakui kesalahan, sungguh-sungguh, mengasihi orang lain, dan berkorban. Membenahi diri tidaklah cukup harus disertai dengan membina persahabatan dengan orang lain. Setiap kita perlu mengetahui bagaimana berelasi dengan orang lain entah itu orang yang sudah kita kenal, orang yang sudah lama kita kenal, ataupun orang yang belum kita kenal sama sekali. Setelah itu, kita perlu mengetahui pendekatan persahabatan yang cocok dengan kita di mana Rev. Bill Hybels mengemukakan ada 6 pendekatan membina relasi dari Alkitab khususnya Perjanjian Baru, yaitu: pendekatan langsung ala Petrus, pendekatan intelektual ala Paulus, pendekatan kesaksian ala orang buta di Yohanes 9, pendekatan antar pribadi ala Matius, pendekatan undangan ala perempuan Samaria di Yohanes 4, dan pendekatan pelayanan ala Tabita di Kisah Para Rasul 9:36. Setelah membina relasi dengan orang lain, kita juga perlu memberitakan Injil dengan jelas kepada orang-orang tersebut. Sebelumnya, Rev. Bill Hybels menjelaskan dasar-dasar Injil untuk menguatkan kita dan orang lain yang kita injili. Kemudian, beliau mengajar kita tentang tips-tips mengomunikasikan Injil dengan jelas dan tepat bagi orang lain khususnya para pencari iman yang baru, salah satunya dengan tidak menggurui atau membuat orang lain terus memperhatikan kita yang berbicara. Dan terakhir, di dalam proses mengomunikasikan Injil tersebut, kita juga perlu mengetahui halangan apa saja yang membuat orang lain meragukan Injil, misalnya halangan intelektual atau moral, dll. Kita perlu mengetahui halangan-halangan tersebut dan mengatasinya, tetapi tentu saja dengan pimpinan Roh Kudus. Setelah mengikuti 3 elemen dalam rumus tersebut, maka hasilnya adalah pengaruh yang maksimal di mana kita bukan hanya belajar teori-teorinya, tetapi kita menjalankannya sendiri dan berusaha menginvestasikan hidup kita untuk menjadi orang Kristen yang menular. Meskipun ada sedikit prinsip dari Rev. Bill Hybels yang kurang saya setujui, namun saya tetap menghargai buku karya Rev. Bill Hybels ini menyadarkan saya agar menjadi orang Kristen yang menular di tengah-tengah dunia.
Rekomendasi:
“Apakah kasih Anda kepada Yesus menular? Itu bisa! Dalam buku ini, Bill Hybels menjelaskan bagaimana Anda bisa mengalami kesenangan hidup terbesar, dengan embawa teman atau orang yang Anda kasihi kepada Juruselamat.”
Dr. Luis Palau
(Penginjil Internasional)
Profil Rev. Bill Hybels dan Mark Mittelberg:
Rev. William (Bill) Hybels, D.D. (HC) adalah pendiri dan pendeta senior di Willow Creek Community Church di South Barrington, Illinois. Beliau juga pendiri dan ketua yayasan dari Willow Creek Association dan juga pencipta dari Global Leadership Summit. Beliau menamatkan studi Bachelor dalam bidang Studi Biblika di Trinity International University (TIU), dekat Chicago dan dianugerahi gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari TIU’s Trinity Evangelical Divinity School, U.S.A.
Mark Mittelberg, M.A., D.D. (HC) adalah penulis, pembicara, dan ahli strategi penginjilan. Beliau menyelesaikan studi Master of Arts (M.A.) bidang Filsafat Agama di Trinity Evangelical Divinity School di Deerfield, Illinois dan dianugerahi gelar Doctor of Divinity (D.D.) dari Southern Evangelical Seminary di Charlotte, North Carolina. Beliau dan istrinya, Heidi dikaruniai 2 anak-anak remaja dan mereka tinggal dekat Denver, Colorado. Beliau adalah penulis buku “Building a Contagious Church”, “Choosing Your Faith ... In a World of Spiritual Options”, dll. Buku terbaru yang beliau tulis: “The Questions Christians Hope No One Will Ask”.
Subscribe to:
Posts (Atom)
